Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 45


Bulan berganti bulan, tahun telah berganti begitu cepat waktu berlalu, tak terasa usia Sean sudah 3 tahun, Dzaky dan Aulia tampak begitu bahagia menghabiskan waktu bersama.


Seperti hari ini Dzaky sekeluarga sedang menghabiskan waktu dalam acara perusahaan yaitu familly getring.


Berkumpul bersama, setiap karyawan membawa serta keluarganya. Anak-anak bermain bersama dengan segala permainan yang tersedia sementara orang tua ada yang santai ada yang sedang mengikuti games yang di selenggarakan dalam acara ini dan ada pula yang asyik mengobrol seperti yang keluarga Dzaky dan keluarga Bagas lakukan mereka tidak bisa mengikuti games atau permainan yang tersedia, Dzaky dan Aulia sibuk memantau Sean sementara Bagas menjaga Baim karena Sinta sedang hamil besar.


" Bro, lu tau nggak manager kita bakal pindah?" tanya Bagas ke Dzaky.


" Nggak tau aku gas. Kapan dapat berita itu? sudah pasti belum?"


" Insyaallah pasti, kemarin gue lihat amplop yang ada diatas meja kerja manager, karena gue lihat pak Dika langsung bilang, saya akan pindah dari sini katanya ke gue."


" Terus kamu tau siapa yang akan gantiin pak Dika?"


" Nggak, pak Dika aja belum tau, Satu bulan lagi katanya masa kerjanya disini"


" Nggak apa-apa yang penting pekerjaan lancar ya nggak gas?." Kata teman mereka.


" Eh gas bini Lo udah berapa bulan tuch?"


" Sudah masuk 7 bulan den."


" Cewek cowok bakal adiknya Baim?"


" Alhamdulillah USG bulan kemarin sic tetap cewe, tapi nggak tau katanya kalau cewe masih bisa salah, doain ajalah biar sepasang, kasian gue ma Sinta hamil kali ini lebih berat. Mabuknya sampai 3 bulan mana sambil ngurus Baim. Untungnya Baim sudah ngerti dan sedikit banyak sudah bisa bantu. Lo kalau mau punya anak lagi sudah bisa KY, biar barengan kita."


" Aku nantilah, masih trauma lihat Aulia melahirkan."


" Tapi ngadonnya nggak trauma kan?" ledek Deddi


" Kalau itu mah nagih." Bagas yang menjawab dan disambung gelak tawa mereka.


Ditempat para istri berkumpul.


" Eh itu bapak-bapak ngetawain apa ya kira-kira? aku fikir cuma ibu-ibu yang bisa ngegosip." kata Sinta.


" Nggak tau nya bapak-bapak lebih parah." kata istri Deddi


" Kamu sudah isi lagi belum Aulia?"


" Belum Jani, masih fokus ke Sean."


" Iyalah kalau aku lagi repot-repotnya, anak cowo 2 lagi aktif-aktifnya." kata Anjani istri Deddi.


Mereka pun asyik bercerita sambil memperhatikan bapak-bapak yang sedang bertugas menjaga anak-anak.


***


Hari ini di tempat Dzaky bekerja sedang ada acara perpisahan manager lama dan perkenalan dengan manager yang baru.


Mereka sibuk melihat-lihat dan penasaran dengan manager yang baru, karena tidak ada yang tau nama dan asalnya. Dan sampai acara dimulai manager baru tersebut belum juga menampakkan batang hidungnya kabarnya dia mengalami pecah ban menuju lokasi. Di karenakan manager baru terlambat beliau meminta untuk langsung melanjutkan acara selanjutnya prancisan yaitu acara makan-makan.


Semua karyawan sedang sibuk makan tibalah seorang laki-laki berjas abu-abu berkaca mata yang terlihat sangat keren. Dzaky yang membelakangi laki-laki tersebut langsung membalikkan badan dan terkejut melihat siapa laki-laki yang memperkenalkan diri sebagai manager yang baru. Dzaky pun langsung menghentikan makannya dan menghampiri laki-laki yang ia kenal sebagai Tara sahabat seperjuangan saat pertama masuk kerja.


" Tar..." Dzaky berteriak memanggil manager baru itu. " Tar jadi kamu yang menggantikan pak Dika?" Tanya Dzaky setelah bersalaman dengan Tara.


" ia Dzak. Ternyata kamu di sini selama ini?."


" Iya tar, sudah lama nggak denger kabar kamu terakhir sebelum kamu pindah dan setelahnya aku cuma dapat kabar dari Budi dan Adit."


" Sibuk Dzak, oh ya kamu sudah menikah?"


" Alhamdulillah sudah, kamu sendiri?"


" Alhamdulillah juga sudah besok aku kenalin di acara temu kenal manager baru."


" Sudah pak, kami ini sahabat sejak pertama kali masuk kerja di perusahaan ini." jelas Tara.


Mereka pun berbincang bersama bercerita mengenang masa-masa saat kumpul bersama.


Acara perkenalan itu pun tiba, di selenggarakan di Rumah dinas yang di sediakan untuk di tempati khusus manager wilayah kota tersebut. Semua karyawan hadir membawa istri beserta anak-anak mereka.


Perkenalan dan Kata sambutan dari manager baru pun di mulai. Manager mengusung tema santai berkenalan sambil makan dan mengobrol. Aulia tidak mengetahui kalau manager baru yang baru itu Tara cinta pertamanya karena dia sibuk menyuapi Sean puding. Sampai Tara memperkenalkan diri dan istrinya di depan kerumunan karyawan.


" Perkenalkan saya Tara Reynand pengganti manager yang lama bapak Dika Harardian dan ini istri saya Amira Dewinta. Saya harap bantuan teman semua." Begitulah perkenalan singkat Tara.


Telinga Aulia langsung berdengung dan ingatan kebersamaannya dan Tara langsung berputar bak film yang sedang diputar.


Tara langsung menghampiri Dzaky guna memperkenalkan istrinya dengan istri sahabatnya, dia berharap istri mereka bisa berteman seperti dia dan Dzaky. Tapi alangkah terkejutnya Tara saat pertama melihat wanita yang duduk bersama Dzaky sambil menyuapi seorang anak laki-laki, Dia mengenal wanita itu walaupun sekarang penampilannya sudah berubah di tambah hijab yang membuat Aulia bertambah cantik.


" Tara.." Dzaky memanggil Tara dan langsung menyadarkan Tara dari keterkejutannya. " pasti kamu terkejut melihat siapa istri aku." kata Dzaky yang hanya melihat Tara sebagai masa lalu istrinya mereka sudah berjanji untuk melupakan masa lalu.


" Ah eh...emm iya ini Aulia kan?"


" Iya Tara masa kamu lupa."


" Nggak cuma beda aja Dzaky kan sudah lama nggak ketemu. Oh iya kenalin ini istri aku Amira Dewinta. Amira ini Aulia istrinya Dzaky sahabat yang aku ceritain kemarin."


" Aulia." Aulia menerima uluran tangan istri Tara.


" Dan ini Dzaky sahabat aku."


" Dzaky"


" Amira"


" Ini siapa yang ganteng lagi asyik makan puding?"


" Ini anak aku tar, Namanya Sean."


" Dia mirip banget sama kamu ul."


Deg jantung Aulia terasa berhenti mengingat hanya Tara yang memanggilnya dengan panggilan ul selain keluarganya.


" Iya Tar, mirip banget sama bundanya" Kata dzaky " Anak buah kamu Sudah berapa Tar?"


" Belum ada Dzak. Kamu beruntung." Tara langsung terdiam melihat tatapan istrinya yang sendu. Tara sudah 5 Tahun menikah tetapi belum di karuniai seorang anak.


" Coba lagi Tar." Dzaky menghibur Tara mengalihkan pembicaraan yang membuat keadaan menjadi tidak enak.


" Iya Dzak, aku kesana dulu ketemu sama yang lain nanti kita ngobrol lagi." Tara langsung mengajak istrinya pergi berkenalan dengan rekannya yang lain.


" Tara makin oke aja kan nda?"


" Mmm"


" Koq cuma mm kamu lagi nggak ingat masa lalu kan?" Dzaky hanya bercanda kepada istrinya.


" Ayah apaan si!" Aulia marah


" Becanda nda."


" Becanda ya nggak lucu nanti kalau istrinya denger kan nggak enak yah."


" Iya maaf."


Acara malam itu pun berakhir dengan baik, Mereka menyukai Tara yang bersikap baik dan ramah. Memang sejak dulu Tara terkenal mudah berbaur di banding kan dengan sahabatnya yang lain apalagi Dzaky yang orangnya sedikit kaku kalau belum terlalu kenal.