Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 20


Setelah beberapa hari tinggal dirumah mertua dengan sikap mertua yang masih sama dinginnya dengan hari-hari kemarin hari ini waktunya untuk Dzaky dan Aulia pulang karena keesokan harinya Dzaky harus sudah masuk kerja batas pengambilan cuti menikahnya telah habis. seluruh keluarga sudah berkumpul untuk melepas kepulangan pengantin baru,sikap keluarga besar Dzaky pun sedikit berubah dengan beberapa orang memasang sikap dingin terhadap Aulia, Aulia tidak tau harus bagaimana dia bersyukur hari ini bisa pulang setidaknya dia tidak akan merasakan sikap acuh sebagian keluarga Dzaky terutama mama Dzaky,mungkin dengan jarak yang jauh Aulia berharap lama kelamaan sikap dingin mama dan sebagian keluarga Dzaky bisa mencair dan hangat seperti semula.kini Dzaky dan Aulia sudah berada didalam mobil travel yang akan membawa mereka pulang kekampung asal Aulia.


"dek,,kamu pasti seneng hari ini kita pulang,kamu kelihatan bahagia banget dek?."


"hee kelihatan ya kak...!namanya juga mau ketemu ibu,udah kangen adek sama masakan ibu,,"jawab Aulia dengan senyum mengembang padahal senangnya Aulia dikarenakan terbebas dari perasaan tertekan tinggal dirumah mama mertuanya walaupun cuma beberapa hari, gimana kalau seminggu fikir Aulia pasti dia bisa kurus kering tak berdaging.


"eh koq mau makan masakan ibu, enak aja tanggung jawab kamu sekarang udah harus masakin kakak dek..."sambil menarik hidung Aulia gemas,mereka tidak canggung beradegan mesra karena keadaan didalam mobil hanya ada tiga penumpang,cuma sang supir yang terkadang curi-curi pandang dari kaca depan melihat kemesraan mereka, yang sebenarnya Dzaky mengetahui itu namun dia masa bodoh yang penting mereka tidak melakukan adegan yang berlebihan mereka masih tau tempat untuk melakukan hal yang dianggap tabuh bagi masyarakat pada umumnya.


tak terasa mereka telah sampai dengan beberapa kali istirahat makan mereka sampai di rumah dinas Dzaky,nanti malam mereka baru akan berkunjung kerumah ibu,mereka ingin rehat sebentar.


"capek juga ya dek walaupun hanya duduk,panas juga ni pantat."Dzaky sambil merebahkan diri di ambal depan tv."sini dek nanti ajalah ngurusin itu."tarik Dzaky Aulia yang sibuk membereskan pakaian dan memisahkan oleh-oleh yang akan mereka bagikan kepada teman dan beberapa keluarga.


"apa sich kak...."


"dek ayolah ....."


"ayo kemana?"tanya Aulia bingung karena mereka baru saja menginjakkan kaki dirumah ini sudah mau diajak suaminya pergi.


"dek kita coba sekarang ,,,ya ampun dek udah pengen banget kakak, kakak ini cuma laki-laki biasa."


"ohhh......maaf ya sayang belum bersih"ucap Aulia yang merasa tidak enak, karena sudah lebih dari seminggu belum juga bersih belum bisa melayani suami layaknya suami istri pengantin baru,dia merasa karena setres makanya siklus haidnya tidak seperti biasa dua hari kemarin sudah bersih tapi hari ini keluar lagi,dia berharap segera bersih dan bisa melayani sang suami.


"katanya cuma seminggu ini udah lebih dari seminggu malahan udah lebih beberapa hari sayangggg".Dzaky merengek seperti anak kecil yang meminta permen tapi belum di berikan.


"adek ga tau kak biasanya cuma seminggu tapi ini gak tau udah lebih dari seminggu belum juga berhenti."


"apa harus kita periksakan syaang kakak ga mau kamu kenapa-kenapa,kalau biasanya udah berhenti ini belum berhenti."ucap Dzaky khawatir.


"ga usah mungkin karena banyak fikiran jadi ga stabil hormon nya".


"adek mikirin apa?cerita ke kakak jangan disimpan sendirian salah satu gunanya pasangan untuk berbagi apapun itu baik senang maupun sedih sayang".


"ga ada ini mungkin kangen sama ibu terus memang bulan ini bener-bener capek ngurusin pesta nikah kita kak .."


"yaudah kamu diem aja istirahat biar semua kakak yang beresin," Dzaky langsung berdiri dan membereskan kan semua yang akan dikerjakan istrinya, Aulia mengikuti semua yang dikerjakan Dzaky tanpa bisa menyentuh nya karena Dzaky melarangnya walaupun Aulia berusaha untuk membantu yang membuat Dzaky marah Aulia yang takut akhirnya benar-benar tidak membantu dia tertidur di depan tv.


Dzaky yang telah selesai menghampiri Aulia untuk membangunkannya karena sudah mau Maghrib. malamnya mereka datang ketempat ibu disana sudah berkumpul semua keluarga tak lupa mereka membagikan oleh-oleh yang mereka bawa yang telah disiapkan mama mertuanya walaupun mama mertuanya bersikap dingin tapi dia tetap membelikan oleh-oleh untuk besannya karena tidak ingin namanya dicap buruk. mereka bercerita dan bercanda keluarga Aulia memang sangat hangat itulah salah satu alasan Dzaky memilih Aulia karena merasakan kehangatan di keluarga kak bian dan keluarga, tidak terasa waktu sudah larut malam mereka memutuskan untuk menginap karena rumah dinas Dzaky tidak terlalu jauh mereka memutuskan untuk pulang pagi-pagi sekali.


Hari ini pagi-pagi buta mereka pulang dari rumah ibu dan tak lupa Aulia membeli bahan makanan diwarung yang tak jauh dari rumah ibu. Dzaky telah siap dengan kemeja dan celana dasarnya sementara Aulia masih mempersiapkan sarapan untuk dzaky, dzaki memandang Aulia yang terlihat cantik dengan pakaian santainya.


"kamu cantik banget sic dekkk"Dzaky memeluk Aulia dari belakang dan menciumi leher jenjang Aulia yang terlihat menggoda karena Aulia melilit rambutnya dengan handuk yang memperlihatkan leher mulusnya. " udah bersih belum dek...kakak udah ga tahan......"


"eh eh....baju adek bau dapur kak...sana....ia adek udah bersih sana dulu..........tumpah ni lauknya nanti,"ucap Aulia karena tidak bisa bergerak karena ulah Dzaky.


"ia ia sini kakak bantuin bawa,"setelah dimeja makan mungilnya " wuih enak nih.....banyak banget dek,ni kayak makan siang,biasanya kakak kalau ga beli diluar sarapannya telor dadar kadang juga diceplok selebihnya mi hee,gini ya kalau udah disiapin semua, senengnya apalagi kalo udah bisa itu tu....makin seneng"ucap Dzaky dengan senyum pepsod***.


"ini memang lauk sekalian siang males kalau harus masak terus ga papa kan kak?.


"iya ga papa,apapun yang adek masak kakak suka"


"ia,,,yaudah kakak berangkat dulu habis cuti langsung terlambat kan ga enak."


" ia hati -hati kak,"ucap Aulia sambil meraih uluran tangan Dzaky


" ia kalau ada apa-apa hubungi kakak, assalamualaikum."


"ia, waalaikum sallam".


Aulia melanjutkan membereskan rumah,sambil membereskan rumah Aulia teringat dengan sikap mama mertuanya, akankah sikap mama berubah itulah yang ada dibenak Aulia sekarang, apalagi dia teringat dengan ucapan mama mertua yang mengatakan dia malu punya menantu seperti dirinya yang membuat Aulia tertekan,untung Dzaky memperlakukan nya dengan sangat baik sehingga bisa sedikit melupakannya,"semangat Aulia semua akan baik-baik aja,lagian mama jauh ga tinggal disini" ucap Aulia menyemangati diri.ceritanya sore nanti dia akan kerumah ibunya, jadi dia membersihkan dan menyelesaikan semua pekerjaan nya dengan semangat,,,sampai dia mendengar salam dari luar rumah. ternyata suaminya pulang untuk makan siang saking menikmatinya bekerja Aulia sampai lupa waktu.


" assalamualaikum"


"waalaikum sallam,eh kakak koq udah pulang?"ucap Aulia heran dia berfikir ini belum masuk waktu makan siang."


"ini udah jam 12 lewat sayang" sambil mencium kening Aulia.


"ia ya? yaudah adek siapin makannya dulu"


"nanti aja kakak belum laper"sambil menggiring Aulia kekamar tanpa melepaskan pelukan mereka.


"eh mau ngapain,?ga mau makan siang dulu? koq langsung tidur?"


"katanya kamu udah bersih,,,kakak mau makan kamu dulu kakak ga mau tidur cuma mau main....."


"ia udah bersih tapi ......"


"udah...hayooook,tau ga kakak di ledekin hari ini katanya kakak udah ga perjaka,diminta ceritain, gimana mau cerita unboxing aja belum pernah, malah kakak di ceritain dan di ajarin sama senior kakak dia udah punya 2 anak, ayoook kita praktekkan biar jadi Dzaky junior atau Aulia junior,,,Kakak udah pengen punya anak....ayoook udah gak tahan lagi ini udah mode on..."Dzaky langsung membawa Aulia kekamar dan menutupnya, dan terjadilah apa yang sejak lama harusnya terjadi pada pasangan suami istri itu, ******* demi ******* membuat panas seisi kamar,,,,,,,,setelah terjadi pergulatan panas nan indah yang telah membuat pasangan itu melayang kelangit ketujuh menembus nirwana,masih ditempat tidur.


" makasih ya dek, kakak yang pertama, terima kasih sudah menjaga diri adek selama ini".


"ya....itu memang niat adek,hanya akan memberikan kepada suami adek, keluarga adek sangat menjaga kesucian perempuan".


"sekali lagi terima kasih sayang"


"eh mau kemana sayang?"Dzaky menahan Aulia yang akan bangkit.


"mau siapin makan,bentar lagi waktu makan siang habis,,,kakak harus kekantor lagi"


"kakak udah kenyang makan kamu, kamu istirahat aja enakin dulu badannya ga usah ngapa-ngapain ,".ucap Dzaky


"tapi nanti sore kita mau kerumah ibu kak?"


"besok aja kerumah ibu, adek istirahat aja, tadi kakak udah banyak makan makanan ringan dibawain rekan kerja yang baru pulang dari luar kota,kalo udah merasa baikan Baru bangun,,kakak mau mandi dulu"emmmuach satu kecupan lagi di daratkan kali ini di bibir aulia.dzaky masuk kedalam kamar mandi,Aulia yang masih ditempat tidur hanya berdoa semoga ini menjadi awal yang lebih baik lagi untuk rumah tangganya, tidak lama Dzaky keluar dan langsung mengenakan pakaian kerja sambil di perhatikan oleh Aulia,Dzaky mendekati Aulia.


" kakak berangkat dulu sayang....kamu istirahat aja,moga cepet jadi ya nak biar bunda ada temennya kalau ayah kerja, kakak akann usahakan pulang cepet."ucap Dzaky sambil mengelus dan menciumi perut Aulia yang masih terbungkus selimut yang terakhir dzaky mencium kening Aulia lama,"kakak sayanggg banget sama adek,"sambil mengelus rambut Aulia,Aulia hanya mengangguk, "assalamualaikum", waalaikum sallam".