Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 31


Pagi ini Dzaky pergi bekerja dengan bekal buatan istrinya, entah kenapa setelah sarapan Dzaky masih meminta dibawakan bekal oleh istrinya ketika Aulia tanya apakah suaminya itu tidak pulang pada jam makan siang Dzaky menjawab dia akan pulang, Aulia bingung namun suaminya meyakinkan kalau bekal itu akan dimakannya lagi sesampainya di kantor Aulia berfikir apakah sewaktu sarapan kak Dzaky tidak kenyang? dan jawaban suaminya sangat mengejutkan kakak masih mau makan ini kefikiran terus. Aulia hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban suaminya, ngidam makannya Dzaky sangat luar biasa untungnya Dzaky sangat rajin berolah raga guna menjaga bentuk tubuhnya yang atletis.


Sudah tiga hari ini Dzaky membawa bekal ke kantor teman-temannya pun heran dengan ***** makan Dzaky yang besar tetapi tidak gemuk-gemuk dan sudah 2 malam ini Dzaky lembur ketika pulang istrinya sudah tertidur karena Dzaky selalu pulang diatas jam 11 malam. siang harinya Aulia sibuk dengan tanamannya yang mulai berbuah namun saat sedang sibuk-sibuknya perut Aulia terasa nyeri dan dia pun tidak mempunyai obat penguat kandungan lagi karena memang sudah beberapa Minggu ini dia tidak pernah mengalami nyeri diperutnya oleh karena itu dia membuang semua obat penguat kandungan yang dirasa sudah tidak diperlukan lagi.


"ya Allah ini kenapa sic....dedek kenapa sayang? jangan buat bunda khawatir adek baik-baik di dalam ya!" Aulia pun merebahkan diri ditempat tidur untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakannya. tak berapa lama Dzaky pulang karena sudah masuk jam makan siang.


"assalamualaikum, dek ayah pulang"


"waalaikum sallam"jawab Aulia lemah, Dzaky yang mendengar jawaban salam dari kamar segera mendatangi istrinya.


"bunda, bunda kenapa?" tanya Dzaky cemas melihat Aulia yang pucat.


"perut bunda sedikit sakit yah,"


"memangnya bunda habis ngapain?"


"gak ada cuma lihat taneman aja."


"sudah minum obat penguat kandungannya?"


"sudah bunda buang,ssssttt". jawab Aulia sambil meringis.


Dzaky langsung mengelus dan menciumi perut Aulia,


"adek kenapa nak? " dan ajaibnya sakit perut yang dialami Aulia langsung hilang.


"ya Allah yah!".dengan muka kaget


"kenapa? sakit lagi atau bertambah sakit nda?" tanya Dzaky semakin cemas.


" sakitnya langsung hilang pas ayah Elusin adek",dengan sumringah Aulia berkata.


"iya dek? adek kangen ayah sayang? karena udah 2 malam gak tidur sama ayah. sini ayah elusin terus, tenang aja nanti malam ayah gak lembur lagi dek kerjaan ayah sudah selesai , boboklah". Dzaky terus mengelus perut istrinya sampai istrinya itu tertidur, Dzaky memahami sejak Aulia hamil dia selalu ingin dekat dengannya dan akan gelisah tidur tanpa dirinya tapi mau bagaimana lagi pekerjaannya tidak bisa dia abaikan itu juga untuk anak dan istrinya kelak.


"dedek bobok ya, jangan buat bunda sakit sayang kasian bunda, ayah mau makan terus sholat dulu emmmuach."Dzaky mengecup perut dan kening istrinya lalu beranjak untuk melakukan aktivitas lainnya.


****


Sesuai janji, ibunya Aulia datang hari ini. ibu dan Adi tiba dirumahnya Aulia dengan banyak membawa makanan dan oleh-oleh khas daerahnya, siapa tau dzaki atau Aulia ingin memakan makanan dari daerahnya pikir ibu.


"assalamualaikum"ucap ibu dan Adi bersamaan


"waalaikum sallam ibuuuu"ucap Aulia heboh dari dalam rumah dan langsung berlari keluar rumah. Dzaky panik yang melihat Aulia berlari menuju kedepan langsung menarik tangan istrinya,


" bunda inget lagi hamil gak boleh lari!" ucap dzaky khawatir tindakan istrinya membahayakan si jabang bayi.


"maaf lupa yah hee". Aulia menampakan gigi putihnya, " maafin bunda ya dek, adek gak papa kan olah raga sedikit kita hee, dan Aulia melanjutkan kedepan untuk menyambut ibu yang dirindukannya selama ini langsung memeluknya.


ibu langsung mengelus perut Aulia


"sehat ya dek, nenek Dateng buat adek Sama om adi".kata ibu, Aulia langsung menggiring ibu dan adiknya untuk masuk, Dzaky langsung menyalami ibu mertuanya dan Adi.


"wuih banyak banget bawaannya di?" tanya Dzaky yang melihat tentengan Adi ada beberapa kardu.


"ayo semua langsung makan aja pas jam makan siang ini!" kata Dzaky menawarkan makan ibu dan Adi


" ibu mau sholat dulu ya!"


Sore harinya mereka duduk santai sambil bercengkrama di halaman belakang sambil memakan cemilan yang dibawak ibu, Dzaky memakan banyak makanan sampai Adi terheran-heran melihat kak Dzaky yang biasanya cool seperti orang kelaparan.


"kak, gak tau gendut?"


" kenapa di? kakak sudah kelihatan gendut ya? padahal kakak rajin olah raga supaya gak kelihatan gendut".ucap Dzaky sambil melihat tubuhnya.


" ya belum sic, cuma kalau kakak makannya segitu banyak bentar lagi pasti gendut".


" hahaha semenjak mba hamil kak Dzaky makannya 3 kali lipat dari biasanya, siapa yang hamil siapa yang makannya banyak."ucap Aulia sambil tertawa.


" seneng kamu ya nda ngejek suaminya, jangan di tiru ya dek!" mereka pun tertawa


" kebetulan ibu datangnya hari ini jadi nanti malam bisa ikut nengok dedek bayi".kata Aulia


"iya Bu nanti malem jadwal Aulia kontrol"


"iya harus ikut ibu, ibu pengen liat calon cucu ibu".ucap ibu senang.


Malamnya mereka berangkat kerumah sakit, Adi memilih untuk tidak ikut dia asyik main game yang lagi viral. setibanya di rumah sakit mereka menunggu sebentar sesuai nomor antrean yang mereka dapat, giliran Aulia pun tiba mereka langsung masuk keruang praktek dokter Fatma.


"assalamualaikum"


"waalaikum sallam, pak buk, eh neneknya ikut ya? baru liat".ucap dokter ramah


"iya dok mau ikut nengok calon cucu" jawab ibu senyum


"ayo langsung naik dan berbaring kit lihat perkembangan bayinya, suster langsung mengoles jel dan dokter menempelkan alatnya keperut Aulia.


"kita lihat, nah ini dedek bayinya Alhamdulillah semua normal, mau tahu jenis kelaminnya gak?" tanya dokter


"mau dok" jawab mereka semangat.


" nah ini ya jenis kelaminnya ada tugu Monasnya".


"ha maksudnya dok?" Dzaky bingung


"baby-nya laki-laki pak".dokter tersenyum


"Alhamdulillah". ucap mereka, memang Dzaky ingin anak pertamanya laki-laki yang diyakininya anak pertama laki- laki bisa menjaga keluarganya.mereka sangat senang, selesai diperiksa mereka sedang menunggu Dzaky yang sedang mengambil vitamin yang diresepkan oleh dokter.


" ibu seneng banget ul, lihat suami kamu semangat sekali, dia sangat menyayangi kamu kelihatan banget" ucap ibu sambil melihat kearah Dzaky yang sedang mengantre dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya sesekali dia melihat kearah istrinya dan yang terakhir dia menyatukan jari jempol dan telunjuk mengarahkannya kearah istrinya, Aulia yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala dan orang-orang yang melihatnya hanya tersenyum melihat kebucinan seorang pria kepada istrinya.


like


like


likeq