Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 33


Setiap hari mama memasak masakan kesukaan Dzaky dan Aulia, semua yang diinginkan Aulia dikabulkan oleh mama mertuanya. seperti hari ini setelah Dzaky berangkat bekerja mama mengajak Aulia keluar membelikannya baju, makanan, sendal dan buku-buku pengetahuan seputar kehamilan.


"ma, ini sudah banyak banget mama belikan Aulia." sambil menenteng beberapa tas belanjaan yang kebanyakan dibawa oleh mama, mereka sedang mencari restoran guna mengisi perut yang mulai keroncongan.


" iya ini semua demi calon cucu mama, kamu gak boleh memakai baju yang sempit lagi juga gak boleh pakai sendal yang tinggi harus yang flat, nah itu restorannya kayaknya enak ayok Aulia kamu gak boleh kelaperan." Aulia sangat senang dengan perhatian mama mertua yang biasanya acuh tak acuh terhadapnya.


" iya ma, kak Dzaky juga sudah banyak belikan baju dan sandal buat Aulia ma, ini kebanyakan."


" itu kan Dzaky yang beliin ini mama yang beliin buat kebaikan calon cucu mama." mereka pun memesan banyak makanan yang sehat.


" banyak banget pesennya ma?"


" itu buat anak kamu, ibu hamil itu harus banyak makan lihat badan kamu saja sama kayak kamu belum hamil itu pasti kamu menahan makan supaya gak gendut."


deg


" gak ma, makan Aulia sudah banyak Aulia juga gak nahan-nahan makan ma..". bisa-bisanya mama mertua berfikir seperti itu, Aulia berfikir makannya sudah lebih banyak dari sebelum dia hamil dokter juga bilang gak usah terlalu banyak yang penting bergizi itu yang diingat Aulia.


Tak terasa waktu sudah sore mereka memutuskan untuk pulang setelah makan, Dzaky pun telah menelepon akan menjemput mereka karena bertepatan dengan jam pulangnya.Sepanjang perjalanan pulang mereka banyak mengobrol dan pastinya membahas semua yang mereka beli tadi, Dzaky hanya menggelengkan kepala melihat barang yang mereka beli, barang yang telah banyak Dzaky belikan untuk istrinya tapi demi menyenangkan hati mamanya dia hanya menyetujui semua perkataan mamanya. sesampainya dirumah mereka langsung membersihkan diri dan bersiap untuk sholat Maghrib berjamaah. setelah sholat mereka bersiap untuk makan.


" ma makasih ya untuk hari ini, sudah membelikan semua yang diperlukan Aulia."


"iya, itu semua demi kebaikan calon cucu mama bukunya itu sering-sering kamu baca supaya kamu tau semua yang diperlukan dan dilakukan oleh ibu hamil."jelas mama


"iya ma, Aulia pasti sering membacanya." ucap Aulia senang.


Setelah beberapa hari mereka lalui dengan bahagia tibalah pada suatu malam, disaat Aulia terbangun karena haus dan melihat kesamping tidak ada suaminya Aulia hanya berfikir mungkin suaminya sedang mengobrol dengan mamanya karena memang selama disini suaminya sering berbincang hingga malam dengan mamanya, Aulia pasti disuruh tidur duluan oleh mama mertuanya dengan alasan ibu hamil tidak boleh tidur malam atau begadang gak baik buat anak dalam kandungannya. Aulia sangat senang dengan perhatian mama mertuanya karena menurutnya mama mertuanya sudah sangat berubah sudah sangat menyayanginya tidak seperti dulu yang suka ketus jika berbicara dengannya tapi semua terpatahkan oleh kejadian malam ini dimana Aulia yang ingin mengambil air minum ke dapur tidak sengaja mendengar percakapan antara mama dan suaminya.


" ma, makasih ya sudah terima Aulia dan begitu menyayangi Aulia ma." ucap Dzaky senang melihat perubahan pada sikap mamanya kepada istrinya.


" mama itu cuma mikirin calon cucu mama, anak kamu !" sambil mengelus kepala Dzaky yang sedang rebahan dipahanya.


"maksud mama ?" ucap Dzaky yang tiba-tiba melihat kearah mamanya


deg deg Aulia yang mendengar hanya bisa menutup mulutnya dan langsung pergi kekamar tidak jadi mengambil air minum di dapur. sesampainya di kamar Aulia langsung menangis hormon ibu hamil yang sensitif langsung membuat dia meneteskan air mata, dia tidak menyangka mama mertua hanya perduli pada calon cucunya.


Di tempat Dzaky, Dzaky pun tidak menyangka mamanya belum bisa menerima Aulia sebagai istrinya tapi dzkay berharap dengan lahirnya anaknya nanti mama benar-benar bisa menyayangi Aulia dengan tulus. Dzaky langsung pamit ke mama untuk tidur karena besok dia akan bekerja. Di Aulia yang mendengar pintu kamar terbuka langsung berpura-pura tidur Dzaky langsung melihat istrinya nya yang tidur mencium dan mengelus perut Aulia sambil berkata " mudah-mudahan setelah dedek lahir Oma akan menyayangi bunda seperti Oma menyayangi kamu nak, emmmuach." Aulia yang berpura-pura tidur mendengar semua yang Dzaky katakan walaupun Dzaky mengatakannya dengan setengah berbisik.


Keesokan harinya Aulia bangun seperti biasa memasak tapi dia terlihat tidak bersemangat pada saat makan pun dia hanya makan sedikit sampai di tegur mama mertuanya.


" Aulia kamu koq makan sedikit sekali, kamu jangan pake diet- diet, kamu lagi hamil kasian sama cucu mama !."


" Aulia lagi gak berselera ma mual mau makan banyak " .


" di paksain, biar anak kamu tumbuh sehat."


" sudah ma, biarlah nanti Aulia muntah kalau dipaksain." jawab Dzaky membela istrinya yang dia ketahui kalau mood Aulia lagi jelek pasti dia gak berselera makan kalau dipaksakan pasti muntah.


Selesai makan Aulia mengantar Dzaky kedepan.


"bunda kenapa koq gak selera makan? ada yang bunda fikirkan?"


"gak yah..." sambil mengambil tangan Dzaky dan menciumnya.


"bunda jangan bohong! ayah gak suka bunda nyimpen sesuatu di belakang ayah, ayah gak mau bunda banyak pikiran kasian dedek nda ..."sambil mengelus perut Aulia sambil menunduk.


"gak ada yang bunda tutupin dari ayah sayannnggg, emmuach, sana pergi nanti terlambat." Aulia mengalihkan pembicaraan.


" yaudah ayah pergi dulu emmmuach buat dedek sama bunda, jagoan ayah jaga bunda ya sayang jangan nakal di dalem."


like


like


like