Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 23


Hari ini ul bermain bersama keponakannya, sambil membantu istri kak bian membuat makanan untuk dibawa kak bian kesawah karena sebentar lagi panen makanya sering-sering di pantai sedangkan sawah ibu Aulia sudah ada Adi yang memantau dia sedang libur kuliah.


"dek gimana kamu sama Dzaky ?"tanya istri kak bian


"Alhamdulillah baik-baik aja mba..."


"syukurlah,kalo sama keluarganya yang pernah kamu ceritain itu.....?"


" ya gitu mba mama kak dzaky masih menuntut ul buat hamil itu yang masih jadi pikiran Aulia mba, malahan waktu terakhir kami kesana Aulia di bawa ketukang urut".


"mertua kamu bener-bener pengen cucu ul,kamu yang sabar punya momongan itu ga bisa dikejar, ga bisa stres banyak pikiran, kamu positif thinking aja setiap perlakuan keluarga Dzaky yang kurang mengenakan kamu anggap karena mereka pengen Dzaky dan kamu cepet punya keturunan."


"iya mba,"


"yang penting itu suami kamu, selama dia masih sayang perhatian ga usah pikirin yang lain dulu, nah udah selesai kamu tolong telponin kak bian suruh ngambil makanannya ul".


"iya mba,,,,".


Malamnya Aulia vc dengan Dzaky.......hampir seminggu mereka berpisah untungnya sekarang ada vc jadi bisa ngilangin sedikit kangen yang melanda.


"assalamualaikum"waalaikum sallam"


"adek lagi ngapain sayang? tadi siang adek kerumah alin ya?"


"ga ada adek lagi tiduran aja, iya tadi siang adek kesana bantuin mba Lita masak buat orang kesawah"


" kak kangen dekk!!! pske bangetttt ga ada adek ga seru kapan-kapan kita liburan kesini dek tempatnya asyik dan pemandangan nya sangat menarik pasti adek suka"


" adek juga kangen,kakak jadi pulang lusa? adek ga perlu liburan adek itu butuhnya kakak."


" iya sayanggg udah kangen peluk dan cium adek.....jadi pengeeeeeen."


"ih kakak jangan mesum kalo ga ada adek tar cari yang lain lagi disana".ucap ul sambil cemberut.


" ya ga lah dek......disini ga ada yang secantik adek sayanggg kakak juga ga pengen sama yang lain kakak itu mesumnya cuma sama adek...." mereka pun ngobrol sampai tengah malem yang berakhir dengan Aulia yang ketiduran.


hari kepulangan Dzaky pun tiba Dzaky langsung turun ditempat ibu mertuanya untuk menjemput Aulia dan langsung memberikan oleh-oleh yang ia bawa untuk dibagikan ke keluarga ul. ul sangat senang dia benar-benar kangen suaminya. sesampainya dirumah dinas Dzaky langsung menyerang Aulia karena hasrat selama ini yang ia tahan sudah sangat ingin di salurkan, Aulia menahan Dzaky.


"eh kakak mau ngapain?"


" dek kakak udah ga tahan sepanjang jalan mikirin adek"


" buat apa mandi kalau nanti bakal mandi lagi,lagian dijalan bukannya naek gerobak yang kena debu dek....ayolah ....koq malahan ngobrol aja,ssssttt diem dulu".cegah Dzaky saat Aulia ingin berbicara, Aulia yang sudah kangen dengan suaminya pun akhirnya pasrah menikmati pemandangan indah walaupun tidak sixpack namun tubuh Dzaky tergolong bagus tubuh tinggi tegap dengan berat yang sesuai juga kulit sawo matangnya yang terlihat eksotik. hanya ******* yang terdengar di hari yang tidak pagi lagi karena sudah jam 10, kegiatan mereka selesai pada pukul 12 siang Dzaky yang tertidur nyenyak disamping Aulia dengan dipandangi Aulia. "beruntungnya aku memiliki suami seperti kamu kak, kamu telah memberikan segalanya bahagia aku bersama mu."aulia berbicara sendiri sambil menelusuri wajah lelah sang suami . Aulia bangun memberitahukan diri sholat dan langsung memasak menyiapkan makanan untuk suaminya, Dzaky terbangun dengan suara berisik dari arah dapur


"adek koq ga bangun in kakak sic"


"kakak kelihatan capek jadi adek ga tega bangunin,sana mandi Aulia udah laper kak,"


" siap nyonya Dzaky,,,"


siang itu mereka makan dengan bahagia.


****


Tiga bulan berlalu mama semakin sering menghubungi Dzaky dan Aulia menanyakan apakah sudah hamil atau belum, mama selalu marah dan mengatakan kalau Aulia pasti tidak meminum jamu pemberian si Mbah tukang urut, semenjak sudah di urut masa haid Aulia makin tidak beraturan kadang awal bulan , pertengahan dan kadang akhir bulan, Aulia tidak mempermasalahkan itu, hanya Dzaky yang merasa khawatir dengan kondisi Aulia karena dialah orang yang tahu betapa berantakannya jadwal haid istrinya usai di urut Dzaky menyarankan untuk Aulia melakukan pemeriksaan namun Aulia menolak. hari itu sepulang kerja Dzaky mendapati istrinya yang sedang melamun.


"assalamualaikum,..... assalamualaikum"ulang Dzaky mengucapkan salam karena tidak mendapatkan sautan.


"dek,,,"


"astaghfirullah halngazim"...ucap Aulia sambil mengelus dada karena dia terkejut melihat Dzaky, " yaampun kakak koq ga ngasih salam main nyelonong bikin adek kaget"masih dengan ekspresi terkejut.


" Kakak udah ngucapin salam tapi ga ada balesan kakak langsung masuk eh adek malah ngelamun"


"hehehe iya ya .!maaf adek ga denger"


" ya ga denger orang kamu ya melamun,kenapa melamun?"


"adek tadi nungguin kakak pulang lama banget" ucap Aulia manja yang langsung memeluk Dzaky.


"kan emang biasa kakak pulang jam segini, kamu ini aneh akhir-akhir ini jadi makin manja....."


" ga lah.....biasa, kakak ga suka adek manja sama kakak..!yaudah besok adek manja sama........em kak Doni ajalah"ucap Aulia menggoda Dzaky.


" berani kamu manja sama Doni kakak hajar kamu" ucap Dzaky berubah seram.


"eh teganya kakak mau hajar adek, adek mana berani dan gak mau manja sama yang lain cuma sama kakak aja."


"kakak hajar kamu di ranjang sayangggg, cuma sama kakak ga boleh yang lain." mereka pun semakin mesra akhir-akhir ini, Aulia dan Dzaky tidak lagi menghiraukan Omelan sang mama yang penting bagi mereka kebersamaan dan keharmonisan dalam rumah tangga mereka dari pada setres mereka lebih memilih menikmatinya.