
keesokan harinya Aulia bangun karena haus dilihatnya suaminya yang tertidur di sofa dengan kepala mendongak dan kakinya di bawah jelas dia tidak sengaja tertidur dengan melihat posisinya, karena sofa itu bisa menampung badan suaminya yang tinggi walaupun tidak terlalu nyaman setidaknya lebih baik dari posisinya sekarang, Aulia ingin bangun namun dia meringis merasakan sakit pada bagian bawah perutnya dia ingin mengambil air minum di sebelahnya mendengar suara istrinya Dzaky langsung bangun.
"kenapa sayang kamu mau apa,?biar kakak ambilin adek gak boleh banyak gerak"
"adek mau minum haus, memangnya adek sakit apa kak?" Dzaky pun langsung mengambilkan Aulia minum dan membantunya untuk minum.
" adek ga sakit cuma butuh istirahat"Dzaky melihat kearah jam sudah menunjukan pukul 5 lewat, "dek kakak tinggal sebentar mau sholat, adek masih butuh sesuatu?
" ga kak, ia sholat lah dulu"
" ia, tapi jangan turun dari tempat tidur ya,,perutnya masih sakit?"
"ia sedikit,pergilah adek ga akan turun" setelah suaminya pergi Aulia memikirkan panyakit apa yang ia derita , dia tidak ingin merepotkan suaminya apalagi dia jauh dari keluarganya pasti Dzaky benar-benar repot mengurusnya seorang diri, Aulia tak menyadari suaminya masuk karena sibuk dengan pemikiran nya.
"dek,,,lagi mikirin apa?adek ga boleh banyak fikiran."Dzaky menyadarkan Aulia dari lamunannya.tiba-tiba Aulia menangis.
"kak maafin adek yang sudah merepotkan kakak hixs hixs....adek belum bisa buat kakak bahagia adek merasa menjadi istri yang yang berguna hixs hixs"
"ssuuttt adek ga boleh ngomong kayak gitu adek itu salah satu sumber kebahagiaan kakak, jangan bilang adek ngerepotin kakak ga ada dalam rumah tangga yang namanya ngerepotin itu tugas kita saling menjaga sayang,,,adek tau adek itu selalu buat kakak bahagia apalagi sekarang udah ada dia diantara kita"ucap Dzaky sambil memeluk istrinya dia terharu dan ikut menangis bahagia.
" apa,,,,,,maksud kakak dia diantara kita hixs hixs..." Aulia menangis sesegukkan. dia belum mengerti, kata dia dalam fikirannya adalah wanita lain yang akan memberikan keturunan untuk suaminya.
"ia dia menambah kebahagian kita pelengkap kebahagian kita sayang".
" kak aku memang mau kakak punya anak tapi aku mohon jangan hadirkan orang ketiga diantara kita ....hixs hixs" ucap Aulia yang masih belum mengerti.
"dia orang ketiga yang membuat kebahagiaan kita lengkap sayang kita harus bersyukur".
"aku ga mau kakak nikah lagi aku ga mau kakak punya perempuan lain....hixs hixs"Aulia semakin menangis histeris hatinya benar-benar hancur.
" adek ngomong apa sic nikah lagi, perempuan lain kakak ga ngerti,"
" ia kakak mau nikah lagi kan karena adek ga bisa kasih kakak anak, jangan begini kak hixs......".Dzaky pun langsung tertawa dan memegang wajah Aulia membawa kehadapanya dia mengerti kemana arah fikiran istrinya.
"kamu ini memang ngegemesin".Dzaky langsung mencium bibir istrinya masih dengan senyum di bibirnya.
" koq kakak ketawa....?kakak fikir aku bakal ngebolehin kakak nikah lagi, aku ga mau di madu titik".masih dengan tangis yang semakin kencang.
" ssuuttt jangan mikir yang aneh aneh dek, kakak ga akan punya perempuan lain atau menikah lagi selama adek disamping kakak sudah punya adek saja kakak sudah bahagia ga perlu ada wanita lain kalau seandainya kita ga bisa punya anak kakak akan tetap sama adek bersama sampai tua, tapi Allah mendengar doa-doa kita sayang Allah telah menghadirkan anak dalam rahim adek sekarang itu sudah sangat membuat kakak bahagia, pasti adek juga bahagia kan?"
"anak? di rahim adek?..." Aulia masih belu faham.
"ia sayaaang adek hamil sekarang apa adek ga bahagia?"
"hamil .....adek hamil kak....ya Allah Alhamdulillah engkau telah mengabulkan doa hamba" ucap Aulia menangis tapi kali ini adalah tangisan bahagia, sambil memegang perutnya.
"ia adek hamil dia sudah hadir diantara kita"Dzaky ikut memegang perut Aulia mereka berdua menangis bahagia.
" nanti siang kita akan ke dokter kandungan sayang kita harus melihat kondisinya"
" ia kak bantu adek membersihkan diri Kak" ucap Aulia semangat,ia sudah tidak sabar ingin melihat calon anak mereka.
" ia sayang tapi adek belum boleh banyak bergerak adek kakak lapin aja yah" ucap dzaky penuh sayang, Aulia hanya mengangguk. Dzaky mengelap dengan penuh perhatian dia tidak mengizinkan Aulia banyak bergerak. mereka sangat bahagia. setelah sarapan dan dokter pun telah selesai memeriksa keadaan Aulia, dokter langsung memberikan rujukan ke dokter kandungan, saat itu pula Dzaky dan Aulia di bawa ke ruangan dokter kandungan yang ditemani seorang suster di ruangan dokter telah menunggu mereka karena telah diberitahukan oleh temannya dokter yang tadi menangani Aulia.
"assalamualaikum dok"
" ia dok" jawab Dzaky karena Aulia belum mengetahu keadaannya karena Dzaky belum sempat memberitahunya.
suster pun langsung mengoleskan jel keperut aulia dan dokter langsung menempelkan alat USG keperut Aulia,di layar yang hanya di mengerti oleh dokter, dokter langsung menjelaskan keadaan janin Aulia.
"baiklah kita lihat, ia ini janinnya ya Bu,pak,,, Alhamdulillah sepertinya pendarahan kemaren tidak mempengaruhi keadaan janin ya Bu...janinnya sehat, ini sudah 8 Minggu usianya"dokter menjelaskan sambil menggerak-gerakkan alatnya diperut Aulia.
"8 Minggu dok?"ucap mereka terkejut
"ia 8 Minggu atau dua bulan usianya, apa kalian tidak mengetahui kalau sudah hamil?" tanya dokter yang melihat keterkejutan pasangan ini".
"kami tidak tahu, haid saya sekarang memang ga beraturan kadang diawal kadang juga bisa di akhir bulan, makanya saya tidak tau dok."
"egak sadar kalau sudah 2 bulan ga haid?"
"bulan kemarin saya haid dok sedikit si....bulan ini pun sama sedikit juga, saya memang ga mau berharap lagi, biasanya kalau telat saya akan langsung testpack dok, karena takut kecewa selalu dapat hasil negatif jadi saya ga pernah testpack lagi" jelas Aulia." dokter itu pun tersenyum ramah.
"haid sedikit itu bisa jadi tanda-tanda Anda hamil,tapi sebagian orang memang tidak menyadarinya, Alhamdulillah semua baik-baik saja, ibu bisa cek bulan depan saya akan berikan kartu kontrolnya ya Bu,"
" Alhamdulillah terimakasih dok"ucap Meraka dengan haru.mereka pun kembali keruang perawatan Aulia.
di dalam ruanga mereka berpelukan dan masih ada rasa tidak percaya kalau mereka telah diberikan rezeki yang mereka tunggu-tunggu.
"ma kasih ya dek udah mau hamil anak kakak!"
" makasih juga kakak mau ngehamilin adek" dan mereka pun tertawa bahagia.
" mau kasih kabar ke keluarga ga dek?tapi hp kakak ketinggalan karena panik semalam".
"ga usah dulu lah kak, kita kasih tau kalau kandungan adek udah masuk 4 bulan, supaya mereka ga khawatir, apalagi kondisi adek masih kayak gini"
"yaudah terserah adek aja, sekarang adek ga boleh capek-capek, ada dedek bayi di perut adek" ucap Dzaky sambil mengelus perut rata Aulia." pantesan kakak merasa adek belakangan ini tambah manja dan cengeng".yang memang belakang Aulia sering menangis dan tidak mau jauh dari dirinya, tadinya dia berfikir itu karena Aulia jauh dari keluarga nya jadi mengubha moodnya yang biasanya mandiri dan jarang nangis sekarang malah sebaliknya
"ia ya kak,adek malah ga tau perubahan dalam diri adek sampai ga tau kalau hamil dan membahayakan dedek bayi".
"dedek yang sehat didalam perut bunda ya sayang, bunda. ayah sayang adek, nanti kalau adek besar kita main-main ya, emmmuccch udah ga sabar ayah mau liat adek, much muach".Aulia hanya mengelus kepala Dzaky yang sedang berbicara dan menciumi perutnya dengan haru......dia sangat bahagia.
setelah dua hari dirawat akhirnya Aulia di perbolehkan pulang, sesampainya dirumah Dzaky langsung membereskan pakaian kotor dari rumah sakit dia dengan semangat membersihkan semuanya dan menyiapkan makanan untuk istrinya.
"kak sini adek bantuin?"yang merasa kasihan melihat suaminya yang tidak berhenti bergerak,dia yang sudah merasa lebih baik ingin membantu pekerjaan yang ringan yang bisa ia kerjakan.
" ga ga,adek duduk istirahat aja, kakak ga mau adek kenapa-kenapa oke, inilah yang kita tunggu-tunggu jadi harus kita jaga sebaik mungkin, kakak malah bingung karena besok udah masuk kerja ga ada yang jagain adek di rumah sendirian, apa kita kasih tau ibu biar adek ada yang nemenin"usul Dzaky yang tidak tega melihat Aulia sendirian dirumah.
" ga papa adek bisa sendiri,"Aulia meyakinkan suaminya." kakak percaya de" mereka pun saling berpelukan.
like
like
lie
"