
Hari-hari pun berlalu kini usia kandungan Aulia memasuki bulan ke 9, perutnya semakin besar dan benar-benar sudah berat untuk bergerak karena diam-diam Aulia masih sering meminum air es, es Teh, es sirup ataupun susu hamil yang di campur dengan air es. cuaca yang sangat panas yang membuat Aulia tak bisa meninggalkan minuman yang sangat menyegarkan bagi ibu hamil yang hawanya terasa panas terus. siang hari di saat Aulia sedang asyik bersantai di halaman belakang dengan di temani segelas besar jus nanas dan sepiring biskuit, Dzaky pulang dengan diam-diam dia sengaja ingin mengejutkan istrinya namun sebelum mengejutkan istrinya malah dia yang terkejut dengan segelas besar jus nanas dengan es batu yang masih banyak di atasnya jelas terlihat bahwa Aulia mencampurkan banyak es batu kedalam jusnya padahal telah dilarang oleh dokter untuk minum-minuman dingin.
" bunda......."
" ya Allah ayah! ngagetin bunda aja, ayah sudah pulang koq langsung kebelakang? ayah lewat dari samping rumah?"
" iya, bunda kan nggak boleh minum-minuman dingin ini kenapa malah es batunya banyak gini." kata Dzaky sedikit kesal.
" hehehe lagi pengen ayah, lagian cuacanya panas banget cocok kalau minumnya ini."mengangkat gelas jus nanas
" iya tapi bunda kan sudah dilarang dokter, coba lihat perut bunda aja sebesar ini kayaknya adek bayi sudah nambah banyak beratnya"
" sudah ayok makan dulu yang penting adek bayinya sehat ayah sayannnggg."
" bukannya itu, yang ayah khawatirkan itu bunda bukannya bunda mau lahiran normal kalau bayinya besar bunda yang susah buat ngeluarinnya!"
"insyaallah nggak, nih buat ayah aja pasti haus." Aulia tidak ingin memperpanjang perdebatan karena jika terus berdebat suaminya akan lupa makan dan terus mengomel.
"janji jangan minum air es lagi ok". di tengah kegiatan makan mereka Dzaky masih sempat untuk memperingatkan Aulia untuk tidak meminum air es lagi.
"iya." tapi dalam hati Aulia nggak janji ya yah soalnya bawaan bayi pengennya yang dingin-dingin.
Hari ini jadwal Aulia kontrol, sang dokter kaget karena bayi Aulia sudah mencapai 3700 gram.
"buk bayinya sudah nambah beratnya saya hanya menyampaikan ibu mau tetap lahiran normal atau mengambil tindakan secsio (sesar), kalau saya tetap mendukung melahirkan normal, tetapi pilihan tetap pada ibu dan bapak."
" saya tetap mau normal dok insyaallah saya bisa" ucap Aulia mantap
" selagi gak ada masalah saya tetap mendukung keputusan istri saya dok".
" ya sudah kita usahakan untuk kelahiran normal, di perkirakan hpl (hari perkiraan lahir) 3 Minggu lagi kalau ada apa-apa bisa langsung hubungi saya atau bawa kesini" jelas dokter.
Keesokan harinya Aulia mendapat vc dari kak firman, kak bian dan ibu. mereka mengobrol lewat HP menanyakan kehamilan dan kapan Aulia akan melahirkan. ibu berjanji akan datang 1 Minggu sebelum Aulia melahirkan sebelum hpl anak Aulia. mereka sangat antusias dan berjanji berkumpul untuk melihat anak Aulia nantinya dan berpesan supaya Aulia benar-benar menjaga kandungan dan stamina tubuhnya.
" sudah telponannya sayang.....?" Dzaky masuk kedalam kamar setelah menutup semua pintu.
"sudah yah, ayo kita tidur"
"etsss jangan tidur dulu..."
"mau ngapain lagi yah kalau nggak tidur?"
" kita olahraga malam dulu yuk! kata dokter itu baik untuk membuka jalan lahir sayang malah di suruh sering-sering"
Aulia pun tak menolak karena semenjak hamil tua khasratnya semakin besar untuk itu.
dan terjadilah yang mereka inginkan dengan beralasan sesuai saran dokter.
hadeeeeehhhhh itu author nya yang mau hahahaha
Seminggu sebelum hpl ibu datang sesuai janjinya yang akan menemani Aulia melahirkan, Aulia sangat senang dia akan melahirkan dan ditemani ibu yang sangat di sayangnya. Dzaky pun setiap pagi mengajak berkeliling halaman rumah guna mempercepat kelahiran sang anak yang sudah mereka tunggu-tunggu dan hampir tiap malam pula mereka membuka jalan lahir untuk bayinya sesuai saran dokter kata mereka. namun sayang sangat disayangkan sudah 1 Minggu lewat dari hpl tanda-tanda akan melahirkan belum juga dirasakan oleh Aulia sampai mereka melakukan kontrol lagi kedokter kandungan. dokter pun mengatakan sabar dan tetap menunggu tanda-tanda untuk melahirkan normal karena kondisi masih stabil dan normal, air ketuban jernih dan tidak terjadi hal-hal diluar normal.
like
like
like
like