
Hari ini setelah acara syukuran Aulia bangun seperti biasa subuh-subuh dia sudah bangun walaupun belum bisa untuk melaksanakan sholat dia sudah melihat mama mertua telah berkutat di dapur membuat sarapan, namun hari ini berbeda dengan hari yang sudah-sudah dimana sang mama mertua tidak sama sekali menyapanya walaupun Aulia sudah mencoba untuk menyapa, mama mertua tetap saja diam batin Aulia mengatakan pasti ada sangkut pautnya dengan pembicaraan yang dilakukan sekumpulan ibu-ibu yang tidak sengaja ia dengar sedang membicarakannya, mudah-mudahan ini hanya perasaannya saja batin Aulia.
"ma,hari ini kita mau masak apa?."tanya Aulia lagi setelah tadi hanya menyapa namun mama hanya diam, kali ini dia berharap mamanya bersuara,namun tetap tidak ada sahutan dari mama,,
"ma.....mama kenapa? mama sakit??"
"harusnya kamu tau diri,!!" kata mama ketus
"maksud mama?"
"ah sudahlah kamu gak akan ngerti..!"masih ketus
"ngerti apa ma?Aulia bener-bener ga ngerti"? tanya Aulia bingung.
"kalau pendidikan kamu tinggi pasti kamu ngerti," kata mama sambil membanting bawang yang tadi ia bersihkan dan belalu masuk kedalam kamar,meninggalkan Aulia yang bingung sedih dengan mata berkaca-kaca.aulia mematung didepan tempat pencucian piring.dan tibalah Dzaky yang datang mengejutkan Aulia dengan kuncian tangannya di pinggang aulia, Aulia yang terkejut dengan serangan mendadak suaminya langsung memukul lengan Dzaky.
"ih kakak ngejutin adek aja,untung adek ga jantungan."ucap Aulia kesal.
"maaf, habisnya adek melamun, pagi-pagi melamun apa sih yang difikirkan? oh ya mama mana? tumben belum keluar jam segini!"
"tadi mama sudah keluar tapi masuk lagi kedalam kamar mungkin masih lelah habis acara semalam,"
" apa mama sakit dek?"
"kayaknya ga, cuma capek aja mungkin,,"
"yaudah kakak kekamar mama dulu". Dzaky berlalu sambil mencium pipi Aulia.
"ih kakak kalau Naufal ngeliat malu........." ucap Aulia kesal sebelum Dzaky masuk kedalam kamar mamanya.
setelah Aulia sendiri,Aulia memikirkan sifat mama tadi yang terlihat marah dan kesal padanya.aulia sangat sedih mengenai keadaan ini,sebenarnya dia tidak mau seperti ini bukannya dia tidak tau kenapa mama mertua marah padanya tapi hal ini telah ia bicarakan kepada Dzaky sebelum nikah dan ini bukan masalah bagi keluarganya, tapi kenapa sekarang ini menjadi masalah yang besar bagi mama mertuanya kalau sudah begini dia bisa apa..!dia tidak mungkin berpisah atau meminta Dzaky memilih dia atau mamanya, dia bukan wanita seperti itu. sementara Dzaky yang masuk kedalam kamar mama,melihat mamanya sedang menangis di depan meja hias, Dzaky pun khawatir dan mendekati sang mama.
"ma...mama kenapa?koq nangis,mama sakit?"tanya dzaky khawatir. mama masih diam tidak mau menjawab.
"coba aja kalau Abang dengerin mama hixs hixs,,,mama gak akan malu kayak gini......"masih dengan tangisnya.
"dengerin apa? malu kenapa ma?" jangan buat Abang bingung sebenarnya ini ada apa mama....?"
"coba aja kalau Abang mau dengerin omongan mama,buat cari istri yang berpendidikan mama gak akan jadi bahan omongan temen-temen mama hixs hixs....."
"ya Allah ma.....masih itu permasalahannya, buat apa dengerin omongan orang, yang penting itu Abang bahagia, kita ga bisa nutup mulut orang yang ngomongin gak gak tentang kita yang penting kita ga ganggu orang ma.."
"ya tapi tetep aja semua omongan orang itu buat mama sakit hati....,semua bisa dihindari harusnya kalau kamu dengerin omongan mama,coba kalau kamu nikah sama Selvy pasti ga ad omongan itu mama bakal bangga,!"
"ma ....ini sudah pernah kita bahas,Abang ga mau bahas ini lagi Aulia udah jadi jodohnya Abang istrinya Abang ma, ,,mama juga tau kenapa Abang milih Aulia, mama udah terima dan ga ada permasalahan lagi tapi kenapa ini lagi ini lagi...maslahatnya ma. Abang bukannya mau nyakitin mama yang Abang mau mama terima Aulia dengan baik ini semua bukan salah Aulia sebelum menikah Aulia sudah membahas Masalah ini tapi Abang bilang ini bukan masalah, tapi kenyataannya sekarang ini jadi masalah." Dzaky terduduk dibawah dan menyandar disebelah lemari hias mama,ia meremas rambut dengan kedua tangannya, Masalah ini benar-benar membuat ia frustasi dan merasah sangat bersalah kepada Aulia,dia berharap Aulia tidak tahu masalah ini karena mengingat janjinya yang tidak akan mempermasalahkan latarbelakang pendidikan nya.
"ma ....Abang mohon jangan begini Abang ga mungkin membela Aulia dan menyalahkan mama,yang Abang mau semua berjalan bagaimana seharusnya Aulia itu sudah jadi menantu mama, jadi Abang mohon terima Aulia ma ......" mama yang melihat Dzaky yang terpuruk tidak tega,entah lah semua ini karena omongan teman-temannya yang tidak sengaja ia dengar padahal sebelumnya dia sudah bisa menerima Aulia sebagi menantunya.
"udahlah bang mama mau istirahat dulu nanti kita bicarakan lagi tutup pintunya"mama langsung menuju ketempat tidur sementara Dzaky langsung keluar kamar mamanya mungkin mamanya butuh waktu sendiri fikirnya. Dzaky melihat kedapur namun tak ia temui Aulia disana Dzaky langsung menuju ke kamarnya namun Aulia juga tidak ada Dzaky langsung menghubungi no hp Aulia,suara dengiran terdengar di atas tempat tidur Dzaky mulai panik dan khawatir Aulia tahu permasalahan ini marah dan langsung pulang dia tidak akan bisa menjelaskan apa-apa kepada ibu dan Kak bian dia tidak akan berani. Dzaky merasa bingung dan seperti orang kurang waras mondar mandir memikirkan apa yang akan dia bicarakan kepada keluarga Aulia, Dzaky keluar kamar dan bertepatan dengan itu Aulia dan Naufal pulang ntah mereka berdua dari mana sambil membawa kantong makanan.dzaky langsung berlari memeluk Aulia yang bingung ada apa dengan suaminya baru juga di tinggal sebentar seperti orang yang telah lama tidak bertemu.
"Abang kenapa sic lebay banget ditinggal beli makanan aja sudah seperti orang kurang waras,langsung main peluk ingetttt ada anak dibawah umur ini termasuk 18 keatas."ucap Naufal mencibir dengan kebucinan sang Abang.
"kalian keluar koq ga bilang bilang, apalagi kamu Aulia,harusnya istri itu keluar rumah harus dengan izin suami bukan main kabur aja".
"Aulia ga kabur ka......k, Aulia sama Naufal beli sarapan karena dikulkas ga ada bahan yang bisa dimasak kebetulan Naufal keluar,katanya laper sekalian kita beli makanan buat sarapan, mau pamit ga enak mengganggu kakak yang lagi ngobrol sama mama,"padahal Aulia tadi mendengar perdebatan antara suaminya dan mama mertua saat hendak meminta izin keluar hanya saja dia tidak enak,akhirnya dia langsung berbalik dan mengatakan kepada naufa mama dan Dzaky sedang mengobrol.
"kamu juga dek tumben bangun pagi...,biasanya jam segini masih tidur."
"Naufal laper bang, Naufal pikir mama lagi masak di dapur eh gak taunya mba Aulia yang lagi melamun di meja makan dan bilang ga ada bahan makanan ya udah Naufal ajak beli sarapan di luar aja,hayok kita sarapan adek panggil mama dulu ya,,,!"
"eh ga usah dek tadi katanya mama mau istirahat capek habis syukuran kemaren"kata Dzaky yang tidak ingin adiknya mengetahui keadaan mama mereka yang habis menangis.mereka pun sarapan dengan sesekali membahas sekolah si Naufal.
likeeeeeeee .................