
Hari ini perayaan ulang tahun Sean yang ke satu. Acara yang di buat oleh mama Dzaky untuk cucu pertama dan yang tersayang, sudah berapa kali mama Dzaky meminta Sean dibawa ke tempatnya tapi dengan alasan Sean masih kecil Dzaky dan Aulia tidak bisa membawa Sean ke kota tempat tinggal mama dzaky. Sekarang lah saat yang tepat untuk membawa Sean mengunjungi Omanya sekaligus merayakan ulang tahun Sean.
Acara di selenggarakan dengan memberi santunan ke panti asuhan dan mengundang beberapa kerabat dekat serta rekan kerja mama Dzaky. Mama Dzaky sengaja pamer cucu tampannya ke teman kerjanya untuk menunjukkan ke mantan calon besan kalau dia juga mempunyai cucu yang menggemaskan. Semua berjalan lancar sesuai rencana, Sean begitu banyak mendapatkan kado. Di akhir acara yaitu sesi foto-foto bersama keluarga.
" Huft capek juga ya Tan, padahal acara tergolong sederhana." ucap ponakan mama Dzaky.
" Iya ya lan. Tapi Tante puas apalagi semua teman Tante memuji Sean yang sangat menggemaskan."
" Anak siapa dulu ma?." ucap Dzaky jumawa.
" Ya Abang anaknya siapa?" mama balik tanya.
" Ya anaknya mama lah."
" Itu berarti karena Sean cucu mama makanya begitu menggemaskan." ucap mama membalas perkataan Dzaky.
" Sean ya anak bundanya lah." kata uwak Dzaky menimpali perdebatan mama dan anak itu.
Mereka semua mengobrol sampai lupa waktu, padahal sudah pada capek. Sementara Aulia menidurkan Sean di dalam kamar. Tak berapa lama terdengar pintu di buka dan ditutup.
" Adek sudah tidur nda?" tanya Dzaky melihat istrinya sedang mengancingkan baju, terlihat habis menyusui Sean.
" Sudah yah, adek kecapean makanya nggak lama nyusunya."
" kita aja capek apalagi adek nda, Bunda capek nggak? biar ayah pijit."
" jangan buat bunda berdosa yah."
" Lho di pijitin koq dosa?"
" Ya dosa, ayah pijitin ujung-ujungnya pijit plus-plus trus ujungnya lagi ayah tau sendirilah. Bunda bener-bener capek belum bisa buat ayah melayang."
Hahaha " Bunda Nic ada-ada ajalah. Jangan shuuzon dulu nda..." Dzaky menyentil dahi Aulia.
" Sakit yah..."
" Habisnya bunda pikirannya mesum, ayah tulus cuma mau pijitin bunda sayang. Mesumnya ditunda dulu, sini cepetan."
" Terimakasih ayah sayang, ayah memang ter the best."
Dzaky mengoles minyak zaitun dan mulai memberi pijitan ke badan istrinya.
" yah, Ayah kenal silvi?"
" Kenapa dengan silvi?"
" Tadi bunda denger kalau temen mama banyak yang bilang kalau Sean lebih ganteng dari anaknya Silvi, kenapa Sean dibandingkan dengan yang namanya Silvi?"
" Ow.... Selvy mungkin."
" Em.... selvy itu anaknya sahabat mama, jadi mama ngejodohin ayah sama anak sahabatnya yaitu Selvy."
" Oh jadi Selvy itu mantannya ayah?"
" Jangan cemburu dulu bunda sayang.....ayah sama Selvy itu cuma temenan, ayah dari pertama kenal bunda sudah ada perasaan."
" Jangan bohong yah? mana ada baru pertama lihat sudah punya perasaan."
" Bunda nggak percayakan! tapi keduluan Tara karena dia orangnya cepet akrab sama orang."
" Masa!"
" Bunda dulu lam pacaran sama Tara? sudah ngapain aja?."
" Eh ini interogasi ceritanya? tadikan lagi bahas Selvy, koq sekarang bahas kak Tara?"
" cie.....Kakak." Dzaky cemburu.
" Nah kan! cemburu ayah, padahal ayah yang ganti topik, sudahlah nggak usah bahas masa lalu yah. Pasti jadi ayah yang marah."
" Ya sudah nggak usah bahas Selvy juga dia sudah menikah dan punya anak nda..."
Sudah satu Minggu Dzaky dan Aulia di kota kelahiran Dzaky. mama sudah mengajak Sean jalan-jalan, membeli banyak mainan pokonya Sean lebih banyak sama Oma dan Naufal, mereka sering sekali berebutan ingin mengajak Sean pergi dan akan di menangkan oleh mama, tapi kalau mama kerja Sean akan lebih sering diajak Naufal bermain. Sean bersama Aulia jika Sean ingin ASI saja selebihnya Sean sering bersama Oma dan keluarga lainnya. Banyak yang menyukai Sean karena dia anaknya tidak rewel dan mau di gendong siapa saja.
Aulia pun sangat senang dengan perubahan mama mertuanya yang tidak lagi mengacuhkannya. Pernah mereka pergi hanya bertiga saat Dzaky bertemu dengan temannya. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia.
Hari ini hari terakhir mereka di rumah mama karena besok pagi mereka harus pulang waktu cuti Dzaky telah habis. Mama adalah orang pertama yang merasa sangat sedih akan di tinggal oleh cucunya.
Seharian mama bersama Sean sampai mama izin tidak masuk mengajar demi menemani cucu kesayangan bermain di hari terakhir di rumah mama.
Keesokan harinya Aulia dan Dzaky serta Sean berpamitan keseluruh keluarga. Mereka mendapat banyak oleh-oleh, mobil mereka penuh dengan barang kado hadiah ulang tahun yang mereka peroleh di acara ulangtahun kemarin.
" sering-sering kemari ya sean! Oma sayang Sean." Tak henti-hentinya mama mencium cucunya merasa berat melepas kepergian cucu tersayang.
" Iya Oma nanti kalau ayah libur kerja Sean kesini lagi." ucap Aulia.
" Sering-sering telfon Oma ya?" mama Dzaky sudah menangis.
" Iya Oma, Oma bisa ketempat Sean kalau Oma libur." kata Dzaky.
Mereka saling berpelukan dan banyak nasehat yang keluarga kecil itu dapatkan.
like
like
like