
Setelah acara tasyakuran dan kepulangan seluruh keluarga yang hadir termasuk keluarga Dzaky rumah terasa sepi, yang tadinya ramai suara anak-anak dari anak kak Bian dan Kak Firman, sekarang mereka kembali hanya bertiga. Begitu banyak hadiah yang di terima baby Sean, bayi yang belum tau apa-apa itu hanya bisa tersenyum dan menangis.
Usia baby Sean sekarang sudah 1 bulan, Dzaky dan Aulia begitu menikmati peran baru mereka. Terkadang membuat Dzaky enggan untuk pergi bekerja meninggalkan bayi yang menggemaskan itu.
" Ayah koq belum siap-siap pergi kerja sayang?"
" Ayah masih mau sama Sean nda, emmm gemesnya kalo lihat Sean tidur gini. Memang enak jadi anak-anak ya nda, dia hanya tau haus dan minta gendong."
" Ayah juga dulu gitu, pasti sudah pernah mengalaminya. Sudah sekarang mandi, sarapan terus pergi kerja."
" Apa hari ini ayah libur ya nda?"
" Eh....mau ngapain libur yah? Sana.....jadi kepala keluarga nggak boleh male."
" Bukan malas nda, tapi rasanya pengen Deket....terus sama Sean."
" Sama bundanya nggak?? Sudah tergeser nih posisi bunda."
" Kalau bunda tetap yang nomor satu." Cup. Dzaky langsung bersiap kerja setelah mengecup istrinya." mood booster ayah kalian ini."
Dzaky pergi bekerja dengan berat hati karena dia masih ingin bermain dengan anaknya yang menggemaskan.
Setelah kepergian Dzaky bekerja seperti biasa tinggallah Aulia dan Sean di rumah.
" Ayah itu sekarang nggak mau pisah dari adek, kalau bisa adek mau di ajak ayah kekantor." Ucap Aulia kepada anaknya.
Selama Sean tidur Aulia sibuk mengerjakan pekerjaan rumah. Sean termasuk bayi yang baik, dia tidak pernah rewel menangis jika haus dan minta digendong membuat Aulia yang jauh dari keluarga tidak kerepotan.
Siang harinya Dzaky begitu semangat untuk pulang.
" Kamu semangat sekali mau pulang KY sekarang?." tanya rekan kerja Dzaky.
" Iya ni Ded, bawaannya mau pulang aja. Pengen main sama anak, ternyata begini rasanya kalau sudah punya anak."
" Iya bro. Bawaannya pengen main aja. Apalagi nanti kalau anak Lo sudah bisa di ajak main. Pasti lebih seru." kata Bagas.
" Tapi kalau lagi bandel-bandelnya ampun dzak. Anak aku dua cowo semua lagi aktif-aktifnya." kata Deddi teman Dzaky.
" Iya aku pulang duluan ya."
" Eh tunggu."
" Apalagi Gas?"
" Lo mau cepet pulang jangan-jangan bukan rindu anak."
" Eh maksud kamu?" Tanya Dzaky bingung.
" Rindu istri hahaha."
" Dasar kamu gas, tapi betul haha..."
Sesampainya di rumah Dzaky melihat Aulia sedang tertidur di sebelah baby Sean yang bangun, baby Sean hanya melihat sekitar dia tidak menangis. Dzaky mendekati Aulia dan langsung mencium keningnya.
" Cup. Pasti bunda kecapean ya sayang? Sean tunggu ayah cuci tangan dulu."
Setelah mencuci tangan dan membuka baju, Dzaky langsung mengambil bayinya dan di gendong. Dia begitu asyik bermain dengan Sean yang hanya memperhatikan Dzaky sesekali dia tersenyum.
" Eh ayah sudah pulang?"
" Bunda ketiduran sayang?." Dzaky mendekati istrinya yang terbangun.
" Iya bunda ketiduran, tadi main sama dedek. Ayah sudah makan?"
" Belum, ayah mau main sama dedek dulu."
Aulia menemani suaminya makan sambil menggendong baby Sean.
" Bunda apa perlu kita sewa baby sitter supaya bunda nggak kecapean?."
" Nggak perlu yah bunda bisa sendiri. Tadi hanya ketiduran karena cuaca lagi adem."
Selesai makan dan sholat Dzaky kembali ingin bermain dengan Sean tapi Sean telah tertidur.
" Ya....adek bobok."
" Namanya juga masih bayi yah, sering tidurnya apalagi sudah kenyang."
" Emmm kalau adek bobok, bunda sudah bersih?" Tanya Dzaky yang merasa sudah lama puasa.
" Ayah ni sempat-sempatnya jam istirahat sudah mau habis sayang...."
" Ayah tanya bunda sudah bersih belum?"
" Belum yah."
" Ya.....ya sudah ayah pergi kerja dulu. Emmmuach." Dzaky mencium lembut istrinya.
" Assalamualaikum yah ." Sambil meraih tangan Dzaky.
" Waalaikumsalam."
****
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu usia Sean sudah memasuki 1 tahun. Hari ini Dzaky dan Aulia sedang dalam perjalanan kerumah mamanya. Mamanya meminta Dzaky pulang Karena mama Dzaky akan membuatkan pesta ulang tahun untuk cucu tersayangnya. Setiap hari selalu menelpon untuk melihat Sean.
" Oma kangen Sean terus nak. Kalau bisa Sean mau di ajak tinggal sama Oma."
" Nggak ada tinggal sama mama yah, Sean tetap sama kita." Ucap Aulia kesal karena beberapa kali mama Dzaky meminta Sean untuk tinggal dengannya.
" Kita bisa buat lagi nda."
" Ayah...." ucap Aulia marah, di tambah lagi Sean sedang aktif-aktifnya dalam pangkuannya menjangkau semua yang dilihatnya.
" Bercanda nda....jangan marah."
" Bercandanya nggak lucu."
" Bunda kalau lagi marah tambah cantik Sean."
Aulia benar-benar lelah sepanjang perjalanan Sean tidak bisa diam. Setibanya di rumah sang mertua Aulia langsung pamit masuk ke kamar meninggalkan Sean yang sedang asyik bermain dengan Omanya. Dzaky langsung menyusul istrinya.
" Bunda capek sayang?" Tanya Dzaky yang melihat istrinya langsung rebahan diatas ranjang.
" Iya yah, baru pertama kali pergi jauh bawa Sean rasanya capek banget apalagi Sean nggak bisa diam yah."
" Sini ayah pijitin nda." Dzaky mulai memijit istrinya namun bukan pijitan biasa melainkan pijitan plus-plus. Karena sudah lama mereka tak merasakan penyatu** yang tenang tanpa pengganggu kecil yang biasanya merengek nangis saat mereka tengah di puncak kenikmat**.
Setelah mengunci pintu Dzaky pun langsung melancarkan aksinya. Mereka sangat menikmati permainan kali ini karena merasa tenang Sean bersama Omanya apalagi Sean telah menyusu lama sebelum tiba di rumah mama Dzaky.
Hingga waktu menjelang sore mereka baru keluar kamar dengan rambut yang basah.
" Yang habis enak-enak." kata sepupu Dzaky yang membantu mama menyiapkan pesta untuk Sean.
" Apa sih lan?."
" Ya dia tenang tan, anaknya ada yang pegangin biasanya pasti keganggu sama Sean."
" Kamu bener lan." jawab Dzaky, Aulia hanya menunduk malu dan yang lain tertawa menanggapi celotehan ke dua saudara sepupu itu. Walaupun setelah kehadiran Sean keluarga Dzaky sudah memperlakukannya dengan baik tapi mama mertua ya terkadang masih bersikap acuh.