Blind Husband

Blind Husband
Blind 57


Seorang wanita cantik nampak sibuk merias wajahnya, alat-alat make up yang begitu banyak menjadikan meja riasnya begitu penuh. Wanita itu mengoleskan lipstik berwarna merah terang pada bibir yang sedikit tebal miliknya.


Setelahnya, wanita itu berdiri menatap cermin dan menampilkan tubuh indahnya yang terbalut dengan pakaian ketatnya, menambah kesan sexy pada seorang Princy Farasha. Wanita itu nampak memiringkan tubuhnya ke kanan dan kiri.


Princy memanglah sangat cantik, di tambah tubuhnya yang terawat sebaik mungkin. Wanita itu menjadi idaman para pria di luar sana.


Setelah memastikan dirinya sudah sesempurna mungkin, Princy berjalan mengambil ponselnya di atas nakas. Wanita itu memilih duduk di pinggir kasur.


Bibir Princy tersenyum miring ketika melihat pesan yang di kirim Zyandru beberapa menit lalu. Mantan kekasihnya beberapa tahun lalu itu berkata bahwa ia sudah tak sabar untuk bertemu dirinya.


"Kan sudah kubilang! Kau tidak akan bisa lepas dariku Zyandru. Aku terlalu sempurna untuk bersaing dengan si bodoh Alula."


Semalam, sambil menangis tersedu-sedu, Zyandru menghubungi Princy dan mengatakan bahwa ia sangat menyesal mempertahankan pernikahannya dengan Alula.


Zyandru juga berkata ia sangat bodoh pernah menolak kehadiran Princy. Pria itu menyadari cintanya pada Princy tak akan bisa tergantikan oleh siapapun apalagi wanita seperti Alula.


Princy yang mendengarnya tersenyum senang karena merasa ia telah menang dari Alula. Dengan suara yang di buat sekhawatir mungkin, Princy berkata ingin sekali menghapus air mata dan memeluk pria itu.


Zyandru kemudian mengajak Princy untuk bertemu di rumahnya hari ini, tanpa berpikir panjang lagi, Princy langsung menyetujuinya.


Princy akui beberapa waktu lalu ia sudah melupakan Zyandru sepenuhnya, namun entah mengapa rasa cintanya kembali muncul, apalagi begitu mengetahui Zyandru menikahi sepupunya sendiri. Princy yang selalu membenci Alula bertekad merebut kembali Zyandru dan membuat Alula merasakan apa yang ia rasakan dulu ketika ia selalu di tolak Aziel.


"Aku akan membuat kamu bertekuk lutut sepenuhnya padaku Zyandru. Dan untuk kamu Alula, aku akan membuat Zyandru membunuhmu di depan mataku."


Princy yang terlalu bersemangat pada tujuannya, tak pernah tahu Zyandru melakukan itu semua karena telah merencanakan hal buruk terhadap dirinya.


Wanita itu terlalu sibuk dengan kesombongannya yang bisa membuatnya jatuh kapan saja.


Setelah ancaman yang dilakukan Aziel beberapa waktu lalu, hubungan Princy dan Aziel kembali menjauh. Di tambah lagi, pria itu mengetahui semua kebusukannya. Princy yang sudah tak ingin berurusan dengan Aziel lagi, lantas tak memberitahu pria itu tentang rencana pertemuannya dengan Zyandru hari ini.


Mendengar suara deru mobil, Princy segra berlari turun dan menghampiri wanita dewasa yang terlihat sedang menyirami tanaman.


"Ma, aku berangkat ya! Sopir Zyandru udah jemput," Pamit Princy. Wanita itu mengecup kedua pipi sang ibu.


Setelahnya, Princy menghampiri pria dewasa yang tengah berdiri sambil menahan pintu mobil untuk dirinya.


Princy tak menjawab sapaan pria yang menjemputnya itu. Wanita itu dengan angkuhnya mengibaskan rambutnya ke belakang kemudian masuk ke dalam mobil mewah milik Zyandru.


Di tengah berkendaranya, pak Mun menghentikan mobilnya di salah satu pom bensin dan pamit untuk pergi membuang hajatnya sebentar.


Princy mengiyakan. Sambil menunggu di mobil, wanita itu sibuk berbalas pesan dengan satu nama, yaitu Zyandru.


Di toilet, pak Mun segera menghubungi Ansell dan mengatakan ia sudah bersama dengan Princy.


"Bagus pak Mun! Sekarang bawa Princy ke rumah tuan Zyandru, tapi kalau bisa durasi berkendara pak Mun agak di perlambat ya!"


"Baik tuan"


...***...


Sementara di hotel. Begitu mendengar Alula sendiri di rumah, Aziel memutar otaknya memikirkan cara lain untuk membawa Alula pergi.


Aziel yang tak tahu di mana rumah Zyandru berada, memilih menugaskan beberapa anak buahnya segera mencari alamat rumah rekan bisnisnya itu.


Rencananya, para anak buah Aziel nanti akan menculik Alula dan langsung membawa wanita itu ke bandara. Setelah pertemuannya dengan Zyandru selesai, Aziel juga akan menyusul ke bandara.


Rio yang memang mengetahui alamat rumah Zyandru membawa para temannya yang lain pergi ke tempat yang lebih jauh guna mengulur waktu, setidaknya sampai Princy datang.


Melihat itu, Zyandru dalam hati pun ikut tersenyum senang memikirkan betapa bodohnya rekan bisnis sekaligus musuhnya itu.


Kalian yang sudah mengganggu hidupku dan Alula, jadi sekarang rasakan akibatnya. Monolog Zyandru dalam hatinya.


"Sayang sekali ini mungkin menjadi pertemuan terakhir kali kita pak Zyandru," Ucap Aziel membuat Zyandru menatapnya heran.


"Mengapa begitu pak Aziel?"


Aziel menghembuskan napasnya sebelum berbicara. "Saya akan kembali ke kanada dan lebih fokus pada perusahaan saya di sana."


"Begitukah? Sayang sekali ya. Lalu bagaimana dengan kerjasama kita yang sudah terjalin ini pak Aziel?"


"Kalau masalah itu anda tidak usah khawatir pak Zyandru, asisten saya yang akan menggantikan peran saya nanti."


Zyandru mengangguk pelan, "Ya, baiklah kalau begitu. Semoga perusahaan dan kehidupan anda selalu lancar ya pak Aziel."


"Hal yang sama juga saya harap pada anda pak Zyandru."


...***...


Di tempat lain. Princy yang baru saja sampai di rumah Zyandru langsung di persilahkan masuk oleh seorang wanita dewasa yang mengaku sebagai ART di rumah tersebut.


Merasakan ada keanehan, Princy lantas bertanya di manakah Alula dan Zyandru berada.


Wanita dewasa yang sudah di sewa Zyandru untuk bersandiwara itu menjelaskan, Zyandru barusan mengabarkan bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang. Sedangkan Alula, entah di mana wanita itu berada. Alula sering kali keluar entah itu siang atau malam, namun tak pernah ada yang tahu pergi ke mana.


Princy yang mendengar lantas memutar bola matanya malas. "Cih, gak tahu diri. Udah menikah tapi kelakuan buruk seperti itu."


"Benar sekali itu nyonya. Saya sendiri pun bingung mengapa tuan Zyandru menikahi wanita yang tidak ada akhlak seperti nyonya Alula." Timpal wanita dewasa tersebut yang sengaja mengalihkan perhatian Princy.


Kedua wanita itu malah sibuk membicarakan segala keburukan Alula. Lebih tepatnya fitnah, karena Alula bukanlah wanita seperti itu.


Puas menjelekkan sepupunya itu, Princy membawa kakinya berkeliling rumah tersebut. Tak adanya pajangan foto Alula dan Zyandru makin membuat Princy besar kepala.


Begitu mendapat kabar Princy sudah berada di rumah Zyandru, Rio segera menggiring para temannya ke sana.


Anak buah Aziel yang berjumlah sekitar delapan orang itu langsung mengelilingi rumah Zyandru. Melihat wanita tengah berdiri sendiri, mereka langsung menghampiri dan menutup mulut wanita yang mereka kira adalah Alula menggunakan sapu tangan.


Princy terus saja memberontak, berusaha berteriak namun tak bisa karena mulutnya di bekap. Tangannya memukul lengan pria yang berada di belakangnya, kakinya ia hentakkan dengan keras namun tak membuahkan hasil.


Sekitar lima menit kemudian, para pria bertubuh kekar itu membawa tubuh lemah Princy yang sudah pingsan dan dimasukkan ke dalam salah satu mobil.


Dua mobil hitam terlihat keluar dari halaman rumah Zyandru. Rio yang saat ini tengah memegangi tubuh Princy langsung membuka ponselnya dan mengabari Aziel.


Mendengar para anak buahnya sudah berhasil dengan rencananya. Aziel lantas menutup pertemuannya dengan Zyandru siang ini. Dengan begitu semangat, Aziel dan asistennya pergi meninggalkan hotel tersebut.


Sementara Zyandru dan Ansell yang melihat itu langsung menunduk dan tertawa terbahak-bahak. Tawa keduanya terdengar begitu nyaring.


Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Ansell kembali melihat Zyandru tertawa sekeras ini. Zyandru bahkan terlihat menepuk-nepuk pahanya sendiri.


Puas tertawa, Zyandru dan Ansell lantas berjabat tangan ala pria, setelahnya mereka berdua memberikan ucapan selamat satu sama lain.


Aziel yang menganggap rencananya sudah berhasil dengan sempurna, berteriak kegirangan di dalam mobil yang saat ini dikendarai asistennya.


"Akhirnya kita bisa bersama Alula."