
"Aaaakhhhh"
Seorang wanita cantik terlihat sedang melampiaskan amarahnya pada barang-barang yang berada di kamarnya.
"SIALAN"
Sebuah foto yang menggantung diatas tempat tidurnya kini menjadi sasaran, foto dirinya yang sedang berpose cantik itu kini sudah tak berbentuk.
Napas Princy terlihat tidak teratur, sejak beberapa waktu lalu, wanita itu terlihat sangat kacau.
Seprei dan bantal, bahkan beberapa pakaian sudah tidak di tempat yang seharusnya.
Princy melirik nakas kemudian mengambil sebuah lampu tidurnya dan melempar ke lemari lemari kaca yang terisi beberapa sepatu dan tas miliknya.
Suara pecahan kaca terdengar begitu nyaring, bukannya takut, Princy malah menginjak pecahan tersebut dengan kakinya yang masih terbungkus heels tingginya.
"KURANG AJAR KALIAN, AKHHHHHH"
"Ya ampun Princy"
Melihat sang putri sedang menangis dalam keadaan kamar yang tak karuan, membuat ibu Princy begitu khawatir.
Wanita paruh baya itu dengan cepat berlari menghampiri Princy, "Astaga Princy"
Princy menoleh dan mendapati wajah khawatir sang ibu, "mama hiks, mama hiks"
"Iya sayang mama disini" ibu Princy mengusap wajah Princy yang penuh dengan air mata, riasan di wajahnya pun sudah terlihat luntur.
"Mama mereka jahat ma"
Ibu Princy hanya diam sambil terus mengusap surai panjang sang putri.
Setelah beberapa waktu akhirnya Princy sudah mulai tenang dan kini ia sudah tertidur, ibu Princy menarik selimut yang terbalut di tubuh Princy dan perlahan berjalan keluar.
Princy telah diselingkuhi oleh kekasihnya yang seorang penyanyi, selingkuhan kekasihnya adalah seorang model yang namanya berada jauh di bawah Princy.
Mendengar kabar perselingkuhan sang kekasih membuat Princy seketika murka, ia lantas menghampiri dan memarahi sang kekasih dan selingkuhannya.
Tak berhenti sampai disitu, Princy bahkan melakukan kekerasan dengan memukul sang kekasih menggunakan botol sebuah minuman yang mengakibatkan kekasihnya mengalami luka yang cukup dalam di bagian kepalanya.
Sedangkan selingkuhan kekasihnya, Princy beberapa kali memukul wanita yang berprofesi sama dengan dirinya itu hingga wajahnya lebam.
Berita tentang Princy tersebut akhirnya menjadi viral dan mengakibatkan karirnya jatuh begitu saja, bahkan Princy terancam pidana akibat perbuatannya.
Hal itulah yang membuat Princy sangat kacau belakangan ini, karier yang sudah ia susun bertahun-tahun dengan mudahnya runtuh begitu saja.
...***...
Sementara itu, karena Zyandru yang sedang ingin makan daging, jadilah Ansell memilihkan sebuah restoran bergaya Korea.
Ansell nampak sibuk memanggang daging dengan dibantu Revaz, sedangkan Zyandru nampak terus mengajak berbicara Alula.
Tangan Alula yang berada diatas meja, terus saja digenggam Zyandru, pria itu sangat menikmati wajah kesal Revaz.
"Pak Ansell saya bantu ya" Alula mengulurkan tangannya namun langsung ditahan oleh Zyandru.
"Jangan, biar Ansell aja, kamu tinggal duduk diam terus makan"
"Tapi–"
"Nurut Alula, nanti kalau tangan kamu terbakar gimana?" tekan Zyandru.
"Iya–iya maaf"
Alula terdiam, sejujurnya ia sangat lapar, beberapa kali Alula menelan liurnya saat menatap panggangan daging.
"Kamu keliatan laper banget Alula" goda Revaz, Alula yang mendengar hanya tersenyum canggung.
Revaz mengambil satu potongan daging dan meniupnya sebentar, kemudian ia menyodorkan daging tersebut ke Arah Alula.
Alula menerima suapan Revaz, matanya terpejam merasakan nikmatnya daging panggang tersebut.
"Enak?" tanya Revaz.
Alula hanya mengangguk sambil tersenyum.
Melihat Ansell menghidangkan daging tersebut di sebuah piring, Alula dengan cepat melepaskan genggaman tangan Zyandru dan menerima uluran Ansell.
Alula meraih tangan Zyandru dan membantunya memegang alat makan, namun tiba-tiba Zyandru malah menolaknya, pria itu juga nampak kesal.
"Kenapa?" heran Alula melihat ekspresi Zyandru yang berbeda dengan sebelumnya.
"Suapin" ucap Zyandru membuat Alula terdiam.
"i–iya"
Alula mulai menyuapi Zyandru, entah mengapa suaminya ini menjadi manja.
Kita satu sama Revaz. Batin Zyandru tersenyum senang.
Melihat Alula yang terus saja sibuk mengurus dirinya membuat Zyandru menjadi tak tega.
"Aku makan sendiri aja" ucap Zyandru mengambil alih sendok ditangan Alula.
"Ya udah"
Alula mengambil sebuah makanan bernama yachajeon yaitu sejenis panekuk khas Korea berisi sayuran.
Alula terus memakan yachajeon dengan lahap, setelah beberapa suap Alula merasakan ada keanehan, tiba-tiba saja ia terlihat panik.
"Jamur" Alula menoleh ke arah Zyandru.
"ZYANDRU MUNTAHIN, INI ADA JAMURNYA, MUNTAHIN"
Dengan panik Alula terus menepuk tengkuk Zyandru sambil tangan kirinya berada di depan bibir sang suami, Zyandru menuruti perintah Alula, pria itu memuntahkan makanannya.
"Ini minum dulu" Alula memberikan air pada Zyandru.
"Jamurnya enggak kamu telan kan?"
"Alula tangan kamu" tegur Revaz melihat tangan Alula yang berisi makanan bekas Zyandru.
Alula mengambil beberapa lembar tisu dan membersihkan tangannya, "aku ke toilet sebentar"
Zyandru terdiam, seketika ia mengingat sebuah kejadian di mana Alula pernah memasakkannya jamur dan membuat kulit Zyandru menjadi gatal dan kemerahan bahkan sesak napas.
Alula yang saat itu belum tahu alergi Zyandru hanya bisa meminta maaf, namun Zyandru malah memarahi dan berkata bahwa Alula adalah istri yang tidak becus.
Sekarang Alula menyelamatkannya, bahkan Alula tidak merasa jijik sedikitpun saat menanggapi makanan yang berasal dari mulutnya.
Tak beberapa lama Alula kembali dan langsung duduk di tempatnya semula.
"Zyandru kita ke rumah sakit ya"
Zyandru melihat dengan jelas wajah panik Alula, bahkan wanita itu hampir menangis.
"Zyandru kenapa diem aja, dada kamu pasti sesak ya, ayo ke rumah sakit, jangan bikin aku takut"
"Iya tuan, lebih baik kita ke rumah sakit sekarang" timpal Ansell membuat Zyandru tersadar dari lamunannya.
Zyandru hanya mengangguk, pandangannya tak lepas dari wajah Alula.
Akhirnya mereka bertiga pergi ke rumah sakit, sedangkan Revaz kembali ke kantor menggunakan taksi.
...***...
Di sebuah lorong rumah sakit, Alula nampak terus mondar-mandir, bibirnya tak berhenti menggigit kukunya. Tak jauh ada Ansell yang sama khawatirnya dengan Alula, bedanya Ansell nampak tenang.
Setelah beberapa waktu sampai di rumah sakit tadi, Zyandru langsung dibawa dokter untuk diperiksa.
"Alula, kamu mending duduk dulu" tegur Ansell.
Alula menggeleng dengan cepat, "saya gak bisa, saya takut pak Ansell, gimana kalau Zyandru kesakitan kayak waktu itu"
"Tuan Zyandru akan baik-baik saja, kita percayakan sama dokter ya"
"Ini salah saya, kalau aja saya periksa lebih dulu makanannya, Zyandru gak bakal kayak gini"
"Gak ada yang salah disini Alula, lagipula saat diper–"
Ucapan Ansell terhenti ketika melihat seorang dokter keluar dari ruangan yang sedang Alula dan Ansell tunggu.
"Untung saja makanan berbahan jamur tadi tidak tertelan, jadi pak Zyandru baik-baik saja" ucap dokter tersebut kemudian pergi.
Alula dan Ansell bernapas lega, tak lama Zyandru keluar, Alula memeluk Zyandru dengan erat, melihat sang suami baik-baik saja membuat Alula sangat senang.
"Maaf, harusnya aku periksa dulu makanannya" ucap Alula terdengar sangat menyesal.
Zyandru perlahan mengangkat tangannya dan membalas pelukan Alula, "berhenti nyalahin diri kamu, bukan kamu yang salah Alula"
Ansell yang melihat adegan romantis tersebut langsung membuang pandangannya.
Mereka bertiga langsung keluar dari rumah sakit, saat diperjalanan Alula hanya diam tak membuka suaranya sedikitpun, entah apa yang dipikirkan wanita itu.
Sedangkan Zyandru, pria itu merasa bersalah telah mengatakan hal buruk pada Alula beberapa waktu lalu.