Blind Husband

Blind Husband
Blind 25


Alula yang hanya dirawat satu hari satu malam, pagi ini tengah bersiap-siap untuk pulang.


Sambil menunggu perawat membawakan kursi roda, suami istri tersebut duduk bersama di sofa. Alula memiringkan tubuh dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Zyandru, tangannya memeluk perut sang suami.


"Maaf" satu kata yang terlontar dari mulut Alula membuat Zyandru keheranan.


"Kamu minta maaf kenapa, hm?" Zyandru membelai surai panjang sang istri.


Maaf kalau nanti cara aku mengungkapkan kebohongan kamu itu sedikit jahat. ucap Alula di dalam hatinya.


Zyandru semakin dibuat bingung karena Alula terus saja diam, bahkan ketika Zyandru ingin melihat wajahnya, Alula menolak dan malah mengeratkan pelukannya.


"Kamu enggak lagi tidur kan Alula" ucap Zyandru yang seketika mendapat cubitan di perutnya.


Zyandru terkekeh, pria tampan itu mendekatkan wajahnya dan menghirup harum rambut Alula.


"Aku belum keramas 500 tahun tapi malah dicium-cium"


"Iya nih bau" goda Zyandru yang seketika membuat Alula tertawa.


Untuk pertama kalinya Zyandru dan Alula bercanda bahkan tertawa lepas, sebuah ketulusan terpancar di mata mereka.


Sebuah kebahagiaan yang mereka luapkan tanpa tahu ada yang sedang menunggu, yaitu tangis yang akan mengisi hari-hari mereka ke depan.


Zyandru kembali menarik Alula ke dalam pelukannya, entah mengapa pria itu merasa sangat merindukan sang istri padahal sejak kemarin mereka terus bersama.


Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian suami istri yang sedang saling tatap itu.


"Masuk"


Pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik tersenyum simpul.


"Loh Princy, tadi aku kira perawat" ucap Alula melepaskan pelukannya.


"Kalian lagi mesra-mesraan gitu, aku ganggu ya" Princy tersenyum canggung.


"Enggak kok, sini" Alula menepuk sofa kosong di sampingnya.


Princy berjalan masuk kemudian meletakkan buah bawaannya di atas nakas.


Melihat Alula yang sudah berganti pakaian biasa, Princy mengerutkan keningnya, "kamu udah mau pulang ya Alula?"


"Iya, ini lagi nunggu perawat" jawab Alula sambil terus menggenggam tangan Zyandru.


"Kamu ikut ke rumah kita aja, sesekali main, ya kan Alula" ucap Zyandru dengan tatapan lurus ke depan.


Mendengar perkataan Zyandru, Princy jadi besar kepala, ini adalah kesempatan baginya.


"Iya Princy, mau ya" timpal Alula memohon.


"Emm gimana ya, sebenarnya aku ada janji sama teman, tapi gak apa-apa deh, biar aku batalin aja janjinya, aku mau ikut rawat kamu" ucap Princy kemudian memeluk Alula dari samping.


Alula membalas pelukan Princy, jujur saja Alula sangat bahagia saat ini, setelah bertahun-tahun akhirnya hubungan mereka membaik. Tak lama perawat datang dengan membawa kursi roda.


"Aku sebenarnya bisa jalan sendiri loh" ucap Alula.


"Gak bisa, kamu baru aja sembuh, kalau jalan sendiri yang ada nanti jatuh" tegas Zyandru sambil membantu sang istri.


"Biar aku aja yang dorong Alula" Princy mengambil alih kursi roda tersebut dari genggaman Zyandru.


"Aku aja!" tolak Zyandru.


Alula memperhatikan Zyandru dan Princy yang tengah berebut mendorong kursi rodanya, ia jadi pusing sendiri, "ini jadi pulang gak?"


"Jadi!" ucap Zyandru dan Princy bersama.


"Gini aja, biar aku yang dorong kursi roda Alula, karena aku gak bisa lihat, kamu gandeng lengan aku sekalian tunjuk jalan, gimana" ucap Zyandru mencari cara agar terus dekat dengan Princy.


"Emm Alula aku gak apa-apa pegang suami kamu?" tanya Princy hati-hati.


...***...


Ansell saat ini tengah sibuk dengan pekerjaannya, dua hari Alula dan Zyandru tidak masuk, jadilah semua pekerjaan Ansell yang meng-handle.


Di saat ia tengah fokus, Revaz tiba-tiba datang dan menanyakan keberadaan Alula, namun Ansell sama sekali tak memberikan jawaban yang membuat Revaz puas.


Revaz sangat penasaran ke mana perginya wanita yang ia cintai, apalagi Zyandru juga tidak datang membuatnya makin meradang.


"Ayolah Ansell, cukup kasih tahu Zyandru dan Alula kenapa tidak masuk" sekali lagi Revaz bertanya.


"Saya tidak tahu tuan Revaz yang terhormat, tuan Zyandru tidak memberitahukan apa-apa pada saya"


"Gak mungkin, kalau ada apa-apa pasti Zyandru kasih tau, secara lo itu asistennya"


Ansell menghembuskan napasnya, "memangnya kenapa anda terus menanyakan tuan Zyandru dan istrinya?"


"Ya gue penasaran aja, mereka gak masuk barengan gini"


Ansell tertawa renyah, "apa salahnya, mereka bebas melakukan apapun karena mereka itu suami istri, lagipula perusahaan ini milik tuan Zyandru, terserah mau turun tangan langsung atau membebankannya pada saya"


Revaz tersenyum sinis, "tunggu sampai lo jadi bawahan gue Ansell," ucap Revaz kemudian berlalu pergi.


Ansell hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Revaz, "kenapa masih nyariin Alula, sedangkan lo sendiri udah sering berhubungan sama Nindy"


...***...


Saat ini Alula, Zyandru dan Princy tengah mengobrol bersama di ruang keluarga.


Princy tak henti-hentinya menunjukkan pesonanya di depan Zyandru, ia juga sangat memperhatikan Alula hingga membuat Zyandru terus mengucap kagum di dalam hatinya.


Alula yang duduk di antara suami dan sepupunya tak menaruh curiga sedikitpun, Alula masih tak menyangka akan bisa sedekat ini dengan Princy.


"Oh iya, kalian pacaran berapa lama?" tanya Princy sambil mengupas jeruk untuk Alula.


"Kita gak pacaran, saat itu Zyandru langsung lamar aku" jawab Alula menoleh ke arah Zyandru.


"Oh begitu, biasanya kan orang-orang memilih pacaran dulu buat mengenal satu sama lain, tapi kalian langsung menikah, pasti kamu sayang banget ya sama Alula" terka Princy menatap Zyandru.


"Aku yakin Alula adalah wanita yang tepat buat aku" jawab Zyandru sambil menggenggam tangan sang istri.


"Beda ya sama aku" Princy menundukkan kepalanya, wajahnya menunjukkan kesedihan saat ini.


"Kamu kenapa sedih gitu, ada yang nyakitin kamu Princy?" tanya Alula khawatir.


Princy mulai terisak, "aku hiks,,, aku memutuskan hubungan aku yang sudah berjalan 5 tahun dengan alasan mengejar karir aku, padahal itu bukan alasan yang sebenarnya. Aku cinta banget sama dia, bahkan sampai sekarang aku masih cinta sama dia, aku hiks,,, aku–" Princy tidak melanjutkan ucapannya karena tangisnya semakin kencang.


Alula yang melihat langsung memeluk sang sepupu, "sabar ya, kalau kalian memang jodoh pasti kalian akan bersama suatu saat nanti"


Alula mengusap punggung Princy sambil terus memberikan kata-kata yang menguatkannya.


Zyandru begitu sakit mendengar penuturan Princy, apalagi ketika melihat wanita yang ia cintai menangis, ingin rasanya Zyandru menggantikan posisi Alula saat ini.


Namun di sisi lain Zyandru merasa senang, Princy ternyata masih mencintainya dan itu akan memudahkan kembalinya hubungan mereka.


Setelah memenjarakan Baskoro dan Revaz nanti, Zyandru berencana akan memberitahukan kebohongannya mengenai matanya. Zyandru juga akan menceraikan Alula dan kembali pada Princy.


Sore harinya, Princy pulang dengan menggunakan taksi online, di dalam mobil, Princy tersenyum puas telah mengelabui Alula dan Zyandru.


"Gak sia-sia gue belajar akting" ucap Princy dengan senyum sinisnya.


Sementara itu di rumah, Alula kembali merenungkan curhatan Princy mengenai hubungannya.


"Princy kasihan ya"


Zyandru tersenyum mendengar perkataan Alula, "gak usah dipikirin, kan kamu sendiri yang bilang kalau jodoh pasti akan bersama"


"Iya sih"