Blind Husband

Blind Husband
Blind 11


Mendengar Alula akan menikah dengan Zyandru, Revaz terkejut, marah bahkan kecewa, bagaimana tidak, wanita yang benar-benar ia cintai malah memilih orang lain.


Saking marahnya, Revaz menghancurkan barang-barang di rumahnya, bahkan pria itu seperti tak merasakan sakit ketika tangannya terkena pecahan kaca.


Revaz terlihat sangat kacau, tak peduli darah mengalir dari tangannya, pria itu terus melampiaskan amarahnya.


"Aku kecewa sama kamu Alula, aku yang terus berjuang mendapatkan cinta kamu, tapi kamu lebih memilih Zyandru yang hanya pria buta"


Kini dinding menjadi sasaran pria itu, "sialan lo Zyandru, lo benar-benar bajingan, Akkhhhhh"


Napas pria itu memburu, wajahnya terus menunjukkan kemarahan, "gue gak bisa, gue akan bawa Alula pergi"


"Jangan buat masalah kamu Revaz" suara bariton seorang pria menghentikan langkah Revaz.


"Aku gak bisa pa, aku cinta sama Alula, aku yang selalu ada buat dia, tapi dengan gampangnya dia berpaling ke Zyandru"


"Alula akan berpaling ke kamu setelah rencana kita berhasil" ucap Baskoro


"Maksud papa?"


"Alula lebih memilih Zyandru karena uang, apalagi memangnya, setelah nanti perusahaan jatuh ke tangan kita, otomatis Alula juga akan jatuh ke kamu"


Revaz menggeleng, "gak, bertahun-tahun aku kenal Alula, dia bukan wanita murahan seperti itu"


"Jadi kamu mau apa?, merusak pernikahan ini dan menculik Alula begitu?"


"Iya" jawab Revaz singkat.


"Bodoh, anak macam apa yang ku besarkan ini" maki Baskoro.


"Aku cinta Alula pa"


"Buang jauh cinta buta kamu itu, kamu akan menggagalkan rencana yang sudah kita susun sejak lama hanya karena wanita itu, kamu mau kita di penjara karena sudah merekayasa kecelakaan itu?"


"Aku gak mau di penjara, tapi aku juga gak mau kehilangan Alula"


"Papa akan pastikan kamu mendapatkan keduanya sekaligus, kamu cukup ikuti rencana papa" yakin Baskoro.


Baskoro terus meyakinkan Revaz hingga putranya itu mengangguk pasrah menuruti perintahnya.


...***...


Beberapa hari kemudian.


Sebuah hotel berbintang yang biasanya dipergunakan untuk jasa inap, kini disulap menjadi sebuah tempat akad pernikahan.


Acara akad yang intim dan privasi akan dilangsungkan di sebuah Ballroom, Pelaminan didesain mewah, menghadirkan unsur tradisional, menyatu dengan interior ballroom yang mewah namun elegant.


Konsep pernikahan tradisional dipadukan dengan modern, diselipi dengan dekorasi berwarna putih dan gold.


Beberapa pelayanan terlihat sudah selesai dengan pekerjaannya masing-masing.


Di sebuah kamar, Alula terlihat sedang duduk di depan meja rias dengan beberapa MUA yang mengelilingi.


Sesuai dengan tema pernikahan yang sederhana, Alula dirias dengan make-up natural ala Korea dengan riasan bagian mata yang lebih menonjol.


Sementara itu, di kamar lain, selalu memakai jas kemanapun, untuk pertama kalinya Zyandru koko putih yang memang dikhususkan untuk akad.


Di ballroom, terlihat sudah ada beberapa orang yang sedang menunggu. beberapa diantaranya adalah Penghulu dan saksinya.


Dari keluarga mempelai pria ada Baskoro, Revaz dan Ansell, sedangkan dari mempelai wanita ada Devin, Princy dan juga sang ibu. sangat sedikit memang, namun itulah tujuan mereka.


Zyandru yang sudah rapi, langsung dituntun Ansell menuju Ballroom, melihat kedatangan Zyandru, Revaz terlihat sangat kesal, ingin pergi namun ditahan oleh Baskoro.


Tak beberapa lama, Alula turun dengan Devin sebagai pendampingnya. semua mata tertuju pada wanita berbusana kebaya putih itu.


Berbeda dengan Revaz yang nampak kesal, Princy justru terlihat biasa saja.


Acara pun dilangsungkan, tepat ketika penghulu berkata sah, Alula dan Devin sama-sama meneteskan air mata.


Para keluarga nampak memberikan selamat pada Alula dan Zyandru, tak terkecuali Revaz dan Princy.


Revaz terlihat sedang menjabat tangan Zyandru dengan mata yang tak lepas dari Alula.


Setelah kepergian Revaz, berganti lah Princy dan ibunya.


"Ngapain tuh mereka berdua, kakak yang ngundang?" Devin menatap bibinya dan Princy dengan sinis.


"iya kakak yang ngundang"


"Ngapain ngundang mereka?"


"Karena biar gimanapun juga bibi itu orang tua kita, pengganti ayah dan bunda" ucap Alula dengan lembut.


"Orang tua yang menelantarkan saudara mereka maksud kakak"


"Devin, itu kan masa lalu, gak usah diinget lagi"


"Iya deh iya, selamat kakakku yang cantik, semoga pernikahannya selalu diberi keberkahan, bahagia buat kalian berdua" Devin menarik Alula ke pelukannya.


"Makasih adikku sayang" Alula membalas pelukan Devin.


Devin terus menatap Zyandru yang berdiri di samping Alula, "kak Zyandru, titip kak Alula ya, jangan buat nangis apalagi sakitin dia, Devin mohon dengan sangat"


Zyandru tersenyum, "itu emang udah jadi tugas aku, Alula sekarang tanggung jawab aku, kamu gak usah khawatir"


Devin kembali memeluk Alula, kali ini pelukannya cukup lama, tanpa terasa adik kakak tersebut meneteskan air mata mereka.


Acara dilanjutkan dengan pengambilan foto, padahal wanita yang sedang dipeluk Zyandru adalah Alula, namun pikiran Zyandru tetap tertuju pada Princy.


Kecantikan yang Alula Zayana miliki tak dapat mengalihkan hati seorang Zyandru Avior, bagi pria itu, tak ada yang bisa menggantikan wanita di masa lalunya.


...***...


Setelah beberapa jam, acara selesai dengan hari menjelang siang, terlihat para keluarga juga sudah pulang.


Di salah satu kamar hotel tersebut, Alula tengah duduk di pinggir tempat tidur, entah apa yang dipikirkan wanita itu.


Sesaat setelah acara selesai, tanpa mengatakan apapun, tiba-tiba saja Zyandru pergi bersama Ansell, hingga sekarang belum kembali.


Hari sudah semakin sore, merasa tak nyaman, Alula mengganti pakaiannya kemudian berlalu ke kamar mandi.


Baru saja keluar, Alula dikejutkan dengan pintu kamarnya yang berbunyi.


"Kayaknya itu Zyandru" dengan semangat Alula berjalan menuju pintu.


Sesaat hatinya mencelos, ternyata itu adalah layanan kamar yang membawakan makanan.


Alih-alih makan, Alula lebih memilih membaringkan tubuhnya sambil bermain ponsel.


Alula terus setia menunggu Zyandru hingga malam, namun pria itu tak ada tanda-tanda akn kembali, bahkan ketika Alula menelponnya, pria itu tak menjawab.


...***...


Sementara itu di tempat lain.


Meninggalkan sang istri di malam pertama mereka, Zyandru lebih memilih duduk di dalam mobil dengan pandangan yang tertuju pada suatu rumah.


Melihat Princy keluar dari rumah tersebut, seketika Zyandru tersenyum semangat.


Ya, seseorang yang sejak tadi ditunggu Zyandru adalah Princy, sejak mengetahui Princy berada di Indonesia, Zyandru tak hentinya mencari cara untuk sekedar melihat Princy.


Wanita cantik itu terlihat sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya.


Di kursi pengemudi, Ansell benar-benar tak habis pikir dengan tuannya itu, Zyandru meninggalkan Alula yang sudah sah menjadi istrinya hanya untuk melihat Princy.


Zyandru dan Ansell memang mencurigai Alula sebagai kaki tangan Baskoro, namun itu belum terbukti.


"Kita kembali ke hotel tuan?" tanya Ansell.


"Gak, ke rumah saya aja"


"Tapi kan Alula di hotel tuan"


"Cukup ikuti perintah saya Ansell" tegas Zyandru.


"Baik tuan"