Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Terungkap


Eren masih saja mencoba untuk menelepon Clara. Sudah berulang kali ia lakukan, namun Clara tak kunjung mengangkatnya. Dia geram, sungguh geram.


"Ma, Alen lapel. Alen mau pulang" Rengek Karen yang mulai bosan.


"Sebentar ya. Alen ga kasihan sama papa?" Tanya Kaira sambil jongkok sejajar dengan Karen.


Karen hanya terdiam. Jujur saja, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan sang Ayah dan sangat berat baginya untuk meninggalkan pria tinggi besar nan tampan itu, namun perut kecilnya sudah tak tahan untuk tidak makan dan matanya juga sudah mulai hampir menutup sepenuhnya dan tertidur lelap


"Ara, kamu pulang dulu saja. Bawa anak-anak. Aku disini sendirian gapapa" Ucap Eren saat melihat Karen sudah benar-benar tak bisa menunggu untuk makan.


"Benar. Aku akan menemani Eren disini jika sesuatu diperlukan. Kamu pulang saja dulu" Ucap Wisnu.


"Baiklah, aku mama dan papa pulang dulu ya. Rangga ayo kita pulang" Pamit Kaira berlalu pergi.


Kini tinggal kedua pria yang masih setia menunggu diluar ruangan Clarissa. Gadis kecil itu lemah tak berdaya. Entah perasaan yang datang darimana, tapi Wisnu dapat merasakan sakit yang mendalam saat melihat gadis kecil itu terbaring lemah, antara hidup dan mati, berbeda dengan tadi yang masih ceria. Hatinya merasa teriris-iris seperti ada ikatan batin yang tak dapat diungkapkan.


Aku gatau kenapa tapi aku dapat merasakan apa yang dirasakan anak itu. Sebenarnya, ada apa denganku? Apakah aku harus tes DNA? tapi, bagaimana mungkin? ~Batin Wisnu.


"Wisnu, gue boleh titip Sasa dulu? Gue akan menghampiri Clara di tempat kerjanya" Ucap Eren


"Lu tenang aja, bro. Walau kita pernah bertengkar, tapi bagaimana pun kita udah jadi sahabat bertahun-tahun. Lu bisa percayain anak ini ke gue" Ucap Wisnu


"Baiklah, thanks bro." Ucap Eren sambil berlalu pergi


"Yoi" Jawab Wisnu singkat.


Mumpung Eren ga ada disini dan ga ada orang lain lagi, mending gue tes DNA~Batin Wisnu.


Wisnu mencari ruangan khusus untuk melakukan tes DNA.


"Dok, bisakah saya tes DNA dengan pasien kanker yang ada di dalam itu?" Tanya Wisnu pada salah seorang dokter yang baru keluar dari ruang lab.


"Ya pak, mari silahkan" Ucap sang dokter mengarahkan


Beberapa saat kemudian...


"Baik pak, mohon ditunggu ya. Hasil akan keluar maksimal tiga hari kemudian. Nanti jika sudah selesai, kami akan menginformasikan ke bapak secepatnya. Kalau begitu, saya izin permisi dulu" Ucap dokter tersebut menjelaskan


......................


Eren telah tiba di lokasi syuting Clara kali ini. Terlihat Clara masih sibuk berlenggak lenggok depan kamera, menyiapkan banyak pose hot bahkan pose normal sekalipun. Yang membuat Eren terkejut adalah, Clara mau dipegang oleh lawan mainnya yang juga merupakan partner baginya saat pemotretan kali ini. Pria itu memang terlihat sangat tampan.


Sudahlah, yang terpenting adalah Sasa. Masalah dia selingkuh atau dekat dengan pria lain, aku juga sudah tidak mau peduli. ~Batin Eren.


Setelah beberapa jepretan foto, Clara akhirnya selesai dengan pekerjaannya.


"Clara" Panggil Eren


"Hai sayang, ada apa?" Balas Clara dengan nada manja. Semua mata melihatnya iri.


"Sasa, Sasa masuk rumah sakit lagi" Ucap Eren.


"APA?!!" pekik Clara


"Baiklah, ayo kita ke rumah sakit"


Sesampainya di rumah sakit...


Clara dan Eren berjalan terburu-buru menyusuri lorong yang panjang. Wanita itu melihat sosok yang ia kenal dan telah lama menghilang dari hadapannya sedang duduk termenung memikirkan sesuatu. Entah apa itu.


"Bang nu? Kenapa bang Wisnu ada disini?" Tanya Clara terkejut.


"Kenapa memangnya? Aku ga boleh berada disini? Kalau begitu, aku mau pulang dulu" Ucap Wisnu


"Sudah sudah. Clarissa sedang sakit dan kalian malah ribut."


"Clarissa memang sakit apa mas?" Tanya Clara sok peduli


"Leukemia dan sekarang dia butuh donor sumsum tulang belakang" Jawab Eren.


"Tunggu apa lagi, ayo kita tes" Ucap Clara


"Tidak. Kita harus berpikir terlebih dahulu. Jika tidak, maka itu malah membahayakan kesehatan Sasa. Lagipula, dia masih bisa menunggu" Ucap Eren menghentikan langkah Kaira.


..................


"Mama. Ayo kita ke papa lagi. Alen kangen sama papa" Rengek Karen sambil menarik-narik tangan Kaira.


Kaira nampak lesu kali ini. entah apa yang terjadi padanya.


"Kaira, kamu ada apa nak?" Tanya mama Eren yang tiba-tiba menepuk pundak Kaira.


"Ehh, gapapa kok ma. Kaira cuman kecapekan aja. Tadi bertemu banyak klien. Kepala Kaira jadi pusing" Ucap Kaira.


"Ohh kalau begitu, kamu istirahat dulu aja"


"Iya, nenek benal. Alen juga bisa nunggu mama. Nanti sole balu kita pelgi" Celoteh Karen


Kaira tersenyum tipis kepada anaknya dan memegang wajah anaknya.


"Mama sayang banget sama Karen dan Lauren." Ucap Kaira sambil memeluk kedua buah hatinya


Mengapa aku merasakan sesuatu yang aneh pada Kaira? Apa ada sesuatu yang dia pikirkan?~Batin Mama Eren.


Disisi lain...


Wisnu sedang duduk termenung sendirian di cafe miliknya sendiri. Tanpa memesan, seluruh karyawannya paham betul dengan masakan favoritnya. Dia memakan makanan dihadapannya tidak selera. Dia sibuk dengan laptopnya dan pekerjaan yang akhir-akhir ini ia tinggalkan. Hatinya pun tak tenang memikirkan Clarissa. Bahkan tidur pun dia harus merasakan ketakutan yang mendalam.


Hingga teleponnya berdering dan berhasil membuyarkan lamunannya sedari tadi.


"Halo, dengan siapa ya?" Tanya Wisnu dari ujung telepon.


"Hasil tes bapak dan pasien bernama Clarissa telah keluar. Dimohon bapak untuk segera datang dan mengambil hasilnya. Saya tunggu di ruangan saya" Ucap dokter yang meneleponnya.


"Baik, dok. Terimakasih"


Wisnu langsung menutup laptopnya dan memberikannya kepada orang kepercayaannya agar diletakkan di tempat yang tepat.


"Tuan, tuan muda mau kemana?" Tanya asisten Wisnu


"Saya akan pergi ke rumah sakit, ada urusan. Kamu tolong jaga barang-barang saya dan cafe ya. Terimakasih" Ucap Wisnu pergi meninggalkan Cafe.


...............


Wisnu tak sabar ingin melihat hasilnya. Hasil dari tes yang telah ia nanti-nanti selama tiga hari ini yang membuatnya tak dapat tidur pulas. Wisnu memacu mobilnya dengan kecepatan tertinggi yang mobilnya bisa. Hingga membutuhkan waktu hanya 15 menit untuk sampai ke rumah sakit tempat Clarissa di rawat.


Wisnu memasuki rumah sakit itu dan memilih untuk jalan memutar. Kebetulan sekali Eren dan Clara satu persatu sibuk dengan mengecek kecocokan sumsum tulang mereka dengan anak mereka. Wisnu hanya melihat sekilas, lalu pergi menuju ruangan yang telah ditentukan.


Tok tok tok


Wisnu mengetuk pintu ruangan dokter tersebut dengan sopan


"Permisi dok, saya Wisnu Wijaya, seseorang yang ditelepon oleh dokter tadi" Ucap Wisnu


"Oh pak Wisnu. Silahkan pak"


Wisnu duduk dikursi depan dokter. Dokter mengeluarkan sebuah lembar yang dibalut dengan sebuah amplop putih besar dengan stempel rumah sakit dan menyerahkannya pada Wisnu.


Wisnu tanpa basa basi pun mengeluarkan isi dari amplop tersebut dan membukanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat isi dari lembaran itu.


"98% cocok?" Gumam Wisnu pada dirinya sendiri


"Jadi... Jadi, Clarissa memang benar anakku?" Tanya Wisnu.


"Iya,pak. Pasien tersebut adalah anak bapak." Ucap dokter.


"Terimakasih ya, dok. Saya izin pamit terlebih dahulu" Pamit Wisnu.


Wisnu pergi dari ruangan itu dan menuju ke tempat dimana Clara dan Eren berada.


"Eren, Clara" Sapa Wisnu


"Wisnu, lu ngapain disini?" Tanya Eren.


"Ada urusan. Kalian kenapa kelihatannya bingung. Ada masalah dengan Sasa?" Tanya Wisnu kembali


"Kami masih menunggu hasil dari tes sumsum tulang belakang kami. Semoga cocok"


"Amin" Balas Wisnu