Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Seandainya...


Jam menunjukkan pukul 6 pagi kali ini. Waktunya untuk Kaira dan Eren pergi sarapan.


Uhh... Kaira pun terbangun dari tidurnya setelah mendengarkan Alarm yang ia pasang. Dia lantas mematikan alarm itu sambil meraba-raba kasur disampingnya.


Ehh kemana dia? Kok ga ada? Atau sudah berangkat ya?


Kaira pun mengambil tongkat nya untuk berjalan itu.


Auh ahh.. Sakit sekali... Rintihnya.


Mendengar suara rintihan dari Kaira, Eren pun melihatnya.


"Kamu gapapa?"


"Gapapa kok tuan, Tuan habis darimana?"


"Saya habis dari kamar mandi, buang air."


Saat Eren melihat Kaira baik-baik saja, lantas dia meninggalkan Kaira sendiri dan langsung turun ke bawah untuk sarapan. Berhubung hari ini hari Jumat, Kantor akan buka lebih siang.


Cihh dia itu sebenarnya khawatir ga sih? Cuman ditanyain aja terus ditinggal? Ayolah aku tidak terbiasa menggunakan ini.


Kaira pun berusaha untuk menuruni anak tangga. Beruntung sedari kecil, dia tak pernah dimanja. Alhasil, walaupun dia tidak terbiasa dengan kondisinya saat ini, namun itu hal yang mudah baginya untuk membiasakan diri.


"Nyonya muda, kalau nyonya butuh bantuan dari bibi atau den Rangga, Nyonya bisa memanggil kami." Teriak bibi saat melihat Kaira turun sendiri dari tangga


"Ughh. Ti..tidak usah bi. Saya berusaha untuk bisa sendiri" Ucap Kaira sambil menahan sakit.


Nyonya muda adalah wanita yang kuat dan tangguh. Tidak salah jika nyonya besar sangat menyukai nya. Dia bahkan enggan meminta bantuan orang lain dan berusaha melakukan sendiri. Semangat nyonya, Bibi akan terus dukung nyonya.


Kaira pun telah menggapai tempat duduknya dan duduk disana.


"Hebat juga ya kamu" Puji Eren


"Terimakasih tuan" Balas Kaira dengan tersenyum


Kaira pun mengambil piring dan makan bersama suaminya itu.


"Oh iya Ara, nanti kamu akan diantar oleh sopir yang sudah saya sewakan. Nanti, saya tidak langsung ke kantor."


"Lalu, tuan mau kemana?" Tanya Kaira spontan


"Kemanapun saya pergi itu bukan urusan kamu" Ucapnya menusuk hati


Kaira pun hanya terdiam dan langsung berdiri meninggalkan meja makan tersebut. Kaira menuju ke dalam kamarnya. Tanpa ia sadari, air matanya mengalir dengan derasnya setelah mendengar ucapan Eren tadi. Mungkin memang dia harus lebih sadar diri lagi kedepannya.


Tak lama kemudian, Eren pun masuk ke dalam kamar mereka


"Kan sudah saya ingatkan jika kita pernikahan ini hanya sebatas kontrak, jadi tolong kamu mengerti batasan kamu" Peringatan dari Eren menyadarkan Kaira jika dia bukan siapa-siapa


"Baik tuan"


Tapi, bisa ga sih lebih peduli sedikit saja sama aku? Anggap aku sebagai istri kamu? Batinnya sakit seperti tertusuk seribu duri.


Jam telah menunjukkan pukul 07.30, tandanya Kaira harus berangkat ke kantornya.


Setelah sampai di kantornya...


"Kaira, lama ga ketemuuu.. Eh wait kamu kenapa? Perlu aku bantu?" Tanya Zuliana pada Kaira


"Aku gapapa kok. Kalian gimana setelah aku cuti?"


"Kami baik-baik saja kok. Kai, ayo kita masuk ke kantor kita"


"Baiklah baiklah terserah kalian saja."


Mereka pun masuk ke dalam ruangan mereka. Mereka membantu Kaira berjalan menuju tempat kerjanya dan membantunya duduk.


"Kamu kenapa sih? Baru saja seminggu menikah sudah begini" Angela pun menanyainya


"Aku tuh jatuh dari tangga karena ga hati-hati. Ya akibatnya begini deh" Jawab Kaira berbohong


Ga mungkin kan aku bilang ke mereka jika tuan Eren sangat kejam bahkan selingkuh saat aku pergi? Kaira pun hanya menghela nafas teringat kejadian itu


"Bagaimana tuan? Apa dia baik? Lalu, kemana dia?" Tanya zuliana tanpa jeda


" satu-satu dong. Tuan baik banget. Aku dimanjakan olehnya. Dia tadi ada urusan mendadak jadi ya aku dianterin sopir yang dia pekerjakan untukku."


"Wahh kamu beruntung ya dapat in tuan muda"


Andai kalian tau jika menikahi nya merupakan suatu bencana terbesar dalam hidupku. Kaira hanya menjawab mereka dengan senyuman..


.......................


Sedangkan Eren berada di rumah bordil terdekat. Walaupun masih pagi, rumah bordil ini sudah buka karena memang mereka buka 24 jam. Pemilik asli rumah bordil ini hanya akan muncul ketika tamu VIP datang.


"Tuan muda, selamat datang. Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Carikan saya wanita menggoda."


"Baik"


Tuuutt... tuuttt...


"Halo Rangga. Apakah hari ini ada jadwal untuk meeting?"


"Nanti sekitar jam 2 siang anda akan meeting dengan perusahaan Ski untuk membicarakan proyek pembangunan desa hijau, tuan muda."


"Baiklah. Kamu pasti tahu saya berada dimana sekarang. Tolong, jangan beritahukan kepada Ara ya."


"Baik Tuan muda"


"Maaf tuan menunggu lama. Dia adalah wanita baru yang bekerja disini. Parasnya yang cantik membuatnya menjadi wanita berharga disini."


"Baiklah. Saya mau dia"


Seperti biasa, Eren menghabiskan waktunya yang kosong itu untuk bermain dengan segelintir wanita penghibur itu.


........................


Waktu istirahat telah tiba, Zuli dan Angela sudah bersiap untuk pergi ke kantin.


"Kai, Kamu mau makan apa?.Sekalian aku belikan ya" Tanya Angela


"Uhh makasih ya jadi ngerepotin kalian. Aku cuma mau mie ayam mbok juminten itu. seperti biasa. Minumnya jus alpukat." Jawab Kaira terharu dibuatnya


"Masama. Kamu kan lagi sakit. Lagian pas kemarin-kemarin kita pas butuh juga kamu yang repot kan."


"Eh iya Zul, kan kamu biasanya punya banyak novel. Aku pinjam satu ya"


"Ambil saja." Jawab zuliana sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan mereka


Kaira pun berusaha untuk berdiri, meraih tongkatnya dan berjalan menuju meja Zuliana dengan susahnya. Karena dia tak hati-hati, Dia pun tersandung dan terjatuh.


"Auh" Teriaknya kesakitan


Saat itu, kebetulan Eren baru saja pulang dari rumah bordil langganan nya itu. Saat dia mendengar suara teriakan, dia pun langsung datang


"Eh Ara" Teriak Eren spontan saat melihat Kaira terjatuh dilantai.


"Kamu itu ya ceroboh banget sih jadi cewek. Kenapa ya aku bisa setuju nikahin cewek kayak kamu begini?" Celetuk Eren


"Emang tuan menyesal menikah dengan saya?"


"...." Eren pun tak bisa berkata-kata


Tunggu sebentar, Kenapa dibajunya ada wangi wanita lekat sekali? Apa-apaan ini? Bahkan bibir wanita pun ada dibajunya? Habis darimana dia sih? Rasa penasaran Kaira memuncak akhirnya dia berani menanyakan perihal tersebut


"Tuan habis darimana? Mengapa ada wangi perempuan di badan tuan dan mengapa ada tanda bibir di baju tuan?"


"Bukan urusan kamu. Lebih baik kamu jaga diri baik-baik baru urusin urusan aku."


Brakk. Eren menutup pintu dengan kerasnya membuat Kaira terperanjat kaget.


Seandainya saja dia seperti tuan muda yang ada di novel itu. Seandainya saja dia bersikap lebih lembut sedikit saja mungkin aku akan merasakan kebahagiaan dalam pernikahan kami. okay Ara kamu ga boleh lemah, kamu harus kuat untuk bertahan hingga pernikahan ini berakhir. Ga boleh jatuh cinta okay. Lagi lagi Kaira menyemangati dirinya sendiri


Kaira kembali duduk ke kursinya setelah mendapatkan buku yang ia inginkan. Ia membaca buku itu dengan saksama.


Mengapa aku merasa cerita ini mirip kiaahku? Batinnya saat membaca bab pertama novel ini. Memang di dalam novel itu bercerita tentang sepasang kekasih yang dipaksa menikah karena urusan bisnis(seperti novel kebanyakan) dan tidak mencintai satu sama lain. Pemeran utama pria selalu menyiksa pemeran utama wanita pada awal kisah dan pada akhirnya mereka menjadi budak cinta istri mereka hingga membuat para pembaca pun iri dibuatnya. Ya begitulah kira-kira yang Kaira rasakan sekarang.


Lembar demi lembar Kaira buka. Dia telah membaca separuh isi novel. Memang kemampuan membaca Kaira tak perlu diragukan. Dia bisa membaca beberapa halaman dalam waktu yang singkat.


Jahat sekali pria ini. Hiks. Aku ga bisa bayangin gimana jika Tuan Eren akan berperilaku begitu kepadaku. Apakah dia akan sering mengajak wanita lain berkencan tiap hari dan pulang hingga larut malam? Tapi, sekarang pun dia sering begitu. Kaira membaca novel tersebut sambil menangis mengingat beberapa hari ini, Eren sama sekali tak memedulikannya bahkan beberapa hari ini, Eren membawa wanita-wanita cantik untuk memuaskan nya walau tak pernah hingga tidur dengan mereka.


Langkah kaki dan suara Zuli dan Angela terdengar jelas, Kaira pun segera menyeka air matanya.


"Hai Say. Nih titipan kamu" Kata Zuli memenuhi ruangan


"Uhh makasih sayang-sayangku ini"


"Kai, kamu nangis? Kenapa?" Tanya Angela saat menyadari mata dan hidung Kaira memerah


"Hehe gapapa biasa terbawa suasana aja. Aku membaca novel ini. Bagus."


"Oh nih novel. memang bagus aku sangat menyukai nya dan ternyata kamu tahu yang nulis ini novel tuh temen aku waktu SMP. Kata dia, ini adalah novel pertamanya berdasarkan kisah hidupnya yang dia bumbui dengan masalah-masalah baru" Jelas Zuli


Ingin sekali aku menemuinya dan menanyakan bagaimana cara dia menghadapi suami seperti itu? Ya hitung-hitung untuk latihan menjadi wanita tegar dan wanita kuat.


Zuli yang dapat melihat jelas jikalau Kaira menginginkan bertemu dengannya, Dia pun berinisiatif untuk menemui temannya itu dan mengajak Kaira bersamanya.


"Kaira, Angela kalian akhir pekan sibuk tidak?"


"Engga sih kenapa?" jawab mereka bebarengan. Mereka pun saling menatap kebingungan.


"Aku mau bawa kalian ke suatu tempat. Boleh kan" Zuli ingin memberikan kejutan untuk mereka


"Ya sepertinya kita bertiga jarang keluar bareng semenjak Kaira menikah dengan tuan muda. Oh tapi, Tuan muda mengizinkan tidak ya?" Jawab Angela. Angela pun bergidik ngeri membayangkan wajah tuan muda. Kedua sahabatnya pun hanya tertawa saat melihat tingkah Angela itu


"Itu juga yang aku pikirkan. Apakah mas Eren akan mengizinkan aku pergi. Tapi, aku boleh coba"


kriingggg... Bel masuk kantor pun berbunyi. Setelah makan selesai, mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


"Zul, aku pinjam novel ini ya? Aku belum selesai baca."


"Pinjam saja aku masih punya banyak".


.........................


Jam menunjukkan pukul 4 sore. Waktunya mereka untuk pulang. Seperti biasa, Zuli dan Angela membantu Kaira menuju lobi kantor dan menunggu Eren menjemputnya. Tak berselang lama, mobil Eren pun sampai di lobi kantor. Rangga pun turun membantu Kaira masuk ke dalam mobil.


"Zul, ngel, aku duluan ya. Kalian hati-hati" Pamit Kaira


"Pasti dong" Jawab mereka


"Zul, kamu merasa ga sih jika Kaira makin kurus? terus dia juga sedikit murung dari biasanya. Berbeda sekali dengan dia sebelum menikah" Kata Angela yang sedari tadi memperhatikan perilaku Kaira yang berbeda dari biasanya


"Aku juga merasa sih. Tapi, kita bisa apa? Ikut campur juga yang ada kita akan repot malahan membuat Kaira semakin tersiksa. Kita hanya bisa mendoakan semoga dia baik-baik saja."


Lalu, Zuli dan Angela pun berjalan menuju luar kantor untuk mencegat taksi yang lewat.


Aku merindukan Kaira yang dulu. Maaf kai kamu tak bisa membantu banyak. Aku harap kamu bisa bahagia suatu saat. Batin Angela..