Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Kembali Pulang


Keadaan di Rumah sakit benar-benar terasa tidak nyaman bagi Kaira dan bayinya. Eren sesekali berinisiatif membawanya keluar untuk sekadar bermain


Tak terasa sudah seminggu lamanya Kaira berada di rumah sakit itu.


"Permisi, bapak, ibu, maaf mengganggu waktunya. Saya akan memeriksa kondisi ibu terlebih dahulu" Ucap Dokter.


"Silahkan" Balas Eren.


Eren pergi sedikit menjauh dari Kaira dan membiarkan dokter memeriksanya dengan serius. Dia menatap kearah kaira dengan pandangan dan senyum hangatnya. Dia begitu menawan membuat wajah Kaira memerah seketika. Ini pertama kalinya dia melihat wajah hangat suaminya


"Gimana dok keadaan istri saya?" Eren maju beberapa langkah dari tempatnya berpijak


"Ibu ini sudah bisa pulang" Jawab Dokter


"Beneran nih dok? saya boleh pulang? Yeayyyytt!!!!" Seru Kaira senang. Terpancar aura bahagia di wajahnya.


"Mas, aku boleh pulang mas." Ucap Kaira menatap kearah Eren.


"Ya, nanti aku akan melakukan seperti yang sudah aku janjikan ke kamu,ok? Sekarang, ayo kita siap-siap barang dulu. Aku mau pergi ke Lauren dulu ya" Ucap Eren lalu mengecup kening Kaira lembut


Kaira merasakan kasih sayang yang begitu nyata dari pria itu. Dia beranggapan bila Eren telah berubah, hati pria itu telah sepenuhnya menjadi miliknya.


Semoga saja... Ya, semoga saja selamanya...


..................


Setibanya di rumah Kaira dan Eren, ruangan yang nampak gelap itu membuat penat Kaira hilang seketika


"Lho mas, memang ga ada orang di rumah? Bibi sama Ana mana?" Tanya Kaira bingung. Eren diam tak bergeming, tetap menuntun istrinya masuk ke dalam, menggiringnya ke sebuah lantai penuh dengan bunga yang indah dibawah sana.


"KEJUTAN!!! WELCOME HOME FOR NYONYA MUDA WILLIAM DAN TUAN KECIL WILLIAM" Semua orang berseru bersamaan. Semua orang berada disana, kecuali Ayah Kaira. Sepertinya, dia benar-benar telah memutuskan hubungan dengannya, bahkan sama sekali tidak peduli dengan keadaannya. Sudahlah, itu tak penting. Pria itu mungkin sudah tidak layak disebut sebagai "Ayah". Dia pantasnya disebut sebagai seorang pria bodoh yang menelantarkan anak-anak kandungnya demi istri dan anak tirinya yang bisa saja membunuhnya kapanpun mereka mau.


Kaira tak mau ambil pusing tentang itu. Dia memilih untuk berbahagia dengan keluarganya yang baru. Lengkap sudah hidup kaira saat ini. Memiliki suami yang perhatian dan lembut kepadanya, serta anak yang imut nan lucu yang akan melengkapi hubungan rumah tangga diantara mereka.


Kaira meneteskan air mata terharu. Baru kali ini dia merasakan bahagianya dicintai oleh semua orang.


"Thank you, all..." Ucap kaira sendu.


"Ara, sudah ya. Jangan menangis. Kan ada mas disini,ok?" Eren memeluk erat istrinya dan menghapus jejak air matanya. Dia telah berjanji pada dirinya untuk menebus semua kesalahannya dan menyembuhkan lara yang diderita karenanya.


Hingga tak berselang lama, orang yang sama sekali tidak diharapkan datang kesana. Siapa lagi kalau bukan adik tiri kaira dan mama tirinya? Kedua wanita iblis yang sudah merebut kebahagiaan dirinya dan Rayhan


"Hai mama mertua dan papa mertua. Masih ingat anak dan cucu? Saya pikir anda sudah memutuskan hubungan dengan Ara." Ucap Eren pedas.


"Mana mungkin saya bisa memutuskan hubungan saya dengan Kaira. Dia adalah anak kesayangan kami... Lagipula, mana mungkin kami melepaskan kesempatan untuk melihat cucu kami dan bertemu secara langsung dengan anda pribadi" Balas Ayah Kaira.


Kedua pria itu bertatapan tajam ke satu sama lain. Mereka layaknya anak kecil yang memiliki dendam terdalam


"Untuk apa kalian kemari? Maaf, Rayhan dan kak Kaira tidak akan menerima kalian." Ucap Rayhan dingin. Pria itu memasangkan badannya didepan Eren. Dia bahkan memaksa ketiga orang iblis itu pergi


"Cihhh, awas saja nanti. Kaira jangan senang dulu kamu. Aku akan merebut semua yang kamu miliki saat ini!!!" Teriak adik tiri Kaira


"Nyenyenye" Kaira mengejeknya.


Tamu berdatangan Sili berganti. Zuli dan Angela tentu saja tak luput untuk datang kesana, melihat keponakannya yang super gemesin dan ngangenin


"Uluh, uluh. Ganteng banget tuan kecilku" Ucap Zuli sambil memegangi pipi tembem milik Lauren


"Namanya siapa nih, kai?" Tanya Angela


"Lauren William." Jawab Kaira singkat


"Makanya cari suami. Jangan jomblo Mulu." Ledek Kaira. Gelak tawa terdengar disana. Mereka berdua tertawa lepas. Eren hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar. Dia benar-benar bersyukur kepada Tuhan atas pemberiannya yang benar-benar sempurna ini


Namun, sepertinya Eren kesusahan untuk mendekat kearah Kaira dan anaknya. Pria itu sepertinya belum cukup puas melihat kedua pasangan ibu dan anak itu


"MINGGIR" ucapnya dingin.


Tatapan yang siap untuk membunuh setiap orang itu membuat bulu kuduk Angela dan Zuli merinding. Mereka berdua kabur dari sana dan pamit pergi


"Kaira, sepertinya macan tutul mulai ngamuk tuh. Gue sama Angela balik dulu ya?" Pamit Zuli. Ucapan yang terdengar sederhana itu membuat Eren emosi setengah mati


"Apa yang kalian katakan?!!!"


Eren mengeluarkan tatapan mematikan miliknya. Kedua wanita dihadapannya itu menciut ketakutan


"Bye bye Kaira.Nanti kami kemari lagi setelah Tuan Muda pergi... See you. "


"Pfttt, hahaha. Mereka benar-benar layaknya anak kecil, ya Lauren ya"


Eren mendekat kearah Kaira sekarang. Dia memeluk Kaira dari belakang. Pria itu sudah menyiapkan sebuah kejutan yang menarik untuk mereka esok.


"Ara sayang, kita besok babymoon yuk. Mau ga?" Bisik Eren di telinga sang istri


"Mau mau" Sahutnya riang.


Saking bersemangatnya, dia menatap hidung Eren yang masih berada dibelakangnya


Dughhhh


"ughhh" Rintih Eren


"Ehh sakit ya. Maaf maaf. Buka coba. Yahh berdarah. Tunggu sebentar ya" Panik Kaira. Wanita itu berlari kearah bawah tangga, tempat dimana mereka menyimpan kotak P3K itu


Kaira dengan terampilnya merawat luka Eren. Pria itu menatap wajah lekat, menikmati keindahan ciptaan Tuhan dari kedekatan. Pria itu tak kuasa menahan dirinya


"Sudah" Ucap Kaira.


Eren menakup kedua tangan Kaira dan menggenggam keduanya


"Mas... Masih ada bibi, ana, sama orang-orang lho..." Ujar Kaira yang sama sekali tak digubris oleh Eren. Pria itu mengecup lembut bibir Kaira dan tenggelam didalamnya. Sedangkan, Kaira membelalakkan mata dan tak sanggup bergerak. Pria itu sungguh benar-benar bertenaga.


"Ahem ahem. Sepertinya, lebih baik kita pulang dulu deh. Kalau seperti ini terus, yang ada kami akan jadi nyamuk disini" Ucap mama Eren memecah suasana. Eren melepaskan ciumannya. Pria itu menoleh ke belakang dan tersenyum pada mereka seperti dia akan berkata "Cepat enyahlah dari sini. Jangan ganggu kami" Sedangkan Kaira masih menutupi wajahnya yang merah merona,karena malu.


"Kak, Ray pamit dulu ya. Ray harus balik ke tempat kerja ini" Ucap Rayhan. Dia sedari tadi menatap ke jam tangannya. Dia harus sampai ke kantor tepat pada pukul 10 pagi.


"Berhati-hatilah dijalan" Ucap Kaira


"Hmmm. Kakak hati-hati juga ya. Hati-hati dengan harimau liar ini" Rayhan melirik kearah Eren seakan memberitahukan harimau yang dimaksudnya adalah pria lapar dihadapan Kaira


"Ngomong sekali lagi?!!!" Emosi Eren memuncak.


"Mas, Udah dong. Jangan marah-marah. Nanti kalau cepat tua, aku mau cari cowok baru aja" Kaira menggoda Eren.


"Mau cari cowok baru ya? Rasakan ini" Seru Eren sambil menggelitik tubuh langsing milik Kaira. Wanita itu sepertinya telah kehilangan banyak berat badan. Dia nampak lebih kurus dari biasanya dan yap tak ada sedikit pun lemak dan lekukan perut walaupun dirinya habis melahirkan, kaira masih tetaplah sosok wanita yang perfect dari segala hal.


"Hahaha, ampun ampun. Ara janji deh Ara g cari cowok lain. Tapi, mas janji ya untuk bersama dengan Ara doang?"


"Iya, mas janji"


Semua tamu pergi tanpa ditemani oleh sang tuan rumah. Mereka seperti kacang yang terlupakan. Dua sejoli ini benar-benar mengabaikan mereka dan membuat hati Rayhan iri lebih tepatnya. Dia harus mencari pasangan untuk dirinya sendiri pikirnya kira-kira