Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Kembali


Hari ini adalah jadwalnya untuk kaira kembali ke kotanya. Masa bulan madunya sudah habis dan dia harus melanjutkan pekerjaannya. Entah bagaimana keadaan kedua rekannya yang harus menghandle semua pekerjaannya selama liburan. Sebenarnya, dia masih merasa kurang puas dan ingin lebih lama lagi disini.


"Kamu kenapa?" Tanya Eren yang tiba-tiba memelukku dari belakang


"Tak apa sayang. Saya hanya merasa tidak tega meninggalkan kota ini. Saya masih ingin berlama-lama disini. Terlebih banyak sekali kisah kita berdua disini." Kaira menatap kearah jendela yang merupakan pantai lepas yang hanya pengunjung tertentu yang kesana. Sepi sekali. Namun, pantai itu begitu indah.


"Jika Ara mau, saat ada kesempatan lagi, kita bisa kesini lagi ya. Selanjutnya akan khusus untuk kita. Tidak ada lagi masalah seperti kemarin ataupun tentang pekerjaan. Saya akan cancel semuanya ok?"


"Terserah kau saja. Kau kan bosnya" Eren menggelitiknya


"Eren, sudah ahahaha geli geli." Kaira mengeluh kepadanya


"Apa? Kamu berani memanggil nama saya?" Eren berpura-pura marah.


"Tidak tidak. Saya hanya keceplosan tadi. Maaf." Dia memohon pada Eren untuk melepaskannya. Eren langsung menggendongnya dan melemparnya ke kasur.


"Kamu harus mendapat hukuman, Ara." Eren memulai aksinya.


"Jjj..jangan... Lepaskan..."


"Tidak." Eren bersikukuh melakukan apa yang ia ingin lakukan.


Beberapa jam kemudian.


"Ara, ayo segera kita ganti baju" Ajak Eren. Kaira masih terkapar lemas tak berdaya. Eren sungguh kuat pagi ini.


"Saya tidak bisa bangun. Punggung saya sakit. Tuan terlalu..." Belum menyelesaikan kata-katanya, Eren sudah membungkam bibirnya.


Dasar pria mesum. Kebiasaan deh. Orang belum selesai bicara juga. hufft.


Tanpa basa basi, Eren langsung mengambilkan beberapa set baju untuk Kaira. Dia membantu istrinya mengenakan pakaiannya. Sungguh membuat semua orang iri dibuatnya.


......................


Beberapa jam kemudian...


Mereka sudah sampai kembali di ibu kota. Mereka langsung pergi kerumah untuk merapikan kamar mereka dan memberesi semua pakaian kotor dan bersih. Eren segera turun untuk menemui Rangga.


"Gimana? Ada kabar?" Tanya Eren


"Ini tuan. Anna kemarin telah mendapatkan beberapa bukti tentang penculikan nyonya muda yang ternyata ini adalah ulah dari Amalia. Namun, dia berkata jika dia dibayar oleh seseorang yang juga memiliki tujuan yang sama dengannya" Rangga menjelaskannya dan memberikan bukti rekaman yang telah mereka peroleh itu


"Apa? Tapi, siapa?" Eren bingung juga senang karena akhirnya sesuatu yang ia inginkan terungkap dengan begitu cepat


Tak salah aku mempekerjakan kalian berdua. Kalian benar-benar kompak dalam segala hal. Baru kali ini Eren merasa beruntung memiliki karyawan seperti Rangga dan Anna.


"Uhmm begini saja. Kamu dan Anna segera periksa laporan telefon Amalia beberapa hari terakhir. Pasti kita akan menemukan petunjuk disana."


"Baik tuan muda." Rangga pergi meninggalkan tuannya dan langsung melaksanakan tugasnya. Tentu saja, Eren tidak lupa dengan janjinya. Setelah Rangga pergi, dia mengirimkan sejumlah uang ke rekeningnya.


"Sayang. Sayang" Kaira teriak memanggilnya


"Ada apa?" Tanya Eren melihat kearah tangga.


"Ayo aku ingin jalan-jalan"


"Apa? Bahkan kita baru saja turun dari pesawat. Kamu masih mau jalan-jalan?" Kaira hanya menganggukkan kepala.


"Baiklah baiklah. Kamu mau kemana?" Tanya Eren.


Kenapa sih aku ga pernah bisa bilang 'tidak' padanya? Bahkan dia sangat imut saat memohon. Membuatku ingin memakannya lagi.


"Ke taman. Aku ingin seperti pasangan di film-film dan dinovel yang aku baca. Mereka sering berjalan berdua, menikmati hidup bersama. Aku juga mau" Kali ini Kaira benar-benar sangat manja. Entah apa yang membuatnya sangat manja seperti ini. Bahkan Eren saat bersama dengan Clara, dia tidak menuruti keinginan Clara 100%.


"Hmm Baiklah".


Besok kita sudah bekerja, mungkin akan lebih baik jika kita semakin dekat. Batin Eren. Mereka akhirnya keluar bersama. Eren menyetir mobilnya dan dia hanya keluar berdua bersama Kaira. Awalnya mereka menuju taman, lalu mereka menuju ke mall untuk menonton bioskop. Sebelum masuk, Eren membeli tiket untuk mereka dan Kaira membelikan popcornnya.


"Ara, kamu mau lihat film apa?" Tanya Eren


"Terserah"


Hehe kesempatan untukku. Eren berencana untuk memesan tiket film horror. Karena dia pemilik mall, dia bisa secara khusus meminta untuk mengosongkan area mall saat dia berada disana. Hanya tersisa beberapa pengunjung yang ada.


"Tiket film horror untuk dua orang. Bersebelahan jangan sampai terpisah."


"Baik tuan muda. Silakan ini tiketnya." Kasir itu memberikan tiket dan kita akhirnya masuk. Entah apa yang telah direncanakan oleh Eren untuk memilih film horror.


Lalu, saat ini adalah giliran mereka untuk memasuki studio. Tak selang beberapa lama, video pun dimulai. Suasana sangat mencekam. Film itu memang benar-benar sangat menakutkan. Kaira kaget dan langsung memeluk Eren disebelahnya.


"Ahhh..." Jeritnya


Hehe. Benar kan dia memelukku pasti. Nanti, aku akan memesan dua tiket lagi film romantis siapa tau dia ingin mempraktekkannya denganku. Ya tentu saja Eren melakukan ini hanya untuk kepentingannya.


Beberapa saat kemudian...


Film tersebut telah selesai diputar.


Kryuuukkk... Suara perut Kaira pun berbunyi.


Dia tersipu menahan malu.


"Kamu lapar, Ara? Lucu sekali Hahaha" Eren menertawakannya. Dia menertawakan ekspresinya.


"Iyy.. iya sayang."


"Hahahaha"


"Udah ih saya malu, tuan" Kaira menutupi wajah malunya.


"Iya deh iya maaf." Tanpa mereka sadari, seorang paparazi mengikuti mereka. Tak berselang lama, banyak orang menyadari bahwa itu Tuan Muda Eren yang sangat terkenal itu.


"Apa dia tuan muda? Wahh akhirnya bisa bertemu secara langsung" Seseorang berbisik disampingnya. Kaira langsung menyadarinya.


"Sayang, sepertinya orang-orang sudah mencurigaimu. Mungkin sebentar lagi kamu akan ketahuan." Kaira berbisik disampingnya. Memang saat ini Eren mengenakan pakaian biasa seperti jaket, topi dan masker. Berharap tidak ada yang mengenalinya.


"Apa? Saya bahkan sudah menyuruh Rangga untuk menutup..." Eren lupa bahwa dia melakukan ini agar bisa nyaman berdua dengan Kaira.


"Apa? Makanya daritadi aku tidak melihat para pengunjung berlalu lalang. Sedangkan, mall ini adalah salah satu mall yang biasanya ramai pengunjung"


"Maaf, saya hanya ingin berjalan dengan damai denganmu." Beberapa hari ini, sifat Eren berubah drastis. Dia yang awalnya sangat tertutup, pendiam bahkan dingin menjadi pria yang lebih terbuka, fleksibel, ceria bahkan hangat. Ya, semua ini hanya dia lakukan didepan Ara-nya. Dia tidak ingin Ara-nya merasakan dinginnya sifatnya. Dia berusaha keras mengubah sifatnya untuk Ara walaupun itu susah baginya.


"Tidak ada apa-apa. Kau adalah istriku. Sudah seharusnya aku bersikap begini padamu. Maafkan aku yang dulu dan mulai sekarang, jangan panggil aku dengan formal saat dirumah, ok? " Eren mengelus kepala Kaira lembut dan mencium keningnya.


"Okay. Oh iya sayang, aku mau bermain disana. Kamu mau tidak temani aku?" Tanya Kaira dengan mata berbinar.


"Boleh saja" Eren mendekat


"namun jangan lupa dengan bayarannya nanti malam" Bisiknya. Kaira mencubit keras perutnya


"Aduh duh duh duh. apaan sih?" Keluh Eren


"Kamu sih nakal"


"Berani kamu ya? Awas saja nanti" Eren berpura-pura merajuk.


"Ehh sayang, jangan begitu dong. Ayo kita main." Tak ada respon dari Eren.


"Iya deh iya kamu menang. Nanti aku kasih izin kamu melakukan apapun. Puas?" Eren langsung tersenyum bahagia.


"Ayo" Eren langsung menarikku seperti anak kecil. Dia memesan kartu permainan yang bisa digunakan tanpa limit. Jadi, saat kaira kesini, dia tak perlu lagi antri untuk mengisi ulang saldo kartu mainan tersebut.


"Apa?Apa ini tidak terlalu boros?" Tanya Kaira


"Tidak. Untuk sayangku uang ini bukanlah apa-apa. Ingatlah suamimu adalah orang terkaya di ibu kota. semua orang mengenalku. Bahkan jika kamu tidak membawa uang ataupun kartu kredit tanpa limit dan kartu ATM pribadi yang kuberikan untukmu, kamu bisa menyebutkan atau memberi mereka cek atau sejenisnya dan mereka bisa meminta tagihan itu kepada kantor. "


"Begitu ya. Apa aku boleh coba?" Tanya Kaira.


"Tentu saja." Jawab Eren dengan percaya diri. Kaira mencoba berpura-pura tidak membawa uang dan membeli tas edisi terbatas. Sebenarnya, dia tidak terlalu mengerti tentang tas atau apapun itu. Menurutnya, itu semua adalah PEMBOROSAN.


"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" Kata seorang pekerja disana


"Hmm. Saya ingin tas edisi terbatas yang baru keluar hari ini."


"Baik, silahkan anda tunggu disini." Pekerja itu mengambilkannya beberapa barang yang dikeluarkan hari ini dan itu semua hanya ada di toko ini. Karena terbatasnya tas, mungkin hanya ada 2 di dunia. Dua tas itu bewarna hitam dan coklat tua. Terbuat dari bahan terbaik dan banyak sekali yang mengincarnya. Kaira sudah lama mendengar tentang toko tas ini, jadi dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengujinya.


"Ini mbak, silahkan anda pilih-pilih" Walau Kaira tidak mengerti tentang barang-barang ini, namun dia langsung jatuh cinta kepadanya. Ya, tas bewarna hitam sangat terlihat menawan.


"Berapa harganya mbak?" Tanya Kaira.


"Silahkan anda ke kasir" Kaira pun ke kasir. Tas itu ternyata harganya sangat mencengangkan.


Apa? Ratusan juta untuk sebuah tas? Bagaimana ini? Tapi, tak apalah sesekali membuat Tuan muda rugi xixixi. Tapi benar saja dia juga memberiku beberapa kartu kredit no limit dan kartu ATM pribadi. Tidak tidak, setelah ini aku akan menjual tas gila ini. Jiwa misqueen Kaira meronta-ronta saat melihat harga yang mengerikan itu. Benar saja jika sedari dulu dia terbiasa hidup hemat. Berbeda dengan ibu tirinya yang selalu mengandalkan barang branded.


"Oh mbak mohon maaf saya tidak membawa uang" Kaira mencoba melakukan aksinya


"Apa? Jika begitu, lantas mengapa tidak pergi?"


"Kata suami saya, saya boleh memberi toko kalian sebuah surat untuk nantinya kalian menagih hutang saya di kantor suami saya" Kaira mengatakan apa yang dikatakan Eren tadi


Dia berkata begitu kan tadi? Dia bilang pasti bisa kan?


"Lantas, siapa nama suami anda? Sekaya apa memang dia?" Tanya seorang penjaga kasir itu dengan tangan bersendekap dan alis mengangkat. Jelas sekali dia sudah meremehkan Kaira.


"Eren William" Jawab Kaira singkat


"Apa? Tuan muda Eren yang tampan dan terkenal itu? Mana mungkin?"


Tuh kan seperti dugaan ku. Ini tidak akan berhasil. Lihat saja nanti kau, Eren. Kau membuatku hilang muka disini.


"Tapi, memang benar suami saya bernama Eren William"


"Heh mbak. Banyak yang ngaku-ngaku istri dari tuan muda Eren yang baru-baru saja tuan muda umumkan itu. Namun, kebanyakan dari mereka adalah wanita cantik. Sedangkan mbak? Cihh bahkan seujung kuku pun tak pantas untuknya. Lebih cantik juga saya" Sang pemilik toko yang merupakan seorang gadis berusia tak jauh dari Kaira(mungkin dia anak dari pemilik toko yang kebetulan datang untuk mengambil salah satu barang bagus tokonya yang terkenal itu) itu akhirnya keluar dengan percaya dirinya mengunggul-unggulkan dirinya dan dengan terang-terangan menghina Kaira. Tentu saja, Eren melihat semua itu diluaran sana.


"Apa katamu tadi?Beraninya kamu menghina istri saya" Kata seseorang dari arah pintu itu


"Siapa anda? Jangan sembarang masuk toko kami ya" Kata pemilik toko yang telah menghina kaira tadi dan beranggapan bahwa Kaira hanyalah gadis penghalu yang mengaku-ngaku sebagai istrinya Eren.


"Kamu tidak kenal siapa saya?" Kata pria bertopi itu


"Tidak, emangnya apa pentingnya jika aku mengetahuinya? Aku tidak takut oleh siapapun" Pemilik toko ini memang benar-benar sombong. Dia benar-benar telah lupa atas apa yang telah Eren lakukan pada keluarganya. Kebetulan, orang tua gadis ini datang untuk melihat-lihat


"Ada apa ini? Mengapa ramai sekali?" Tanya seorang bapak paruh baya yang masih terlihat berwibawa itu.


"Ini lho pa, mereka para kaum rendahan mengaku-ngaku konglomerat dari keluarga William itu. Dia bahkan menipuku dengan mengatakan jika dia memberiku secarik kertas, aku bisa mendapatkan uang untuk pembelian tas ini di William group" Gadis itu menunjuk kearah Kaira dan Eren.


"Lalu, tunggu apa lagi? Segera usir mereka." Eren sengaja tetap diam dan tidak menunjukkan identitasnya agar bisa mengetahui sifat-sifat orang yang telah ia kerjakan dan ia bantu dulu. Dia sangat tidak menyangka, dulu mereka semua merengek kepadanya dan sekarang, mereka dengan angkuhnya mengusir para customer bahkan mereka meminta satpam untuk mengusirnya secara paksa


"Baik jika kalian tidak mengingat saya. Lepaskan saya pak" Eren meronta dan melepaskan diri dari satpam. Dia membuka topi, kacamata dan maskernya.


"Tu-tuan muda.." Mereka terkejut setelah melihat sosok tinggi besar yang mengenakan jaket Hoodie, topi, masker serta kacamata tadi.


"Bagus ya. Kalian berani-beraninya mengusir dan bahkan menghina-hina istri saya?"


"Maafkan kami tuan muda. Kami tidak mengetahuinya" Mereka berlutut dihadapan Eren.


"Beruntung tadi saya berjalan dengannya, jika tidak, apakah kalian akan begitu kejam dengannya?" Eren marah tak karuan.


"Terlepas dari itu, sudah berapa banyak pelanggan yang kalian usir dari sini hanya dengan melihat penampilan mereka saja?" Mereka hanya diam tak berani menjawab. Memang yang Eren katakan benar. Mereka sadar perbuatan mereka selama ini salah. Mereka tidak boleh menilai buku dari covernya saja sama halnya dengan manusia, mereka tidak bisa menilai seseorang hanya dari penampilannya saja.


"Kalian adalah seorang pengusaha. Dulu, kalian bahkan merengek kepadaku untuk membantu kalian, apa balasan yang kalian lakukan kepadaku? Bahkan aku masih berbesar hati membiarkan kalian tinggal di mall milik keluargaku?"


"Saya tidak mau tahu, kalian harus pergi dari sini dan kosongi toko ini. Saya akan sewakan kepada yang lain." Eren mengusir mereka


"Tuan, tolong maafkan kami. Biarkan kami memperbaiki kesalahan kami"


"Sayang, jangan begitu kasian mereka" Kaira berusaha menenangkan Eren. Namun, keputusan Eren sudah bulat. Dia sering melihat mereka mengusir beberapa pelanggan bahkan menghina mereka. Dia juga sering mendapatkan complain dari beberapa orang. Walaupun Eren bukanlah pemilik toko itu, namun dia memiliki andil disana dan dengan namanya, toko itu berdiri. Tentu saja, jika ada masalah dia juga yang akan terkena dampaknya.


"Ara, kamu tidak tahu perilaku mereka. Ini sudah sangat keterlaluan. Sekarang kamu bayangin, mereka saja sudah menghina kamu. Bagaimana dengan yang lain? Pasti mereka juga sering melakukan hal yang sama."


"Tapi kan ga harus begini sayang" Kaira mencoba membujuk Eren. Dan akhirnya Eren pun luluh


"Baiklah karena istri saya menginginkan saya untuk membiarkan kalian memiliki tempat untuk berjualan, saya akan memberikan kalian uang kompensasi dan menyewakan stan kosong di mall bintang tiga milik group William. Mall Permata akan menjadi tempat kalian nantinya. William imperial mall bukanlah tempat yang cocok untuk kalian. Mall ini terlalu elite untuk kalian. Saya ingin melihat tempat ini bersih sebelum matahari terbenam. ayo Ara kita pergi berjalan-jalan" Kaira hanya dapat menurutinya. Eren mengenakan lagi topi, kacamata, dan maskernya.


"Tuh kan tuan muda lihat sendiri. Bahkan saya diusir dan tidak dipercayai oleh mereka jika saya istri anda. Berapa banyak sih wanita tuan muda? Mengapa dia mengatakan banyak yang mengaku sebagai pacar dan istri tuan?" Kaira merajuk pada Eren. Dia berjalan lebih cepat daripada Eren. Membuat Eren semakin pusing dibuatnya. Entah mengapa Kaira menjadi lebih sering marah kepadanya dan parahnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Ada apa lagi sih dia? Mengapa mudah sekali marah? Aku, seorang Eren William bahkan rela mengejarnya? Namun, mengapa tubuhku tidak bisa tidak mengejarnya. Aku bisa gila dibuatnya.


"Ara. Tunggu aku sayang. Jangan ngambek lagi dong.. Ahh Sayang"


Tuan tuan, anda benar-benar lucu. Anda dibuat kuwalahan oleh seorang wanita saja. Rangga dan Anna yang baru saja datang hanya bisa saling menatap dan menggelengkan kepala melihat tingkah laku tuan dan nyonya muda mereka