Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Pilih Aku atau Dia


"Cukup!!!" Bentak Eren. Ia menarik nafas untuk sesaat, menhatur nafasnya yang telah menggebu-gebu agar kembali normal.


"Semua ini salah kamu. Kamu jadi istri ga pernah becus. Sudah masak enak ga bisa, apa-apa ga bisa. Semua harus aku. Sekarang selingkuh pula." Ucap Eren.


"Oh ya satu lagi. Bukankah aku sudah mengatakan bila pernikahan kita hanyalah pernikahan palsu? Kamu adalah penggantinya. Sekarang dia sudah kembali, atas dasar apa kamu mengatakan dia adalah wanita murahan, perebut suami orang?" Imbuhnya.


Kaira masih terdiam bungkam mendengar perkataan Eren. Lagi dan lagi, kata-kata yang paling dia benci keluar dari mulut pria yang paling dia cintai saat ini. "Kamu adalah penggantinya", "Pernikahan palsu" , dan "Istri tak berguna". Kata-kata itu terus saja terngiang-ngiang di telinganya.


"Lalu, apakah kamu pernah mencintaiku mas?" Tanya Kaira lirih.


"Tidak. Sama sekali tidak." Jawab Eren singkat.


"Aku mengerti..."


"Lantas, ucapanmu kemarin-kemarin.. Kata yang kau ucap, kata membahagiakan dan semua janji kamu padaku adalah palsu? Iya?" Kaira mempertegas ucapannya.


Dengan berani, dia mencondongkan wajahnya, mensejajarkan dirinya dengan Eren yang memang tak memiliki perbedaan tinggi yang signifikan.


"Kata-kata cinta darimu itu juga palsu? Bahkan rasa terima kasihmu kepadaku atas apa yang telah aku beri juga palsu?"


Kaira melayangkan segala pertanyaan dan protesnya selama sebulanan ini kepada Eren. Eren memperhatikan dengan lekat, mendengarkan semua protes yang dilayangkan kepadanya. Ada rasa bersalah, sedih dan sakit saat melihat air mata terus berlinang di kedua bola mata cantik dan bening milik Kaira, hidungnya pun telah sangat memerah, tak luput juga wajahnya. Namun, semua itu terkalahkan dengan rasa bencinya akibat kesalahpahaman yang dilakukan oleh Wisnu waktu itu.


Eren tak dapat berkata-kata. Dia terbungkam.


"Sayang, kenapa sih kamu ga cerain dia aja? Lagian dia kan udah ga guna. Biarin aja dia punya hak asuh anak kamu. Kan aku sekarang lagi ngandung anak kamu" Bisik Clara.


"DIAM KAMU!!" Bentak Kaira.


"Saya tidak bicara dengan wanita rendahan sepertimu" Lanjutnya


"Ya, semua itu palsu. Aku bahkan malu akan diriku sendiri, aku malu telah mengatakan itu. Aku benar-benar menyesal telah mencintaimu, mencintai wanita yang bahkan tak bisa menjaga cintanya untuk suaminya" Jawab Eren dingin.


"Baiklah. Aku mengerti. Thanks buat jawabannya." Ucap Kaira lirih.


"Sekarang, jawab pertanyaan aku. Kamu pilih dia atau aku?" Kaira telah pada batasnya. Dia mengucapkan kata-kata yang sama sekali tidak ia harapkan, yaitu berpisah dengan Eren. Namun, dia telah memutuskan, apapun hasilnya, apapun jawaban yang diberikan oleh Eren, dia akan menerimanya.


"Ini keputusan yang berat..." Eren membuka suara dan berhenti untuk sesaat.


Huffttt


"Jujur, melihatmu menangis begini, hati ini merasa sakit dan bersalah. Namun, aku terpaksa untuk menjawabnya" Ucap Eren bertele-tele


"Aku memilih Clara"


Pernyataan yang sama sekali tidak diduga oleh semua orang disana, membuat suasana menjadi hening, namun terdapat berjuta tanya di hati. Mengapa, mengapa harus memilihnya?Mengapa bukan Kaira yang jelas-jelas selalu ada untuknya. Semua mata melotot penuh amarah serta rasa terkejut yang mendalam. Wajah mereka pun memerah.


Kaira mulai kehilangan keseimbangannya. Dia benar-benar tak menyangka apa yang telah didengarnya. Mama Eren langsung mendekatinya, memeluknya dari belakang. Kaira membenamkan wajahnya di tubuh wanita itu.


"Lalu, untuk apa kamu kesini jika hanya untuk menyakitinya? Apa kemarin-kemarin kamu kurang puas, huh?" Tanya Mama Eren yang akhirnya membuka suara.


Eren sama sekali tidak pernah menginginkan untuk melawan ibundanya, bahkan menjawab setiap perkataannya. Dia memilih untuk bungkam.


"Mama ga tau deh Eren apa yang diberikan wanita itu kepadamu hingga kamu melupakan semua yang telah diajarkan oleh mama. Apakah kamu tidak pernah sadar betapa cintanya wanita ini kepadamu? Jika dia mau, dia sudah memenjarakanmu dari dulu, dari dia di dorong, di fitnah bahkan dicemarkan nama baiknya. Tapi, dia selalu saja mengalah. Apa balasanmu? Kamu melakukan hal keji kepadanya" Lanjutnya.


"Mah, tapi mama tahu..."


"Cukup. Jangan panggil aku dengan sebutan mama lagi. Aku cukup muak dengan pria yang berani menyakiti hati seorang wanita." Bentak mama Eren


"Pergi dari sini. Mama ga mau lihat wajah kamu lagi"


"Tapi ma..."


"PERGI!!!" Teriak Mama Eren.


Eren berlalu pergi membawa gadis cantik disebelahnya itu. Clara menang telak, wanita itu menyeringai puas atas kemenangannya kali ini. Dia pulang dengan keadaan bahagia. Akhirnya, dia memiliki seseorang yang dia inginkan.


..............


Di Restoran Sahara Resort


"Duhhh, Rangga kemana sih sampai jam segini ga muncul-muncul. Katanya mau lunch bareng. Terus mau reunian bareng. Tapi, sampai sekarang belum datang juga" Gumam Anna sendirian.


Beberapa menit kemudian...


Sebuah mobil sedan berwarna hitam terparkir tepat di depan Ana.


"Nahh itu dia si anak setan."


Bip bip


Rangga tak pernah lupa untuk mengunci pintu mobilnya. Dia berlari kearah wanita yang telah berdandan cantik dengan baju biasa dengan setengah lengan yang memperlihatkan lengan mulus putih milik Ana. Rok pendek sedengkul dengan dihiasi oleh sepatu cat warna putih menghiasi kaki putih jenjang dan mulus milik Anna.


"Hei, maaf telat" Ucap Rangga sedikit berbasa-basi. Pria itu membuka kaca mata hitamnya dan mengibaskan pelan rambutnya.


"Cihh, sok tampan. Heh lu kemana aja sih? Ini udah jam berapa huh? Gue nungguin lu disini udah sampai lumutan nih." Protes Ana


"Ohh makanya bau kecut"


Rangga!!!" Teriak Ana kepada pria didepannya.


"Stt, ga malu apa dilihatin orang banyak?"


"Hee enak aja. Gue masih mau mempertahankan gelar 'Kulkas tujuh pintu' milik gue" Balas Rangga dengan entengnya.


Mereka berdua terlarut dengan obrolan diantara mereka. Setelah selesai makan, mereka langsung pergi menuju mall dan ke beberapa tempat lainnya. Jarang sekali bagi mereka bersenang-senang dan liburan seperti hari ini, apalagi saat kedua majikan mereka bertengkar. Sungguh menjadi super sibuk. Itu semua melelahkan.


"Semuanya udah. Hadiah dan kejutan buat nyonya Kaira juga udah. Apalagi ya?" Ucap Anna sambil mengeceki semua belanjaan yang ada ditangannya.


"Jangan lupakan cheese cake. Nyonya muda paling suka itu" Rangga mengingatkannya.


"Oh iya. Ehh, tapi kan kita habis ini harus ke acara reunian dulu. Kalau beli sekarang, malah keburu keras kuenya kena angin"


"Mana ada? Kan dalam kardus. Tapi, emang enaknya beli fresh langsung bawa pulang sih" Ucap Rangga menyetujui ucapan Anna.


"Ya udahlah. Kita langsung cuss ke SMA kita"


................


Ditengah-tengah acara reunian, Rangga mendapatkan sebuah pesan dari tuan dan nyonya besarnya.


Tingg


Sebuah pesan masuk mendarat di ponselnya


"Nyonya besar..." Gumam Rangga lirih.


Anna yang sedari tadi bergurau dengan teman-temannya terdiam saat mendapati wajah serius milik Rangga. Wanita itu mulai mendekati pria yang datang bersamanya tadi.


"Rangga, ada apa? Sesuatu terjadi?" Tanya Anna.


"Ahem ahem. Cie cie. Anna sama Rangga ada hubungan apa hayo? Kok kayaknya mesra banget gitu. Mana nempel-nempel?" Ucap seorang teman dari mereka.


"Iya nih bro. Kok lu ga pernah cerita sama gue sih? Saking sibuknya ya?"


Beberapa orang tersebut sibuk dengan menggoda Anna dan Rangga. Mereka berdua hanya tersenyum dan saling menatap. Ada rasa deg-degan dalam hati. Wajah mereka pun memerah. Sungguh manis.


"Bener kan kata gue"


"Apa sih? Gue sama Rangga cuman kebetulan aja kerjanya sama. Gue jadi bodyguardnya istri dari bosnya Rangga. Gitu aja kok" Jelas Anna


Tapi, apakah kalian yakin jika para netizen akan percaya dengan setiap penjelasan darinya? Tentu saja tidak.


Rangga tak menghiraukannya. Sifat cuek dan dinginnya mulai kambuh


"Cihh, dasar kulkas. Dari dulu kulkas sampai kapanpun akan begitu."


"An, gawat. Tuan dan nyonya akan bercerai." Bisik Rangga lirih.


"APA?!!! BAGAIMANA BISA?!!" Celetuk Anna membuat semua orang di ruangan itu menatapnya penuh kebingungan.


"Lu kenapa, An? Ga kesambet kan? Emang Rangga bilang apa?" Tanya seorang sahabat Anna.


"Gak. Gapapa. Ini urusan pekerjaan aja." Jawab Anna


"Makanya jadi orang tuh jangan asal ceplas-ceplos." Ucap Rangga lirih


"Ya maaf. Gue kan cuman kaget. Tapi, ada apa sih?"


"Woyy kalian berdua kalau mau pacaran jangan disini lah. Mana pake bisik-bisik segala. Bikin kita kepo tau ga"


"Iya nih. Sini cerita sama kita awal kalian bisa kerja bareng gitu gimana?"


"Uhmm, teman-teman. Maaf ya, aku sama Rangga sepertinya harus pulang dulu. Kita masih ada urusan yang lebih penting untuk dikerjakan." Ucap Anna tiba-tiba memecah suasana bingung serta penasaran di wajah masing-masing orang di dalam sana.


"Yahh, ga seru dong. Gue masih pengen lihat Rangga berubah tau. Gue bahkan dulu aja hampir ga pernah mendengar suaranya. Sekarang dia juga sedikit bicara. Rangga, kapan sih lu berubah?" Protes seorang teman yang dulunya adalah fans berat Rangga.


Rangga hanya tersenyum kepadanya.


"Kami harus pulang, permisi" Ucap Rangga dingin dan tiba-tiba meninggalkan ruangan.


"Ehh, Rangga. Tunggu!!! Dasar anak setan!!!" Seru Anna


"Kalian, aku pamit dulu ya. Nanti aku ditinggal Rangga malah berabe, aku ga bisa pulang dong. Ya udah ya. See u"


"An, kamu baru punya hari libur kok malah pulang sih sekarang. Woyyy"


Setelah kedua pasangan serasi itu pergi, mereka pun mulai bergosip seperti ibu-ibu kompleks yang rutinitasnya hanya bergosip


"Dengar-dengar sih, bos Rangga yang disebutkan oleh Anna tadi namanya kalau ga salah Eren William deh"


"Temen SMP gue pernah ketemu sama Rangga. Dia adalah ajudan dan sekretaris pribadi dari bosnya disana"


"Tunggu, Eren William? Bukankah dia adalah tuan muda yang terkenal itu? Dia ternyata sudah menikah toh. Jadi ingin tahu wajah istrinya tuan muda."


"Bukannya waktu itu sempat viral?"


"Ya bener sih tapi tetap saja kepo. Waktu itu kan disensor juga wajahnya."


................


Hai guys, menurut kalian lebih baik Kaira cerai secepatnya atau bertahan hingga Eren kembali dalam kehidupannya dan mengisi hari-harinya nih? Yuk jawab pertanyaan di kolom komentar