
Kriinggg... Suara hp Kaira berbunyi. Tertera nama dari seseorang yang tidak asing bagi keduanya.
"Tuan, saya izin mengangkat telepon dari Luna ya." Izin Kaira
"Hmm" Jawab Eren seperti biasanya
Kaira pun berdiri dari tempat duduknya sedikit menjauh dari Eren dan sesegera mungkin mengangkat telepon nya
"Halo. Ada apa lun?" Tanya Kaira
"Ara. Kamu angkat telepon disini saja. tidak perlu kan hingga ke ujung sana? Atau ada rahasia yang tidak ingin aku mengetahuinya?" Terdengar jelas suara diujung sana. Ya tepatnya di meja makan.
Hufft kerasukan apa sih Tuan muda satu ini? Biasanya begitu tidak peduli, mengapa sekarang jadi peduli bahkan dengan hal kecil ini?
"Baik Tuan." Jawabnya.
Luna yang mendengarkan teriakan Eren pun lebih berhati-hati dalam berbicara. Membayangkan bosnya itu marah saja dia sudah merinding apalagi jikalau dia benar-benar menyinggung nya hancur sudah harapannya untuk bekerja. Mana ada kantor yang akan menerima dia jikalau reputasinya di perusahaan Eren yang bahkan sangat berpengaruh dalam dunia bisnis saja telah buruk. Eren pun pasti tidak akan melepaskannya.
"Hai Ara. Kamu disebelah tuan Eren ya sekarang?" Bisik Luna
"Ya begitulah. kamu dengarkan tadi dia berteriak?" Balas Kaira dengan berbisik juga.
"Apa kalian sedang membicarakan aku?" Terdengar suara dari ujung telepon sana. Luna pun semakin ketakutan dan gugup.
"Uhhmm. kai.. a-aku mau tanya dong. bb-boleh kan?" Tanyanya gugup. Kaira pun tertawa mendengarkan kawannya itu gugup
Dasar Kaira sialan. Awas saja kamu nanti. Jika kamu masuk, aku akan menghajarmu habis-habisan. Namun sekarang, jika aku melakukan kesalahan bisa habis aku. Batin Luna
"Udah sih santai saja. Kamu tahu, tuan muda tadi seperti kerasukan setan lho. Tiba-tiba menjadi lembut dan perhatian. Jujur aku suka sih namun juga aneh aja tiba-tiba dia berubah" Kaira sengaja secara blak-blakan memberitahu ke Luna mengenai perubahan Eren pagi ini. Dia bahkan sengaja mengeraskan suaranya agar Eren mendengarkan dengan jelas
"Ara" Teriak Eren.
Bisa dilihat dengan jelas jika Eren mulai tersipu malu. Dia suka Ara-Nya yang seperti ini. ceria dan penuh tawa. Dan dia pun mengakui jika lebih menyukai Eren yang lembut seperti sekarang membuat Eren bahagia sekaligus sedih telah memperlakukan Kaira dengan buruknya
"Kamu tahu, Tuan muda kalau lagi malu lucu banget tau. Kamu mau lihat? aku tunjukin deh pipinya udah kayak tomat tuh hahaha" Kaira semakin menjadi. Eren pun semakin tidak bisa menutupi rasa tersipunya itu.
Duhh awas aja kamu. Nanti di Bali aku akan terkam kamu habis. Batin Eren.
"Udah-udah kasian tuan Eren nya. Kamu juga ga kasian kah sama aku yang sendiri ini? Btw aku mau menanyakan mengapa kamu tidak masuk hari ini? Apa ada sesuatu?" Tanya Luna menyudahi perbuatan Kaira.
"Tidak. Aku baik-baik saja, cuma aku mau pergi..." Sekarang gantian kaira yang tersipu sebelum menjawab pertanyaan Luna
"Pergi kemana hayoo?" Jawab Luna diujung sana. Eren pun mengambil hp Kaira sontak membuatnya terkejut.
"Kami akan pergi berbulan madu. Ada masalah?" Jawab Eren. Sontak Luna pun terkejut mendengar suara Eren yang menjawab pertanyaan nya.
"Ti-tidak tuan." Jawabnya gugup
"Baik jika begitu. Kamu urus semua pekerjaan Ara disana ya. Terserah kamu mau bagi tugas atau bagaimana dengan karyawan lain. Nanti kamu berikan kepada saya. Saya tidak mau setelah cuti, Ara memiliki banyak pekerjaan. Jadi, saya minta tolong kepada kamu untuk menghandle semuanya. Tenang saja nanti akan saya beri komisi kepada kamu dan rekan kamu yang membantu."
"Baik tuan. Terimakasih banyak Saya mohon maaf untuk mengakhiri panggilan terlebih dahulu. Selamat pagi dan semoga bersenang-senang" Luna izin pamit dan memutus teleponnya
"Tuan. Jangan begitu. Bagaimanapun Luna adalah sahabat saya" Bisik Kaira lirih
"Tidak apa. Aku tidak ingin karena cuti, kamu jadi kebebanan tugas. Lagian, saya juga memberikan tambahan bonus kepada mereka. Kamu bisa mendengarnya kan bagaimana bahagianya temanmu itu?" Jelasnya dan berakhir mencium kening Ara-nya.
Sedangkan, di kantor
"Ana, tolong bantu aku dong" Teriak Luna menghampiri meja kerja Zuliana.
"Ada apa sih teriak-teriak? Btw sudah kamu tanyakan mengapa Kai tidak masuk?"Tanyanya
"Nahh ini yang aku mau omongin. Tadi aku kan sudah menghubungi Kaira dan katanya dia mau berbulan madu dong" Kata Luna dengan hebohnya
"Oh kaira mau bulan madu" Ana masih belum menyadari apa yang baru saja Luna katakan dan masih saja menatap komputernya itu
"Tunggu.. Apa? Bulan madu?" Teriak Ana begitu saja yang langsung dibungkam oleh Luna
"Jangan keras-keras lah"
"Maaf maaf. Tapi, bukankah hubungan dia dan bos tidak baik-baik saja? bahkan kira lihat sendiri kemarin kan bagaimana tuan muda memperlakukannnya? Tanya Ana heran
"Aku juga tidak tahu. Ya semoga saja tuan muda sudah benar-benar menerimanya sebagai istrinya. Akan sangat indah hidup kai" Luna membayangkan betapa senangnya menjadi Kaira
3... 2.... 1... Ana pun mengambil sebuah buku dan membentuknya seperti toa
"Woyy" Teriaknya tepat ditelinga Luna. Sontak Luna pun terkejut dan hampir terjatuh...
"Hahaha... Sukurin tuh siapa suruh kamu melamun. Bayangin apaan sih? Jangan bilang lu bayangin hal yang kotor.. Luna Luna. aku tahu kamu jomblo makanya cari sono" Ledek Zuliana
"Hih apaan sih. Aku tuh membayangkan gimana enaknya jadi kaira nanti saat tuan benar-benar menyukainya." Jelas Luna
"Udah udah. Jangan coba-coba jadi pelakor ya. Btw tadi kamu bilang bantu kamu kan? Bantu apa?" Tanya Ana
"Engga lah yakali aku jadi pelakor. Lelaki masih banyak bung. Kan masih ada tuan Rangga" Pipi Luna pun memerah tersipu malu.
"Apa? Tuan Rangga? Si kulkas 7 pintu itu? Ayolah Luna jangan menyiksa diri dengan menyukainya." Kaget mendengar ucapan sahabatnya itu. Ya mereka memanggil sekretaris Rangga sebagai kulkas 7 pintu karena sifatnya yang dingin itu.
"Ahhh pokoknya maunya sama my kulkas. Oh iya tadi tuan muda menyuruhku untuk membereskan semua pekerjaan Kaira dan meng-handlenya selama mereka berlibur. Dia menyuruhku untuk mengajak seorang teman untuk mengerjakan semua pekerjaan kaira. Dia bahkan berkata dia tidak ingin Kaira nanti disibukkan dengan urusan pekerjaan dan memiliki sedikit waktu untuknya setelah berlibur loh. Aduhh coba bayangin gimana ga nge-fly coba aku yang cuma dengernya aja padahal itu bukan buat aku nge-fly apalagi kaira... Ahh andaikan my kulkas bilang begitu kepadaku" Jelas Luna panjangĂ—lebar
"Apa diotakmu hanya ada kulkas 7 pintu itu? Haih lalu tunggu apa lagi? Sekarang kita kerjakan. Pekerjaan kita sendiri saja belum tuntas apalagi milik kaira yang memiliki pekerjaan lebih dari kita"
Dan mereka pun mengerjakan tugas mereka setelah itu mereka membagi dua tugas kaira untuk dilakukan.
........................
Waktu telah menunjukkan pukul 08.30 menandakan bahwa mereka harus segera menuju bandara untuk penerbangan yang telah mereka pesan. Sebelumnya Eren telah memberikan sebuah baju yang memang sudah ia perintahkan kepada Rangga untuk disiapkan untuk kaira sebelum berangkat.
"Ara, cepatlah sedikit, jika tidak kita akan terlambat nanti" Kata Eren sambil memasang jam tangannya setelahnya mengaca dan merapikan pakaiannya.
"Baik tuan" Kaira pun keluar dengan pakaian yang telah diberikan pada Eren. Eren pun langsung terbelalak melihat Kaira mengenakannya. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun itu. warna pink soft yang serasi dengan kulit putih Kaira dan body goals kaira yang membuat siapapun yang melihatnya akan terpana dibuatnya. Lengan yang satu panjang satu lagi tidak berlengan pun menambah kesan elegan dari gaun ini. Ditambah dengan Kaira yang memiliki postur tubuh yang cukup tinggi untuk wanita disekitarnya bahkan paling tinggi diantara teman-teman nya menambah kesan sempurnanya Kaira. Gaun itupun mengekspos kaki kaira yang mulus dan putih karena gaun itu walau pas dengan tingginya namun, memiliki belahan dipinggirnya. Kaira keluar dengan nampak malu-malu menutupi belahan dadanya yang terlihat jelas itu sambil menundukkan kepalanya.
"Tuan, apa ini tidak terlalu terbuka?" tanya Kaira
Eren pun tidak menjawab pertanyaan kaira karena terpana melihat kecantikannya.
"You are really hot and elegant on that dress,Ara. So beautiful and perfect. Saya tidak salah memilih istri rupanya" Puji Eren yang membuat Kaira semakin malu dibuatnya. Tak lama, Rangga pun mengetuk pintu kamar mereka menjemput mereka.
Tok tok tok...
"Tuan, Nona, maafkan saya mengganggu kalian, namun ini sudah pukul 08.30 yang menandakan kita harus segera berangkat menuju bandara. Takutnya nanti kita akan tertinggal." Kata Rangga mengingatkan mereka
"Baiklah." Mereka pun keluar kamar.
"Nona benar-benar cantik hari ini" Puji Rangga untuk Kaira. Eren pun terlihat terbakar disana apalagi melihat Kaira tersenyum kepada sekretaris nya itu
"Sudah bicaranya? Rangga bantu saya memindahkan semua barang ke bagasi" Ucap Eren cemburu
"Maaf tuan"
Eren pun menggandeng kaira sambil berbisik lirih di telinga kaira
"Saya menginginkan senyummu itu hanya untuk saya. Mengerti?" Ucap Eren kepada kaira sedikit mengancam
"Baik tuan" Jawab Kaira pasrah
Dia cemburu?Lucu juga jika tuan muda cemburu ya. Begini toh rasanya dicemburuin oleh seseorang.. Bahagianya. Andaikan Tuan Eren akan selamanya begini. Betapa indahnya hidupku ini kedepannya. Batin Kaira sambil tersenyum sendiri
"Kamu kenapa? Apa sedang membayangkan pria lain?" Tanya Eren melihat istrinya itu senyum-senyum sendiri
"Mana berani saya berbuat begitu. Lagipula saya tidak menyukai siapapun selain..." Kata-kata kaira tertahan
"Selain siapa? Jawab" Ucap Eren penasaran sekaligus kesal
"Selain tuan. Entah ini pantas atau tidak untuk diucapkan. Namun, saya benar-benar telah jatuh hati pada tuan" Jawab Kaira sambil menundukkan kepala. Dia tidak ingin menunjukkan wajahnya sekarang
"Bodoh. Jika kamu ingin mengucapkan sesuatu maka katakanlah. Tidak ada yang melarang. Jika memang kamu mencintai saya maka kamu harusnya berjuang untuk membuat dirimu pantas bagi saya."
Apa urat malu orang ini sudah putus? Mengapa dia begitu percaya diri seperti itu sih? Seperti dia adalah dewa sedangkan aku hanyalah rakyat biasa. Batin kaira.
Tuan tuan. bukan seperti itu mengejar wanita. Jika seperti ini yang ada malah membuat nyonya muda semakin tidak menginginkan anda. Turunkan gengsi anda sedikit tidak bisakah? Mengapa anda tidak jujur saja sih? Ini malah terdengar seperti anda sengaja membuat kaira untuk mengejar anda. Suara hati Rangga mulai bergejolak tidak habis pikir dengan tuannya itu.
Tidak berselang lama, mereka pun tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta. Setelah mereka tiba, mereka pun langsung melakukan boarding.