
"Aku adalah Kaira Luna, istri dari Eren William. Jika aku tidak pintar..." Ucap Kaira dengan memunggungi Wisnu
Kemudian, Kaira menoleh ke belakang
"...Apakah aku pantas bersanding dengannya?" Lanjutnya.
Wisnu dan Kaira telah sepakat untuk bekerja sama tentang proyek kala itu. Semua berjalan lancar dan tak ada satupun kesalahan disana. Usia kandungan Kaira pun telah memasuki bulan ke tujuh. Dia sangat bahagia, karena tak lama lagi dia akan menjadi seorang ibu dari sosok mungil yang selama ini dia nantikan.
Acara tujuh bulanan pun diselenggarakan. Serangkaian acara adat Jawa pun dilaksanakan. Dia tak terlalu mengerti tentang itu. Dia hanya mengikuti arahan-arahan yang diberikan mertuanya padanya.
Hingga saatnya tiba, pemutaran video mereka berdua yang telah melalui susah senang bersama. Nampak dengan jelas senyum di bibir merah Kaira dan Eren disana. Namun, hal tak mengenakkan akan terjadi setelahnya
Clara nampak celingukan didepan ruang yang diduga adalah ruang pemutaran video nanti akan dilaksanakan. Dia telah mengganti CD yang seharusnya berisikan kenangan manis antara Kaira dan Eren, dia rubah dengan Eren yang bermalam dengannya tanpa busana di sebuah hotel beberapa saat lalu.
Malam itu...
Seseorang mengirimkan email pada Eren yang mengatakan ingin bekerja sama dengannya. Namun, anehnya klien tersebut ingin bertemu di bar. Mungkin ini adalah hal yang biasa bagi sebagian pimpinan perusahaan, namun sepertinya ini terlalu direncanakan.
"Lho mas, kenapa kok bangun lagi?" Tanya Kaira yang melihat Eren terbangun dari tidurnya.
"Seseorang mengatakan ingin bertemu..." Jawab Eren
"Bertemu? Ini sudah jam berapa?" Ucap Kaira terkejut.
"Enggak. Kita baru aja bersatu lagi. Aku ga akan izinkan kamu kemanapun." Kaira melarangnya dengan keras. Namun seperti biasa, Eren sama sekali tak menggubris ucapannya.
"Tch" Eren berdecak kesal. Dia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan memakai pakaiannya. Dia benar-benar kesal jika ada seseorang yang melarangnya untuk melakukan sesuatu.
"Mas!!! Kamu benar-benar tak mau mendengarkan ucapanku?" Teriak Kaira dari tempat tidurnya
"Bukan ga mau dengar ya. Tapi, kamu tahu sendiri aku ini bos. Aku harus siap 24 jam jika ada klien yang mau bertemu. Jika kamu tidak bisa mengertinya, maka buatlah saja surat cerai dan aku akan menandatanganinya" Jawab Eren dengan entengnya. Pria itu sepertinya benar-benar melupakan kejadian beberapa hari lalu. Dia benar-benar lupa bila dirinya lah yang memohon pada Kaira waktu itu.
"Baiklah baiklah jika kamu mau pergi. Aku akan kembali lagi ke rumah mama dan tidak akan pernah kembali kemari" Ancam Kaira.
Pria tinggi besar itu berhenti seketika di ambang pintu. Dia teringat kan kejadian malam itu. Dia berlari secepatnya sebelum Kaira benar-benar merajuk.
"Maaf maafkan mas. Jangan marah dong. Nanti cantiknya hilang" Rayu Eren. Dia berlutut di hadapan Kaira
"Suruh siapa mas ga dengerin ucapan Ara. Kan Ara sendirian lagi disini hiks" Ucapnya memelas
"Mas janji deh mas ga bakal lama. Setelah jumpa klien, mas akan pulang,ok? Mas nanti belikan kamu martabak manis rasa keju ya?" Sekali lagi Eren merayu wanita di hadapannya itu.
"Janji ya?" Kaira benar-benar manja padanya saat ini
"Janji. Nanti, ditemani Ana ya?" Eren bangkit dari berlututnya. Pria itu mengelus-elus lembut rambut istrinya tercinta. Lalu, dia mencium kaira mesra.
"Yaudah, mas pergi dulu ya" Pamitnya
"Mas hati-hati ya" Teriak Kaira dari dalam kamar. Dia terus menatap kearah punggung pria itu hingga menghilang dibalik tangga.
Huffttt... Sendiri lagi, menyendiri lagi. Disaat-saat dirimu pergi... Ehh gitu ga sih lagunya? ~Batin Kaira.
"Ana, hari ini kamu beristirahatlah. Nanti aku akan meminta Rangga kemari menjagamu dan nyonya. Kamu temani Ara tidur" Pesan Eren. Pria itu pergi meninggalkan rumahnya.
Tak berselang lama, Rangga telah sampai disana.
"Selamat malam tuan muda" Sapa Rangga
"Hmm. Jaga Ara dan Ana. Jika terjadi sesuatu, aku tidak akan memaafkanmu"
"Baik tuan" Rangga langsung pergi menuju ke depan kamar Eren dan berdiri didepannya tanpa kata
"Nyonya, kemanakah tuan pergi?" Tanya Ana
"Humm entahlah. Dia hanya mengatakan bila dia harus bertemu klien malam-malam begini" Jawab Kaira
"Aku ingin minum." Ucap wanita itu
"Apakah nyonya butuh saya temani?" Tawar Ana
"Ga perlu"
Kaira membuka pintunya dan betapa terkejutnya dia melihat sosok tinggi besar Rangga berdiri tepat didepan kamarnya
"AHHHH!!!" Jerit Kaira
Ana langsung berlari setelah mendengar suara jeritan dari Kaira
"Nyonya muda, nyonya kenapa?" Tanya Ana
"Itu... Itu..." Ucap Kaira yang masih menutup matanya dan menunjuk ke arah Rangga
"Pfttt, hahaha" Ana tertawa lepas. Dia mengakak melihat ekspresi majikannya itu
"Saya Rangga, nyonya. Tidak perlu ada yang ditakutkan" Ucap Rangga lembut
"Ahh kamu ga asyik. Bisa ga sih jadi orang jangan kek patung gitu? Berdiri tanpa suara, bahkan suara langkah kaki dan nafasmu pun tak terdengar" Curhat Kaira. Jantung wanita itu masih berdegup sangat kencang
"Maaf, nyonya. Tuan muda memberitahukan untuk tidak kencang-kencang dan membangunkan Anda" Jawab Rangga
"Terus, Eren kemana sih sebenarnya? Mengapa dia harus malam-malam pergi keluar?" Tanya Kaira menyelidik
"Ada janji temu dengan klien di sebuah club malam milik klien tersebut kata tuan" Jawab Rangga polos
"Dengan siapa?Lalu, kenapa harus malam-malam sih? Emang dia ga tau apa etika mengirim pesan ke seseorang dimalam hari?" Ucap Kaira kesal
"Maafkan saya, Nyonya. Saya hanyalah sekretaris tuan dan tidak berhak ikut campur dalam urusannya. Lebih baik nyonya muda tidur sekarang daripada nanti tuan marah" Rangga memperingatkan Kaira
Disisi lain...
"Cihh, singkirkan tangan kotormu itu!!!" Bentak Eren. Dia menghempaskan tangan Clara hingga tubuhnya terpental. Namun, Clara tak ingin menyerah. Dia ingin membalaskan perbuatan Kaira kala itu saat dia mempermalukan Clara didepan umum dan Wisnu.
Clara mengepalkan tangannya. Rasanya, dia ingin sekali mencabik-cabik Eren. Jika bukan karena Eren sekarang adalah seorang pengusaha sukses, mana mungkin dia akan melakukan hal hina seperti ini?
"Apakah kamu lupa dengan pesan yang aku kirim tadi?" Tanya Clara. Wanita itu masih saja menempel kegatelan pada Eren
"Jadi, kamu yang mengirimkannya padaku? Kamu benar-benar tak berperasaan. Lebih baik aku pulang saja!!!" Ucap Eren berlalu.
Namun, belum sempat dia meninggalkan pintu, obat yang diberikan oleh Clara pun telah bekerja. Sedangkan, wanita cantik namun murahan itu menyeringai kegirangan. Dia memanfaatkan situasi ini dan membawanya menuju ke kamarnya di Club malam tersebut. Tentu saja, Wisnu tak mengetahuinya. Clara hanya berkata untuk tidak pulang malam ini karena ada urusan.
Namun, ternyata Wisnu berada disana dan menyaksikan segalanya. Dia menyaksikan Clara menggeret tubuh Eren ke dalam kamar tersebut dan memotretnya. Dia berencana untuk memberitahukan kepada Kaira, namun dia mengurungkan niatnya
Jika aku memberitahukan hal ini kepada si cantik waktu itu, aku takut sesuatu terjadi pada dirinya. Bagaimana pun, dia sedang hamil...~Batin Wisnu
Hingga pagi, Eren tak kunjung datang membuat Kaira khawatir setengah mati
"Mas Eren? Mas belum datang?" Tanya Kaira panik
Ana hanya menggelengkan kepala
"Enggak, aku harus cari mas Eren. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?" Kaira langsung bangkit dari tempat tidurnya dan perutnya keram seketika
"Ahhh" rintihnya
"Ara!!!" Teriak Eren. Dia meletakkan bingkisan ditangannya itu secara sembarangan
"Duduk dulu disini ya. Jangan banyak bergerak" Ucap Eren
"Kamu kemana aja sih,mas? Bukankah katamu kamu akan kembali malam ini? Mengapa kamu tidak memenuhinya?" Tanya Kaira. Air mata menetes dari matanya membuat Eren merasa sangat bersalah.
Bagaimana aku harus menjelaskannya pada Kaira? Dia pasti mengamuk habis-habisan ~Batin Eren
Pagi ini, Eren bangun dalam keadaan telanjang bulat dengan Clara yang juga tak mengenakan sehelai benangpun disampingnya. Dia melihat ada bekas jejak kiss Mark diseluruh tubuhnya. Sebelum Clara bangun, Eren sesegera mungkin pergi dari tempat hina itu.
"Aku... Aku hanya tak sengaja ketiduran di mobil. Aku juga baru saja pulang kok. Baru jam 5 pagi" Jawab Eren gugup
"Tapi, kamu gapapa kan?" Tanya Kaira khawatir.
Demi menutupi rasa bersalahnya, pria itu mengecup halus kening Kaira
"Kamu lihat sekarang aku baik-baik saja kan? Jangan khawatir lagi ya. Kasihan sama dedeknya tuh" Ucap Eren.
Untungnya, Eren sempat membersihkan tubuhnya sebelum kembali ke rumah.
...............
Saat pemutaran video disana, awalnya terlihat tak ada yang mencurigakan. Semua berjalan dengan lancar. Kaira semakin tersenyum lebar. Eren memeluk istrinya itu dari belakang
"I love you, Ara" Bisik Eren membuat pipi kaira memerah seketika
"I love you..." Saat akan membalas ucapan cinta dari Eren, terpampang jelas disana foto Eren dan Clara sangat mesra. Mereka tertidur di dalam kamar yang sama dan sama-sama telanjang bulat hanya saja mereka dibalut oleh selimut.
"Lepaskan!!!" Bentak Kaira.
"Apa maksud kamu ini huh? Apa ini yang kamu maksud sebagai kejutan? Jika iya, terima kasih!!! Tidak seharusnya saat itu aku memaafkanmu" Ucap Kaira sambil berlalu pergi. Wanita itu menangis sejadi-jadinya, lebih tepatnya dia malu saat melihat dirinya diselingkuhi secara terang-terangan oleh suaminya. Suaminya mempublikasikan hubungannya dengan mantan lamanya membuat hati kaira tersayat-sayat. Benar-benar memilukan
"Hiks hiks. Kenapa kamu begitu jahat, mas? Setelah apa yang aku berikan padamu. Setelah janjimu untuk membahagiakan ku dan tidak akan bermain gila dan mengusir Clara dari rumah, ini yang kamu lakukan dibelakang aku? Apa kurangnya aku sih mas. Huhu" Kaira berteriak sekencang-kencangnya di balkon tempatnya mengadakan acara saat ini. Dia benar-benar tertekan. Dia benar-benar hancur saat ini dan mungkin dia takkan pernah bisa menjadi seperti dulu lagi.
"Ara, itu tidak seperti yang kamu pikirkan... Aku ga tau. Aku dijebak waktu itu..." Jelas Eren
"Katakan. Kapan kejadian itu terjadi?" Kaira sama sekali tak mau menoleh kearah suaminya
"Ohh atau yang waktu itu ada seseorang yang mengirimkan email kepadamu dan janjimu akan pulang setelah selesai, tapi kamu malah tidak pulang hingga pagi?" Tanya Kaira
Eren tak bisa berkata apapun lagi. Dia bungkam. Dia menyesal kala itu tidak mengikuti masukan Kaira dan malah membentaknya
"Kamu bilang kamu ketiduran di mobil dan ternyata kamu BUKAN ketiduran, tapi malah bermalam bersama wanita itu?!!" Bentak Kaira. Kaira berbalik badan dan betapa terkejutnya Eren melihat istrinya itu hancur
"Waktu itu, aku sudah memperingatkan kepadamu, mas. Aku sudah katakan jangan pergi. Tapi apa? Kamu malah membentakku dan berkata jika aku tidak bisa mengertimu, maka kita cerai saja!!!" Lanjut Kaira
"Ohh, atau ini alasan kamu mengatakan CERAI(menekankan) padaku waktu itu?Kamu ingin menikahi wanita masa lalumu itu? Aku ini kurang apa sih mas? Aku sudah memberikan semua hidupku untukmu."
Emosi kaira masih meledak-ledak
"Sudahlah, memang beginilah takdirku. Selalu disakiti..." Ucap Kaira mereda, namun membuat Eren semakin frustasi dan tak tahu harus berbuat apa
"Aku terima. Aku terima jika keluargaku meninggalkanku, membuangku layaknya sampah. Aku terima tak ada seorang pun mencintaiku bahkan suamiku sendiri. Aku terima jika kamu akan membuangku layaknya keluarga ku membuangku. Aku terima semua takdirku." Kata-kata menusuk hati keluar dari mulut Kaira. Semua orang yang menyaksikan pun merasa iba dengan wanita itu. Memang itu terkesan berlebihan,namun itulah yang kaira rasakan saat ini. Dia hanya selalu bisa memberikan cinta kepada semua orang, namun tak ada seorang pun memberikan hal yang sama padanya.
"Maaf. Aku tahu aku salah. Aku tahu aku tak termaafkan. Tapi, please Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya" Ucap Eren. Pria itu mendekat ke arah istrinya dan ingin mendekap istrinya erat
"Jangan mendekat..."
"AHHHH" Rintih Kaira. Perutnya kembali keram. Namun, sepertinya bukan hanya keram, namun kontraksi.
Tak lama kemudian, kesadaran Kaira mulai memudar. Dia pingsan seketika.
"ARA!!!" Teriak Eren. Dia menangkap kaira tepat pada waktunya
"Ara, bangun. Jangan tinggalin aku. Please. Bangun" Ucap Eren panik
"Pa, ma, panggil ambulance secepatnya. Bawa Kaira secepatnya" Panik Eren. Pria itu meneteskan air mata rasa bersalah tanpa henti. Dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya.
Hingga tak lama kemudian, Ambulance pun datang. Eren menggendong Kaira ke dalam mobil ambulance. Terlihat jika di kakinya mulai muncul darah. Dia pendarahan. Eren hanya bisa berdoa supaya keduanya dapat diselamatkan. Jika tidak, dia akan menyesal seumur hidupnya.
..........
Setelah baca, biasakan like dan komen ya kawan-kawan.