
Setelah mendapatkan kunci kamar keberadaan Kaira dan Wisnu, Eren langsung pergi menuju ke ruang tersebut tanpa basa-basi. Suasana menjadi ricuh dan tegang seketika. Hiruk pikuk para tamu disana perlahan mulai sirna setelah melihat tuan muda yang sangat terkenal itu berlarian di koridor hotel dengan ekspresi takut, gelisah, kecewa dan marah di waktu yang bersamaan. Bahkan, setiap orang yang dilaluinya, dia dorong dengan kuat hingga terjatuh ke lantai tanpa permintaan maaf sedikitpun keluar dari mulut merahnya.
Di dalam kamar...
Kaira membuka matanya. Dia melihat seorang pria disampingnya, polos dan tidak mengenakan sehelai benang pun
"AHHHH" jerit Kaira. Reaksi obat selanjutnya masih belum bekerja.
"Wisnu, ngapain kamu disini? Mana ga pake baju" Ucap Kaira. Wanita itu menutupi dirinya dan matanya dengan selimut itu.
"Memangnya kenapa? Tadi kamu di resto pingsan ya aku bawa kamu ke sini lah." Jawab Wisnu dengan entengnya
"Kalau begitu aku saja yang..."
Ughhh, kenapa ini panas sekali? ~Batin Kaira.
Kaira benar-benar tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
Brukkk
Dirinya akhirnya terjatuh dalam pelukan Wisnu, di atas badan kekar milik pria itu. Nahasnya, saat hal tersebut terjadi, suara pintu terdengar nyaring diujung sana.
Kriekkk
Betapa terkejutnya Eren saat melihat istrinya berada di atas pria lain yang merupakan temannya sendiri.
"APA-APAAN INI?!!" Teriak Eren di ambang pintu.
Kaira terpelonjak kaget saat melihat Eren di sana. Dia berusaha untuk bangkit walau kepalanya masih sangat pusing
"Mas!! Ini tidak seperti yang kamu bayangkan" Teriak Kaira dengan suara seraknya
Brukkk
Kaira terjatuh di lantai kamar tersebut. Dirinya berusaha untuk bangkit untuk mengejar suaminya sendiri, namun dirinya tak mampu
Yes, berhasil.~Batin Clara kegirangan.
"Hiks hiks hiks" Kaira menangis memeluk dirinya di lantai kamar VVIP tersebut, sedangkan Eren tetap pergi menjauh darinya, tak menoleh ke belakang lagi.
Bodoh, kaira bodoh. Kenapa lu bisa-bisanya kejebak sama kedua pasangan ini?! Sekarang lihat kan? Mas Eren ngamuk. Kaira memaki dirinya sendiri dalam hati.
Ana yang sedari tadi terdiam melihat keadaan wanita itu, sekarang dirinya berlari ke arah Kaira
"Nyonya!!! Nyonya muda gapapa?" Tanya Ana memapah Kaira untuk bangkit
"A-aku gapapa. Tapi, mas Eren..." Kaira merentangkan tangannya seakan ingin menggapai Eren yang telah menjauh itu.
"Udah ya. Nyonya pulang sama saja. Nanti kalian bisa bicarakan itu baik-baik di rumah" Ucap Ana menenangkan Kaira.
.............
Di rumah mewah Kaira dan Eren...
Brakkk
Eren membanting segala sesuatu yang ada
"Tuan muda, tolong anda tenang dulu. Ada apa?" Ucap bibi berusaha menenangkan.
"Tch, bi. Apa sih kurangnya aku? Aku sudah berusaha untuk berubah, menjadikan dia seorang ratu. Tapi apa? Dia berselingkuh dengan pria lain bi" Air mata Eren keluar dan membasahi pipinya. Bibi tersenyum hangat padanya
"Sudah ya, den. Bibi kenal persis sama Raden, sama non Kaira juga. Non Kaira bukan wanita seperti itu. Bisa jadi kan dia dijebak?"
"Mana mungkin dijebak tapi dia terlihat begitu bersemangat?" Tanya Eren frustasi.
Sungguh hal tersebut membuat jiwanya terguncang, kepercayaannya pada Kaira pun hilang sudah.
"MASS!!! MAS EREN!!" Teriak Kaira dari kejauhan
"Mau apa lagi kamu? Apa ga cukup buat aku sakit? Aku sudah berusaha berubah lho. Aku sudah turuti semua kemauan kamu. Aku juga sudah berusaha bahagian kamu. tapi, apa faktanya? Kamu menduakan aku dengan Wisnu? Kamu bilang kamu ga ada hubungan apapun dengannya." Celetuk Eren panjang lebar.
"Mas, dengerin penjelasan aku dulu." Kaira menarik nafas panjang, sesekali memegangi kepalanya yang masih terasa sangat sakit dan berat itu
"Aku dijebak, Persis seperti apa yang dikatakan bibi. Kamu tahu aku janjian di Cafe untuk membahas proyek dan aku ga tau apa yang dimasukkan oleh pria itu. Aku yakin Clara adalah dalang di balik ini" Ucap Kaira mencoba menjelaskan
"Clara lagi Clara lagi. Ga usah kamu bawa-bawa nama wanita itu. Kamu sama dia ga ada bedanya tau ga? Sama-sama tukang selingkuh."
"Sudahlah aku capek." Lanjut Eren sambil berlalu pergi.
Pria kepar*t. Pria sialan. Pria baj*ngan. apa dia tidak tahu betapa menjijikkannya dia hingga membuatku dan Eren salah paham? Aku tidak akan memaafkan kamu kali ini Wisnu. Cukup. Cukup sudah semua ini!!!~Umpat Kaira dalam hati
Kebencian dan dendam dalam hatinya membara begitu besar. Dia bersumpah untuk membalas semua perbuatan kedua pasangan itu, pasangan yang hanya tau merebut suami/istri orang lain.
Beberapa saat kemudian...
Eren keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi dan wangi.
"Mas, kamu mau kemana? Ini sudah tengah malam" Kaira mencegah kepergian Eren
"Menyingkirlah" Bentak Eren kasar.
"Aku muak melihat wajahmu apalagi terbayang-bayang adegan tadi siang. Biarkan aku sendiri. Aku benci kamu" Ucap Eren penuh emosi
"Mas" Kaira memegang tangan Eren. Pria itu menghentikan langkahnya. Dia benar-benar tak tega dengan Kaira sebenarnya,namun hatinya terlanjur sakit. Sakit sekali.
"Ok, aku salah. Aku terlalu mudah untuk dibodohi, tapi apakah kamu tak bisa memberiku satu kesempatan sekalipun?" Tanya Kaira
"Mas, aku ini istri kamu. Kapan sih kamu mau percaya sama aku? Aku dijebak mas. Aku sama sekali ga ada niatan untuk selingkuh" Lanjutnya
"Sudah ngocehnya? Tetap saja aku tak percaya lagi dengan omong kosong mu itu."
Eren menghempaskan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Kaira yang berdiam dan mematung di sana.
Kaira berlari kembali ke kamarnya.
"Arghhhhhh" Pekik Kaira
Kaira menarik keras seprainya, melempar semua alat yang ada di hadapannya dan memberantakkan seluruh make up yang ada di mejanya. Setelah itu, dia menjatuhkan diri perlahan ke lantai.
"Huhuhu. Kenapa gue begitu bodoh sih? Kenapa gue mau diajak? Sedari awal gue merasa curiga kenapa ga langsung bilang sama mas? Kalau ini ga terjadi, mas bakal tetap percaya sama aku" Gumam Kaira sendirian
"Enggak. Ini semua salah mereka. Mereka yang selalu membuatku begini. Tapi, kenapa sih mas Eren begitu susah percaya sama aku? Padahal, sebelumnya dia memperlakukan aku dengan begitu buruk, dia selingkuh, dia bahkan mengizinkan selingkuhannya tinggal di rumahnya. Apa itu tidak lebih keterlaluan? Tapi, mengapa seakan-akan aku yang jahat sih" Lanjutnya
"Ahhhhh" Jerit Kaira sambil mengacak-acak rambutnya
Tok tok tok
Suara seseorang mengetuk pintu terdengar di sana. Kaira tak menghiraukannya. Dia terus saja mengacak-acak rambutnya, menariknya bahkan dia memegang sebuah cutter di tangannya.
"Nyonya muda, nyonya gapapa kan?"
Firasat Ana tidak enak, sesuatu pasti terjadi pada Kaira
Srakk srakk srakk
Suara sayatan terdengar dari dalam kamar itu membuat Anna semakin panik.
Sedangkan, wanita yang berada di kamar itu tengah menikmati aktivitas barunya itu.
"Ahhh... Stttt... Sakit. Tapi, mengapa ini begitu mengasyikkan? Benar kata Rania. Ini benar-benar spektakuler" Gumam Kaira sendiri.
Wanita itu layaknya orang stress saat ini. Dirinya selalu terngiang-ngiang omongan Eren tadi. "Aku benci kamu. Aku muak melihat wajahmu" Kata-kata itu selalu berputar-putar dalam otaknya. Lagi dan lagi. Seperti seseorang dengan sengaja memutarnya, sebuah film yang begitu memilukan.
"Sudah cukup sudah. Berhenti ahhh" Jerit kaira sendiri. Dia menutupi telinganya.
Anna memutuskan untuk mendobrak pintunya. Betapa terkejutnya dia melihat tangan penuh darah serta cutter yang telah dipenuhi dengan darah tergeletak di sana.
"Non. Jangan begitu non. Masih ada Anna disini. Non jangan begini" Ucap Anna
Dia tanpa basa basi memeluk Kaira dengan erat
"Anna, apakah aku telah melakukan kesalahan besar yang bahkan tak dapat dimaafkan? Mengapa pria itu tidak mempercayaiku?"
"Sudah non sudah. Lebih baik, non tidur saja sekarang ya. Anna temani" Ucap Anna menawarkan diri.
"Terima kasih"
Berhasil. Anna dapat menenangkan Kaira dalam dekapannya. Wanita itu menepati janjinya, menemani kaira hingga terlelap. Bibi tersenyum melihat mereka berdua
Anna, kamu memang malaikat pelindung bagi Kaira. Kasihan gadis cantik ini. Sudah berapa kali dia tersiksa batin karena suaminya sendiri. ~Batin bibi.
*Aku bisa mengerti perasaanmu, Nyonya. Anda sangat menderita pastinya. Entah sampai kapan anda akan disakiti oleh mereka-mereka yang jahat? Saya merasa tidak tega saat melihat anda begitu stressnya memikirkan bagaimana cara menebus dosa kepada suami anda sendiri. Kata mbok, tidak dipercayai suami sama saja dengan kiamatnya para istri. ~Batin Anna
Anda sudah cukup banyak menderita. Mungkin, jika itu saya, saya sudah mengajukan perpisahan sedari awal, sedari saya tahu suami saya berselingkuh. Anda memang benar-benar wonder woman*. ~Lanjut Anna dalam hati