Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Dia kembali?


Lima bulan kemudian...


Kehidupan Kaira dan Eren semakin lama semakin harmonis. Mereka saling mencintai dan sangat bahagia. Apalagi, Clara tidak pernah muncul dalam rumah tangga mereka.


Kaira sudah benar-benar berhenti bekerja dari perusahaannya. Namun, terkadang dia masih datang mengunjungi kantornya hanya sekadar untuk mengantarkan makanan kepada Eren maupun bermain dengan teman-temannya


"Huh, bosannya... Hmm gimana kalau ke kantor mas aja? Lagian dirumah ga ada kegiatan juga jenuh. Kalau dikantor mas kan aku jadi bisa refreshing juga?" Kaira memutuskan untuk pergi ke kantor Eren. Dia menyiapkan bekal untuk suaminya tercinta, menaruhnya disebuah tempat yang bernama "Rantang" dan membawanya. Setelah dia selesai menata apa yang akan dia bawakan untuk suaminya, Kaira pun ke kamar untuk berganti pakaian. Perutnya saat ini semakin membuncit. Tak lama lagi, dia akan melihat baby kecilnya lahir ke dunia, pada saat itulah kebahagiaan akan terpancar jelas diwajah mereka.


Sedangkan disisi lain...


"Kamu!!! Kamu dasar pelakor ga tau diri. Berani-beraninya kamu menggoda suamiku hingga hamil anaknya?" Ucap seorang wanita cantik dengan usia sekitar 35-40 tahunan itu.


PLAKKK.


Clara mendapatkan tamparan di wajahnya. Pipinya memerah. Dia memegangi pipinya yang terasa panas itu, matanya berkaca-kaca.


"Clara, kamu gapapa sayang?" Ucap seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah yang tak lain dan tak bukan adalah suami Clara saat ini. Dia membantu Clara berdiri.


"Ma, sudahlah ma. Kamu itu yang sabar. Clara kan lagi hamil. Kalau kamu begini terus, lebih baik kita pisah. Percuma saja aku menikahi wanita yang bahkan tidak bisa memberiku keturunan sepertimu" Ucap pria.


Mak jlebb rasanya. Sakit sekali hati wanita itu pastinya. Pria itu meninggalkan istrinya mematung sendirian.


Cihh, menyesal aku menikah dengan pria buaya sepertimu. Sudah tua bangka, masih saja mencari seorang wanita pelatchur sepertinya. Batin wanita itu.


Memang wanita itu juga salah, dia sama sekali tidak menginginkan untuk hamil, karena baginya itu hanya akan membuang waktu dan membuat badannya membesar dan jelek. Namun, pada dasarnya, wanita itu juga merupakan seorang pelakor dari istri pertamanya. Dia bahkan lebih sadis dibandingkan dengan Clara. Waktu itu, Pria paruh baya yang dia nikahi bukanlah seorang buaya, namun seorang lelaki yang setia. Setelah mengenalnya, dia mengenal apa yang dimaksud dengan perselingkuhan dan kenikmatan yang dia dapatkan setelah menjalaninya.


Pria paruh baya itu bernama Nicky Jordan, seorang produser sekaligus sutradara di beberapa film terkenal di seluruh dunia. Tak heran banyak aktris muda yang bahkan mau menjadi selirnya. Bagaimana tidak, dia selalu menawarkan iming-iming bermain film di salah satu film produksinya. Tak ada satupun filmnya yang gagal hingga detik ini, tidak peduli apapun genrenya dan tidak peduli apapun pemerannya, dapat dipastikan bila mereka akan menjadi sangat terkenal. Bahkan, mendapatkan kesempatan untuk bermain difilmnya saja sudah merupakan anugerah terindah bagi para aktris dan model didunia hiburan.


Pria kelahiran 1972 itu, mengawali karirnya saat dia masih muda. Dia selalu ditemani oleh sang istri yang bernama Liliana Putri, yang merupakan seorang wanita cantik asal Indonesia yang sangat miskin dan kasihan waktu itu. Nick sangat mencintainya hingga pada suatu ketika, karena kecerobohan Lilia yang mengundang masuk seorang temannya yang baru saja ia kenali yang bernama Jessica. Jessica awalnya baik sekali kepada Lilia, namun siapa sangka, Jessica lah yang telah merenggut nyawa Lilia saat Lilia sedang bersantai di balkon rumahnya. Dia mendorongnya secara sengaja dan terjatuh hingga mati seketika.


"Kamu gapapa kan, Clara?" Tanya Nick pada istri mudanya itu


"Gapapa bagaimana sih mas? Istri kamu itu semakin lama semakin kebangetan. Pokoknya, kalau kamu ga talak istri kamu itu dan menikah secara sah denganku dalam tiga hari ini, aku akan pergi dari sini" Ancam Clara. Pria itu terkejut bukan kepalang. Dia mulai kelabakan.


"Ja-jangan gitu dong sayang. Kamu tahu sendiri kan jika Jessica(nama wanita itu) merupakan aktris senior dan dia menghasilkan banyak duit untukku? Kamu juga kan yang menikmatinya" Pria itu mencoba merayu Clara. Namun, tekad Clara sudah bulat. Dia tetap ingin berpisah jika pria itu tidak menginginkan untuk melepaskan istri keduanya itu.


............


Sesampai di kantor...


"Hai mas. Tumben masih belum selesai? Biasanya kamu udah selesai dan menantikan kedatanganku" Eren menutup laptopnya setengah dan melihat sosok wanita yang selalu ia rindukan saat dia berada dikantor.


"Hai manisku. Kamu disini sama siapa?"


"Sama sopir lah yakali sendirian. Aku ga mau terjadi apa-apa sama junior kita." Kaira menunduk dan mengelus-elus halus perutnya yang sudah semakin membesar.


Dungg.. Dungg... Kaira merasakan baby nya sedang menendang-nendang perutnya


"Ehh mas, siniin deh tangannya" Ucap Kaira dengan mata berbinar senang


"Ada apa sih?" Tanpa banyak basa-basi, kaira langsung mengambil tangan suaminya itu dan meletakkannya diperutnya. Eren dapat merasakan pergerakan dari junior mereka


"Wahh, dia nendang-nendang." Eren yang awalnya lemas dan loyo akibat pekerjaan bertubi-tubi yang harus dia kerjakan pun kembali bersemangat. Dia membelalakkan matanya dan dengan asyiknya merasakan gerakan demi gerakan si buah hati.


Eren menundukkan kepalanya dan mensejajarkannya dengan perut kaira seraya berkata


"Hai jagoan Ayah. Kamu apa kabar nak? Kamu semakin besar ya, sekarang sudah bisa nendang-nendang"


Tok tok tok...


Seseorang mengetuk pintu ruangan Eren.


"Tuan, ada tamu yang ingin mengunjungi anda. Katanya dari Natero Group"


"Biarkan dia masuk"


Seorang pria tua yang masih terlihat gagah itu pun masuk kedalam ruangan


"Selamat siang, tuan muda." Pria itu melirik kearahku. Kaira hanya mengangguk kepala dan tersenyum pelan.


"Sepertinya saya datang diwaktu yang tidak tepat"


"Haha, anda tidak perlu merasa bersalah"


"Mas, aku mau ke tempat Ana dan Angela ya? Aku sekalian memintakan izin untuk mereka hari ini" Pamit Kaira kepada sang suami tercinta


"Berhati-hatilah. Jika ada sesuatu, hubungi aku saja"


"Siap" Kaira pergi dari ruangan Eren dan menuju ke tempat rekan-rekannya itu bekerja


"Wahh sepertinya, hubungan kalian berdua semakin harmonis saja ya tidak seperti malam itu"


Eren hanya tersenyum kecut, karena malu mengingat apa yang telah dia lakukan saat itu


............


Sedangkan itu, kaira bersenang-senang menuju ke tempat dua sahabatnya yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu hari ini. Kaira diam-diam menutup mata salah satu diantara mereka


"Uhmm, Angel, apa itu kau?" Tanya Anna


"Kau memanggilku Anna? Aku sedang sibuk mengerjakan tu..." Angela menoleh kearah Anna dan mendapatkan sosok wanita yang mereka rindukan.


"Ka..."


"Sttt" Kaira mencegah Angela untuk mengucapkan namanya


"Ayolah. Siapa ini mengakulah?" Anna menyerah. Dia tidak memikirkan siapapun lagi kecuali Angela saat ini, karena itu tidak akan mungkin bila Kaira berada disini. Jadwalnya untuk mengunjungi suaminya adalah besok, bukan sekarang. Lagipula, Eren menjadi pria yang sangat posesif setelah kaira mengandung anak pertama mereka.


"Coba tebak lagi" Ucap Kaira ditelinga Ana


Tunggu, ini suara kaira kan? Tapi, bagaimana mungkin dia berada disini? Bukankah tuan muda sudah melarangnya untuk datang setiap hari?


"Aku adalah wanita hebat..." clue yang diberikan Kaira sangatlah jelas, karena tidak akan ada orang lain lagi yang akan mengatakan itu selain dirinya


"Kaira!!!" Ana menebaknya dengan benar.


"Yahh ketebak deh"


"Lho, bukannya tuan muda tidak mengizinkanmu kemari?"


"Bukankah aku sudah mengatakan aku adalh wanita hebat? Lagipula, aku telah meminta izin kepadanya. Oh ya, dia mengatakan dia memberikan Kalian izin selama yang aku inginkan" Kabar gembira untuk mereka. Siapa yang tidak menyukai jam istirahat tambahan? Kupikir semua orang menyukainya bukan?


"Yeayyyy" Teriak Anna dan Angela secara bersamaan memenuhi seisi ruangan...