Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Seharian Bersama Tuan Muda


"Ara, besok kita pergi ke pantai ya? Kita main air bersama seperti seorang pasangan muda yang lagi dimabuk cinta. Kamu mau kan?" Kata Eren


"Hmm. Tentu saja. Saya paling suka dengan pantai." Jawab Kaira


"Tapi, tunggu dulu."Kaira yang awalnya berbaring dikasur pun langsung bangkit duduk


"Mengapa tuan pandai berbicara sekarang? Dan darimana tuan mengetahui itu semua? Bukankah tuan tidak punya waktu untuk melihat hal-hal kecil seperti itu?" Kaira pun terkejut dibuatnya


Dia belajar darimana dan apa yang sudah dia lihat? Batinnya


"Kamu panggil aku apa?" Eren langsung menindihi tubuh Kaira dan menekannya di atas kasur. Tak lupa, Eren juga menangkap kedua tangan Kaira.


"Berapa kali sih aku harus bilang, Jangan panggil aku tuan lagi jika diluar kantor, ok?Kalau tidak, aku akan menghukum kamu" Eren pun melangsungkan aksinya. Dia mulai menjilati dan mencium leher Kaira dan membuka bajunya perlahan. Tidak lupa dia pun menggelitiknya


"Ampun Sayang ampun. Saya hanya tidak terbiasa memanggil anda begitu" Kaira pun tertawa kegelian.


Dan malam itu, mereka pun memadu kasih setelah beberapa hari ini sibuk mengurusi masalah skandal dan hal-hal lain yang tidak mereka inginkan..


..................


Pagi-pagi sekali, Kaira telah bangun dan mandi. Seusai mandi, dia pun berencana untuk memasak makanan kesukaan tuan muda. Semalam, saat tuan muda belum pulang dari tempat konferensi pers dilaksanakan, dia mengajak pengawal pribadinya untuk berbelanja dengannya.


Anna, pengawal pribadi Kaira yang belum lama ini dipekerjakan oleh Eren. Anna merupakan salah seorang teman dari Rangga semasa kecil. Maka dari itu, Rangga merekomendasikan Anna untuk menjadi pengawal pribadi Kaira. Selain cerdas dan cekatan, Anna juga pandai bela diri. Itulah sebabnya Rangga merekomendasikannya kepada Eren.


Kaira menguncir rambutnya ekor kuda. Dia pun memulai aksinya. Dia berharap makanan akan matang sebelum Eren terbangun.


Beberapa menit kemudian


"Tu.. Sayang... Ayo bangun" Dia mengingat kejadian mengerikan semalam. Dia mengingat bagaimana Eren menerkamnya karena dia memanggil Eren tuan.


Duhh hampir saja. Pinggangku ini saja serasa sudah mau patah pagi ini. Kaira memegangi pinggangnya yang sakit. Betapa hebat dan ganasnya Eren semalam seperti seorang pria yang tidak mendapatkan jatahnya selama beberapa tahun.


"Hmmm. Mengapa kamu membangunkanku sepagi ini sih?" Tanya Eren yang masih memejamkan matanya itu.


"Pagi? Ini sudah hampir jam 8. Saya sudah memasakkan makanan kesukaan anda. Semua sudah siap. Sebelum dingin alangkah baiknya anda bangun sekarang" Terdengar seperti kaira agak kesal dan dia pun langsung meninggalkan Eren dan tidak memedulikannya.


Saat Kaira membalikkan badan, tangannya digenggam oleh Eren.


"Ada apa? Apa yang kau inginkan?" Tanya Kaira.


"Ayolah beri aku morning kiss yang seperti di tv itu. yang seperti di sinetron maupun film. Aku juga menginginkan. Aku menginginkannya disini" Rengek Eren sambil menunjuk pipinya


"Jika saya tidak mau bagaimana?" Tanya Kaira sedikit menggoda Eren.


"Please ya mama Ara." Mata Eren pun berbinar layaknya anak kecil minta mainan


Duhh imut banget sih dia.. Pen cubit deh rasanya. Tanpa sadar kaira pun mencubit pipi Eren seraya berkata "Uluh-uluh anak mama. Iyaa iyaa mama cium nih.. Cup.. Sudah kan?" Kaira pun berdiri setelah mengecup kening Eren. Eren langsung menarik tangan Kaira membuat kaira terjatuh menindihi Eren. Wajah Kaira pun memerah membuatnya terlihat sangat imut dimata Eren. Mereka saling bertatapan begitu lama


"Hey, apakah kamu masih harus malu menatapku? Kemarin kita.." Kaira membungkam mulut Eren agar dia tidak mengucapkan kalimat selanjutnya yang pastinya akan membuat suasananya menjadi semakin canggung.


"kenapa?"


"Tidak apa-apa. A... aku.." Kaira belum menyelesaikan kalimatnya, namun dengan sigap Eren menciumnya. Dia menekan kepala Kaira untuk lebih dekat dengan bibirnya.


"Sayang, Jangan lagi..." Kaira memohon padanya. Eren pun tidak menjawab malah semakin menjadi. Dia membalikkan tubuhnya dan sekarang dia ada diatas. Memohon kepadanya? Ayolah itu adalah perbuatan yang sia-sia.


"Ara, Kamu percayakan saja kepadaku ya. Kamu akan sangat menikmati ini. Saya akan lembut padamu kali ini" Hanya dengan perkataan ini saja membuat luluh hati seorang Kaira.


Sebelumnya, tidak ada orang yang pernah membuatku tidak berdaya seperti ini. Hanya kamu yang membuatku merasa terkadang seperti Dewi dan terkadang seperti mainan bagimu yang siap kau buang begitu saja. Tanpa sadar Kaira meneteskan air mata.


"Hey sayang, mengapa kamu menangis? Apakah saya menyakitimu?" Tanya Eren yang melihatnya.


"Tidak. Saya hanya berfikir jikalau pernikahan kita berakhir, akan terjadi apa pada saya. Akankah saya merengek seperti seorang pengemis atau saya akan melepaskannya?" Kaira pun mengeluarkan semuanya. Semua pertanyaan yang mengganggu dirinya.


"Bagaimana dia, cinta pertama anda kembali? Akankah tuan mencampakkan saya? Mungkin jika tuan bersikap dingin kepada saya seperti saat itu, perpisahan tidak akan menya..." Lanjutnya


"shhh" Eren menutup mulut Kaira dengan telunjuknya. Lalu, dia pun mengecup lembut bibir Kaira dan membelainya


"Ara, jangan berfikir seperti itu ok? Tidak ada kata berakhirnya pernikahan kita. Saya akui saya sudah mulai jatuh cinta padamu. Untuk dia? Dia hanyalah mantan kekasih saya. Memang dia yang pertama tentu saja dia sangat spesial bagi saya namun itu dulu ok, sebelum kamu hadir" Eren menenangkan Kaira. Setelah itu, Eren mencumbunya mesra dan kaira pun tidak bisa melawannya. Selain tenaga Eren yang kuat, dia juga terbuai oleh setiap perkataannya.


Setelah selesai melakukannya, Mereka pun bangun dan bersiap untuk makan. Karena makanannya sudah dingin, Kaira mengutus Anna untuk menghangatkannya.


"Nyonya, masakan sudah saya hangatkan semua. Lalu, apa yang harus saya lakukan?" Tanya Anna setelah selesai menghangatkan masakannya


"Tidak ada. Kamu bisa kembali kekamarmu. Saya ingin memiliki privasi dengan Tuan Muda. Atau mungkin kamu bisa berduaan dengan Rangga? Kasian tau dia juga jomblo lho." Kaira menggoda Anna. Pipi Anna memerah seketika


"Ti...tidak nyonya. Rangga dan aku hanyalah kawan saja. Tidak lebih" Jawab Anna malu-malu


"Hehe. Saya hanya becanda kok."


"Kalau begitu, saya pamit dulu nyonya muda."


"Hmm" kaira melambaikan tangan padanya.


"Sayang, Anna telah menghangatkannya untuk kita. Ayo kita segera makan sebelum dingin kembali"


"Hmm Baiklah." Kaira membalikkan piring Eren dan melayaninya. Dia mengambil semua masakan yang telah ia masak


"Anda harus mencicipi semua buatan saya. Dijamin enak" Kata Kaira percaya diri. Eren pun menyuapkan suapan pertama ke mulutnya


"Hmm. Enak sekali. Mengapa kamu tidak bisnis restoran saja?" Tanya Eren memuji kaira.


"Terimakasih tuan. Ibu saya pernah membuka bisnis restoran namun, karena keluarga saya hancur dan ibu saya meninggal, restoran itupun dijual oleh ibu tiri saya untuk mendapatkan banyak uang." Jelasnya


"Kamu tidak marah?"


"Tentu saja saya marah. Namun, sudah terlanjur jadi saya hanya bisa berdiam. Lalu, sebelum diterima di perusahaan anda, saya juga sempat berjualan di kampus bahkan saya buka warung dekat kampus." Kaira mulai menceritakan masa lalunya.


"Mengapa tidak kau lanjutkan?" Tanya Eren yang semakin ingin tahu itu


"Tidak. Karena kebutuhan tinggi dan ayah saya juga tidak sekaya itu, maka saya harus bekerja dan mendapatkan uang yang pasti tidak seperti di warung yang terkadang untung terkadang rugi. Setidaknya, saya bisa membiayai hidup saya sendiri dan adik saya." Eren sangat kagum dibuatnya. Dia tidak salah memilih orang ternyata. Wanita yang ia pilih adalah wanita kuat dan pemberani.


"Saya bangga padamu" Puji Eren


......................


Di siang hari, mereka sudah bersiap untuk pergi mengunjungi pantai dan mungkin beberapa wisata lainnya. Mungkin, mereka akan mengunjungi pantai setelah mereka mengunjungi beberapa tempat.


"Sayang, saya sudah siap" Kaira menghampiri Eren yang duduk dengan sabar menantinya.


"Uhm ok kita berangkat" Mereka akhirnya berangkat. Mereka berbelanja, lalu mereka melihat beberapa tempat wisata yang bagus melihat tarian-tarian disekitar sana dan beberapa wisata yang sangat menakjubkan yang tidak bisa mereka lihat dikota mereka. Dan destinasi terakhir adalah pantai. Ya agar tidak terlalu panas dan menyengat.


"Haih akhirnya kita berada di pantai" Kata Eren sambil meregangkan tubuhnya


"Ara apakah kamu capek? Bagaimana kita menyewa tempat disitu?" tanya Eren melihat Kaira yang sedang memandang pantai didepannya


"Terserah tuan muda saja."


"Rangga" Panggil Eren.


"Kamu tolong siapkan tempat untuk kami ya. Sewa tempat-tempat itu" Perintah Eren


Tunggu, mengapa jika diperhatikan pantai hari ini sepi sekali. Hanya ada beberapa wisatawan asing yang berlalu lalang. Tidak seperti biasanya. Kaira menyadari keanehan itu.


"Sayang?" Panggil Kaira


"Hmm? Apa ada yang sakit?" tanya Eren to the point


"Tidak. Tapi, mengapa pantai hari ini sepi sekali? Pantai ini sangat terkenal diluaran sana jadi ini tidak mungkin sepi. Lihat disana, disana tidak ada orang. Hanya beberapa bule saja" Kat Kaira sambil menunjuk-nunjuk.


"Mungkin mereka sedang sibuk? Lagian, hari ini kan memang hari kerja. Mungkin mereka tidak ada waktu"


Bisa gawat jika ketauan. Mengapa dia seteliti ini sih? Eren takut rencananya terbongkar sebelum waktunya


"Tapi tuan..." Kalimatnya terpotong oleh Rangga


"Tuan, tempat yang anda perintahkan sudah siap. Mari saya antar" Mereka pun menuju tempat yang sudah disewa Eren. Tentu saja sebenarnya Eren telah menyewa tempat ini. Hanya menyisakan dan membatasi kuota turis masuk agar kaira tidak curiga.


Sesampainya ditempat itu, Kaira langsung duduk dibawah payung dan berbaring disana.


"Ara, Kamu tunggu saya disini dulu ya, Saya akan membelikan sesuatu untukmu."


"Uhmm"


Eren pun berangkat sendiri. Sebenarnya dia bukan ingin mencari minum, namun dia akan pergi ke suatu tempat. Dia hanya ingin memancing kaira untuk mencarinya.


..........


Setengah jam kemudian


"Rangga" Panggil Kaira kepada seseorang yang sedari tadi berdiri disampingnya


"Iya nyonya muda. Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Kemana ya tuan muda. Mengapa dia tidak kunjung kembali. Aku mau mencarinya" Kaira langsung bangkit karena panik. Dia takut terjadi sesuatu pada Eren


"Jangan pergi sendirian nyonya. Jika sesuatu terjadi pada anda, tuan muda akan memarahi saya. Saya temani anda ya"


"Baiklah ayo kita bergegas. Jangan lupa barang-barang penting dibawa." Kaira pun langsung pergi meninggalkan Rangga yang sedang beberes. Rangga pun lari mengikuti langkah Kaira. Kaira pergi kearah terakhir kali dia melihat Eren pergi. Sepanjang jalan, dia tidak menemukan ada toko yang buka. Dia baru saja teringat jika toko disekitar pantai itu seharusnya berada diarah yang berlawanan dengan arahnya sekarang. Lalu, dimanakah tuan muda? Dia semakin bingung dan panik. Tidak mungkin kan tuan muda tidak pernah mengunjungi tempat ini?


"Rangga. Apa sebelumnya tuan muda pernah kesini?" Tanya Kaira kepada Rangga


"Seingat saya, tuan muda tidak pernah ada waktu untuk bermain-main kesini. Dia selalu sibuk dengan urusan kerjanya. Bahkan dengan cinta pertamanya saja, dia tidak pernah mengajaknya jalan. Mungkin berkencan, namun sewajarnya saja seperti di cafe,dll"


Mendengar penjelasan dari Rangga, membuat Kaira semakin merasa tidak tenang. Dia takut Eren akan tersesat yang lebih parah dia diculik atau hanyut terbawa ombak


Apa sih yang aku pikirkan? Eren adalah pria yang kuat. Namun, tak dapat dipungkiri jika Kaira semakin khawatir. Dia pun berlari sambil berteriak


"Erenn!!! Tuan muda!! Anda dimana?" Kaira masih berlari dan berteriak itu berulang kali. Tidak ada jawaban.


Ini hampir ujung pantai ini. Mengapa tidak ada jawaban sama sekali? Ayolah jangan seperti ini. Kaira pun berlari sambil menangis. Dia hampir menyerah setelah berlari sejauh itu. Namun, dia menemukan beberapa kelopak bunga disana. Dia pun menghapus air matanya dan mengikutinya.


Apa ini? Mengapa ada kelopak bunga dipantai? kaira menengok kanan dan kiri. Dia tidak mendapati ada bunga disekitarnya. Bahkan penjual bunga pun tidak ada. Dia berjalan mengikuti kelopak bunga sampai habis. Dia melihat rangkaian kelopak bunga membentuk hati dan beberapa bunga besar seperti yang ada dalam film-film. Disana juga tertuliskan "I love you" Dia semakin dibuat bingung.


Tidak lama, seseorang datang dibaliknya. Lantas, Kaira membalikkan badannya. Rambutnya bersibak dan ikut berputar seiring perputaran tubuhnya yang cepat. Dari jarak yang tidak terlalu jauh itu, Eren dapat mencium wanginya rambut Kaira membuatnya semakin tergoda dibuatnya.


Kaira menutup mulutnya dengan kedua tangannya menandakan dia terkejut. Tanpa sadar, dia meneteskan air matanya.


"Happy birthday my Ara" Ya hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dia bahkan tak mengingatnya, karena sudah sibuk seharian berjalan-jalan bersama Eren. Menurutnya, ini adalah kado terindah yang pernah ia dapatkan.


"Tiup lilinnya. Tiup lilinnya. Tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang.. Jugaa. sekarang.. juuugaa" Kaira meniup lilinnya sambil dinyanyikan oleh Eren dan Rangga. Setelah beberapa saat, terdapat sepasang tangan menutupi matanya.


"Uhmm. Kamu pasti Angela. Ya kan?" Tebak Kaira


"Mengapa kamu dengan mudah menebaknya sih? Kan jadi ga seru" Angela memanyunkan bibirnya kecewa karena kaira dapat menebaknya dengan mudah. Dia ingin memberikan kejutan untuknya. Tak disangka kaira pun tidak terkejut dibuatnya.


"Aku hafal banget wangi tangan kamu dan parfum kamu"


"Terlepas dari itu, selamat ulang tahun untukmu." Zuli pun ikut memberikan ucapan.


"Sekarang adalah waktunya potong kue" Angela mengeluarkan pisau pemotong kue dan juga piring untuknya.


"Wihh suapan pertama diberikan pada siapa nih?" Mereka berdua saling bertatapan dan tersenyum jahat.


Setelah memotong kuenya, Kaira pun memberikan potongan pertama itu untuk Eren, suami tercintanya. Suami yang dulunya ia benci yang sekarang menjadi salah satu pria paling penting dalam hidupnya.


"Thank u sayang" Bisik Eren lirih. Lalu, mereka menikmati kue bersama-sama.


..............


Matahari sudah terlihat akan terbenam. Menandakan hari ini akan segera berakhir. Hari paling bahagia dalam hidup Kaira. Dia tidak mau hari ini akan berakhir. Eren dan Kaira saat ini sedang berjalan santai. Beberapa menit yang lalu, Zuli dan Angela berpamitan untuk pulang karena masih ada urusan dikantor. Mereka kesana diperintahkan oleh Eren untuk merayakan ulang tahun Kaira bersama mereka. Dia tahu kedua sahabatnya itu adalah orang terpenting dalam hidup Kaira.


"Sayang terimakasih atas segalanya" Kaira meraih tengkuk Eren dan diapun berjinjit. Dia mengecup bibir Eren. Eren membelalakkan mata.


Baru kali ini dia berinisiatif menciumku. Sepertinya, aku harus lebih sering begini kepadanya...