Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Salah Paham


Clara mulai melakukan aksinya. Wanita itu tanpa tidak tahu malunya membuka pakaiannya. Sedangkan Kaira terus saja menyuruh Rangga untuk mempercepat laju kendaraannya.


Sesampainya disana...


Kaira bergegas menuju ke sebuah kamar yang hanya terpaut beberapa blok darinya, kamar VIP yang hanya bisa dimiliki oleh orang kaya. Entah darimana Clara dapat mendapatkannya, namun itu bukanlah hal terpenting.


BRAKKKK!!!


Suara seseorang membanting sesuatu pun terdengar disana. Perasaan kaira mengatakan bila Eren berada di kamar itu. Dan anehnya, kamar tersebut memang sepertinya sengaja tidak dikunci agar orang lain bisa masuk dan memergoki mereka.


Sedangkan di dalam...


Ughh, sakit sekali kepalaku. Tunggu, apa ini dibawahku?


Eren telah sadar dari pingsannya. Saat ini, Eren berada di atas tubuh Clara, tentu saja berkat bantuan dari anak buah Clara dan Wisnu. Jangan tanya bagaimana jika anak buah wanita itu dan Wisnu melihat tubuh polos tanpa pakaian itu, faktanya mereka benar-benar melihatnya. Clara pun tidak menutupinya dengan selimut apapun, hanya tertutup oleh kaki milik Eren yang sekarang telah berbaring diatasnya. Sungguh, dia memang layak disebut sebagai "The real Queen ******"


BRAKKK


suara seseorang membuka pintu dengan kerasnya, betapa terkejutnya Kaira saat melihat Eren berada diatas Clara yang tak mengenakan sehelai pakaian pun. Bahkan Eren pun hanya memakai ****** ******** saja. Eren tak sempat lari dan bangkit dari tubuh wanita itu, membuat Kaira lagi dan lagi salah paham terhadapnya.


"MAS EREN!!!" Pekik Kaira


Wanita itu menutupi matanya dan berlari menuju kamarnya. Sedangkan Rangga, pria itu curi-curi pandang memandangi tubuh molek milik Clara. Miliknya berdiri. Bagaimana pun, dia adalah pria normal.


"ARA!!! ini ga seperti yang kamu lihat!!!" Ucap Eren yang memakai sebuah handuk dan berjalan keluar menuju kamarnya. Dia tidak memedulikan bila seseorang bahkan melihatnya dalam pakaian yang seperti itu. Namun, blok tersebut memang sedikit lebih sepi


"Ara, please. Dengerin penjelasan aku dulu" Eren berhasil mengejarnya. Kaira hampir saja menutup pintu kamar mereka


"Apa yang harus dijelasin, mas? Apa kamu pikir aku buta? Kamu bahkan terlihat sangat bersemangat." Ucap Kaira


Wanita itu tetap berusaha untuk menutup pintu kamar mereka


"Bukain dulu makanya. Kalau kamu ga mau bukain, aku dorong lho" Ancam Eren


Kaira mau tidak mau harus membukanya dan memberikan kesempatan bagi Eren untuk menjelaskannya


"Kenapa? Mau menjelaskan apa kamu? Mau menjelaskan bila tubuhnya lebih bagus dari milikku hingga kamu bahkan tidak sabaran? Mas, aku tadi dengar kamu bersemangat sampai keluar lho. Kamu tahu, aku bahkan menantimu di cafe bar itu begitu lama. Sudah melakukan apa saja dengan wanita jal*ng itu huh? Jawab mas!!! Jangan diam aja" Ucap Kaira dengan suara sedikit gemetar.


Banyak sekali rasa sakit yang disimpan wanita itu disetiap katanya. Dia bahkan tak sanggup lagi untuk menangis. Cukup, cukup sudah baginya dibohongi dengan janji manis milik Eren itu. Namun, dia juga tidak bisa bertindak egois bahkan saat anak mereka masih kecil.


BRAKKK


Eren mendorong Kaira dengan sangat kuat hingga membuat mereka jatuh ke kasur empuk milik mereka, membungkamnya dengan ciuman, dan menggenggam tangannya keatas mencegahnya. Kaira hanya bisa pasrah sambil mengeluarkan air matanya.


Eren melepas ciuman tersebut dan menatap Kaira lekat. Pria itu mendekap lembut tangan Kaira


"Ara, please dengerin aku ya. Kamu tahu aku. Kamu tahu bila aku sudah membenci seseorang, aku tidak akan berhubungan lagi dengannya. Kamu bahkan juga tahu aku telah membuang Clara jauh-jauh dari hatiku. Aku milikmu, ok?" Ucap Eren dengan tatapan memelasnya. Kaira lagi dan lagi luluh dibuat olehnya. Namun, dia masih bungkam, enggan berkomentar.


"Ok, aku tahu kamu masih marah dan kamu berhak melakukannya..." Eren terdiam sejenak. Pria itu bangkit dan melepaskan cengkeramannya dari Kaira


"Aku bodoh. Aku sungguh bodoh. Aku bahkan tidak bertindak hati-hati hingga membuat Ara ku menangis. Aku pantas dihukum. Aku pantas mati" Lanjut Eren. Pria itu memukuli dirinya sendiri, kepala, dada, semuanya. Kaira menangkap tangan besar milik pria itu dan memeluknya


Pria ini, dia selalu tahu bagaimana caranya untuk membuatku luluh. Dia begitu menggemaskan~Batin Kaira


"THANK U!!!" Teriak Eren bersemangat hingga membuat mereka jatuh kembali.


"Ughh, panas sekali. Ara... Pa-panas" Ucap Eren dengan suaranya yang terbata-bata.


Apa yang telah diberikan oleh wanita durjana itu ke dalam tubuh Eren? Bahkan dia terangsang seperti...~Batin Kaira


"Ughhh" Dia merasakan sesuatu berdiri dibawah sana. Eren mulai menggila.


"Aahhh.. M-mass.. Ap-apfa... y-sttt ahh ang kamu lakukan?" Ucap Kaira rancu tak karuan.


"Call my name, baby. I'll satisfy u tonight and biarkan aku menggunakanmu untuk menetralkan perasaan ini, Ara" Pinta Eren.


Kupikir bahkan jika aku menolaknya, dia akan melakukan itu kan?~Batin Kaira


"Ahhh Eren... Ahhh" Desah Kaira membuat Eren semakin menggila.


Pria itu mengecup dan menghisap lembut leher Kaira, meninggalkan jejak kepemilikannya disana, tak lupa pula di tubuh milik Kaira hingga dia merasa ingin menyiksanya malam ini.


Suasana malam ini begitu damai, sangat mendukung mereka yang sedang memadu kasih. Suara ******* kedua insan manusia terdengar disana, sungguh merdua. Entah itu akan berhasil memberikan Lauren adik atau tidak. Namun, semua orang hanya bisa berharap. Mungkin, tindakan Clara tadi benar-benar membawa hikmah bagi kedua pasangan ini. Mereka semakin dekat satu sama lain, layaknya sebuah pasangan yang takkan berpisah bahkan jika maut memisahkan.


...............


Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di Bali. Eren harus sesegera mungkin kembali ke perusahaan yang dia tinggalkan selama beberapa hari ini dan lagi mereka telah puas menikmatinya.


Tepat pada pukul 12.30, pesawat mereka lepas landas. Ana pun masih saja menggantungkan perasaan Rangga terhadapnya. Menolak tidak menerimapun tidak. Ini benar-benar situasi yang sangat menyebalkan yang pernah ada


"Anak mama. Gimana sayang kemarin sama Tante Ana? Seru kan? Maafin mama ya selama beberapa hari ini mama jarang nemenin kamu. Baby Gedhe mama ini ga mau ditinggalin tau" Celoteh Kaira terhadap bayinya


Eren hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu istrinya itu


"Sini anak papa. Kiss dulu dong" Pinta Eren


"Muachhhh" Eren mencium pipi gembul milik anaknya itu. Anak lelaki yang sangat tampan itu memancarkan sinarnya, membuat seisi pesawat silau seketika


"Uluh uluh. Silau sekali anak papa senyum... Ehh, kok bau. Ara, dia poop?" Tanya Eren saat mencium bokong milik anaknya


"Yahhh, dedek Lauren poop ya. Sama mama dulu ya" Eren menyerahkan Lauren pada Kaira. Pria itu melihat Kaira memopoki anaknya dengan sangat cekatan. Dia terkagum-kagum dibuatnya, hingga dia memutuskan untuk pergi kursus untuk menjadi Ayah dan suami idaman semua wanita.


"Sudah selesai. Yeayyy. Oren jadi wangi lagi Aunty, uncle." Celoteh Kaira.


"Oh ya, kemarin aku mendengar jika kalian saling suka ya? Gimana sama hubungan kalian? Sudah jadian belum?" Ucap Kaira menyelidik.


Rangga hanya menggelengkan kepala pelan


"lho, kenapa? Kan enak tuh jadian? Aku sama Eren juga bakal dukung kok. Apalagi kalau kalian punya anak cewek, wihh bisa tuh dijodohin sama Lauren" Lanjut Kaira semakin tidak jelas


"Mohon maaf nyonya muda. Saya memang berencana meminangnya, tapi tidak sekarang. Prioritas saya saat ini adalah kebahagiaan anda dan tuan muda" Lagi dan lagi. Jawaban itu yang dia dengar dari mulut Rangga membuatnya terduduk manis dan merajuk


"Hufftt. Menyebalkan. Selalu jawaban yang sama. Aku ga mau ngomong sama kalian lagi. TITIK!!!"