Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Sakit


"Eren, apakah aku boleh tinggal disini?" Tanya Clara. Ucapan yang tak seharusnya ia lontarkan, dia lontarkan begitu saja. Dia tahu bila Eren tidak akan pernah menolak permintaannya apapun itu termasuk juga menceraikan Kaira. Mau tidak mau, Kaira harus berjuang akan cintanya jika tidak, dia hanya akan dibuang dan diusir begitu saja oleh suaminya sendiri. Dia harus kuat


"Tidak, aku tidak menyetujuinya. Mas, kamu sudah memiliki is..." Ucap kaira yang belum selesai. Eren telah memotongnya


"DIAM KAMU!!" Eren membentaknya. Ini baru pertama kalinya setelah lima bulan tanpa gangguannya Eren membentaknya. Dia terdiam mematung seketika


"Kamu tidak ada hak untuk melarangnya untuk tinggal disini..Kamu lupa bila ini adalah rumahku? Aku masih berbelas kasih dan merawatmu dengan sangat baik seharusnya kamu bersyukur bukan malah seenaknya seakan kamu nyonya disini"


Bukankah kamu yang mengatakan bila aku adalah nyonya muda dirumah ini? Bukankah kamu waktu itu yang mengatakan aku boleh melakukan apapun atas rumah ini dan aku memiliki hak yang sama denganmu? Kenapa hanya demi dia kamu berubah? Kaira berlari menuju kedalam rumah. Dia berlari menuju kamarnya dan menangis dengan kerasnya


"Huhuhu. Kenapa dunia begitu kejam? Mengapa semuanya jahat kepadaku? Apa salahku?" Kaira membuang semua barang yang ada dihadapannya


"Haaaaa" Kaira berteriak sekencang-kencangnya. Dia terduduk diatas kasur dan menangis dalam dekapannya sendiri. Hatinya rasanya seperti dicabik-cabik oleh Eren untuk yang kesekian kalinya. Ingin rasanya dia meninggalkan pria itu, namun dia tak sanggup. Dia tidak memiliki tempat tinggal lagi. Ayah kandungnya sendiri saja bahkan tidak menerimanya, sedangkan Rayhan hanya tinggal disebuah kosan kecil yang sangat sempit yang bahkan hanya muat untuk dirinya seorang. Dia benar-benar tidak memiliki tempat untuk pulang.


"Tidak Ara. Kamu tidak boleh lemah. Aku harus berjuang demi dia yang berada diperutmu. Kamu harus berjuang demi mendapatkan hak yang layak untuk bayimu ini" Kaira menyemangati dirinya sendiri. Dia pergi ke kamar mandi menghapus air matanya dan membasuh mukanya. Setelah itu, dia berdandan dengan cantiknya dan membersihkan kamar mereka.


Kaira keluar dari kamarnya dengan gaun seksinya. Dia melihat Clara masih menangis dalam pelukan suaminya. Kaira secara sengaja mengantarkan teh didepan mereka.


"Hmm, maaf ya pasangan muhrimnya ada disini." Ucap Kaira yang duduk diantara mereka.


"Kai, APA-APAAN SIH KA... mu" Eren ternganga melihat penampilan Kaira yang cantik,wangi dan seksi meskipun perutnya sekarang telah membuncit. Dia terpana akan kecantikan istrinya dan itu



"Eren, kamu dengerin cerita aku ga sih?" Tanya Clara yang masih saja bercerita entah apa saja yang dia katakan


"Ahh maaf maaf. Nanti aja ya kamu lanjut ceritanya. Kamu pasti capek"


"Bi, tolong antarkan Clara ke kamarnya ya" Pekiknya. Clara terpaksa mengikuti bibi karena itu lebih baik daripada dia harus diusir dari rumah Eren saat ini


Gapapa gapapa. Nanti lu juga akan jadi milik gue. Gue harus sabar menghadapi wanita itu. Gue harus cari cara buat misahin dia dengan Eren. Ya, harus. Aku harus mendapatkannya lagi. Batinnya sambil menatap Kaira sinis. Kaira mengetahui dia pasti merencanakan sesuatu untuk memisahkan dirinya dan Eren setelah sekian lama bersama. Namun, dia tak takut akan hal itu. Dia yakin akan cinta tulusnya akan membawa Eren kembali ke pelukannya.


Kaira melamun dalam waktu yang lama hingga dia tak sadar Eren telah berada di atasnya.


"Mas, kan masih ada bibi sama Clara?" Tanya Kaira yang telah tersadarkan


"Oh, jadi jika tidak ada mereka aku boleh melakukannya?" Goda Eren


"Bukan begitu..." Tanpa banyak bicara, Eren menggendongnya menuju ke kamar mereka


Brukkk


"Kamu terlihat sangat cantik hari ini, Ara. Aku sangat menginginkanmu" Kaira hanya tersenyum pahit mendengar perkataannya. Dia berucap seolah dia hanya menginginkan tubuh Kaira saja bukan karena dia mencintai Kaira. Kaira sangat jijik, karena tubuh Eren menempel wangi wanita itu dan ingin mendorong pria didepannya menjauh. Namun, dia harus mengalah demi mendapatkan cintanya seutuhnya.


Sebenarnya,ada rasa cinta yang begitu kuat dalam hati Eren untuk Kaira bahkan melebihi rasa cintanya pada Clara. Namun, gengsi yang dimiliki olehnya lebih besar dibandingkan dengan perasaan yang ia miliki pada istrinya


Aku akui, aku adalah pria bejat. Aku adalah suami terburuk didunia dan aku hanya tahu cara menyiksa batin istriku. Batinnya dalam hati


.............


"Ara, aku tahu kamu cemburu. Maafkan aku yang tak bisa mengontrol emosiku saat bersama dengannya. Aku..." Ucap Eren dengan suara lembut dan kasihan miliknya. Kaira tak sanggup untuk mendengarnya berbicara lebih lagi


"Cukup mas. Aku tidak bisa mendengarkan suaramu yang seperti itu." Kaira mengecup kening suaminya yang sedang terbaring disebelahnya


"Aku mencintaimu sampai aku mati. Namun, aku tidak bisa memaksamu untuk mencintaiku seperti aku mencintaimu"


"Namun, aku berharap kamu bisa mencintaiku layaknya aku yang sangat mencintaimu dan hanya kamu" Kaira berlalu pergi ke kamar mandi. Dia membersihkan dirinya. Dia masih merasa jijik dan muak akan dirinya sendiri yang bodoh dan mudah ditipu.


.................


Keesokan harinya...


Hari ini adalah akhir pekan pertama dibulan ini dan akhir pekan kami ketambahan satu penghuni baru yang sama sekali tidak pernah diundang itu. Mungkin dengan Eren, namun tentu saja tidak dengan Kaira.


Eren dengan semangat paginya sudah turun ke bawah meninggalkanku yang masih terlelap diatas sana.


Saat aku menuruni tangga, aku melihat Eren sedang memeluk mesra wanita penggoda itu dari belakang dengan dalih membantunya memasak. Tak terasa, air mata kaira menetes, membasahi pipinya.


Aku tidak mengerti mas, apa yang kurang dariku? Aku selalu masak setiap pagi untukmu. Capek-capek membawakan bekal, namun kamu sama sekali ga peduli.


Kaira teringat pada saat itu, saat dia sudah susah payah memasak dan membawakan bekal untuk Eren, Eren memberikannya kepada rekan bisnisnya yang tak lain dan tak bukan adalah Andrew Watson.


Andrew Watson ini adalah seorang pria pengusaha sukses yang tak kalah terkenalnya dengan Eren. Namun, dia tipikal pria yang setia. Dia hanya mencintai satu wanita dan tidak pernah bermain dengan wanita lain semasa hidupnya. Rumor mengabarkan bila dia adalah gay karena dia masih belum bisa menemukan kekasih masa kecilnya saat itu hingga menyebabkannya melajang hingga detik ini.


Kaira berdiri dalam waktu yang lumayan lama hingga masakan tersebut matang. Lalu, dia menghapuskan air matanya dan berjalan menuju ke bawah


"Ehh mas sama mbak Clara sudah bangun. Sepertinya kalian kompak sekali ya kalau masak?" Sindirku.


"Ya bagaimana lagi. Clara mengatakan ingin memasakkan sesuatu untukku, jadi aku membantunya"


"Tapi, apakah harus berpegangan tangan dan memeluknya dari belakang seperti itu?" Kaira menarik kursinya mundur dan duduk disana.


"Sudahlah Kaira. Jangan banyak protes. Nanti kamu cobain aja deh masakan Clara enak banget lho. Mana dia masaknya pakai perasaan" Kaira yang sedang memegang gelasnya untuk minumpun membanting gelasnya


Prakkk


"Apa maksud kamu? Maksud kamu aku masak ga tulus? Ga ikhlas gitu?" Kaira benar-benar sensitif dan mudah emosi saat itu


"bu-bukan maksud begitu. Tapi, beda gitu lho feel-nya"


"Beda apanya mas? Aku masak susah payah dan aku pikir masakanku tidak seburuk itupun kamu tidak pernah memujiku hingga mengatakan bila aku dengan tulus memasakkan untukmu" Kaira protes saat itu. Dia tidak dapat menerima kenyataan bila suaminya lebih memilih memuji dan membela mantannya ketimbang dirinya.


"Sudahlah, aku sudah ga nafsu makan. Aku lebih baik ke kamar dulu" Kaira menuju ke kamar dan menutup rapat