Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Puas


Sesuai yang disepakati hari ini, Kaira akan bertemu dengan Wisnu untuk membahas kerja sama proyek di kawasan elite timur. Wisnu tentu saja mengajak Clara sekaligus memperkenalkannya kepada Kaira. Entah apa yang sebenarnya dia inginkan.


"Clara, kamu sudah siap?" Tanya Wisnu yang sudah memakai jasnya. Dia terlihat sangat tampan hari ini.


"Sebentar bang." Balas Clara sambil memasang anting-anting.


Clara keluar dari kamarnya. Perutnya terlihat lebih ramping dari biasanya.


"Udah nih" Ucap Clara.


Wisnu melihat Clara tanpa kedip, dari atas ke bawah


"Sudah lihatinnya" Ucap Clara kepedean


Dia memang cantik. Sangat cantik, tapi mengapa aku masih terbayang-bayang dengan wanita itu ya? ~Batin Wisnu


Apaan sih Wisnu. dia itu istri Eren, istri sahabat lu!! ~Lanjutnya dalam hati


Wisnu tersadar dan memukul dahinya


Clara hanya terdiam dan bertanya-tanya ada apakah gerangan dengan pria dihadapannya itu, mengapa dia bengong melihat penampilannya dan menepuk dahinya secara tiba-tiba


"Bang, gapapa lu? Ga panas kan? Kok tiba-tiba mukul jidat lu sendiri sih?" Tanya Clara ingin tahu


Tanpa kata, Wisnu berjalan meninggalkan Clara yang masih berdiri diam disana. Dia menyalakan mobilnya seraya berteriak:


"WOYY, lu jadi ikut kaga? Gue udah mau telat nih gegara nungguin lu berjam-jam" Teriaknya dalam mobil


"Tch, dia yang ninggal dia juga yang ngomel. Dasar!!!" Gumam Clara lirih.


Sepanjang perjalanan menuju mobil, Clara mendumel tak karuan.


"Cihh, ngedumelin apa sih? Tentang gue ya? Wahh parah sih lu. Udah ditumpangin tempat tinggal, dipuasin, sekarang malah minta ditabok gitu?" Wisnu mengusap-usap kepala Clara layaknya anak TK.


"Huh, kau benar-benar pria paling menyebalkan di dunia ini... Tidak tidak, Eren adalah yang paling menyebalkan" Gumamnya sendiri


.................


Di sebuah restoran bintang lima, tepatnya di Restoran Sakura yang cukup popular dengan harganya yang selangit. Namun, Kaira mendapatkan akses gratis mengingat restoran tersebut juga merupakan milik Wisnu. Wisnu memberikan token VVIP yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu.


Tch, Pria ini lama banget? Udah jam berapa ini? Dia pikir aku nganggur dan tidak memiliki pekerjaan kah? Aku kan masih harus beres-beres, terus masih ada bisnis... ~Batin Kaira


Semenjak kejadian hari itu, Kaira bersiap jika suatu saat dia benar-benar diusir dari rumah Eren dan Eren sama sekali tidak mencarinya. Setidaknya, dia memiliki penghasilan untuk dirinya sendiri dan anak dalam kandungannya kelak. Bisnis online tersebut, walau tidak setenar dan penghasilannya tidak banyak, namun Kaira tetap mensyukuri apapun yang dia miliki saat ini. Makhluk kecil dalam perutnya lah harta berharga baginya saat ini.


Beberapa menit sudah Kaira menunggu disana. Dia ingin sekali untuk pulang sekarang juga, karena menunggu adalah pekerjaan paling berat, tidak berguna bahkan menyebalkan baginya. Namun, saat dia berdiri dari mejanya, Wisnu telah datang bersama dengan seorang wanita yang sama sekali tidak asing baginya


"Maaf membuat anda menunggu lama." Wisnu mengambil tangan kaira dan memaksanya untuk mencium punggung tangan wanita itu.


Clara masih belum nampak disana. Hingga saat dia masuk ke dalam, betapa terkejutnya dia saat melihat Wisnu mencium tangan Kaira.


Apa? Ternyata, wanita cantik itu adalah wanita sialan itu?!!!


Clara melangkah maju dengan sangat cepat. Rasa ingin menampar Kaira sangat kuat, dia benar-benar seperti seseorang yang kerasukan saat ini.


"KAMU?!! Lepaskan!!!" Ucap Clara dengan nada emosi


"Tch, ternyata ada seorang wanita sampah disini. " Ucap Kaira dengan nada meremehkan. Hal tersebut lantas membuat Clara semakin emosi


"Kamu!!!" Ucap Clara mengangkat


Kaira menangkap tangan wanita itu. Wisnu berdecak kagum saat melihat keberaniannya, keberanian wanita yang membuatnya jatuh hati untuk pertama kalinya, tidak tidak dia harus mengakui bahwa Clara lah yang membuatnya terpana dulu. Namun entah mengapa, dia jadi enggan dan jijik mengakui jika dia pernah jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri.


"Mau menamparku? Tentu saja tidak bisa" Ucap Kaira. Wanita itu menghempaskan tangan Clara kasar. Namun, hal tak terduga pun terjadi.


"Ahhh" Jerit Clara. Dia sepertinya sengaja menjatuhkan dirinya.


"Ehh mbaknya, lagi hamil kok kasar banget sih jadi orang? Kasian tuh dia" Celetuk seorang ibu yang tiba-tiba menepuk pundak Kaira kasar. Sontak Kaira kaget. Dia berpikir bahwa semua orang adalah orang munafik, orang-orang yang hanya melihat dari satu sudut pandang saja.


"Puas kamu lihat aku malu disini? Tapi maaf..." Ucap Kaira yang terpenggal. Dia melangkah maju dan menginjak keras kaki Clara yang ada dibawahnya


"Cihh, dasar wanita gila" Celetuk seorang ibu-ibu yang entah datangnya dari mana itu. Ada suara tapi tak ada orangnya.


"Kalau berani, kalian keluarlah. Jangan hanya berbisik. Kalian kemarilah dan lihat baik-baik siapa dia!!!" Teriak Kaira disana. Wisnu hanya terdiam menyaksikan kejadian yang menurutnya itu asyik


Ga salah jika Eren bahkan meliburkan dirinya hanya demi seorang wanita dan ga salah Eren memilih wanita ini dibandingkan berjuta-juta wanita di sisinya waktu muda dan bahkan dia memilih wanita ini dibandingkan dengan masa lalunya. Ternyata, wanita ini sungguh menarik. Rasa ingin memilikinya begitu tinggi...~ Batin Wisnu dalam hati.


Sejak saat itu, Wisnu bertekad untuk merebut Kaira dari tangan sahabatnya sendiri. Dia terobsesi dengan gadis pemberani seperti dirinya. Dia bahkan tidak peduli jika harus menjadi ayah sambung dari anak Eren yang ada di perut Kaira.


Sedangkan, ibu-ibu dan para orang yang menyaksikan kejadian itu mendekat ke arah Clara. Sosok yang tak asing di mata mereka membuat mereka merubah pikiran mereka


"Ohh jadi si valakkor yang waktu itu viral? Tunggu, tunggu. Jadi, mbaknya yang waktu itu diusir oleh suami mbak yang nanya... Siapa sih?"


"tuan muda William"~Bisik seseorang


"Ahh iya, tuan muda William bukan? Tuan muda mengasari anda karena wanita jal*ng ini. Cihh, memang dia pantas mendapatkannya." Ucap ibu yang tadinya menyeletuk dan memojokkan Kaira.


"Huh, inikah yang dinamakan pembalasan dendam? Tapi, aku akan melakukan hal yang sama sih atau mungkin lebih parah" Ucap seorang wanita muda yang berdiri tepat disamping Kaira


"Lho kok kalian malah nyalahin aku sih?" Protes Clara. Clara lupa dengan aktingnya, dia berdiri dengan tegap dan membantah seluruh ucapan mereka.


"Yee, ternyata bisa berdiri guys" Ucap biang gosip disana.


"Pffttt hahaha. Mau nyelakai orang malah celaka sendiri." Kaira mendekap kedua tangannya arogan.


Dia melirik kearah pelayan yang baru saja datang itu dengan kopi cappuccino latte panas yang baru saja aku pesan sebelum mereka datang. Jika ada yang bertanya-tanya, kemanakah manajer dari restoran tersebut? Jawabannya adalah mereka tak berani muncul, karena Wisnu berada disana sedang asyik menonton. Mereka pun melakukan hal yang sama.


Kaira mengambil kopi tersebut dari tangan pelayan dan langsung menyiramkannya ke tubuh Clara selagi panas


"Auhh ahh panas panas." Rintih Clara kepanasan.


Plakkk


Kaira menaruh gelas itu di meja dengan kasarnya.


"Ingat ya, saya tidak pernah memiliki dendam apapun kepada anda sekalipun anda pernah membuat saya malu dan membuat suami saya membela anda di pesta hari itu. Namun, anda memulai duluan, jadi saya pun tak akan sungkan dengan wanita seperti anda" Ucap Kaira menunjuk kearah Clara yang menatapnya tajam. Kaira tak mempedulikannya lagi, dia pergi berlalu begitu saja.


"Lho lho, nona cantik. Tunggu" Teriak Wisnu mengikuti Kaira dan meninggalkan Clara sendirian disana, ditatap beberapa pengunjung disana. Benar-benar tidak nyaman baginya. Sedangkan Kaira tersenyum puas melihatnya berhasil dipermalukan dengan tangannya sendiri.


Clara menggenggam tangannya dan menggertakkan giginya.


"Kau!!! Tunggu!!!" Teriak Clara dari dalam restoran itu. Namun, saat wanita itu akan pergi, dia dihadang oleh beberapa orang disana


"Heh cewek valakkor. Dia masih berbaik hati hanya memarahimu. Aku sebagai pelopor organisasi 'anti pelakor', akan memberimu pelajaran." Ucap seorang wanita cantik di depan Clara. Alasannya lebih mendukung Kaira adalah dia juga pernah diperlakukan sama oleh mantan suaminya, karena seorang wanita selingkuhan suaminya.


Beberapa wanita disana, yang diduga pernah disakiti oleh seorang pria, melampiaskan kekesalan mereka di masa lalu kepada Clara. Clara harus menerima dirinya di siram, ditampar bahkan di lempar botol oleh beberapa wanita disana. Sungguh puas hati Kaira menatapnya di balik jendela restoran itu


"Kamu benar-benar hebat. Aku pikir, kamu adalah wanita lemah seperti yang lainnya dan juga aku salut kamu bukanlah orang manja sepertinya." Puji Wisnu. Tentu saja itu tidak berhasil membuat Kaira bergeming.


"Lalu, mengapa kau berada disini? Bukankah dia adalah orang yang kamu sukai dan yang tinggal di apartemen yang sama sepertimu? Bukankah dia adalah sahabatmu? Jangan kira aku tidak tahu hubungan kalian beberapa hari ini" Ucap Kaira membuat Wisnu tercengang


"Bagaimana kau bisa tahu?" Wisnu akhirnya menyeletuk sebuah pertanyaan itu


"Aku adalah Kaira Luna, istri dari Eren William. Jika aku tidak pintar..." Ucap Kaira dengan memunggungi Wisnu


Kemudian, Kaira menoleh ke belakang


"...Apakah aku pantas bersanding dengannya?" Lanjutnya.