
Di perjalanan mereka menuju Bali, Eren menceritakan kepada Kaira jikalau sesampainya mereka di Bali kemungkinan mereka memiliki waktu sedikit untuk bersiap ke Pesta Perjamuan yang akan diselenggarakan malam ini. Tak enak jika mereka tidak mendatangi pesta tersebut pasalnya sang penyelenggara pesta tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat karib Ayah Eren yang sudah lama membantu dan menjadi rekan bisnis di perusahaan Eren. Pesta ini diselenggarakan juga untuk merayakan ulang tahun anak mereka bernama Mona Clarissa. Ya seperti yang kita ketahui jikalau Mona adalah seorang gadis cantik yang pernah dijodohkan dengan Eren, namun orang tua Eren pun menyerahkan urusan pernikahan ini kepada anaknya sepenuhnya dan beruntungnya pihak wanita pun menerima dengan lapang dada.
Satu jam kemudian...
Eren dan Kaira telah tiba di bandara. Mereka pun langsung menyuruh anak buah Eren untuk mengambil barang-barang Eren di dalam bagasi pesawat. Untuk saat ini memang dia sengaja menggunakan pesawat penumpang biasa bukan pesawat pribadinya karena dia pun ingin merasakan duduk bersama banyak orang dan merasakan apa yang kaira rasakan.
"Huuuh... Akhirnya kita sampai." Keluh Kaira
"Apa ada yang tidak nyaman? Mau saya gendong?" Tawar Eren
"Tidak. Terimakasih tu.. suamiku" Kaira lagi-lagi teringat perkataan Eren
"Nahh begitu dong. Kan saya jadi suka. Panggil saya seperti itu selalu ya dan mungkin kita tidak perlu berbicara seformal ini jika diluar pekerjaan" Kata Eren sambil mencium kening Kaira.
Benar-benar deh nih orang kesurupan. Ya tapi, gapapa sih yang penting selamanya begini. Semoga saja dia benar-benar sudah melupakan kekasihnya itu. Batin Kaira yang tiba-tiba sesak mengingatnya
Tak berselang lama mereka pun langsung pergi menuju ke hotel yang sudah Eren pesan. Tentu saja hotel bintang lima dengan fasilitas yang sangat memadai dan pemandangan yang sangat memuaskan.
"Tuan.. eh maksud saya Suamiku, Apakah kita langsung ke hotel? Tidak jalan-jalan kah?" Tanya Kaira memecahkan keheningan
"Tidak" Jawab Eren singkat
Kan dia kumat lagi.
"Tapi, tuan kan saya menginginkan untuk berkeliling, melihat bagaimana suasana Bali, saya juga ingin..." Eren pun membungkam mulut Kaira yang belum menyelesaikan kalimatnya. Seketika Kaira pun kaget dan membelalakkan mata. Eren pun melepaskan bibirnya
"Kamu bawel. Iya kita akan melakukan semua yang kamu mau. Tapi nanti, ok? Aku sudah memberitahu padamu bukan? Kita masih ada perjamuan makan malam sekaligus pesta ulang tahun rekan bisnis ayah" Jawab Eren
"Humm..." Kaira memanyunkan bibirnya menandakan dia sedang merajuk. Eren pun dibuat gemas olehnya.
"Uchh gemesnya" Eren mencubit pipi Kaira gemas
Apa ini tuan yang aku kenal selama ini? Dia menjadi begitu berbeda setelah mengenal nyonya muda. Namun, itu lebih baik jika tuan bisa berubah menjadi periang seperti dulu sebelum mengenal ****** licik itu. Rangga pun bahagia melihat tuannya yang penuh semangat seperti sekarang.
Yaahh semoga Nona Clara tidak akan pernah kembali kesini tuan jika tidak, semua kebahagiaan ini akan sirna dan nasib nyonya muda jelas akan tidak baik-baik saja. Aku sungguh kasian padanya. Rangga pun merasa iba dengan Kaira. Dia mengetahui jika tuan mudanya menyukai Kaira namun masih tidak bisa terlepas dari bayang-bayang masa lalunya.
Waktu berlalu begitu cepat. Eren dan kaira telah bersiap-siap untuk menghadiri pesta Perjamuan itu.
"Tuan dan nyonya muda, apa sudah siap?" Rangga tidak pernah bisa berkata dingin kepada nyonya muda sekalipun tidak didepan tuan mudanya.
"Hmm" Jawab Eren singkat.
Mereka pun memasuki mobil dan siap untuk berangkat. Kaira menggunakan dress yang memang sudah disiapkan oleh Eren sebelum datang kemari. Namun, kejutan yang Eren ingin tunjukkan akan dia berikan esok.
Sesampainya disana. Kaira dan Eren turun. Seluruh orang menatap mereka membuat kaira gugup.
"Apa itu tuan muda Eren yang terkenal dingin itu? Apa wanita disampingnya itu kekasih barunya? Wahh aku iri sekali" Terdengar suara bisik-bisik di kerumunan sana saat Eren dan Kaira jalan bersama.
"Iya. Padahal dia kan ga cantik. Beda jauh dari nona Mona. Mana dia bukan dari keluarga kaya seperti nona Mona" seseorang berusaha menghasut mereka agar simpatik ke Mona. Ya siapa lagi jika bukan pelayan Mona dikediamannya.
"Kalian jangan bergosip. Dan lagi jika iri kalian bilang saja. Lihat dia. bahkan semua orang tertuju padanya. Lihat bajunya yang mahal dan cocok ditubuhnya. Itu benar-benar terlihat menarik dan elegant." Kata seseorang yang juga merupakan salah seorang anak dari keluarga ternama dan berpengaruh dinegara ini. Namun, dia memiliki kepribadian yang baik dan anggun. Selalu membela yang benar tidak peduli status dan kasta orang itu. Ya, Namanya adalah Charlotte Ethelbert. Putri tunggal dan nona muda satu-satunya dari keluarga Ethelbert. Sedari kecil dia memang sangat merakyat. Keluarganya sangat terkenal bahkan hingga ke negara Inggris. Sungguh nona muda idaman pria. Dan pelayan Mona pun terdiam seketika.
Sial. Jika bukan karena nona Rose mungkin tugasku akan berhasil kali ini. Batin Pelayan Mona geram sambil menggigit ibu jarinya itu
"Sayang, aku gugup" Kaira berbisik lirih ke Eren
"Tidak perlu gugup. Ada aku disini. Mereka tidak akan bisa mengganggumu" Balas Eren.
Mereka pun pergi menemui beberapa petinggi negara dan para pembisnis sukses lainnya. Kaira memegang tangan Eren erat.
"Selamat malam tuan Eren. Bagaimana kabar anda?" Tanya seorang rekan bisnis
"Seperti yang anda lihat. Saya sehat dan bahagia." Jawab Eren.
"Apakah ini istri anda? Sungguh cantik sekali dan terlihat luar biasa. Bahkan saya melihat anda lebih murah senyum setelah bersamanya." Pujinya.
"Terimakasih tuan. Saya sangat tersanjung dengan pujian tuan. Namun, saya tidak sebaik dan sehebat yang tuan pikirkan" Balas Kaira sambil menunduk hormat
"Jangan terlalu merendah nak. Saingan kamu pasti akan sangat berat. Saya sarankan untukmu agar lebih menarik perhatian Eren. Dia sangat susah untuk dihadapi dan jika kamu sanggup membuatnya tersanjung, dia akan lebih menyukaimu" Sarannya.
"Terimakasih tuan atas sarannya. Saya akan pikirkan itu dan tidak akan membuatnya kecewa." Jawab Kaira
"Ara, aku akan pergi kesana ya. Kamu tunggu aku disini atau carilah tempat duduk. Nikmati yang ada disini" Pesan Eren.
"Hati-hati" Kaira melambaikan tangan padanya.
"Para hadirin sekalian. Acara ini akan segera dibuka. Mari kita sambut Tuan Besar Richards dan nyonya besar Richards"
Tuan dan nyonya pemilik pesta ini pun keluar dan memberikan sambutan hangat kepada para tamu undangan.
"Selamat malam semuanya. Tidak perlu berbicara panjang lebar lagi karena saya yakin anda semua mengetahui tujuan kami mengundang kalian kemari. Ya, kami akan memperkenalkan ke publik putri kami tercinta sekaligus merayakan ulang tahunnya yang ke 23 ini. Dia adalah Mona Richards Clarissa. Berusia 23 tahun saat ini. Beberapa orang pasti sudah mengetahuinya namun beberapa orang tidak. Alasan kami tidak memberitahukan secara publik tentang anak kami adalah supaya dia memiliki kehidupan yang aman dan nyaman. Namun, dia berkata dia membutuhkan status ini untuk menghadapi segalanya dengan lebih mudah jadi kami hanya menuruti kemauannya" Jelas Tuan Richards.
"Baik mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk nona Mona Clarissa"
Prok prok prok... Mona pun keluar dengan gaun yang mewah namun tetap saja Eren tidak tertarik olehnya. Para reporter pun semakin maju untuk menangkap gambar Mona
"Hai semua. Saya Mona Richards Clarissa. Memang saya tidak pernah menyebutkan nama marga saya. Namun, seperti yang kalian ketahui. Saya merupakan mantan tunangan dari Tuan Eren William" Mona pun menekankan kata 'mantan tunangan' agar semua tahu jikalau dia merupakan korban disini.
"Lalu, mengapa anda gagal menikah dengan tuan Eren William?" Tanya seorang reporter. Eren yang mendengarkan perkataan Mona pun sesegera mungkin mencari keberadaan Kaira. Dia sudah menduga apa kejadian berikutnya.
"Seperti yang kalian ketahui. Terdapat orang ketiga diantara kami. Secara mendadak Eren William pun menikahi seorang gadis." Lanjutnya. Tentu saja itu bukanlah faktanya. Eren sudah sedari awal menolak perjodohan itu. Walaupun ayah Eren pernah menentang dan bahkan memaksa Eren, namun setelah melihat kegigihan anaknya menolak Mona dan melihat anaknya membawakan calon menantu ke dalam keluarganya membuatnya menerima segala keputusan Eren karena dia tidak ingin anaknya menderita karena pernikahan.
Mona ini benar-benar... Batin Eren yang sambil berlari menuju tempat Kaira namun dia tidak menemukan kaira disana.
Kaira yang bosan menunggu Eren itu berkeliling sejenak dan menikmati beberapa hidangan yang ada disana. Dia bahkan melewatkan acara pembukaan dan penyambutan nona muda keluarga Richards jadi, segala sesuatu yang Mona bicarakan pun dia tidak mendengarnya.
"Ara Ara" Teriak Eren kencang. Sayangnya Dia berada terlalu jauh dari Kaira.
"Apa? Tuan Muda menikah? Namun, siapakah dia? Apakah nona Clara? Ataukah nona Amalia?" Lanjut reporter tersebut.
"Bukan" Jawab Mona tegas
"Lantas siapa dia?" Lagi-lagi reporter itu menanyainya.
" Dia bernama Kaira. Dia ada disana" Ucap Mona menunjuk kearah Kaira. Sontak semua pasang mata dan perhatian tertuju kepadanya. Kaira yang sedari tadi tidak mengetahui apa-apa pun kebingungan. Sedangkan Eren akhirnya menemukan keberadaan Kaira yang sudah dikerubuti para reporter itu.
"Apa benar anda telah menikahi tuan muda dan menjadi penyebab utama gagalnya pernikahan tuan dengan nona Mona?" Tanya seorang reporter pada Kaira. Dia pun bingung tentu saja.
"Mengapa anda hanya diam? Jadi anda membenarkan ucapan nona Mona?" Tanya reporter itu tanpa jeda.
"Emang ya kalo pelakor ya tetap akan jadi pelakor. Mana ada pelakor ngaku? Huu" Kata seseorang disana menghasut banyak orang membuat Kaira semakin dipojokkan oleh mereka.
Kejadian tersebut langsung menjadi tranding topic. Banyak netizen yang memaki Kaira membuat Kaira tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka pun semakin aktif bertanya bahkan seseorang yang diduga merupakan provokator itu pun mulai menggerakkan masa yang tidak lain adalah suruhan Mona. Tuan dan Nyonya Richards tidak mengetahui kelakuan anaknya tersebut. Mereka berpamitan karena ada urusan mendadak.
Mona turun dari panggung dan menghampiri Kaira membuat drama tersebut semakin sempurna.
"Dasar ****** gatau diri. Kamu tahu betapa malunya aku saat itu?" Kata Mona. Saat mereka akan melempari Kaira dengan gelas-gelas kaca yang mereka pegang, tiba-tiba sesosok tinggi besar
dengan punggung besar itu pun menghadangnya. Eren pun terluka.
"CUKUP" Teriak Eren membuat suasana hening.
"Apa tuan muda bisa menjelaskan apa yang terjadi?" Tanya seorang reporter.
"Eren kamu gapapa?" Tanya Mona melihat luka pada punggung Eren.
Rangga pun langsung mengendalikan massa yang berusaha menyerang Kaira itu.
"Jika kalian melawan, jangan harap kalian bisa pulang." Kata Rangga tegas dan terkesan dingin. Sontak saja tidak ada yang berani melawannya.
"Mona apa-apan sih kamu?" Bentak Eren berbalik menghadap Mona. Kaira hanya terdiam.
"Kenapa? Demi perempuan ini kamu bahkan membentakku?Hiks hiks.. Kamu jahat Eren." Mona berkata sambil menangis. Membuat orang-orang ibah terhadapnya. Mereka pun beraksi lagi. Namun, dengan sigap Rangga menghadang mereka.
"Kamu ya perempuan ga tau diri. Apa sih yang kamu lakukan pada Eren?" Mona pun mengangkat tangannya siap untuk menampar. Namun, itu dihentikan oleh Eren.
"Mona aku bilang cukup ya cukup. Ara, mari kita pergi" Eren pun membawa Kaira pergi dari sana sebelum Kaira dalam bahaya.
Lalu, Eren menyuruh Kaira untuk masuk kedalam mobil duluan. Ada beberapa bodyguard yang sudah disewa Rangga atas perintah Eren untuk berjaga-jaga.
"Ara, kamu tunggu disini dulu ya sayang. Aku akan berbicara dengan Rangga dulu" Pinta Eren
"Baik Tuan eh Sayang" Jawab Kaira patuh
"Rangga besok siapkan konferensi pers. Mau tidak mau, saya harus mengakui pernikahan saya dipublik. Sekaligus mungkin menyatakan perasaan kepada Kaira. Besok siapkan segalanya dan saya yakin kamu mengerti kemauan saya." Eren pun mengutus Rangga untuk mengadakan konferensi pers dan mengumumkannya agar publik melihat jika bukan Kaira lah yang bersalah, tapi ini murni keputusannya. Sambil berjalan, Eren pun tersenyum membayangkan betapa manisnya raut wajah Kaira esok saat dia mengakui perasaannya.
Tuan saya bahagia melihat anda begini. Semoga Nyonya muda bisa terus membuat Anda tersenyum seperti ini. Rangga yang melihatnya pun turut bahagia