
Bab 60
Bai Zhe yang bangga dan sombong Tentu saja tidak menerima penghinaan Fu Bao terhadapnya.
Dia mengeluarkan pedangnya untuk menyerang Fu Bao supaya sadar siapa yang sampah..
Tapi ketika pedang itu akan menyentuh tubuh Fu Bao perisai muncul di sekitar Fu Bao.
Bai Zhe mengerutkan keningnya saat melihat perisai yang ada di sekitar Fu Bao.
Sama halnya Bai Zhe, Fu Bao menatap perisai yang tiba-tiba muncul di sekitar dengan dahi mengerut.
Terlihat dari ekspresi wajah Fu Bao kalau bukan dia yang membuat perisai..
Lantas siapa yang membuat perisai untuk melindungi Fu Bao..
Sampai sosok Pria berjubah merah darah dengan bordir naga di jubah nya masuk kedalam pandangan Fu Bao dan Bai Zhe.
"Murong Yaan?" Gumam Bai Zhe yang mengenal sosok yang muncul dihadapan mereka.
Murong Yaan dengan ekspresi malas melangkah maju dan berdiri di tengah-tengah Fu Bao dan Bai Zhe.
Tindakan Murong Yaan jelas menghalangi Bai Zhe untuk melihat atau menyerang Fu Bao.
Itu benar, orang yang memasang perisai untuk melindungi Fu Bao adalah Murong Yaan yang telah menonton semua pertarungan antara Bai dan Fu Bao di restoran seberang.
Dia juga melihat bagaimana keluarga Bai yang memulai pertarungan sedang Fu Bao hanya membela diri.
Awalnya Murong Yaan tidak ingin ikut campur dengan urusan keluarga Bai Tapi saat melihat Fu Bao dengan berani melawan apalagi memukuli keempat saudara saudari Bai.
Murong Yaan langsung kagum,dia juga melihat kalau basis Kultivasi Fu Bao jauh lebih rendah dari ketiga saudara Bai.
Namun dengan mudah nya Fu Bao mengalahkan ketiga saudara Bai hanya sekali pukulan membuat Murong Yaan lebih kagum.
Hal ini membuat Murong Yaan langsung tertarik, dia sangat penasaran keberanian serta kekuatan apa yang disembunyikan di dalam tubuh mungil Fu Bao.
Keinginan tahunnya pada Fu Bao membuat Murong Yaan ingin mengenal Fu Bao lebih dalam lagi.
Jadi dia memutuskan untuk bertindak superhero yang menyelamatkan gadis lemah tak berdaya...
"Yang mulia putra mahkota bukan anda terlalu banyak ikut campur? " Tanya Bai Zhe dengan sinis.
"Hehe, ikut campur atau tidak aku rasa kau tidak memiliki hak untuk menghentikan ku bukan hmm.." Balas Murong Yaan dengan nada sinis yang sama.
"Yang mulia bercanda bagaimana mungkin saya memiliki keberanian untuk menghentikan Yang mulai, tapi Yang mulia gadis ini menyakiti adik tersayang ku lihat bertapa menderita nya Adik" Bai Zhe tersenyum munafik sambil menarik Bai Linger untuk bisa dilihat Murong Yaan.
Bai Linger yang tiba-tiba ditarik ,akhirnya mengerti apa yang sedang ingin dilakukan kakaknya.
Bai Linger tahu kalau kakak nya sengaja menekan kata dirinya terluka untuk membuat Murong Yaan merasa kasihan.
Bai Linger yang mengerti Segera menatap Murong Yaan dengan mata yang sudah dipenuhi air mata :
"Saudara Murong~ dia memukuli ku lihat ini.... luka-luka ini semua disebabkan ja-- gadis ini " ucap Bai Linger yang hampir keceplosan untuk memanggil Fu Bao jal*ng..
Menerima tatapan keluhan Bai Linger membuat kepala Murong Yaan sakit..
Murong Yaan memegangi dahinya dengan lambaian tangan dia mengehentikan tangisan Bai Linger: " Cukup Bai Linger! Apa menurut mu aku buta dan bodoh? Aku bisa melihat siapa yang salah lebih dulu yaitu kau!"
Bai Linger: "!!!"
"Saudara Murong aku-- "
Bai Zhe : "???"
Bai Ling yang perutnya berdarah karena menerima serangan Fu Bao : "???"
Serta Bai Mo yang lengan nya masih berdarah : ???
Bai Linger yang tubuhnya sakit karena dibanting Fu Bao: "????"
"Tunggu sebentar apa maksud putra mahkota gadis lemah Itu gadis bertopeng Phoenix?"
"Aku rasa begitu..." Ucap salah satu pengunjung yang ragu
"Aku ragu apa aku yang buta atau..." Ucap pengunjung yang lain..
Fu Bao yang tiba-tiba dituduh sebagai gadis lemah tak berdaya langsung terdiam vunguy,dia tidak tahu apa yang sedang terjadi hari ini.
Fu Bao merasa hari ini dia sangat sial tidak hanya bertemu orang gila tapi juga bertemu orang buta.
'di mata mana putra mahkota ini melihat nya sebagai gadis lemah tak berdaya ' pikir Fu Bao....
Tidak ingin mengambil pusing Fu Bao berbalik dengan wajah dingin kembali ke kamar nya.
Tanpa menyapa putra mahkota yang telah membantu nya walaupun sebenarnya itu sama tidak perlu.
Saat Murong Yaan selesai menceramahi keempat saudara saudari Bai, dia berbalik untuk menyapa Fu Bao bahkan dia telah memasang senyuman yang menurutnya sangat menawan.
Tapi saat berbalik dan melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan Fu Bao.. wajah tersenyum Murong Yaan langsung runtuh..
Murong Yaan sekarang terlihat seperti anjing yang di tinggalkan tuan nya.
Di sisi kamar Fu Bao..
Dia tidak peduli dengan keributan apa yang ia sebabkan di bawah..
Kini dia sedang duduk di tempat tidur sambil bermeditasi..
Fu Bao tenggelam dalam Kultivasi tidak menyadari kalau sudah Lima hari berlalu sejak ia bermeditasi..
Untungnya masih ada beberapa hari lagi sebelum hari memasuki Alam rahasia..
Tidak ingin menunda lagi Fu Bao turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dengan sekilas..
Sebelum Fu Bao keluar dari kamar dia membiarkan Bao Bao masuk kedalam ruang Amethyst untuk beristirahat tidak tahu kenapa sejak pertengkaran dengan keluarga Bai kondisi Bao Bao terlihat sangat salah..
Bao Bao terlihat lesu dan mengantuk Fu Bao bertanya kepada Donghua apa terjadi sesuatu dengan Bao Bao.
Donghua hanya berkata kalau Bao Bao terlihat sedang memproses data di benak nya dia tidak tahu data apa Itu, yang jelas itu bukanlah hal yang berbahaya jadi dia menyuruh Fu Bao tidak terlalu khawatir.
Dia akan menjaga Bao Bao di ruang Amethyst Fu Bao hanya perlu tenang mempersiapkan diri untuk masuk ke Alam rahasia.
Sementara Bao Bao di ruang Amethyst, Fu Bao memutuskan ke toko penjual tanaman obat.
Setelah memikirkan lebih dalam akhirnya Fu Bao berpikir untuk membuat obat-obatan sendiri daripada membeli.
Lagi pula Fu Bao tidak bisa membuang-buang batu Roh yang berharga dan dia masih membutuhkan banyak batu Roh untuk bisa dari segel nya.
🌷🌺like, komen, vote, favorit ,GIF terima kasih atas dukungan kalian 😄🌈🌈🌈