
Bab 111
Dengan iming-iming harta Karun tak ternilai harganya Xiao Nai berhasil melaksanakan rencana jahatnya.
Dia menggunakan kemampuan ilusi yang membuat orang-orang yang berdatangan ke sana akan berpikir mereka sedang berada di sebuah tempat harta Karun.
Yang mana kebenaran adalah mereka sekarang berada di dalam sarang Beast Demon yang telah menanti kedatangan para manusia masuk kedalam perut mereka.
Xiao Nai hanya berdiri di sana sambil tersenyum tipis menyaksikan perlahan-lahan manusia masuk kedalam mulut Beast Demon tanpa menyadari kematian akan datang ke arah mereka.
Rasa gembira dan bersemangat menyelimuti seluruh tubuh Xiao Nai saat rencana akhirnya berhasil.
Xiao Nai memiringkan kepalanya setelah menyaksikan semua manusia yang ia pancing akhirnya masuk kedalam mulut Beast Demon yang telah lama ia siapkan.
Xiao Nai menggosok bibirnya sambil memikirkan cara apa lagi untuk membunuh manusia yang ada di dunia ini lebih cepat.
Sudut bibir Xiao Nai terangkat ketika memikirkan sebuah rencana lain yang membuat dunia jatuh kedalam kegelapan lebih cepat yaitu dengan cara membebaskan Dewa iblis dari segel nya.
Karena mendapat tujuan baru lagi Xiao Nai mulai mencari tahu dimana Dewa iblis disegel Dewa pencipta dari buku-buku kuno.
Namun hal ini tidak semudah yang ia bayangkan hampir tidak ada sedikitpun informasi tentang dimana Dewa iblis di tahan oleh Dewa pencipta.
Bahkan dia tidak menemukan segel apa yang dibuat Dewa pencipta untuk menyegel jiwa Dewa iblis.
Brak!
Xiao Nai melemparkan buku kuno yang sedang ia baca dengan kesal setelah lama mencari informasi tentang Dewa iblis, tapi belum juga kunjung berhasil.
Kesabaran nya hampir habis setelah tahu kalau ia tidak memiliki satupun informasi yang berkaitan tentang Dewa iblis.
Dia berjalan bolak-balik sambil terus memikirkan cara lain untuk menjatuhkan dunia.
Tapi tidak peduli sekeras apapun dia berpikir, dia tidak menemukan cara lain lagi untuk menjatuhkan dunia ini lebih cepat seperti yang ia rencana sebelumnya.
Di benak nya sekarang hanya ada satu cara yaitu membebaskan Dewa iblis dari segel,tapi bagaimana caranya?
"Aku saja tidak memiliki informasi yang ku butuhkan."
Gerakan Xiao Nai berhenti ketika ia melihat sebuah peta dari buku kuno yang tadi ia lempar.
Xiao Nai membungkuk badan nya dan mengambil buku kuno itu.
Dia menyentuh garis-garis peta yang tergambar di buku kuno dengan wajah serius.
"Hanya ada satu cara, pergi dunia iblis"
Inilah yang dikatakan Xiao Nai pada dirinya sendiri saat melihat peta yang tergambar di buku kuno.
Yang rupanya peta itu adalah peta tentang gambaran dunia iblis.
"Jika aku pergi ke dunia iblis, aku mungkin mendapatkan apa yang ku butuhkan.. tidak ada cara lain hanya ini satu-satunya"
Keesokan paginya, Xiao Nai mulai melakukan banyak persiapan untuk pergi ke dunia iblis meskipun dia tahu untuk bisa pergi ke dunia iblis tidaklah mudah.
Dia sama sekali tidak berniat untuk menyerah malahan darah seolah mendidih ketika memikirkan kehancuran dunia sihir ia bayangkan tidak lama lagi.
Karena luka parah ini pula yang mengakibatkan nya merobek ruang kosong secara paksa dan mendarat di Alam rahasia Dongyue yang ada di Daratan Rendah.
Pada awalnya Xiao Nai bisa saja menyembuhkan luka-luka ditubuhnya dalam waktu beberapa hari dan kembali ke Daratan Tinggi untuk membalas dendam kepada orang yang telah mengkhianati nya.
Namun apa yang tidak ia duga, dia akan di pertemuan kan oleh seseorang yang membuat hatinya gelisah tak beraturan.
Perasaan saat pertama kali bertemu Fu Bao sangatlah berbeda dengan perasaan saat ia sedang memikirkan cara untuk menghancurkan dunia.
Jika dia hanya sedikit gembira dan bersemangat saat memikirkan kehancuran dunia maka setelah ia bertemu Fu Bao itu semua mulai berubah.
Dia tidak hanya merasa gembira,sedih dan khawatir saat bersama Fu Bao.
Perasaan ini sangat aneh sampai-sampai membuat Xiao Nai sangat tagihan dengan perasaan ini.
Seperti sedang menelan narkoba, Xiao Nai hampir tidak bisa lepas dari perasaan aneh ini yang membuat nya terus menerus ingin lebih dekat dengan Fu Bao.
Dia tidak lagi memikirkan cara untuk menghancurkan dunia, dia justru sebaliknya dia malah berpikir membuat dunia terlihat lebih baik agar harta Karun nya yaitu Fu Bao bisa hidup dengan damai dan nyaman di dunia ini.
Berpikir dirinya akan selalu berada disisi Fu Bao tidak peduli seberapa sulit dan bahaya yang akan mendatangi nya.
Hatinya sangat gembira terlebih senyum yang jarang muncul di wajahnya akhirnya bisa sering muncul setelah bersama Fu Bao.
"Aku akan melindungi nya selamanya"
Itu awal yang di pikirkan oleh Xiao Nai sampai Fu Bao mengatakan untuk tidak mengikuti nya lagi.
Dunia indah dan mimpi masa depannya yang telah lama ia bangun di benaknya hancur seketika karena kata-kata Fu Bao.
Kata-kata itu pula yang menyadarkan Xiao Nai kalau dia tidak pernah pantas mendapatkan cahaya.
Dirinya yang merupakan sosok menjijikkan yang lahir dalam kegelapan sangat tidak pantas mendapatkan sebuah cahaya.
Kebahagiaan yang telah lama ia bayang-bayangkan sirna setelah menyadari fakta ini.
...----------------...
(Di dalam kesadaran Xiao Nai)
[Apa kau bayangkan? Dia sama sekali tidak tahu siapa dirimu sebenarnya? Apa menurut setelah ia mengetahui siapa dirimu dia akan mau menerima keberadaan seperti mu? Tidak! Dia tidak akan mau menerima keberadaan menjijikkan seperti mu! ] Bisik iblis di dalam hati Xiao Nai yang terus menerus menarik kesadaran Xiao Nai untuk jatuh lebih dalam kegelapan.
"Tidak! Fu Bao masih membutuhkan ku...dia menginginkan ku....aku harus keluar dari sini dia pasti sedang menunggu ku..." Balas kesadaran Xiao Nai dengan nada lemah sambil berusaha keras untuk keluar dari kegelapan.
[Dasar bodoh! Apa kau lupa apa yang dikatakan nya? Dia bilang untuk tidak mengikuti nya lagi? kau benar-benar di tinggalkan...dia benar-benar tidak menginginkan mu..] Bisikkan iblis itu semakin keras seolah ingin menghancurkan satu-satunya harapan kesadaran Xiao Nai.
Xiao Nai menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras kepala:
"Ini bukan maksud nya, aku pasti sedang salah paham "
[Sadarlah dia tidak menginginkan mu...hanya aku menginginkan mu...Percayalah padaku...Aku tidak berbohong padamu... itulah bersama ku....] Bujuk iblis itu dengan lembut.
Kesadaran Xiao Nai mulai melemah setelah mendengar bujukan iblis itu, bahkan gerakan untuk bebas dari kegelapan menjadi semakin lemah seolah ingin menyerah seperti yang sedang di katakan iblis di dalam hatinya.