
Yang Mulia Murong yang terkenal sangat dingin dan Tiran tiba-tiba tersenyum begitu manis dan hangat sekarang.
Terlebih lagi para pelayan dan kasim yang telah lama mengetahui kekejaman Yang Mulia Murong mereka mungkin berpikir mereka telah buta atau gila karena telah melihat senyum Feng Teng sekarang.
Tapi untungnya tidak ada satupun para pelayan ataupun kasim yang melihat pemandangan tidak lazim ini.
"Ini sudah siang, tapi kenapa Yuan Yi masih belum juga kembali? Memang barang apa saja yang kalian suruh beli? " Tanya Fu Bao penasaran saat melihat Yuan Yi belum juga kunjung muncul di hadapannya bahkan setelah jam makan siang mereka berlalu.
"Hemn... tidak banyak hanya beberapa kebutuhan makanan kering,obat,senjata, kain, perhiasan, pakaian, dlll.
Aku tidak begitu jelas apa lagi yang telah kami suruh beli " Jelas Feng Teng dengan nada polos.
Sudut bibir Fu Bao berkedut ketika mendengar nya, dia bisa mengerti kenapa mereka memerintahkan Yuan Yi untuk membeli makanan kering, obat-obatan dan senjata, tapi di tidak mengerti kenapa mereka berdua ini memerintahkan Yuan Yi untuk membeli kain, perhiasan dan pakaian.
Memang nya untuk apa ketiganya di bawa pergi.
" Aku mengerti kenapa kalian memerintahkan Yuan Yi untuk membeli obat-obatan atau yang lain, tapi ada tiga hal yang tidak ku mengerti kenapa kalian menyuruh Yuan Yi membeli kain, perhiasan dan pakaian? Oke mungkin kain atau pakaian masih memiliki kegunaan untuk pakaian ganti atau selimut selama perjalanan, akan tetapi untuk apa perhiasan kalian harus beli? Kita kan akan berpergian bukan nya sedang bermain jadi untuk apa itu ?" Tanya Fu Bao tidak mengerti.
"Untuk mu " Kata Xiao Nai tegas.
"Tentu saja membeli perhiasan,kain dan pakaian indah digunakan untuk Baoer agar lebih cantik ~ " Ujar Feng Teng ceria.
" Tapi itu tidak ada gunanya " pusing Fu Bao.
"Itu berguna " Tegas sekali lagi Xiao Nai.
Fu Bao: " Hah??"
"Aku tidak ingin kau terlihat lebih rendah dari yang lain.... Baoer ku harus lebih cantik dan mewah daripada yang lain " Kata Feng Teng dengan mendominasi.
" Apa kita akan pergi ke ajang fashion show? Sampai-sampai kalian berdua harus mendandani ku seperti itu? " Cibir Fu Bao.
"Fas...fas apa? Aku tidak mengerti apa maksud mu? " Bingung keduanya.
"Lupakan aku tidak akan berbicara dengan kalian berdua bisa-bisa aku di buat gila karena meladeni kalian berdua " Fu Bao melambaikan tangannya pergi keluar ruang tamu kerajaan.
"Baoer sepertinya marah? "
"Seperti begitu. "
"Atau jangan-jangan Baoer mengira kita berdua sangat miskin sampai harus membeli perhiasan dan pakaian di luar maka nya karena itu dia marah.."
"Mungkin, tapi aku rasa tidak seperti itu..." Jawab Xiao Nai ragu.
Karena menurutnya alasan Fu Bao marah bukan karena alasan itu, dia tidak tahu bagaimana menjelaskan nya.
Feng Teng mengacak rambutnya dengan kesal: " Hahh! Ini membuat ku kesal! Fu Bao pasti berpikir kalau aku sangat miskin karena tidak memiliki pakaian dan perhiasan indah. padahalkan di istana ku tidak ada yang namanya pakaian wanita kalaupun ada itu tidak layaknya untuk bayiku yang manis."
Yah, benar alasan kenapa Feng Teng memerintahkan Yuan Yi membeli pakaian, perhiasan dan kain di luar itu semua karena di istana Chayang tidak ada satupun barang yang dimiliki wanita di sini.
Lagi pula Feng Teng tidak pernah dekat dengan wanita atau gadis lain sejak dirinya menjadi manusia.
Dia begitu sibuk merencanakan balas dendam dan menemukan cara untuk bisa kembali ke tubuh aslinya.
Jadi bagaimana mungkin dia memiliki kesempatan untuk dekat dengan wanita atau gadis lain.
Bahkan bila dirinya memiliki kesempatan untuk dekat dengan wanita lain dia pasti tidak ingin melakukannya.
Karena kebanggaan nya sebagai klan Phoenix tidak akan membiarkan dirinya untuk jatuh cinta pada manusia rendahan.
Lalu bagaimana Putra Mahkota Murong Yaan? Apa di juga tidak memiliki wanita lain disisi nya?
Jawaban ya.
Ya, putra mahkota Murong Yaan memang mempunyai beberapa selir disampingnya, namun dia maupun selir nya tidak tinggal di istana Chayang.
Maka tidak heran bila tidak ada satupun barang-barang milik wanita di istana Chayang ini.
Oh ya, perlu diperhatikan pelayan disini juga tidak ada satupun memiliki jenis kelamin wanita.
Ya kalian tidak salah membaca tidak ada namanya wanita di istana Chayang ini.
Semuanya yang ada di sini hanya ada satu jenis kelamin yaitu pria.
Jadi tidak ada yang namanya insiden pelayan wanita yang mencoba memanjat tempat tidur Feng Teng untuk bisa menjadi selir.
Bahkan ketika Feng Teng dan yang lain pergi daratan ini istana Chayang tidak dapat ditinggalin oleh orang lain.
Lantaran Feng Teng akan membawa seluruh istana Chayang bersama nya.
Dia hanya meninggalkan token Alam rahasia kepada Murong Yaan untuk di wariskan selain itu Feng Teng tidak akan meninggalkan satu harta pun kepada Murong Yaan.
Bagi beberapa orang tindakan Feng Teng mungkin terlihat sangat egois dan pelit, tapi itu semua tidak bisa disalahkan nya.
Karena semua harta yang ada di istana Chayang dihasilkan dari jerih payahnya dan bawahan nya.
Murong Yaan atau empat keluarga besar lain tidak memiliki kepemilikan atas harta-harta yang ia dapatkan dan ia buat.
Sudah sangat berbaik hati bagi Feng Teng untuk membiarkan seorang pengemis menjadi Putra Mahkota jadi mana mungkin dia akan membiarkan orang yang tidak memiliki hubungan erat dengan nya dapat mewarisi hartanya.
Hanya anak-anak nya dari hasil bayinya yang boleh mewarisi harta nya.
Yang lain tidak boleh!
................
Saat malam mulai menjelang Yuan Yi akhirnya kembali dengan keadaan kuyu dan lelah.
"Yuan Yi!? "
Yuan Yi yang akan kembali ke kamarnya tiba-tiba berhenti ketika mendengar seseorang memanggil nya.
"Fu Bao? Apa kau sudah sadar!? " Tanya Yuan Yi yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi bahagia di wajahnya.
" Ya"
"Aku sangat bahagia karena kau akhirnya sadar kau tidak tahu apa yang telah ku lalui mereka berdua itu bukan ma...hemp!!! "
Sebelum Yuan Yi dapat mengeluh kepada Fu Bao, mulut nya terlebih dahulu di tutup oleh Feng Teng yang tidak kapan sudah berdiri di belakangnya.
"Yuan Yi ~ bukankah kau terlalu banyak berbicara? Orang yang banyak omong biasanya tidak akan hidup lama bagaimana menurutmu tentang hal itu " Tersenyum bahaya.
Glek--
Dengan tubuh gemetar Yuan Yi mengangguk kepalanya dengan terpaksa.
"Hahaha, Yuan Yi sepertinya setuju dengan perkataan ku rupanya ~ " Feng Teng jelas sedang tertawa.
Tapi entah kenapa Yuan Yi merasa Feng Teng sedang mengancam nyawa nya sambil tersenyum hangat.
Fu Bao : "Kalian ini...."
"Kalian apa sayangku ~ " Tanya Feng Teng tersenyum lembut.
"Tidak ada " dengan wajah datar Fu Bao berbalik meninggalkan ketiganya.
"Kau membuat Baoer kesal " Ujar Xiao Nai yang melewati Feng Teng dan Yuan Yi.
"Aku? " Feng Teng menunjukkan dirinya sendiri tidak percaya: " Tapi aku jelas tidak melakukan apapun yang membuat bayiku kesal ~ "