
" Kau pasti masih tidak mempercayai kami kan? " Tanya Xiao Nai, namun dengan nada pasti.
Fu Bao: " Aku...."
" Tidak perlu mengelak, aku bisa melihat kalau tidak begitu mempercayai kami... Ah tidak! lebih tepatnya kau tidak mempercayai siapapun selain dirimu kan? " Sekali lagi Xiao Nai menanyakan itu dengan nada yakin.
Fu Bao tidak menjawab, dia hanya menurunkan kelopak matanya yang membuat Xiao Nai maupun yang lain, tidak dapat melihat apa yang sedang dipikirkan oleh Fu Bao sekarang.
" Aku bisa mengerti itu, seperti yang kau katakan tadi kenapa kami begitu mempercayai mu? Padahal kita hanya bertemu beberapa bulan yang lalu, tapi anehnya kami sangat mempercayai mu, bahkan tidak sedikitpun kami meragukan mu. Itu pasti membuat curiga bukan? Kami tahu kau pasti tidak bisa mempercayai kami begitu saja.
kami tidak akan memintamu untuk mempercayai kami atau memaksa mu untuk percaya pada kami.... kami tidak akan melakukan nya hal itu, Tapi tolong yakinlah... kalau kami selalu berada di pihak mu, selepas kau memercayai kami atau tidak, kami akan selalu berdiri sisi mu, melindungi mu.." Xiao Nai mengatakan penuh keseriusan dan juga penuh keyakinan.
Fu Bao masih diam : "......"
Keheningan sesaat terjadi di gua dengan terangi cahaya api unggun membuat suasana di gua menjadi semakin dingin.
Tidak peduli seberapa hangatnya api unggun itu tidak bisa melelehkan suasana yang dingin yang terjadi diantara mereka.
Ketidakpercayaan Fu Bao pada Xiao Nai dan yang lain menjadi sumbu dari suasana dingin yang terjadi pada mereka berempat sekarang.
Hari yang seharusnya menjadi sangat menyenangkan, menjadi hari penuh keraguan.
Xiao Nai, Feng Teng dan Yuan Yi sebenarnya tidak keberatan bila Fu Bao tidak mempercayai mereka.
Mereka bertiga bisa memaklumi sikap Fu Bao yang mencurigai mereka, lagi pula mereka bertiga sangat memahami perasaan Fu Bao saat ini karena....
Mereka sendiri pernah mengalami nya...
Perasaan dikhianati, tidak bisa mempercayai siapapun di dunia kecuali dirinya sendiri dan perasaan kesepian menghantui pikiran mereka.
Membuat keseluruhan hidup mereka terasa sangat gelap, semua itu sudah mereka rasakan sebelum kedatangan Fu Bao di dalam hidup mereka.
" Aku tahu sangat sulit untuk mempercayai kami, tapi bisakah kau memberikan kami kesempatan untuk masuk kedalam hati mu walau hanya sedikit? Bahkan jika itu hanya berada di tepi hatimu kami sama sekali tidak keberatan.
Aku tidak akan memintamu untuk membuka seluruh pintu hati mu, tapi setidaknya biarkan kami berdiri di depan pintu hatimu. " Xiao Nai memegang kedua bahu Fu Bao agar dia bisa menatap nya.
" Maaf...." Itulah yang dikatakan Fu Bao setelah lama terdiam,mendengar perkataan Xiao Nai.
Fu Bao mengangkat kepalanya dan menatap ke wajah ketiganya yang sekarang penuh kesedihan " Maaf... Maafkan aku..."
Meskipun Xiao Nai mengatakan padanya untuk tidak apa-apa, Fu Bao tahu kalau keraguannya menyakiti hati mereka.
Fu Bao merasa tidak enak, hatinya sangat sakit seperti ada yang mencabik-cabik, tapi dia sendiri tidak tahu bagaimana untuk menghilangkan keraguan ini.
Fu Bao sendiri berusaha keras untuk mempercayai mereka, namun tidak peduli seberapa keras dia mengatakan dalam hatinya kalau ia harus mempercayai mereka sekali saja.
Namun itu sama sekali tidak mempan, hatinya sepertinya telah dikunci rapat setelah menerima pengkhianat dari orang paling ia percayai di masa lalu atau mungkin karena alasan lain...
Yang jelas Fu Bao masih belum siap untuk mempercayai siapapun sekarang.
Dia tahu kalau hal ini sangat menyakiti mereka, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan.
Fu Bao menundukkan kepalanya menyesal.
Melihat tindakan Fu Bao, ketiganya hanya bisa diam.
'Rasanya sangat menyakitkan saat kau tidak di percayai oleh orang dicintai mu...'
Mungkin itu kalimat paling tepat untuk menggambarkan suasana hati Feng Teng dan yang lain sekarang.
Feng Teng mencoba memaksakan dirinya untuk tersenyum lembut, namun sekuat apapun ia mencoba dia tidak tetap gagal membuat ekspresi seolah-olah itu bukan masalah karena Fu Bao tidak percaya padanya.
Feng Teng memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam lalu ia tersenyum lembut dan berkata :
"Tidak apa-apa, Aku...aku tidak keberatan bila kau tidak mempercayai kami, tapi apa benar tidak ada kesempatan untuk kami untuk masuk kedalam hatimu? Meski hanya sedikit? Apa kami benar-benar tidak memiliki sedikitpun kesempatan untuk masuk kedalam hatimu? " Feng Teng mencoba menahan air matanya dan berusaha sekuat mungkin menahan rasa sakit dihatinya saat mengatakan itu pada Fu Bao.
" Aku bukan nya tidak ingin mempercayai kalian, tapi bagian sini.." Fu Bao menunjuk jantungnya sendiri dan tersenyum sedih:
" Mengatakan untuk tidak mempercayai kalian atau mungkin lebih tepatnya di bagian sini terasa sangat kosong seolah ada lubang hitam di hati ku, tidak peduli seberapa kali aku mengisinya ini tetap menjadi lubang yang sulit ku tutupi.
Maaf.... maafkan aku...Aku juga ingin mempercayai kalian, tapi rasanya sangat sulit bagiku untuk melakukan hal yang semudah itu....Aku tidak tahu apa ini efek samping karena aku dilahirkan kembali atau apa? Aku tidak tahu.
Tapi rasanya , sejak aku berada di dunia ini...Aku sepertinya mulai berhenti merasakan emosi cinta manusia.
Aku seperti robot tanpa emosi manusia yang sulit mencintai jadi tolong jangan berharap lagi aku bisa mencintai kalian, karena itu mungkin akan menyakiti perasaan kalian lagi. "
"Sejak kapan? sejak kapan,kau mulai menyadari kalau kau tidak bisa lagi merasakan emosi manusia? " Tanya Feng Teng Khawatir.
Xiao Nai dan Yuan Yi juga menatap Fu Bao dengan tatapan khawatir.
"Saat aku bangun dari koma saat itu atau mungkin sudah lama sekali, hanya saja saat itu aku belum menyadari nya. "
"Apa ini semua karena ku? " Ucap Feng Teng menyalah dirinya.
Fu Bao: " Apa?! Apa maksud mu? Itu jelas bukan salah mu, tapi kenapa kau menyalahkan diri "
"Sudah jelas ini semua salahku! Karena aku , kau jadi kehilangan emosi manusia, karena aku kau tidak bisa mencintai atau mempercayai siapapun lagi! " Teriak Feng Teng dengan wajah pucat dan mata memerah.
"Feng Teng,apa yang sedang kau katakan? Ini semua tidak ada hubungannya dengan mu. Alasan aku sangat sulit mempercayai orang lain itu semua karena aku pernah dikhianati oleh satu-satunya orang yang telah ku percayai, jadi itu semua tidak ada hubungannya dengan mu. "
" Tapi saat itu kau terluka parah karena ku....Aku...aku berpikir itu semua pasti karena energi iblis di tubuhku yang membuat mu menjadi seperti ini. "
"Apa kau bodoh? Bukankah tadi aku sudah sangat jelas mengatakan kalau ini mungkin efek samping sejak aku dilahirkan kembali di dunia ini. Mungkin saja efek nya baru dirasakan saat itu. "
"Tapi--"
"Hentikan! Kau membuat ku kesal! Meskipun aku tidak bisa mencintai atau mempercayai kalian di hatiku, tapi itu semua tidak akan mempengaruhi ku karena aku selalu menggunakan intuisi ku alih-alih hati ku.
Jangan khawatir, mungkin saja hal ini terjadi untuk membuat ku tidak tertipu daya oleh iblis, seperti yang mana kalian tahu iblis paling ahli dalam memainkan hati manusia.
Mungkin ini termasuk rencana Dewa pencipta yang membuat ku kehilangan emosi mencintai manusia agar aku tidak bisa ditipu iblis. " Fu Bao.