The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 126 Feng Teng berhasil kembali ke tubuh aslinya


Yuan Yi yang ada di luar ruang Amethyst juga berkata kepada Xiao Nai dan Feng kalau kondisi tubuh Fu Bao akan baik-baik saja.


Mendengar perkataan Bao Bao serta Yuan Yi,


Donghua akhirnya bisa tenang.


Dia juga menyadari satu hal dari ini kalau ia harus segera bebas dari segelnya untuk bisa berdiri di samping Fu Bao agar bisa melindungi nya daripada harus berdiri disini tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah berhasil menenangkan diri Donghua mendapati kekuatan spiritual yang ada di tubuhnya mulai bergetar aneh.


Donghua sendiri tahu apa penyebab aneh yang terjadi pada tubuhnya disebabkan karena iblis batiniah nya yang mulai memperlihatkan wujud.


Jadi karena itu pula Donghua membaca kitab sutera hati yang mana manfaat nya untuk menenangkan dirinya dari iblis batiniah yang perlahan-lahan berkembang di hatinya.


Sambil memikirkan cara untuk melepaskan dirinya dari segel lebih cepat.


Di luar ruang Amethyst...


Fu Bao kembali lagi di kamar yang berhias warna merah dan hitam.


Tidak seperti sebelumnya yang mana ia tidak bisa berdiri untuk mencari tahu dimana ia sekarang kini luka-luka di tubuhnya mulai sembuh jadi dia sekarang sudah bisa berjalan mengelilingi Kamar ini.


Saat Fu Bao sedang melihat sekeliling kamar dia tiba-tiba mendengar suara pintu terbuka


" Klek!"


Secara refleks Fu Bao menatap ke arah pintu.


Sebelum ia dapat bisa melihat siapa yang masuk tiba-tiba saja sosok berjubah merah hitam melesat kearahnya.


Awalnya Fu Bao ingin menghindari dan menyerang sosok itu , namun dia menemukan kalau sosok itu sangat akrab.


"Baoer,aku sangat bahagia karena kau akhirnya bangun.....Apa ada bagian tubuhmu yang masih sakit atau tidak merasa nyaman?" Tanya khawatir Feng Teng sambil melihat Fu Bao dari atas ke bawah untuk melihat apa ada kelainan.


"Aku baik-baik, bisakah Tuan Feng melepaskan ku?" Tanya Fu Bao lemah yang mana rupanya dirinya sedang peluk erat oleh Feng Teng.


"Biarkan dia pergi Feng Teng, apa kau tidak melihat kalau Baoer tidak nyaman? " Kata Xiao Nai sambil menarik kerah leher Feng Teng untuk menjauh dari sisi Fu Bao.


Setelah menyingkirkan burung dari sisi harta kesayangan nya , Xiao Nai menatap Fu Bao dan bertanya dengan nada sangat lembut seolah-olah takut bila ia berkata lebih keras itu akan menakuti hartanya.


"bagaimana keadaan mu? Apa ada sesuatu yang tidak nyaman? "


Fu Bao menggeleng kepala nya: " Tidak ada masalah, aku baik-baik saja"


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja, kau tahu betapa khawatir nya kami setelah koma selama lebih dari sebulan. " Xiao Nai melihat kearah Fu Bao dengan khawatir dan sedih.


Fu Bao: " Sebulan? "


"Yah, sudah lebih dari sebulan sejak kau koma karena luka parah. " Xiao Nai.


Fu Bao mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Xiao Nai, dia sendiri tidak menyangka kalau ia bakal koma sampai sebulan.


Mendadak Fu Bao teringat akan sesuatu,dia langsung menatap Feng Teng dan bertanya.


"Bagaimana tentang tubuh asli mu? Apa aku berhasil memurnikan energi iblis di sana dengan sempurna? " Meskipun Fu Bao ingat kalau ia sudah memurnikan energi iblis di tubuh Phoenix, tapi tetap saja ia masih khawatir kalau masih ada sisa energi iblis yang tertinggal.


Feng Teng tersenyum dan mengusap kepala Fu Bao lalu berkata:


"Jangan khawatir kau berhasil memurnikan tubuh ku ,apa kau tidak melihat ada perubahan padaku? "


Feng Teng mundur beberapa langkah dari Fu Bao lalu berdiri diam sana sambil menunggu Fu Bao untuk menebak apa yang sudah berubah darinya.


Mendengar perkataan Feng Teng,


Fu Bao segera mengamati nya dengan seksama.


Fu Bao tidak begitu jelas apa yang telah berubah, tapi dia sedikit menebak :


"Apa kau sudah kembali ke tubuh asli mu ? " tebak Fu Bao.


"Hmm. " Feng Teng tersenyum bahagia saat melihat Fu Bao bisa menebak dengan tepat" Setelah kau koma selama lebih dari sebulan aku segera menggunakan kesempatan ini untuk kembali ke tubuh ku dan ternyata berhasil.


Kau tidak hanya berhasil memurnikan kegelapan di tubuh ku, kau bahkan telah melepaskan diri ku dari kutukan yang menimpaku.


Terima kasih Baoer, aku benar-benar berterima kasih padamu, aku tidak tahu bagaimana caranya untuk membalas kebaikan mu.


Rasanya untuk memberikan diriku padamu tidak cukup, jadi karena itu aku harap kedepannya kau bisa menggunakan ku sebagai senjata untuk melawan musuh.


Sebagai imbalan karena telah menyelamatkan ku tolong jangan sungkan karena hanya ini cara yang bisa kupikirkan untuk membalas budi mu. " Feng Teng tersenyum sangat lembut dan menawan.


"CK, dasar licik kau terlihat seperti rubah alih-alih burung Phoenix mungkin kau memiliki darah campuran rubah jadi makanya kau memiliki sifat sangat licik " cibir Xiao Nai.


"Saudara Xiao....aku tidak mengerti apa maksud mu... kenapa kau terus menerus mengintimidasi ku...ak..aku kan hanya ingin membalas budi kepada Baoer bagaimana bisa kau meragukan ras ku...ini membuat ku sangat sedih " Berpura-pura mengusap air mata yang tidak ada sambil tersenyum licik tersembunyi kearah Xiao Nai.


Namun ketika mata Fu Bao mengarah ke arahnya senyum licik di wajah Feng Teng menghilang di gantikan dengan ekspresi sedih dan tak berdaya.


"Lupakan Xiao Nai lagi pula Feng Teng akan tinggal bersama kami, kau tidak mungkin untuk terus bertengkar dengannya kan? "Tanya Fu Bao mengangkat alisnya.


Xiao Nai yang melihat ekspresi licik di burung Phoenix di belakang Fu Bao langsung membuatnya sangat marah dan ingin menarik bulu-bulunya untuk dijadikan baju untuk Fu Bao.


"Maaf Baoer aku seharusnya tidak bersikap seperti itu, aku seharusnya tidak terlalu kekanak-kanakan~ " Xiao Nai pura-pura sedih


"Tidak apa-apa Xiao Nai " Fu Bao menepuk kepala Xiao Nai dengan penuh kasih sayang.


Mata Feng Teng langsung melotot saat melihat Fu Bao mengusap kepala Xiao Nai dengan penuh kasih sayang.


Rasanya kalau matanya bisa membunuh dia pasti telah membunuh Xiao Nai beberapa kali karena tidak bisa berhenti menatap Xiao Nai dengan penuh kebencian.


Fu Bao: "Ngomong-ngomong dimana Yuan Yi? Kenapa aku tidak melihatnya? "


"Yuan Yi sedang membereskan beberapa dokumen dan barang-barang yang akan di bawa kita nanti. "


"Memang kita mau kemana? "


"Apa Baoer lupa? "


"Lupa apa? Apa aku melupakan sesuatu? " Tanya bingung Fu Bao.


Feng Teng terkekeh geli saat melihat wajah bingung Fu Bao yang sangat imut.


" Apa Baoer lupa kalau basis Kultivasi aku dan Xiao Nai tidak memungkinkan kami untuk bisa tinggal di daratan rendah lebih lama lagi. "


"Memang kalian berdua berada di tahap basis Kultivasi apa? "


Feng Teng dan Xiao Nai hanya tersenyum misterius.


Lalu Feng Teng berkata : " kami akan mengatakan setelah kita sampai di sana. "


"Dimana? "


"Itu masih rahasia " Ucap Xiao Nai sambil mengetuk hidung Fu Bao gemas.


"Tidak bisakah kalian berdua mengatakan nya tidak perlu di rahasiakan.."


Feng Teng dan Xiao Nai: "Tidak bisa."


"Jangan khawatir tempat ini pasti akan mengejutkan mu " Kata Feng Teng misterius.