
Bab 110
Melihat keadaan Xiao Nai semakin memburuk Bai Yi akhirnya memutuskan memanggil Fu Bao datang kemari dengan jimat komunikasi.
Disisi lain Fu Bao yang telah sampai di penginapan dan akan bersiap bermeditasi tiba-tiba saja di datangi sebuah burung kertas dari jendelanya.
Melihat burung yang terbuat dari kertas Fu Bao dengan penasaran menyentuh nya dan hal ajaib terjadi burung kertas yang tadinya bertengger di jendela kamar Fu Bao.
Tiba-tiba saja bersuara persis seperti suara Bai Yi:
"Fu Bao cepat datang kemari! Sesuatu yang buruk terjadi pada Xiao Nai! "
Mendengar perkataan Bai Yi dari jimat komunikasi itu Fu Bao segera bergegas menggunakan kemampuan teleportasi nya untuk kembali ke tempat di mana Bai Yi dan Xiao Nai berada.
Sesampainya Fu Bao di kuil lagi dia melihat pemandangan yang sangat kacau balau di depannya.
Tanpa penundaan lagi ia segera masuk kedalam, tapi ketika ia masuk kedalam ia mendapati adanya angin kencang yang sedang memporak-porandakan seluruh isi kuil.
Fu Bao bisa melihat di inti pusaran angin kencang itu terdapat Xiao Nai sedang berdiri diam.
Bruk!
"Uhuuk! " Bai Yi jatuh tersungkur terkena serangan dari kerusuhan kekuatan spiritual Xiao Nai, dia mengusap darah yang ada di mulutnya dan menatap Xiao Nai yang ada di dalam pusaran angin.
"Sial! Cara ini juga tidak berhasil! Apa yang harus kulakukan sekarang? " Bai Yi benar-benar tidak lagi bisa memikirkan sebuah cara untuk menghentikan kerusuhan kekuatan spiritual Xiao Nai yang ia bisa lakukan sekarang adalah menunggu kedatangan Fu Bao.
Karena Bai Yi tahu hanya Fu Bao yang bisa membuat Xiao Nai sadar kembali.
Saat Bai Yi hampir tidak sabar lagi menunggu kedatangan Fu Bao, dia tiba-tiba melihat sosok yang sudah lama ia tunggu-tunggu sedang berdiri pintu masuk.
"Fu Bao-- !!!"
Sebelum Bai Yi sempat berbicara pada Fu Bao, dia tiba-tiba melihat Fu Bao berjalan masuk kedalam pusaran angin.
"Tidak Fu Bao! Berhenti disana sangat berbahaya!"
Langkah kaki Fu Bao yang akan masuk kedalam pusaran angin terhenti sejenak dan menatap asal suara yang telah memanggil nya.
Fu Bao melihat di sisi lain ruangan terdapat Bai Yi sedang berdiri di sana sambil berteriak agar ia tidak masuk kedalam pusaran angin.
Fu Bao sama sekali tidak menghiraukan peringatan Bai Yi, dia justru tersenyum tipis dan melanjutkan langkahnya untuk masuk lebih dalam di pusaran angin.
Bai Yi: "!!!!"
Melihat Fu Bao sama sekali tidak menghiraukan peringatan nya Bai Yi ingin bergegas menghentikan nya,tapi apa daya Angin kencang yang setajam pisau terus menerus menghalangi nya untuk bisa maju mendekati Fu Bao.
[Di dalam pusaran angin]
Fu Bao dengan sekuat tenaga berjalan maju melawan angin kencang yang terus melukai seluruh tubuhnya.
Tidak peduli seberapa banyak luka yang dihasilkan karena melawan angin kencang itu, Fu Bao sama sekali tidak peduli.
Sekarang dia hanya memiliki satu tujuan yaitu berjalan maju ke sisi Xiao Nai.
Untungnya usaha keras Fu Bao dalam melawan arus angin kencang membuahkan hasil, dia akhirnya bisa sampai ke sisi Xiao Nai.
Setelah sampai ke sisi Xiao Nai,
Fu Bao menemukan ada sesuatu yang salah dengan kondisi Xiao Nai sekarang.
Xiao Nai saat ini terlihat sangat aneh tidak hanya aura diluar nya yang kacau bahkan Fu Bao bisa melihat ada tanda-tanda kehancuran di dalam tubuh Xiao Nai.
Itu semua karena ulahnya.
Perasaan bersalah dan sedih menyelimuti hati Fu Bao yang membuat nya langsung menarik Xiao Nai kedalam pelukannya dan berbisik di telinganya:
"Xiao Nai maafkan aku...aku salah.... bukan itu maksud ku... bukan maksud ku untuk tidak menginginkan mu... Aku justru berharap kau selalu berada di sisi ku selamanya.... Maafkan aku... maaf karena tidak mempercayai mu"
"Xiao Nai... Xiao Nai... kumohon sadarlah!"
[Alam bawah sadar Xiao Nai ]
kesadaran Xiao Nai sekarang berada di sebuah tempat yang sangat gelap gulita tanpa sedikitpun cahaya bahkan Xiao Nai yang ada didalam kegelapan itu akan kesulitan melihat jari-jari tangannya sangking gelapnya tempat itu.
Kesadaran Xiao Nai saat ini sedang meringkuk di dalam kegelapan itu tanpa sedikitpun cahaya.
"Dia tidak menginginkan ku "
Dalam kegelapan yang hening hanya terdengar sebuah kalimat yang terus menerus berulang seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.
Dan suara itu berasal dari Xiao Nai yang sedang meringkuk di kegelapan.
Satu-satunya suara di kegelapan hening itu membuat kalimat yang dikatakan Xiao Nai menjadi sebuah gema.
Dan bersamaan kalimat yang terus menerus di ucapkan Xiao Nai, terdapat ratusan tangan hitam yang mana tangan-tangan itu perlahan bergerak ke sisi Xiao Nai.
Tangan-tangan itu terus mendekati Xiao Nai yang seolah ingin menyeret kesadaran Xiao Nai untuk tenggelam dalam jurang kegelapan.
Xiao Nai yang sedang meringkuk di dalam kegelapan sama sekali tidak menyadari keberadaan tangan-tangan itu bahkan setelah tangan-tangan itu menyentuh tubuhnya.
Kesadaran Xiao Nai sama sekali tidak sadar, Xiao Nai sekarang benar-benar tenggelam dalam kesedihan karena di tinggalkan Fu Bao.
Xiao Nai sendiri sama sekali tidak mengerti kenapa ia bisa sesedih ini setelah mengetahui fakta kalau ia ditinggalkan Fu Bao.
Jika dirinya di masa lalu mengalami hal ini dia pasti sudah memilih untuk membunuh Fu Bao Karena sudah membuat hatinya kehilangan kendali..
Tapi dirinya sekarang justru tidak dapat melakukan perbuatan yang dapat menyakiti Fu Bao.
Bagi nya Fu Bao adalah harta dan nyawa nya dia tidak akan pernah membiarkan orang lain menyakiti Fu Bao bahkan dirinya sendiri.
Xiao Nai di masa lalu selalu berpikir kalau ia akan terus hidup dalam kegelapan tanpa cahaya, dia bahkan bisa menebak masa depan apa yang mendatangi nya nanti.
Saat itu hanya satu kata menggambarkan kehidupan nya yaitu " kebosanan"
Dia benar-benar merasa bosan dengan segala hal yang ada di dunia ini dan ia terpikirkan untuk menghancurkan dunia dan membuat semua penghuni di dunia ini dilanda ketakutan.
Tanpa sadar ketika ia sedang memikirkan hal hatinya langsung berdebar keras seolah sedang bergembira dengan rencana yang ada di benaknya.
Mengetahui tujuan di masa depannya, Xiao Nai segera membuat rencana untuk menjatuhkan dunia dalam kegelapan dan ketakutan.
Dia dengan gila-gilaan melakukan banyak rencana yang membuat dunia hancur lebih cepat.
Darah bahkan mendidih saat salah satu rencananya mulai berjalan lancar.
Yang mana rencana itu menjatuhkan banyak manusia untuk masuk kedalam neraka yang telah ia siapkan.
Xiao Nai sengaja memancing banyak manusia untuk datang ke suatu tempat yang mana di sana sudah lama ia siapkan jebakan yang telah lama menanti kedatangan para manusia serakah.