The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 112 Cahaya dan kegelapan ditakdirkan untuk tidak bersama


Bab 112


"Xiao Nai Sadarlah! Apa sebenarnya terjadi pada mu! Xiao Nai! " Tidak peduli sekeras apapun dia mencoba membangunkan nya .


Xiao Nai tidak bergerak atau berbicara seolah-olah jiwa tidak lagi ditubuh nya.


Fu Bao melihat sekeliling untuk mencari cara untuk membangun Xiao Nai dari keadaan aneh ini.


Saat Fu Bao mulai frustasi karena tidak kunjung juga menemukan cara untuk membangunkan Xiao Nai sebuah telepati dari Donghua menyadarkan nya.


" Kau bisa menggunakan kekuatan spiritual mu untuk menghubungi kesadaran nya "


"Donghua? Apa cara ini akan berhasil?" Tanya Fu Bao tidak percaya lagi pula dirinya sudah melalukan banyak cara untuk membanggakan Xiao Nai.


"Kau bisa mencobanya kalau tidak percaya" Ucap Donghua melalui telepati.


Meskipun Fu Bao masih ragu dia tetap memilih untuk mempercayai perkataan Donghua, namun sebelum itu dia terlebih dahulu bertanya alasan kondisi Aneh Xiao Nai saat ini.


"Donghua, Apa kau tahu alasan kenapa Xiao Nai seperti ini? "


Donghua: "....."


"Donghua? Apa kau tidak mendengar ku? " Tanya Fu Bao saat menemukan kalau Donghua tidak juga menjawab pertanyaan nya.


Setelah lama terdiam dan Donghua berkata melalui telepati:


" Kau pasti tahu apa itu iblis bantiah kan? "


"Hmm...aku tahu, tapi apa hubungannya dengan semua ini ? " Tanya Fu Bao tidak mengerti.


"Dia sekarang sedang terperangkap oleh iblis bantiah yang sudah lama mengikat jantungnya selama ratusan tahun dan karena mu lah..." Donghua terdiam lagi beberapa menit seolah tidak tahu caranya memberi tahukan fakta dari alasan kenapa Xiao Nai dalam keadaan parah seperti ini.


"Karena aku apa? jangan setengah-setengah Donghua! cepat beritahu karena aku apa? "


Donghua yang ada di ruang Amethyst memejamkan matanya dan menghela nafas panjang lalu berkata dengan nada lirih melalui telepati:


"Karena kata-kata tidak sengaja kau ucapkan kepada nya, menyebabkan iblis bantiah itu memiliki kesempatan untuk menyerang kesadaran nya.


Yang jelas sekarang dia dalam bahaya jika kau tidak segera menyelamatkan nya maka dia akan berubah menjadi iblis karena iblis batiniah ini."


Fu Bao tersenyum sarkasme dan dia benar-benar tidak menyangka kalau perkataan nya saat kemarahan sesaat menyebabkan Xiao Nai jatuh dalam bahaya.


Perasaan bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya yang membuat nya kesulitan bernafas.


Dengan tangan terkepal dan Fu Bao bertanya kepada Donghua :


"Apa kau memiliki cara untuk menyelamatkan nya? Tolong aku Donghua...bantu aku menyelamatkan nya... Aku mohon padamu. "


"Xiao Baoer.....kau tidak perlu sampai memohon kepada ku akan membantu mu menyelamatkan nya sekarang yang harus lakukan adalah mengikuti perintah ku " Donghua tersenyum lembut dan mencoba menghibur hati Fu Bao yang sekarang sedang gelisah dan sedih.


Sebenarnya Donghua merasa sangat kesal karena tidak bisa keluar dari ruang Amethyst untuk menghibur nya secara langsung alih-alih harus melalui kata-kata manis.


Perasaan tidak berdaya yang belum pernah dirasakan Donghua saat ini, membulatkan tekadnya untuk segera lepas dari segel ini.


Apapun caranya dan sesulit apapun proses dia akan tetap bertahan agar bisa lepas dari segel terkutuk.


Donghua sendiri sangat memahami perasaan Xiao Nai terhadap Fu Bao sekarang.


Dia pasti akan sama seperti Xiao Nai yang sekarang apabila Fu Bao tiba-tiba tidak menginginkan nya.


Dia benar-benar tidak bisa membayangkan Dunia tanpa kehadiran Fu Bao, itu pasti gelap dan putus asa.


Jadi dia sangat memahami perasaan dalam Xiao Nai oleh karena itu ia mau membantu nya untuk bebas dari jeratan iblis batiniah yang mengikat jantung nya.


Donghua dengan lembut mengarahkan Fu Bao untuk memasukkan sedikit demi sedikit kekuatan spiritual nya kedalam tubuh Xiao Nai.


Dan setelah Fu Bao berhasil melakukan seperti yang diperintahkan Donghua.


Donghua mulai melakukan perintah lainnya yaitu ia meminta Fu Bao membuat Klon bayangan yang sangat kecil dengan menggunakan kekuatan spiritual yang telah ia masukkan kedalam tubuh Xiao Nai.


"Hanya ini yang bisa kulakukan, selanjutnya ku serahkan padamu...kau bisa menggunakan klon bayangan yang telah kau buat untuk menghubungi kesadaran Xiao Nai. "


"Terima kasih Donghua " Fu Bao tersenyum tipis saat mengucapkan terima kasih kepada Donghua.


Dan mulai memasukkan sebagian kesadaran nya di klon bayangan yang tadi ia buat di dalam tubuh Xiao Nai.


[Di dalam kesadaran Xiao Nai]


Dengan tatapan kosong Xiao Nai menatap langit-langit gelap dan dia membiarkan tangan-tangan dari kegelapan menarik tubuhnya kedalam jurang putus asa.


"Apa dia...benar-benar...tidak menginginkan..ku..? " Suara terputus dari mulut Xiao Nai saat bertanya kepada dirinya sendiri.


" Kita yang terlahir dalam kegelapan sama sekali tidak pantas untuk dekat dengan cahaya.


Cahaya dan kegelapan ditakdirkan untuk tidak pernah bisa menyatu jadi bahkan bila kau bersamanya hanya dia yang akan terluka " Bisik iblis batiniah kepada Xiao Nai.


"Ternyata begitu... cahaya dan kegelapan ditakdirkan untuk.... tidak bisa bersama...aku mengerti...."


Xiao Nai mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum lembut dan memejamkan matanya seolah dirinya benar-benar menyerah untuk bebas dari cengkeraman dari kegelapan lagi.


Saat Xiao Nai akan mulai menyerah untuk berjuang dia tiba-tiba mendengar seseorang memanggil namanya dengan samar-samar.


Dia pikir dirinya sedang berhalusinasi jadi karena itu ia kembali menutup matanya sampai...


Suara gadis yang sangat ia kenal dan tercetak dalam ingatan nya terdengar di telinga nya lagi, kali ini suara panggilan itu lebih keras daripada sebelumnya.


"Xiao Nai! Xiao Nai! "


Xiao Nai membuka matanya dengan lemah dan melihat asal suara itu.


"Kau datang.." Xiao Nai tersenyum bahagia saat mengetahui siapa yang sedang memanggil namanya.


"Fu Bao!? Apa itu benar kau? Aku tidak sedang berhalusinasi kan? " Xiao Nai menanyakan pertanyaan dengan nada sangat rapuh, namun sangat bahagia.


"Bodoh! Xiao Nai bodoh! Siapa yang bilang tidak menginginkan mu!? Aku mengatakan itu karena aku marah karena kau menyembunyikan sesuatu dari ku! " Dengan mata merah yang menyembunyikan kekhwatiran Fu Bao terus memukuli tubuh Xiao Nai seolah ingin menyadarkan nya.


"Haha,aku benar-benar tidak sedang berhalusinasi...ini sungguh-sungguh Fu Bao ku.." Xiao Nai dengan sambil menahan rasa sakit di tubuhnya, dia mengangkat tangannya untuk mencoba menyentuh pipi Fu Bao.


"Kau tidak sedang berhalusinasi bodoh! Apa ini!? Kenapa kau membiarkan benda menjijikkan ini berada di tubuh mu? Cepat singkirkan mereka! " Perintah Fu Bao dengan nada jijik dan tidak senang.


Mendengar nada jijik dan tidak senang Fu Bao nya , Xiao Nai segera dengan segenap tenaga berusaha keras untuk keluar dari jeratan tangan-tangan kegelapan ini.


Sedangkan Fu Bao hanya bisa berdiri diam menyaksikan Xiao Nai berusaha keras membebaskan diri dari jeratan iblis batiniah.


Perasaan gugup di hatinya saat melihat jeratan iblis batiniah di tubuh Xiao Nai tidak semudah yang terlihat.