The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 127 Rahasia Taman mawar


"Lupakan karena kalian tidak mengatakan nya aku tidak bertanya lagi " Fu Bao melambaikan tangannya menyerah saat melihat keduanya berniat tidak mengatakan apa-apa lagi tentang tujuan mereka nanti.


"Apa Baoer mau berkeliling di sekitar istana Chayang? "Tanya tiba-tiba Feng Teng.


"Boleh kapan kita mulai berkeliling istana Chayang? "


"Sekarang juga bisa."


"Kalau begitu tunggu apalagi ayo kita pergi " Fu Bao menarik tangan Feng Teng dan Xiao Nai di setiap tangannya.


Mereka bertiga mengelilingi istana Chayang sambil berpegangan tangan.


Fu Bao melihat interior istana Chayang dengan sangat tertarik.


" Tempat ini mirip dengan istana yang ada di kota Eropa di bumi. " Gumam Fu Bao.


"Hmm? " Feng Teng dan Xiao Nai melihat kearah Fu Bao secara bersamaan setelah mendengar gumaman yang tidak jelas.


Melihat keduanya sedang menatapnya Fu Bao segera menggeleng kepala nya dan berkata:


"Bukan apa-apa, ayo kita ke tempat lain."


"Oke, ikuti aku ada taman mawar merah tidak jauh dari sini ."


"Taman mawar? Apa Feng Teng menyukai mawar? "


Feng Teng tertawa canggung dan hanya berkata: "Aku sedikit menyukainya."


' Aku menyukai nya karena warna nya yang mirip darah melihat warna merah pada mawar ia berasa melihat lautan darah yang membuat jantung nya mendidih, tapi rasanya taman mawar itu tidak dibutuhkan lagi ' kata Feng Teng dalam hati.


Alasan kenapa Feng Teng membuat taman mawar karena ia berpikir warnanya yang mirip dengan lautan darah.


Untuk menenangkan hasrat membunuh di hatinya Feng Teng memerintahkan bawahannya untuk menanamkan mawar darah yang telah dibudidayakan oleh nya secara pribadi.


Yah benar mawar darah kalian tidak salah membaca.


Taman mawar itu bukanlah mawar merah biasa melainkan mawar darah yang berspesialis dalam menghisap darah mayat musuh-musuh nya dan termasuk keturunan keluarga Murong yang masih hidup di dunia ini.


Dia akan segera memerintahkan bawahannya untuk menangkap sisa anggota klan Murong yang masih hidup di dunia ini.


Untuk di penjara lalu diberi makan dengan baik dan setelah itu ia membiarkan mereka hidup beberapa tahun dengan nyaman.


Setelah hidup nyaman di penjara...


Feng Teng akan menyuruh bawahannya untuk membunuh mereka dengan cara dimutilasi lalu meletakkan anggota tubuh mereka di tanah yang berada tepat di bawah taman mawar nya untuk dijadikan pupuk.


Jadi bisa dikatakan kalau taman mawar ini terlihat sangat indah di luar, namun nyatanya taman mawar ini menyembunyikan bahaya yang tidak bisa dilihat siapapun.


Mungkin...


Kenapa mungkin?


Karena Feng Teng sendiri ragu kalau bayinya dapat mengetahui apa yang tersembunyi di balik keindahan taman mawar.


Dia juga sangat penasaran dengan reaksi Fu Bao saat mengetahui rahasia taman mawar nya.


Apa dia takut atau justru acuh tak acuh.


Dia benar-benar sangat penasaran dengan reaksi Fu Bao jadi karena itu langkah kakinya yang pergi ke taman mawar menjadi lebih cepat.


Feng Teng ataupun Fu Bao tidak menyadari ada sesuatu yang mereka lewati atau lupakan.


Fu Bao lupa kalau ada efek samping besar setelah keberhasilan pemurnian nya.


Dia sama sekali tidak berpikir kalau pun ia berhasil memurnikan energi iblis di tubuh Phoenix putih , dia tidak akan pernah bisa menyembuhkan Aura yang telah berubah gelap karena tercemari energi iblis.


Energi iblis itu telah perlahan-lahan mengubah Aura yang harus murni dan suci menjadi sangat gelap.


Dan efek samping dari Aura gelap yaitu membuat Feng Teng tanpa sadar mengembangkan kepribadian yang lebih gelap.


Karena Feng Teng baru saja kembali ke tubuh aslinya, jadi tidak heran bila dia tidak mengetahui tentang kepribadian gelap yang kini sedang bersembunyi di pikiran nya, namun kepribadian gelap ini tidak jahat atau tidak bisa dikendalikan.


Lantaran pengendalian diri Feng Teng jauh lebih baik daripada saat dirinya berada di luar tubuhnya.


Setidaknya Feng Teng tidak akan melakukan perbuatan jahat karena kepribadian gelap nya.


Jadi intinya Feng Teng ini sekarang memiliki kepribadian gelap yang mana itu masih belum disadari nya atau orang lain di sisi nya.


Mungkin Feng Teng akan memiliki sifat posesif dan obsesi terhadap Fu Bao karena kepribadian gelap nya.


Namun sifat itu tidak akan menyakiti Fu Bao malahan itu membuatnya lebih protektif untuk melindungi Fu Bao dari semua bahaya.


Oke, kembali ke topik awal...


Feng Teng kini memimpin Fu Bao dan Xiao Nai menunju taman mawar nya.


Selama perjalanan mereka bertemu beberapa pelayan dan kasim yang sedang bekerja.


Entah itu ilusi atau tidak, Fu Bao merasa tatapan pelayan dan kasim saat melihat sosok Feng Teng akan berubah menjadi sangat ketakutan dan gemetar.


Jika hanya takut Fu Bao masih bisa dimengerti,tapi ketika melihat mereka membuat ekspresi seolah-olah sedang bersiap mati.


Ini yang membuat Fu Bao tidak mengerti.


'Kenapa?


Apa yang membuat mereka memiliki ekspresi itu? Sebenarnya apa yang dilakukan Feng Teng sampai orang-orang ini memiliki ekspresi seperti itu saat melihat nya? '


Fu Bao tenggelam dalam pikirannya sampai suara Feng Teng memanggil nya.


Fu Bao pun langsung tersadar dan mengangkat kepalanya lalu ia melihat Feng Teng sedang tersenyum lembut kearah nya.


"Ada apa? "


Fu Bao tersenyum tipis dan menggeleng kepala: "Bukan apa-apa, ngomong-ngomong apa kita sudah sampai? " melihat sekeliling.


"Belum sebentar lagi..." Feng Teng tersenyum sangat lembut.


Feng Teng langsung menggandeng tangan Fu Bao lebih erat sambil menuntunnya ke taman mawar nya.


Tak lama kemudian mereka bertiga akhirnya sampai di taman mawar yang di katakan Feng Teng.


Fu Bao melihat kearah taman mawar dengan takjub, tapi ekspresi takjub di wajahnya membeku ketika mata Dewa nya mulai aktif.


Ketika mata Dewa nya aktif Fu Bao tidak melihat keindahan taman mawar merah yang baru saja ia lihat, melainkan ia melihat kabut hitam dengan lautan darah dan di bawah taman mawar terdapat ratusan atau ribuan tulang belulang yang tampak nya di kubur di sana.


Keheningan terjadi di sekeliling taman mawar.


Fu Bao tidak berbicara sedikitpun bahkan Xiao Nai di sampingnya menyadari ada sesuatu yang aneh dengan taman mawar di depannya.


Mungkin karena ia memiliki profesi sebagai pembunuh bayaran intuisi bisa dikatakan sangat tajam.


Dalam sekali pandang ia langsung menyadari ada yang aneh dengan taman mawar di depannya.


Xiao Nai jelas merasa ada hawa membunuh dan kematian yang mengelilingi taman mawar.


"Ada apa? Apa kalian berdua tidak menyukai taman mawar ku? Sayang sekali ~ padahal ini merupakan salah satu tempat kesukaan ku ~ " Feng Teng membuat ekspresi keluhan saat melihat ketidaksukaan di wajah keduanya.