The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 99 Kembali


Getaran hebat terjadi di Alam rahasia dan kemunculan tiba-tiba angin kencang yang juga mulai bertiup di seluruh penjuru arah Alam rahasia.


Di saat bersamaan ratusan ribu cahaya putih melesat ke langit.


Di sisi lain Yang Mulia Murong yang sedang berdiri di atas langit menatap portal Alam rahasia Dongyue sambil ia melihat satu persatu Perseta Alam rahasia kembali muncul di pandangan nya.


Kurang dari setengah jam, ratusan ribu Perseta Alam rahasia telah kembali selamat dari petualangan mereka di Alam rahasia Dongyue.


Yang mulia Murong juga menghitung jumlah para peserta secara kasar dan menemukan hampir separuh perseta yang ikut serta di Alam rahasia hilang.


Dia tahu para perseta yang hilang bukanlah hilang melainkan tewas di Alam rahasia.


Yang Mulia Murong telah menduganya hal ini akan terjadi lagi pula angka kematian di Alam rahasia Dongyue sangat tinggi.


Jadi tidak heran bila separuh dari perseta ikut serta akan tewas,akan tetapi mata Yang Mulia Murong menatap kearah keluarga Bai yang sedang berkumpul dan di wajah mereka juga terlihat sedikit kepanikan.


Yang Mulia Murong menyipitkan matanya dan menemukan salah satu junior keluarga Bai tidak kembali dari Alam rahasia.


Tapi Yang Mulia Murong sendiri tidak terlalu peduli dengan hal itu, lagi pula dia tidak cukup dekat dengan keluarga Bai sampai-sampai harus mengirimkan bela sungkawa.


Sekarang matanya sedang mencari satu sosok yang sudah lama tidak ia lihat.


Sebenarnya dia sendiri tidak tahu kenapa harus mencari sosok itu seolah ada suara yang berbicara di hati nya untuk mencari mencari tahu apa sosok itu juga kembali dengan selamat.


Matanya yang tajam mencari diantara ratusan ribu Perseta yang ada di balai kota.


Sampai pada akhirnya matanya menemukan sosok yang sudah lama ia cari dan kebetulan saat mata Yang Mulia Murong sedang menatap Fu Bao.


Fu Bao juga mengangkat kepalanya dan matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata Yang Mulia Murong lagi.


Tapi untungnya perasaan aneh yang pernah Fu Bao rasakan saat pertama kali bertemu Yang Mulia Murong tidak terjadi lagi padanya.


Sebagai kesopanan Fu Bao mengangguk kepalanya kepada Yang Mulia Murong untuk menyapa.


Lalu setelah itu ia menarik pandangan dari Yang Mulia Murong dan berbicara pada orang disampingnya.


Dan dia tidak menyadari kalau tindakan yang tidak disengaja nya membuat hati seseorang pria menjadi sangat kacau.


Degh!


Degh!


Degh!


Jantung Yang Mulia Murong berdetak sangat kencang seakan ingin melompat dari dadanya.


Mata Yang Mulia Murong juga berubah ketika memandangi Fu Bao yang tadinya hanya penasaran kini berubah menjadi sangat aneh.


' Apa ini? kenapa aku merasakan ada perasaan sangat akrab di tubuh gadis ini? Dan sepertinya perasaan ini jauh lebih kuat dari sebelumnya...' Yang Mulia Murong hampir tidak bisa mengendalikan keinginannya untuk bergegas menuju Fu Bao.


Jika bukan karena pengendalian dirinya yang sangat kuat mungkin dia sudah lama memeluk tubuh Fu Bao sekarang.


Ternyata ketika Yang Mulia Murong sedang bertatapan dengan Fu Bao ia mendengar suara di hatinya semakin keras seolah sedang berkata untuk segera memeluk gadis kecil di bawahnya.


Karena tidak ingin kehilangan pengendalian nya makanya ia segera menyingkirkan portal Alam rahasia dan pergi melarikan diri.


Namun sebelum itu dia tidak lupa memerintahkan bawahannya untuk menyelidikan tentang keluarga Bai.


Lagi pula dia tidak percaya kalau Putra keempat keluarga Bai yang pintar mati begitu saja.


pasti ada konspirasi besar yang sedang terjadi sekarang.


......................


"Mari berpisah disini dan bertemu kembali tiga minggu kemudian." ucap Bai Yi yang sudah menyamarkan wajahnya menjadi wajah biasa.


" Aku tahu, kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa lagi" setelah mengatakan itu Bai Yi segera menghilang dari hadapan Fu Bao dan Xiao Nai.


Sesudah kepergian Bai Yi entah kenapa wajah kaku Xiao Nai akhirnya rileks seolah-olah kepergian Bai Yi sangat membuatnya sangat bahagia.


" Sekarang kemana kita akan pergi? "


"Ayo kita cari penginapan dulu"


Xiao Nai mengangguk patuh dan tersenyum tipis Sepertinya ia sedang dalam suasana hati yang baik :


" Baik"


Xiao Nai dan Fu Bao sekarang pergi ke penginapan untuk mencari kamar kosong.


Untungnya masih ada kamar kosong di penginapan yang Fu Bao dan Xiao Nai datangi sekarang.


Fu Bao menyewa dua kamar pribadi selama dua bulan dan setelah melakukan pembayaran mereka berdua mengambil kunci mereka masing-masing.


Mereka berdua menaiki tangga penginapan dan berjalan ke kamar yang telah mereka pesan.


Sesampainya di kamar Fu Bao berbalik dan berbicara kepada Xiao Nai: " Aku mungkin tidak akan keluar selama beberapa hari "


Xiao Nai mengangguk dan berkata: " Aku mengerti, aku akan menunggu di kamar sebelah jika kau butuh sesuatu panggil saja aku."


Fu Bao tersenyum dan mengangguk mengisyaratkan kalau dirinya mengerti.


Setelah berbicara beberapa patah lagi bersama Xiao Nai barulah Fu Bao dan Bao Bao masuk kedalam kamar mereka.


Fu Bao mendorong pintu kamar hingga terbuka dan ketika dia berjalan masuk kedalam kamar mereka menemukan ada satu tempat tidur kayu dan meja makan kecil di dalam nya.


Fu Bao pertama-tama meletakkan Bao Bao di atas meja makan kecil lalu ia membuat gerakan di jarinya yang mana ada energi spiritual yang berkumpul di barengi dengan gerakan jarinya.


Lalu setelah beberapa saat ia melambaikan tangannya dan memasang pesona besar mengelilingi kamarnya.


Dia juga tidak lupa untuk menutup jendela kamarnya dan mencari apa ada benda yang bisa mematai-matai aktivitas nya.


setelah tidak menemukan sesuatu barulah ia bisa masuk ke dalam ruangan Amethyst yang sudah lama ia tidak masuki.


Sebelum masuk Fu Bao terlebih dahulu bertanya kepada Bao Bao: " Apa kau ingin masuk bersama ku? "


" Bao Bao mau Tuan, Bao Bao sudah lama tidak melihat Bai Bai (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) " Seru Bao Bao penuh semangat.


"Baiklah." Fu Bao memegangi tangan Bao Bao dan menghilang dari kamarnya dalam sekejap mata.


Bersamaan hilang nya Fu Bao....


Xiao Nai yang sedang bermeditasi di kamar sebelah, membuka matanya dan memperlihatkan sepasang mata dingin nya.


Mata dingin nya menatap dinding kamar tidur di samping nya dengan emosi suram setelah mendapati kalau dirinya tidak dapat merasakan tanda-tanda keberadaan Fu Bao dan Bao Bao di kamar sebelahnya.


" Sepertinya kau menyembunyikan sebuah rahasia besar dari ku " bisik Xiao Nai seolah sedang berbicara dengan seorang.


Meskipun Xiao Nai tahu kalau Fu Bao masih belum cukup percaya pada dirinya, dia tetap saja merasa sedikit kecewa setelah mendapati Fu Bao menyembunyikan sesuatu darinya.


Disisi lain ruang Amethyst...


Donghua yang sedang berbaring malas di kursi goyang sambil membaca buku di tangannya tiba-tiba berbicara kepada seseorang:


" Bagaimana kabarmu setahun belakangan ini? Apa kau mendapatkan keuntungan besar di petualangan mu kali ini? "


" Lumayan, Setidaknya aku mendapat salah satu dari tujuh benda suci di sana.." ucap Fu Bao sambil duduk di samping Donghua.


Sedangkan untuk Bao Bao, dia sekarang sudah pergi menuju kamar Bai Bai usai pertama kali menginjakkan kakinya di ruang Amethyst.