
Waktu penentuan akhirnya tiba, Fu Bao dan beserta pasukannya sekarang sedang bersiap untuk pergi ke medan perang.
Fu Bao dan masing-masing pemimpin ras lain sudah mengambil posisi untuk memimpin pasukan yang akan mereka bawa di medan perang.
Suasana di sana juga sangat khusyuk dan serius.
Tidak ada satupun orang yang ada di sana tersenyum atau memasang wajah bahagia, justru sebaliknya mereka lebih terlihat serius, khawatir dan bahkan gugup.
Lagi pula perang hari ini akan menjadi penentu kemenangan mereka dari kekuasaan Klan iblis.
Fu Bao yang duduk di atas Kuda miliknya melihat sekeliling pasukan nya dengan wajah sangat tenang.
"Perang hari ini akan menjadi penentu kemenangan kita,aku harap kalian semua berusaha lebih keras agar kita bisa memenangkan pertarungan ini.
Tidak peduli apa yang akan kalian hadapi di medan perang nanti, kalian harus tetap fokus untuk membunuh musuh kalian.
Jangan pernah takut, khawatir atau gugup karena taruhan kita saat ini adalah kedamaian di dunia sihir. " Dengan suara megah dan agung Fu Bao menyampaikan perkataan nya kepada seluruh pasukannya.
Wajah para tentara dan masing-masing pemimpin tidak lagi terlihat khawatir karena perkataan Fu Bao, malahan mereka lebih terlihat bersemangat seolah Fu Bao baru saja menambah bahan bakar kedalam api.
Api semangat yang tadinya sayup-sayup kini berubah menjadi kobaran api besar yang membuat seluruh keadaan pasukan Fu Bao menjadi sangat bersemangat.
" Hancur iblis! Datangkan Cahaya!" Suara teriakan para prajurit yang menggebu-gebu saat mengumandangkan slogan mereka.
Fu Bao tersenyum melihat api semangat yang ada di mata pasukan nya, tidak ingin membuang kesempatan ini.
Fu Bao segera memerintahkan salah satu prajurit yang ada ditembok tinggi untuk membuka gerbang dan memimpin ratusan juta prajurit keluar dari benteng pertahanan.
Fu Bao dengan menunggang kuda miliknya, memimpin ratusan juta prajuritnya menunju Klan iblis yang rupanya telah menunggu kedatangan mereka.
Di atas langit-langit juga terdapat ratusan burung berbagai spesies terbang sambil membawa Klan peri di punggung mereka.
Di bawah tanah juga terdapat para Klan kurcaci yang sudah lama menyiapkan jebakan-jebakan mereka.
Para pasukan kurcaci ini sedang menunggu aba-aba dari Fu Bao untuk meruntuhkan tanah di bawah kaki pasukan iblis nanti.
Fu Bao menarik tali pelana nya untuk menghentikan kuda nya dan menatap pemimpin pasukan Klan iblis dengan tatapan dingin.
Pemimpin pasukan iblis yang dipimpin Karayan merasakan tatapan dingin dari Fu Bao,dia mengangkat kepalanya dan sedikit tertegun saat melihat itu adalah sosok Fu Bao.
"Lama tidak bertemu." Sapa Karayan pada Fu Bao dengan nada kosong.
Fu Bao hanya diam tidak membalas sapaan akrab dari pemimpin pasukan iblis Karayan.
Karayan yang tidak mendapatkan balasan sapaan dari Fu Bao hanya tersenyum dingin sambil berkata:
"Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi di saat seperti ini, sayang sekali padahal aku sudah memikirkan banyak pertemuan kita nanti, tapi siapa sangka sampah yang dulunya tidak memiliki harapan untuk masuk kedalam keabadian, kini berubah menjadi orang yang paling dihormati di dunia sihir.
Kau sungguh menakjubkan, bahkan bisa menipu ku dengan mudahnya. " Perkataan sinis Karayan menggema di seluruh medan perang.
"Aku tidak pernah menipu mu, justru kaulah yang menipu ku. " Kata Fu Bao masih dengan wajah dingin nya.
"Cukup bicaranya mari kita mulai Perang nya. " Ekspresi wajah Karayan berubah menjadi sangat dingin saat mengatakan itu dan tersenyum sinis sambil memerintahkan pasukan dibelakangnya untuk menyerang Fu Bao dan yang lain.
"SERANG! "
Setelah perintah Karayan jatuh, seluruh pasukan iblis segera berlari ke arah pasukan Fu Bao sambil melancarkan serangan mereka yang mematikan.
Fu Bao yang melihat itu tentu saja tidak tinggal diam,dia juga segera memerintahkan pasukannya untuk membunuh iblis:
"BUNUH IBLIS!"
Mendengar perintah Fu Bao, seluruh pasukan nya yang ada di langit , tanah dan di bawah tanah segera melancarkan serangan kepada iblis secara bertubi-tubi.
Gerakan pasukan Fu Bao sangat aneh dan sulit di tebak iblis, yang membuat seperempat pasukan iblis telah mati dibunuh pasukan Fu Bao dalam kurung waktu setengah jam.
Fu Bao juga tidak tinggal diam saja,dia juga ikut bertarung bersama pasukannya, namun ketika Fu Bao sedang bertarung dengan iblis.
Karayan yang tadi keberadaannya lemah kini mulai melancarkan serangan pada seluruh pasukan Fu Bao.
Serangan Karayan begitu kuat sampai-sampai membuat sebagian pasukan Fu Bao terbunuh dalam seketika.
Fu Bao yang mendapati pergerakan Karayan yang sangat kuat segera berbalik arah menyerang nya.
Karayan yang menerima serangan dari Fu Bao tersenyum seolah alasan ia melakukan serangan kuat pada pasukan Fu Bao hanya untuk menarik perhatian nya.
Fu Bao sekarang tidak memiliki waktu untuk mencari tahu alasan apa yang membuat Karayan untuk menarik perhatian nya.
Dia sekarang sedang fokus bertarung dengan Karayan dengan menggunakan sihir serta pedang sucinya pada Karayan.
Yah pedang ditangan Fu Bao Sekarang merupakan salah satu tujuh benda suci yang mana dulunya adalah belati hitam, namun setelah Fu Bao mendapatkan batu misterius dari hadiah misi sistem Wahyu.
Dia menemukan kalau belati hitam ini bukanlah belati biasa melainkan sebuah benda suci yang kehilangan kekuatan yang menyebabkan nya berubah menjadi belati hitam yang Fu Bao dapat dari lotre ajaib.
Fu Bao mengetahui setelah ia merasakan adanya gelombang aneh saat batu misterius di dekat dengan belati hitam.
Entah itu sebuah firasat atau apa , dia tiba-tiba berpikir untuk menggabungkan kedua benda itu.
Dan benar saja setelah kedua benda itu digabungkan, belati hitam Fu Bao dalam sekejap berubah menjadi pedang suci yang sangat kuat.
Siapa sangka benda suci terakhir yang telah lama ia cari-cari rupanya telah berada disisinya selama ini.
Terkejut,tapi sekaligus sedih karena selama perubahan belati hitam ke pedang suci Fu Bao mendapatkan misi terakhir dari sistem Wahyu.
Misi ini bahkan tidak diketahui oleh Bao Bao sekalipun dan hanya dia mengetahui isi misi terakhir ini.
Rasa pahit Fu Bao rasakan saat mengetahui nasib akhirnya dari peperangan ini.
Tidak ada yang bisa Fu Bao lakukan,dia bahkan tidak bisa menghindar nasib ini karena ini semua berkaitan dengan kedamaian serta keselamatan orang-orang terdekatnya.
Fu Bao tahu dia tidak lagi bisa menghindari takdir nya mengorbankan dirinya...