
Bab 121
" Phoenix putih?! Jadi kau adalah Phoenix putih" Xiao Nai menatap Feng Teng dengan tidak percaya.
"Ada apa? Apa yang aneh tentang Phoenix putih ini? " Fu Bao melihat kearah tubuh Phoenix putih yang ada di peti mati kristal, namun di tidak menemukan sesuatu yang luar biasa jadi di tidak mengerti kenapa Xiao Nai begitu terkejut saat melihat nya.
Emosi terkejut Xiao Nai mulai tenang dan menjelaskan kepada Fu Bao apa itu Phoenix putih.
"Phoenix putih sendiri merupakan perwujudan hewan dari Dewa cahaya jadi itu sebabnya aku sangat terkejut saat melihat Phoenix putih. "
"Apa Phoenix putih sangat langka? "
"Ya, lagi pula sejak hilangnya Dewa Cahaya dari dunia sihir keberadaan Phoenix putih menjadi sebuah legenda... Aku hanya tidak menyangka kalau akan melihat Phoenix putih yang ku ketahui dari buku-buku kuno dengan kedua mataku sendiri " Takjub Xiao Nai.
Yuan Yi juga sangat takjub saat mendengar penjelasan Xiao Nai, jelas ini kali pertama ia melihat Phoenix secara langsung.
Biasanya dia hanya mengetahui dari buku-buku kuno dan cerita legenda tentang keberadaan Phoenix.
Sudah sangat mengagumkan bagi Yuan Yi untuk bisa berteman dengan orang yang berasal dari daratan tinggi dan sekarang dia juga melihat Phoenix yang hanya ada di legenda.
Rasanya hidupnya terasa luar biasa sejak bertemu Fu Bao, dia juga punya firasat pengalaman menakjubkan ini tidak akan berhenti sampai disini.
Malahan di masa depan nanti dia akan bertemu sesuatu yang lebih menakjubkan dan tidak bisa ia bayangkan di masa depan nanti.
Yuan Yi tidak sabar menantikan kedatangan masa depan yang dipenuhi misteri dan kejutan.
" Sangat di sayangkan mungkin satu-satunya Phoenix putih di dunia ini juga akan menghilang." Feng Teng tersenyum pahit sambil mengusap peti mati Kristal dengan nostalgia.
Fu Bao mengerut kening: " Kenapa kau berpikir seperti itu? "
Feng Teng menundukkan kepalanya terdiam tidak bisa berkata-kata.
"Bagaimana bisa aku membantu mu jika kau tidak mengatakan nya. " Fu Bao.
Mulut Feng Teng terbuka dan tertutup, setelah ragu-ragu beberapa saat di akhirnya mau menceritakan segalanya kepada Fu Bao meskipun dia harus mengorek lukanya kembali.
Beberapa menit berlalu di ruang bawah tanah sejak Feng Teng mulai bercerita.
"Sekarang kalian tahu kenapa aku meminta kalian datang kesini dan alasan kenapa satu-satunya Phoenix putih juga akan menghilang...itu semua karena tubuh asli ku telah dicemari energi iblis karena eksperimen yang tidak manusiawi." Feng Teng mengatakan itu sambil tersenyum seolah-olah itu sama sekali bukan masalah besar.
Namun Fu Bao dan yang lain sangat tahu bertapa sedih dan benci Feng Teng saat mengetahui tubuh Phoenix putih yang harus nya terbang tinggi di langit dan dihormati di dunia kini harus jatuh kedalam rawa-rawa yang berlumpur dan kotor.
Keheningan terjadi di ruang bawah tanah dan tidak ada satupun diantara mereka yang memulai berbicara terlebih dahulu.
Seluruh keluarga di bantai, tubuh dicuri dan harus menerima fakta kalau tubuh mulia nya berubah menjadi Demon beast yang menjijikkan.
Mereka bertiga tidak tahu harus berkata apa untuk pengalaman menyedihkan Feng Teng.
Jadi itu sebabnya mereka bertiga diam saja.
Feng Teng tersenyum saat melihat keheningan diantara mereka:
"Jangan khawatir itu semua sudah berlalu, sekarang aku sudah menemukan cara untuk kembali ke tubuh ku meskipun tubuh ku tidak lagi menjadi Phoenix putih aku masih tetap bahagia.
Karena pada akhirnya aku bisa kembali ke tubuh ku "
" Cara? Apa kau sudah menemukan cara untuk kembali tubuh asli mu? " Tanya Yuan Yi tidak percaya.
"Ya."
"Bagaimana caranya? "
Merasakan tatapan Feng Teng " Cara yang kau maksud adalah aku kan? " Fu Bao menunjuk dirinya.
"Ya. "
"Apa kau yakin aku lah orang kau cari? Bagaimana kalau kau salah mengenali orang."
"Bukankah aku sudah mengatakan kalau aku tidak mungkin salah mengindentifikasi orang.
kau memang orang yang kucari kenapa kau masih juga tidak mempercayai nya? " Tanya Feng Teng tak berdaya.
"hanya saja agak sulit mempercayai perkataan mu soal aku adalah orang yang bisa menyelamatkan mu, lagi pula menurut ku...aku tidak sekuat yang kau katakan.. siapa yang akan percaya aku bisa menyelamatkan mu"
Feng Teng : "Aku percaya "
Xiao Nai : "Aku mempercayai nya "
"Aku juga " Yuan Yi mengangkat tangannya setuju dengan perkataan Xiao Nai dan Feng Teng.
"Kalian... kalian benar-benar membuat ku tidak berdaya bagaimana bisa kalian begitu mempercayai ku..." Fu Bao menggeleng kepala nya dan tersenyum kecut.
"Baiklah karena kalian semua sangat mempercayai ku maka aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan kalian." Ujar Fu Bao kembali.
"Terima kasih karena kau mau membantu ku." Feng Teng memberi penghormatan klan Phoenix kepada Fu Bao.
Namun Fu Bao segera menghentikan langkah Feng Teng dan berkata:
"Tidak perlu melakukan penghormatan padaku lagi pula kita masih belum tahu apa aku bisa menyelamatkan mu atau tidak. "
"Aku yakin kau bisa."
"Kau ini... tidak bisakah kau sedikit saja tidak terlalu mempercayai ku? bagaimana jika nanti aku gagal menyelamatkan mu? "
" Tidak masalah kau bisa menyelamatkan ku atau tidak... bagiku bertemu dengan mu merupakan berkah besar dalam hidup ku yang gelap jadi..." Feng Teng tersenyum kearah Fu Bao dan tiba-tiba ia berlutut dengan satu kaki di hadapan Fu Bao yang terkejut karena tindakannya.
Dengan tangan kanan di dada Feng Teng mulai melakukan sumpah Phoenix kepada Fu Bao:
"Aku bersumpah demi Dewa cahaya yang merupakan tuhan ku...akan untuk melindungi mu tidak peduli bahaya yang mengancam....Aku rela juga menjadi rekan, teman serta pasangan yang akan selalu berdiri di samping mu sampai akhir hayat ku."
Sumpah Phoenix yang dilakukan Feng Teng langsung berubah menjadi cahaya kemerahan dan melesat ke jari manis Fu Bao membentuk sebuah tato cincin berwarna merah.
Fu Bao memandangi jari manis dengan tidak percaya melalui cincin sumpah ini dia bisa merasakan ada hubungan erat antara dirinya dan Feng Teng.
Bahkan dalam sekali pikiran dia bisa mengetahui suasana hati Feng Teng yang sekarang bergetar gembira.
Belum sempat Fu Bao bisa kembali sadar atas apa yang baru saja terjadi.
Feng Teng tiba-tiba saja mengambil tangan Fu Bao lalu mencium punggung tangan nya dengan penuh Khusuk dan hormat seolah-olah Fu Bao adalah tuhan nya mulai sekarang.
"Kau... bagaimana kau bisa melakukan ini? melakukan sumpah tanpa pikir panjang apa jadinya jika aku orang jahat? Bisa-bisa nanti kau diperbudak oleh Ku " Fu Bao memarahi Feng Teng atas kepercayaan tanpa pamrih nya.
Bukankah nya takut atau kesal karena dimarahi Fu Bao,
Feng Teng justru tersenyum manis sambil berkata becanda:
"Aku rela ko perbudakan oleh Baoer ku~" Feng Teng juga mengedipkan sebelah matanya saat mengatakan itu.
"Kau memang sudah gila." Kata Fu Bao yakin.
"Hehehe "