The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 119 Permusuhan


Bab 119


Keesokan paginya, Fu Bao terbangun karena ketukan pintu yang terus-menerus terdengar di telinga nya.


Dengan wajah kesal Fu Bao bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang menggangu tidur nyenyak.


KLEK!


"Apa kau tahu sekarang jam berapa? Ini baru jam empat subuh! Apa kau gila membangun kan ku sepagi ini! " Teriak kesal Fu Bao setelah mengetahui siapa pelaku yang membanggakan nya.


Feng Teng menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum konyol kearah Fu Bao:


"Maafkan aku karena membangunkan mu sepagi ini...Aku sudah tidak sabar untuk mengajak mu ke suatu tempat...maaf seharusnya aku sedikit bersabar"


Feng Teng meminta maaf kepada Fu Bao dengan ekspresi super menyesal dan ini membuat Fu Bao yang tadi marah menjadi tidak berdaya.


"Aku tahu kalau kau benar-benar tidak sabar,tapi Tuan Feng bisakah kau melihat waktu dulu sebelum mendatangiku? Kemarin kau datang ke tempat ku pukul setengah satu dan sekarang membangun ku pukul empat subuh! Yang artinya aku hanya tidur selama dua jam!" Teriak Fu Bao frustasi.


Feng Teng tertegun saat dimarahi Fu Bao, dia pun akhirnya sadar kalau tindakan hari ini dan kemarin benar-benar tidak sopan.


Feng Teng yang menyadari tindakan yang sangat tidak sopan segera ia meminta maaf kepada Fu Bao.


"Maafkan aku Baoer~ Aku seharusnya tidak membangunkan sepagi ini, bagaimana kalau aku pergi dulu dan kembali lagi nanti siang agar kau bisa melanjutkan tidur lagi " Usul Feng Teng setelah memikirkan ide cemerlang.


' Baoer? Sejak kapan aku begitu dekat dengan nya? Sampai-sampai memanggil ku begitu penuh kasih sayang ' Pikir Fu Bao.


"Lupakan, lagi pula sudah terlambat aku juga sudah bangun tidak mungkin aku bisa tidur lagi, tunggu aku disini sebentar aku akan mengganti pakaian ku dulu " Kata Fu Bao seraya meninggalkan Feng Teng di luar kamar sedangkan dirinya masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaian.


Tidak lama kemudian Fu Bao kembali membuka pintu kamarnya dengan dirinya sudah mengenakan hanfu putih.



Sebelum Fu Bao sempat berbicara kepada Feng Teng tiba-tiba ia mendengar suara pintu terbuka.


Klek---


Rupanya pintu kamar yang ada di samping Fu Bao terbuka dan keluar Xiao Nai dengan pakaian setengah terbuka yang memperlihatkan otot dada nya.


"Siapa dia?!" Xiao Nai langsung menarik tangan Fu Bao dan meletakkannya di belakang punggung nya lalu menatap Feng Teng dengan wajah waspada.


"Ah? Dia adalah--"


"Fu Bao, Xiao Nai kenapa kalian berdua berdiri di sini" Tanya Yuan Yi yang tiba-tiba muncul di belakang mereka bertiga.


Yuan Yi juga menyadari kehadiran Feng Teng sama halnya Xiao Nai.


Yuan Yi juga menatap Feng Teng dengan tatapan waspada, namun tidak seperti Xiao Nai yang begitu memperlihatkan ekspresi tidak kesukaan pada Feng Teng.


Yuan Yi berbeda ekspresi wajah masih terlihat ceria dan hangat,tapi apabila ada orang yang memperhatikan mata Yuan Yi mereka dapat melihat kewaspadaan nya pada Feng Teng.



"Fu Bao, Xiao Nai siapa dia? " Tanya Yuan Yi sambil tersenyum lembut.


Fu Bao menghela nafas dan melambaikan tangannya dengan tak berdaya lalu berkata:


"Aku akan menjelaskan kepada kalian berdua siapa dia, tapi sebelum itu Xiao Nai sebaiknya kau kenakan pakaian mu dulu... Ahem, pakaian agak terlalu terbukaaa... "


Wajah Fu Bao sedikit memerah saat mengatakan kalau pakaian Xiao Nai yang terbuka,lagi pula posisi Fu Bao sekarang sangat dekat dengan Xiao Nai jadi dia bisa dengan jelas melihat bentuk otot dada Xiao Nai yang sixpack.


Xiao Nai melirik Fu Bao dengan tatapan tersenyum dan mengusap kepala dengan penuh kasih sayang:


"Kalau begitu kau bisa menunggu ku di restoran penginapan dan untuk Yuan Yi, tolong bantu aku awasi seseorang yang tidak tahu asal dan tujuan nya ini! " Xiao Nai dengan jelas sangat menekan kata awasi untuk memperingati Yuan Yi tentang Feng Teng.


Yuan Yi mengangguk kepalanya pasti:


" Yakin lah aku pasti akan mengawasinya "


"Jangan terlalu khawatir, dia ini tidak jahat...Aku akan ku jelaskan semuanya setelah kau mengganti pakaian mu. "


Xiao Nai : "Jaga dirimu."


Fu Bao mengangguk: "Hmm, pergilah "


' Tolong jangan bersikap seolah-olah aku akan pergi ke lubang buaya ' Pikir Fu Bao.


Xiao Nai menatap khawatir Fu Bao untuk terakhir kali dan baru masuk kedalam kamar nya dengan enggan.


"Ayo kita pergi sarapan dulu" Kata Fu Bao sambil memimpin keduanya untuk turun ke restoran penginapan.


Karena langit masih gelap jadi tidak banyak orang-orang yang sarapan di restoran sekarang.


Fu Bao melihat sekeliling dan berjalan ke meja yang agak terisolasi dari meja-meja di sekitarnya.


"Apa kalian berdua lakukan? Cepat duduk di sini! " Kata Fu Bao ketika melihat Feng Teng dan Yuan Yi masih berdiri di dekat tangga sambil menatap satu sama lain dengan tatapan bermusuhan.


Fu Bao jelas tidak mengerti kenapa keduanya terlihat sangat tidak akur, jelas mereka berdua baru pertama kali bertemu.


Akan tetapi sikap Yuan Yi dan Xiao Nai seolah-olah sedang melihat musuh bebuyutan.


Disisi lain Feng Teng yang mendengar panggilan dari Fu Bao segera menggerakkan kaki nya menuju meja tempat Fu Bao berada sekarang.


Namun ketika ia akan melewati sisi Yuan Yi, Feng Teng mendadak berbisik kepadanya:


"Tampak nya Tuan Bai masih hidup baik dan nyaman setelah kehancuran keluarga Bai.."


Yuan Yi: "?!!!"


' Bagaimana dia mengetahui indentitas ku? Jelas aku masih menggunakan cincin penyamaran? Siapa dia sebenarnya?! '


Yuan Yi melihat punggung Feng Teng lebih waspada dan sedikit niat membunuh.


Feng Teng tersenyum tipis dan sama sekali tidak peduli dengan apa yang dipikirkan Yuan Yi sekarang karena di matanya saat ini hanya ada Fu Bao.


Yang lain dia sama sekali tidak peduli.


Setelah Yuan Yi dan Feng Teng sudah duduk, Fu Bao segera memesan sarapan kepada pelayan penginapan.


Sesudah dirinya memesan sarapan Fu Bao berbalik bertanya kepada keduanya:


"Apa ada yang perlu kalian berdua tambahkan lagi? "


Yuan Yi: " Tidak"


" Tidak ada Baoer, jika nanti kurang aku bisa menyiapkan makanan untuk mu " Kata Feng Teng dengan penuh perhatian.


Bibir Fu Bao kejang-kejang dan dengan senyum palsu:


"Kalau begitu aku sangat berterima kasih atas kebaikan mu "


"Itu bukan masalah besar bahkan jika menginginkan daging harimau untuk sarapan aku pasti akan menyiapkan nya " Ucap Feng Teng dengan nada tenang, namun membawa keseriusan yang tidak bisa diremehkan.


"Tidak perlu aku tidak suka memakan daging harimau " Tolak Fu Bao tegas saat mendengar perkataan Feng Teng yang sembrono.


Lagi pula Fu Bao sendiri memiliki rekan Beast Sprit yang merupakan jenis harimau putih.


Fu Bao tidak mungkin memakan daging harimau yang memiliki ras sama dengan beast spirit kontrak karena baginya itu sama saja memakan daging rekannya sendiri.


Dan itu sangatlah menjijikkan untuk nya.


"Sayang sekali padahal daging harimau bagus untuk stamina" Kata Feng Teng dengan ekspresi menyesal.