
"Berendam di sana , ini akan menyembuhkan luka mu." Setelah mengatakan Donghua berbalik pergi.
"Apa guru mengetahui kalau aku terluka? " Pertanyaan Fu Bao membuat langkah kaki Donghua terhenti sejenak lalu ia terus berjalan tanpa menjawab atau menengok kebelakang.
Melihat kepergian Donghua.
Fu Bao menjadi sangat bingung karena ia tidak tahu kenapa gurunya tiba-tiba bersikap dingin padanya.
Lantaran Donghua tidak pernah sekalipun bersikap seperti ini seolah-olah dia tidak ingin berbicara padanya.
Fu Bao benar-benar tidak mengetahui kenapa gurunya bersikap seperti itu dan dia sama sekali tidak bisa menebaknya.
Fu Bao sama sekali tidak bisa menebak penyebab sikap dingin Donghua ada hubungannya dengan luka parah yang sedang ia alami.
"Lupakan, sebaiknya aku berendam dulu disini untuk menyembuhkan luka-luka di tubuh ku " Fu Bao mulai melepaskan pakaian luarnya dan mulai berendam dengan pakaian dalamnya.
Air hangat dan penuh spritual membuat Fu Bao yang terluka benar-benar merasa nyaman
Rasa nya seluruh tubuhnya yang sakit sampai mati akhirnya bisa rileks juga.
Fu Bao menikmati rendaman sumber air panas dengan sangat nyaman dan terasa beberapa jam telah berlalu semenjak Fu Bao berendam di sana.
Karena ini sumber air panas spritual yang baik untuk tubuh jadi Fu Bao tidak terlalu khawatir untuk berendam lama disini.
Fu Bao baru mau keluar setelah menemukan beberapa luka-luka dalam mulai sembuh dalam kecepatan cahaya.
"Sepertinya sumber air panas ini benar-benar bermanfaat. " Fu Bao yang merasa lukanya mulai sembuh dengan baik.
Dia segera berdiri dan keluar dari kolam sumber air panas.
Dan setelah ia mengenakan pakaian barunya ia berjalan menjauh dari sumber air panas untuk mencari Donghua.
"Guru terima kasih untuk sumber air panas nya luka-luka di tubuh ku mulai sembuh dengan baik" Kata Fu Bao yang sudah menghampiri Donghua.
Donghua yang sedang membaca kitab sutera hati hanya diam dan tidak mengangkat kepalanya ketika Fu Bao menghampiri nya.
"Apa yang sedang guru baca? " Fu Bao melihat kitab sutera hati dengan aneh dan penasaran.
Donghua menghela nafas dan meletakkan kitab di tangannya di meja sampingnya lalu mengangkat kepalanya untuk menatap Fu Bao: " Mendekat lah"
"??? " Meskipun Fu Bao bingung dengan perintah Donghua yang mendadak,dia tetap menurut dan berjalan mendekati Donghua beberapa langkah.
Ketika jaraknya dan Donghua tinggal satu meter lagi barulah ia berhenti.
"Tangan. " Donghua mengulurkan tangannya kepada Fu Bao.
Masih dengan bingung dengan perilaku aneh gurunya Fu Bao tetap melaksanakan perintah gurunya dengan menaruh tangan kirinya ke tangan Donghua.
Donghua langsung mencengkeram tangan Fu Bao erat sambil memeriksa denyut nadinya.
Setelah melakukan itu Donghua segera melepaskan tangan Fu Bao dan kembali membaca kitab sutera hati nya lagi seolah-olah dia benar-benar tidak peduli dengan keberadaan Fu Bao lagi di sisinya.
???
Tiga tanya hitam besar muncul di kepala Fu Bao saat melihat perilaku dingin gurunya yang tiba-tiba.
' Sebenarnya apa yang terjadi pada Donghua kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti ini padaku? Apa aku melakukan sesuatu yang salah padanya? ' Pikir Fu Bao bingung.
Fu Bao tiba-tiba teringat panggil Donghua saat dirinya di luar untuk menyuruhnya masuk kedalam ruang Amethyst.
Entah kenapa Fu Bao merasa tidak ada lagi yang ingin dibicarakan Donghua padanya meski dia berpikir seperti itu.
Fu Bao tetap bertanya kepada Donghua untuk memastikan:
"Apa masih ada lagi yang ingin guru bicarakan padaku? "
"......"
Fu Bao melihat Donghua tidak berbicara padanya,dia berpikir tidak ada lagi yang ingin dibicarakan nya jadi dia berkata:
"Karena tidak ada lagi yang ingin dibicarakan guru, aku pergi dulu masih ada yang perlu kulakukan di luar sampai jumpa lagi" Fu Bao melambaikan tangannya di depan Donghua yang masih cuek.
Melihat Donghua masih tidak menanggapi nya Fu Bao hanya bisa pergi keluar ruang Amethyst dengan banyak keraguan di dalam hatinya.
Disisi lain setelah kepergian Fu Bao dari ruang Amethyst.
Sikap Donghua langsung berubah total yang tadi dingin dan cuek kini berubah kesal dan khawatir.
"Apa dia tidak menyadari kalau aku sedang marah? " Tanya Donghua pada dirinya sendiri sambil cemberut.
"Apa dia tidak tahu bertapa khawatir nya aku saat melihat nya terluka karena serangan kekuatan Dewa iblis yang tersembunyi di tubuh Phoenix putih.
Jika saja aku bisa keluar dari ruang ini mungkin aku sudah menyelamatkan nya daripada hanya melihatnya disini terluka parah tanpa bisa melakukan apapun. " Rasa rendah diri terlihat jelas dari kata-kata Donghua sekarang.
Rupanya Donghua telah menyaksikan aksi pemurnian yang dilakukan oleh Fu Bao dari awal sampai akhir.
Donghua juga melihat bagaimana Fu Bao harus terluka parah saat menghadapi kekuatan Dewa iblis sendiri tanpa ada orang yang bisa melindungi nya.
Rasa putus asa bertambah saat melihat Fu Bao jatuh dengan darah di mulutnya.
Rasanya ada ribuan pedang dan panah yang menusuk jantung nya. Untuk pertama kalinya Donghua menyadari bertapa tidak berguna dirinya.
"Aku benar-benar tidak berguna, bahkan aku tidak bisa melindungi orang yang sangat ku lindungi...." Kata Donghua tersenyum pahit.
Fu Bao tidak akan pernah tahu saat dirinya pingsan karena luka parah akibat serangan kekuatan Dewa iblis.
Donghua yang ada di ruang Amethyst hanya bisa melihat keadaannya di luar dengan ekspresi cemas dan tak berdaya.
Terlebih lagi Donghua yang telah mendengar perkataan Yuan Yi tentang kondisi tubuh Fu Bao.
Hatinya terasa sakit dan putus asa, dia bahkan dengan gila mencoba dengan paksa untuk lepas dari segel yang menjeratnya di ruang Amethyst.
Untuk bisa menyelamatkan Fu Bao.
Tapi sayangnya tidak peduli seberapa keras dia untuk melepaskan diri dari segel.
Segel yang menyegel tetap tidak bergerak bahkan ketika Donghua yang merasa akan jatuh kedalam iblis karena putus asa karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk bisa menyelamatkan Fu Bao.
Untungnya saat itu Bao Bao mengetahui kondisi yang salah tepat pada waktunya yang langsung menghentikan perilaku gila Donghua dengan berkata:
"Dijun tolong tenanglah! Tuan ku akan baik-baik saja! "
"Apa kau tidak dengar barusan?! Kekuatan spiritual nya hancur, meridian nya meledak bahkan kekuatan mental rusak dan nafas kehidupan nya bahkan memiliki tanda-tanda menghilang jadi apa ini yang kau katakan baik-baik saja!!" Teriak marah Donghua dengan mata ungunya yang perlahan-lahan berubah warna menjadi kemerahan.
"Bao Bao benar-benar tidak sedang berbohong, Tuan ku memang akan baik-baik saja." Bertepatan dengan perkataan Bao Bao.