
Bab 113
Alasan kenapa Fu Bao hanya bisa berdiri diam tanpa sedikitpun membantu Xiao Nai itu semua karena peringatan Donghua sebelum ia masuk kedalam kesadaran Xiao Nai.
Donghua pernah memperingati Fu Bao untuk tidak membantu Xiao Nai untuk bebas dari jeratan iblis batiniah.
Tidak peduli seberapa bahaya yang terjadi saat Xiao Nai sedang berusaha lepas jeratan iblis batiniah.
Dia tidak boleh ikut campur karena apabila dia ikut campur maka iblis batiniah itu akan menemukan kelemahan fatal Xiao Nai.
Jika itu sampai terjadi maka nyawa Xiao Nai akan dalam bahaya besar.
Dan hal ini mungkin akan mengakibatkan keadaan semakin parah dari sebelumnya.
Jadi yang bisa dilakukan Fu Bao sekarang adalah berdiri diam sambil berusaha untuk tidak membantu Xiao Nai tidak peduli seberapa bahaya nya itu.
"!!!"
Fu Bao melihat tubuh Xiao Nai tiba-tiba dikelilingi ratusan tangan tiba-tiba muncul dari kegelapan dan mencoba menarik Xiao Nai kedalam kegelapan.
Fu Bao melangkah maju beberapa langkah untuk membantu Xiao Nai, tapi dia tiba-tiba teringat peringatan Donghua.
Jadi hanya bisa mengepalkan tangannya berusaha untuk tidak maju menyelamatkan Xiao Nai.
Ketika Fu Bao berpikir Xiao Nai tidak dapat tahan dari serangan tangan-tangan kegelapan itu.
Suatu hal ajaib terjadi sebuah sinar cahaya berwarna kuning tiba-tiba keluar tubuh Xiao Nai dan menghancurkan tangan-tangan itu.
Ledakan--
Fu Bao mengangkat kepalanya dan menemukan langit-langit yang awalnya gelap kini pecah layaknya cermin yang di palu.
Fu Bao kembali mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Nai dan mendapati Xiao Nai telah bebas dari cengkeraman iblis batiniah.
"Xiao Nai apa kau baik-baik saja? " Fu Bao bertanya kepada Xiao Nai khawatir.
Xiao Nai tersenyum saat melihat ke khawatiran diwajah Fu Bao hatinya yang hancur karena perkataan Fu Bao sebelumnya akhir sembuh.
Dia mengusap kepala Fu Bao dan berkata dengan nada suara lembut: " Aku baik-baik saja, tapi tunggu aku di sini sebentar masih ada yang harus kulakukan."
Setelah mengatakan itu Xiao Nai berjalan dengan senyum di wajahnya telah menghilang.
Dia berjalan menghampiri sosok gelap yang tidak terlihat sosok nya.
Xiao Nai mengeluarkan pedang miliknya melalui kekosongan dan menodongkan nya kearah sosok gelap itu.
"Kau tidak bisa membunuh ku " Ucap iblis batiniah dengan nada suara sangat yakin.
"Hehehe, Apa yang membuat berpikir kalau aku tidak bisa membunuh mu? "
Iblis batiniah bukan nya menjawab pertanyaan Xiao Nai dia justru mulai melakukan serangan balik yaitu menghasut kepercayaan Xiao Nai pada Fu Bao dengan mengatakan:
"Apa kau pikir dia benar-benar menginginkan mu? Tidak! Dia hanya mengatakan begitu karena dia merasa kasihan padamu... hehehe.... Apa kau pikir setelah dia mengetahui siapa kau sebenarnya apa menurut mu dia masih mau menerima mu? "
"...." Xiao Nai menundukkan kepalanya saat mendengar perkataan iblis tentang Fu Bao masih belum mengetahui indentitas nya.
Dia melirik ke arah Fu Bao yang tidak jauh dari sisinya dengan tatapan ragu dan kurang percaya diri.
Seperti melihat keraguan Xiao Nai, Fu Bao segera tersenyum manis dan memegang tangan Xiao Nai sambil berkata:
"Tidak apa-apa, tidak peduli apa yang kau sembunyikan di masa lalu aku tidak akan peduli lagi...Aku akan selalu mempercayai mu asal kau tidak mengkhianati kepercayaan ku.."
"Aku tahu, jadi Xiao Nai tidak peduli apa masa lalu sebelumnya yang aku ketahui sekarang hanya dirimu yang sekarang aku tidak akan mencurigai mu. "
Perkataan Fu Bao sungguh menyakinkan Xiao Nai, dia tidak lagi ragu untuk membunuh iblis batiniah.
Xiao Nai mengangkat pedang dan menebas sosok gelap itu dengan niat pedang nya.
"Aaargh!!!"
Teriakkan memekikkan telinga terdengar setelah Xiao Nai selesai menebas sosok gelap itu.
Bersamaan dengan teriakan itu kegelapan yang menyelimuti sekeliling kesadaran Xiao Nai akhirnya buyar dan mulai memperlihatkan sinar cahaya.
Fu Bao dan Xiao Nai saling memandang dan tersenyum, akan tetapi sebelum mereka berdua bisa pergi suara putus asa iblis batiniah datang.
" Apa kau tahu apa yang dilakukan nya? Dia berniat menghancurkan dunia! Dia adalah pria gila kau akan sangat menyesali keputusan mu sekarang... Aaargh!" selesai mengatakan kata-kata terakhirnya iblis batiniah terbakar menjadi abu.
Dan menyisakan Fu Bao yang sekarang menatap Xiao Nai sambil mengangkat alisnya.
"Sepertinya ada banyak hal yang perlu kau jelaskan padaku bukan begitu Xiao Nai?" Fu Bao mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum manis.
Namun Xiao Nai tahu di balik senyum manis Fu Bao ada sebuah api kemarahan yang sedang membakar.
Xiao Nai mengangguk patuh dan tidak berani membatah apalagi menolak karena ia takut kalau Fu Bao tidak mau menerima nya lagi.
Meskipun Fu Bao sudah menjelaskan kepada nya kalau ia sedang salah paham, tapi tetap saja itu tidak menyembuhkan luka yang di sebabkan kata-kata Fu Bao sebelumnya.
Rasa sakit hati dan kesulitan nafas yang ia rasakan saat dia mengingatkan perkataan Fu Bao masih terasa sampai sekarang dia tidak ingin melalui itu lagi.
Dia lebih suka di tusuk pisau daripada harus mendengar perkataan Fu Bao tentang tidak menginginkan nya lagi.
Jadi tidak peduli apa yang dikatakan Fu Bao Benar atau salah dia akan selalu menuruti nya bahkan sekalipun dunia mengatakan kalau Fu Bao salah.
Dia akan selalu berdiri di sisi Fu Bao dan mengatakan kalau Fu Bao benar.
"Ayo kita pergi."
"Um." Xiao Nai mengulurkan tangannya kepada nya supaya Fu Bao memegang tangan nya.
Fu Bao melihat uluran tangan Xiao Nai tanpa ragu sedikitpun ia menggapai nya.
Xiao Nai memegang erat tangan mungil yang sedang ada di tangannya dan mulai membaca sebuah mantra.
Yang mana setelah mantra itu selesai di ucapkan kesadaran Fu Bao dan Xiao Nai terasa sedang ditarik sesuatu.
[Di luar kesadaran Xiao Nai]
Fu Bao membuka matanya dan melihat angin kencang yang tadi mengelilingi mereka berdua sudah menghilang.
Xiao Nai juga mulai sadar dan segera mencari sosok harta berharga nya.
Setelah menemukan keberadaan sosok harta berharga nya Xiao Nai tersenyum tipis, yang mana di dalam nya tersembunyi kebahagiaan sangat dalam.
Sebelum Xiao Nai bisa berbicara kepada Fu Bao, suara khawatir Bai Yi mengganggu nya.
"Fu Bao! Xiao Nai! Apa kalian berdua baik-baik saja? " Tanya Bai Yi yang berlari menghampiri mereka berdua.
Fu Bao mengangguk dan menyatakan: " Aku baik-baik saja"
Sedangkan Xiao Nai melirik dingin Bai Yi dengan sangat tidak senang.