The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 116 Biarkan dia datang sendiri


Bab 116


"Ngomong-ngomong bukan sudah saatnya kau mengganti nama Bai Yi, lagi pula kau tidak mungkin untuk terus memakai marga keluarga Bai kan? " Fu Bao duduk sambil minum teh dan di tangannya terdapat sebuah buku yang sedang ia baca.


Bai Yi menutup bukunya dan mengangguk:


"Kau benar, memang sudah saatnya aku mengganti marga ku "


"Apa kau akan menggunakan marga keluarga asli mu? " Fu Bao.


"Tentu saja aku akan mengganti nya dengan marga keluarga asli ku, memang kau pikir marga siapa lagi yang akan ku pakai? " Bai Yi memutar matanya mendengar pertanyaan konyol Fu Bao.


"Yah, siapa tahu kau akan menggunakan nama palsu atau membuat nama baru, aku kan hanya bertanya takut nya kau berniat membuat nama baru, kalau itu sampai terjadi kan aku bisa membantu mu membuat nama baru juga " Fu Bao mengangkat kepalanya dari buku dan menatap Bai Yi dengan tatapan bercanda.


"Jangan aneh-aneh deh, mana mungkin aku mengganti nama ku lagi pula nama ini satu-satunya pemberian terakhir keluarga ku" Bai Yi menunduk kepalanya sedih saat memikirkan keluarga nya lagi.


Melihat suasana hati Bai Yi kembali down Fu Bao dengan pengertian mengalihkan topik pembicaraan mereka dengan bertanya:


"Lalu nama apa yang akan ku panggil nanti? "


"Yuan Yi , tolong panggil aku Yuan Yi mulai dari sekarang" Yuan Yi mengatakan sambil tersenyum ceria.


Bai Yi sekarang sudah tidak ada lagi yang ada sekarang hanya Yuan Yi.


*PS : mulai sekarang Bai Yi akan di panggil Yuan Yi.


"Yuan Yi...nama yang bagus" Fu Bao yang menggumam kan nama Yuan Yi sambil tersenyum manis.


Yuan Yi tersenyum memandang Fu Bao dengan tatapan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


KLEK--


"Apa yang sedang kalian bicarakan? " Tanya Xiao Nai yang baru saja masuk kedalam ruangan dan menatap keduanya dengan tatapan penasaran.


"Selamat datang kembali Xiao Nai " Fu Bao melambaikan tangannya menyapa Xiao Nai yang masuk kedalam ruangan.


Xiao Nai berjalan menghampiri Fu Bao dan mengusap kepalanya dan bertanya lagi:


"Apa yang baru saja kalian bicarakan? kalian berdua terlihat sangat gembira."


"Kami baru membicarakan penggantian nama Bai Yi menjadi Yuan Yi " Ucap Fu Bao menarik Xiao Nai untuk duduk disampingnya.


Xiao Nai mengangkat alisnya dan berkata: "Oh.."


"Bagaimana hasil penyelidikan nya? " Tanya tiba-tiba Yuan Yi.


Xiao Nai menghela nafas dan menggeleng kepala nya:


"Aku tidak menemukan apapun."


"Seperti nya dugaan kita sangat tepat, para iblis tingkat tinggi pasti sudah membereskan jejak mereka." Fu Bao mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja.


Ketika Xiao Nai akan mengangkat cangkir teh nya, tiba-tiba tiga ketuk kan pintu terdengar di dalam ruangan.


Saat dia Ingin bangkit untuk membukakan pintu, Fu Bao mendadak berdiri dan menepuk pundak Xiao Nai lalu berkata:


"Tidak perlu, biar aku yang membuka pintu"


Fu Bao berdiri dan berjalan kearah pintu.


KLEK---


Pada saat pintu terbuka Fu Bao melihat seorang pria dengan pakaian serba hitam dan wajah yang tertutup erat berdiri di depan pintu.


Intuisi Fu Bao mengatakan kalau pria didepannya tidak berbahaya untuk nya , namun tetap saja Fu Bao tidak akan melonggarkan kewaspadaan nya meskipun hanya sebentar.


"Maaf siapa kau? "


"Nona Fu silahkan ikuti saya."


Fu Bao mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan pria didepannya.


"Apa maksudnya? Kenapa kau ingin aku ikut bersama mu? Lagi pula aku juga tidak mengenal mu.."


"Nona Fu, Tuan ku ingin bertemu."


"Siapa Tuan mu? "


"Maaf nona Fu, saya tidak bisa mengatakan nya tolong ikuti saya " Pria misterius tidak menjawab pertanyaan Fu Bao dan malahan dia kembali memberi hormat Fu Bao sambil tangannya mengisyaratkan Fu Bao untuk mengikuti nya.


Disisi lain Fu Bao menatap pria didepannya dengan tatapan penyelidik dan di dalam hatinya juga dia memiliki firasat kalau Tuan yang dikatakan oleh pria didepannya akan menjadi satu petunjuk penting dalam hidupnya.


Meskipun Fu Bao didalam hati sudah memutuskan untuk mengikuti Pria didepannya, tapi tetap saja dia tidak akan menunjukkan kalau ia tertarik ikut bersama nya dengan mudah.


Fu Bao justru melipat kedua tangannya di dadanya dan mengangkat alisnya kearah pria didepannya sambil berkata dengan nada mencibir :


"Katakan pada Tuan mu, aku tidak tertarik mengikuti mu jika dia ingin bertemu dengan ku silakan datang sendiri." Usai mengatakan itu Fu Bao langsung membanting pintu kamar nya dan meninggalkan Pria beserba hitam dalam keadaan bingung.


"Ini pertama kalinya ada orang yang menolak tawaran berkunjung Tuan ku, Apa perlu aku memaksa nya ikut bersama ku?" Si Yin memiringkan kepalanya bingung dan menatap pintu kamar Fu Bao seolah ingin menobrak nya dan membawa Fu Bao secara paksa.


Namun dia sendiri tahu bertapa penting nya gadis tadi untuk Tuan nya , salah-salah bisa jadi nanti rencana Tuan nya akan gagal.


Untuk itu Si Yin memutuskan untuk kembali dan mengatakan kata-kata yang dikatakan Fu Bao tadi kepada Tuan nya Feng Teng.


[Di ruang kantor istana kerajaan Dongyue...]


"Hahaha, dia mengatakan itu padamu? " Feng Teng tersenyum geli mendengar laporan Si Yin sepulangnya dari tempat Fu Bao.


Si Yin berlutut dan menundukkan kepalanya:


"Ya Tuan, nona Fu mengatakan sendiri bila Tuan ingin bertemu dengannya silakan datang sendiri."


Feng Teng terkekeh kecil dan berkata:


"Siapkan aku kuda."


Si Yin: " Kuda?"


"Ya Kuda, bukankah kau tadi mengatakan kalau dia menyuruhku untuk datang sendiri? "


"Tapi Tuan, kondisi tubuh mu sekarang --- "


"Berhenti! Aku lebih tahu keadaan tubuh ku sendiri daripada mu jadi kau tidak perlu khawatir cepat siapkan kuda untuk ku "


"Baik tuan " Si Yin memberi hormat dan ekspresi enggan melaksanakan perintah Tuan nya meskipun dia sangat Khawatir dengan kesehatan Tuan nya sekarang.


Si Yin tidak berani membantah perintah Tuan nya jadi dengan banyak ke khawatiran didalam hatinya dia menyiapkan kuda khusus Tuan nya.


Di sisi lain Feng Teng masih saja tersenyum tipis saat memikirkan laporan bawahan nya barusan.


"Aku tidak menyangka kalau kau akan semenarik ini...ini membuat ku menjadi semakin penasaran dengan pertemuan kira nanti "


[Kembali ke penginapan..]


Fu Bao yang kembali masuk kedalam kamarnya setelah menolak tawaran Si Yin, tiba-tiba melihat tatapan penasaran dari kedua rekannya.


Yuan Yi: " Siapa yang datang barusan? "


Xiao Nai juga menatap Fu Bao dengan tatapan penasaran.


" Bukan siapa-siapa hanya orang lewat yang menanyakan apa air di kamar ini menyala Sepertinya air di kamarnya mati." Jawab Fu Bao santai.


Yuan Yi maupun Xiao Nai tentu saja tidak akan mempercayai omong kosong Fu Bao jelas mereka berdua mendengar percakapan di luar kamar barusan.