The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 154 Pengorbanan


Ketika Fu Bao membuka matanya, apa yang ia lihat didepannya adalah pemandangan putus dengan darah dimana-mana serta makhluk abadi di sekelilingnya yang berjuang untuk melindunginya.


Fu Bao memegangi jantungnya lagi, saat ia merasakan perasaan tidak nyaman di jantungnya.


Fu Bao mencoba menahan rasa sakit menusuk di jantungnya dengan sekuat tenaga, sambil mencoba menggunakan kekuatan suci yang baru saja ia dapatkan dari penggabungan tujuh benda suci di tubuhnya.


Ketenangan terjadi sesaat saat orang-orang yang ada disana melihat Fu Bao dengan mata takut dan kagum.


Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama, karena Dewa iblis yaitu Canghe segera memberikan perintah kepada seluruh bawahannya.


" Bunuh mereka bertiga dulu!”


Target yang ditujukan Canghe adalah Fu Heng, Feng Teng dan juga Yuan Yi.


Karena dia tahu selama ketiganya berhasil di bunuh oleh nya, maka rencana pengumpulan kekuatan suci Fu Bao akan gagal.


Canghe yakin selama ia membunuh ketiganya, Fu Bao pasti akan segera membatalkan kekuatan sucinya.


Itu benar, Fu Bao sekarang sedang mengumpulkan kekuatan suci untuk membunuh Dewa iblis.


Selama pengumpulan kekuatan suci Fu Bao berhasil, maka nyawa Dewa iblis akan dalam bahaya.


Bagaimana mungkin Dewa iblis membiarkan rencana itu berjalan lancar, tentu saja ia akan menggunakan cara licik untuk menyabotase pengumpulan kekuatan suci Fu Bao.


Disisi lain, Fu Heng, Yuan Yi dan Feng Teng yang juga menyadari pemikiran Dewa iblis, segera mengambil tindakan balasan untuk melawan pasukan iblis yang terus menerus menyerang mereka dengan ganas.


Ketiganya tidak sendirian, Raja setiap ras dan berserta pasukan tentara makhluk abadi juga ikut membantu mereka untuk melawan pasukan iblis.


Semua orang di sini tahu kalau Fu Bao sekarang berada di titik kritis, jadi bagaimana mungkin mereka semua membiarkan pasukan iblis mengganggu Fu Bao.


' Sakit.... sangat menyakitkan....'


Fu Bao merasa jiwa dan jantungnya mulai tercabik-cabik saat ia berhasil mengumpulkan kekuatan suci miliknya.


"Puff! " Darah merah keluar dari mulut Fu Bao yang masih mencoba menggumpal kekuatan sucinya yang terakhir.


Namun ketika Fu Bao tinggal menggumpal kekuatan sucinya yang terakhir, Canghe yang ada tidak jauh didepannya tiba-tiba berbicara padanya.


"Jika kau tidak menghentikan pengumpulan kekuatan suci aku akan memunuh mereka! "


Ketika Fu Bao mendengar itu, dia langsung membuka matanya dan melihat Donghua dan Xiao Nai yang telah lama menghilang kini muncul di bawah cengkeraman kekuatan Canghe.


Melihat itu mata Fu Bao langsung memerah :


"Lepaskan mereka! "


Fu Bao menatap Canghe dengan penuh kebencian.


"Maka kau harus menghentikan gerakan pengumpulan kekuatan suci mu. " Canghe dengan acuh tak acuh menggunakan kekuatan nya untuk memenjarakan Donghua dan Xiao Nai.


Saat Fu Bao akan ragu-ragu mengikuti perkataan Canghe.


"Baoer....kami baik-baik saja....." Xiao Nai yang akhirnya tersadar dari pingsan segera tepat waktu menghentikan Fu Bao untuk tidak mengikuti perkataan Canghe.


"Xiao Nai.... Tidak! Aaaaaa! " Tangisan putus asa dan di bawah kesedihan yang ekstrim, serta kebencian ketidakberdayaan saat ia melihat bagaimana Xiao Nai di bubuh Canghe di depan matanya.


"Tidak Xiao Nai! Aaaaaa!!!" Fu Bao mencoba maju untuk melangkah mendekati Xiao Nai, tapi sayangnya langkah nya harus terhenti oleh pesona di sekeliling nya.


Fu Bao berusaha keras untuk menghancurkan pesona disekelilingnya, tapi tidak peduli seberapa keras ia mencoba pesona ini tetap kokoh tidak terguncang sedikitpun.


Pesona yang awal yang melindungi Fu Bao menjadi penjara baginya.


Fu Bao menatap tubuh tak bernyawa Xiao Nai dengan sangat putus asa dan ketidakberdayaan.


" Aku tidak suka mengulangi perkataan ku, jadi sebaiknya kau mengikuti perkataan ku atau dia akan menjadi berikutnya. " Canghe menunjukkan tubuh Donghua yang sedang berlutut di bawahnya.


Tiba-tiba kedua mata Fu Bao yang tadi putus asa tiba-tiba saja kembali tenang, saat melihat apa yang sedang di gumam kan Donghua.


" Ruang Amethyst. " inilah yang coba dikatakan Donghua padanya.


Mengerti arti Donghua, Fu Bao segera menggunakan kekuatan ruang Amethyst untuk memanggil Donghua masuk.


Disaat bersamaan rantai Hitam yang awalnya digunakan untuk mengunci kekuatan spiritual Donghua dan Xiao Nai tiba-tiba terjatuh ke tanah.


Dan keberadaan Donghua dan Xiao Nai juga menghilang dari hadapan Canghe.


Melihat ini Canghe segera menatap Fu Bao dengan kejam.


Fu Bao yang di tatapan tidak merasa takut, dia justru berbalik menatap nya dengan provokatif.


Tidak berhenti sampai disitu Fu Bao tersenyum sinis ke arah Canghe dan mulai mengaktifkan Formasi kuno yang awalnya ia buat.


Bom!


Ledakan hebat terjadi dan sebuah pelindung muncul di sekeliling pasukan mahkluk abadi.


Semua makhluk abadi yang melihat pelindung itu segera menyentuhnya dengan penasaran, tapi saat mereka menyentuh yang mereka rasakan ada kekuatan yang sangat kuat terkandung di dalam pelindung itu.


"Apa ini pelindung yang dibuat utusan Dewa? " Tanya salah satu makhluk abadi.


"Aku rasa begitu..."


Berbeda dengan keamanan dari pasukan makhluk abadi, pasukan iblis justru sebaliknya mereka yang telah menyentuh pelindung Fu Bao akan langsung berubah menjadi abu.


"Perasaan ku semakin enak....aku khawatir Baoer sedang merencanakan sesuatu yang buruk..." Kekhawatiran Feng Teng kian memuncak saat melihat pelindung sekelilingnya yang bahkan ia tidak bisa hancurkan.


"Apa ini? " Donghua yang tiba-tiba muncul di belakang Feng Teng dan yang lain sambil membantu Xiao Nai berdiri disampingnya.


"Xiao Nai! Apa kau baik-baik saja? Tapi bukankah kau baru saja....." Meskipun Yuan Yi tidak melanjutkan perkataannya semua orang sudah tahu apa yang ingin ia tanyakan.


"Baoer....menyelamatkan ku...." ucap Xiao Nai dengan wajah pucat dan lemah.


Xiao Nai sendiri tidak menyangka kalau ia bakal hidup lagi, dia awalnya berpikir dia tidak akan bertemu Fu Bao lagi.


Tapi siapa sangka Dewa pencipta masih menyayangi nya dan tidak mengambil nyawa nya.


"Ini bukan waktunya untuk berbicara, kita harus segera menghentikan Fu Bao, aku punya firasat buruk tentang ini. " Ucap Donghua tiba-tiba.


"Kau juga merasakan nya? " Tanya Feng Teng yang memandang Donghua dan Xiao Nai tidak percaya.


Donghua mengangguk dan menatap Fu Bao yang ada di atas langit dengan tatapan khawatir.


Xiao Nai juga melihat ke langit yang mana kebetulan saat ini Fu Bao juga sedang melihat kearah Xiao Nai dan yang lain.


Fu Bao tersenyum tipis ke arah mereka dan kembali menatap Canghe dengan dingin.


"Sekarang hanya tinggal kita..." Ucap Fu Bao dengan senyum sinis.


"Kau tidak bisa membunuh ku, bahkan dengan tujuh benda suci ditangan mu sekalipun." Ucap Canghe dengan nada percaya diri dan tenang.


"Aku tahu, tapi aku memilih cara untuk membuat mu mati untuk selamanya dengan sekali serangan. " Fu Bao tersenyum lembut kepada Canghe dan mulai menusuk jantungnya sendiri.


Canghe: "!"


"Baoer! " Teriak panik dari Feng Teng dan yang lain bergema di seluruh medan perang, saat melihat Fu Bao tiba-tiba menusuk jantungnya sendiri.


PS : Besok bab tamat