The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 117 Bukankah kau menyukai posisi seperti ini?


Bab 117


Malam pun tiba, Fu Bao membiarkan Yuan Yi dan Xiao Nai untuk pergi dari kamarnya.


Seusai mengantarkan kedua rekannya Fu Bao kembali masuk kedalam kamarnya dan bersiap untuk mandi.


Saat Fu Bao sedang asyik berendam air hangat di bathub Kayu, dia tidak sadar ada satu pengunjung yang tidak di undang datang ke kamarnya.


Sosok pria tampan bak Dewa kini sedang duduk di ranjang Fu Bao sambil bersandar di bantal.


Pria tampan ini duduk sana dengan nyaman seakan ia berada di kamarnya sendiri.



Klek---


Pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Fu Bao dengan rambutnya yang basah sehabis keramas.


Namun langkah kaki Fu Bao terhenti dan mulai mengeluarkan panah angin ke arah ranjang nya.


Feng Teng terkekeh kecil dan dengan mudahnya ia menghindari serangan Fu Bao.


Disisi lain Fu Bao yang melihat serangannya pada pria yang mendadak muncul di kamarnya tidak berhasil.


Dia kembali melancarkan serangannya sengit yang lain pada pria itu, namun anehnya tidak peduli seberapa sengit Fu Bao menyerang pria itu.


Dia tetap tidak bisa menyentuh sehelai rambut atau bahkan memukul nya dan ini membuat nya sangat kesal.


Karena kesal Fu Bao menggunakan sedikit tipu daya untuk membuat pria misterius didepannya mengalihkan perhatian nya sejenak dan bertepatan saat pria itu berhasil di alihkan.


Fu Bao dengan kejam memukul nya, namun sekali lagi serangan itu berhasil di tangkis.


Tapi apa yang tidak bisa di kira pria itu, Fu Bao telah lama mengira semua tindakan nya akan ditangkis kembali jadi karena itu dia dengan cerdik melakukan serangan lain dengan menggunakan tangan kirinya.


Dan benar saja serangan Fu Bao kali ini berhasil mengenai Pria itu.


Brugh!


Pria itu terjatuh ke lantai dan posisi Fu Bao sekarang berada di atas pria itu sambil tangan kanannya mengeluarkan belati hitam miliknya ke leher pria di bawahnya.


"Siapa kau?! "


Feng Teng terkekeh kecil seolah tidak merasa ancaman dari belati hitam yang ada di lehernya.


Melihat pria dibawah nya hanya tertawa tanpa menjawab pertanyaan nya , Fu Bao langsung di buat kesal lagi jadi ia dengan kejam menekan belati hitam nya ke leher pria ini sampai membuat leher itu mengeluarkan darah karena goresan tajam belati milik nya.


"Katakan padaku siapa kau! "


Sudut bibir Feng Teng terangkat dan dia tiba-tiba mengulurkan tangannya kepada Fu Bao dan melakukan sebuah tindakan yang tidak pernah di duga Fu Bao.


Feng Teng dengan lihai membalikkan keadaan yang mana yang tadi posisinya kurang menguntungkan kini berada di posisi dominan.


Fu Bao: "!!!!"


Kini posisi Fu Bao dan Feng Teng terbalik yang mana tadi Fu Bao berada di atas kini dia berada di bawah tubuh Feng Teng.


Fu Bao benar-benar tidak menyangka kalau pria ini masih memiliki kekuatan.


"Lepaskan! " Teriak Fu Bao marah sambil mendorong tubuh Feng Teng untuk menjauh dari nya.


"Tidak senang? " Feng Teng.


"Orang gila mana yang senang di perlakukan seperti ini! "


"Aku pikir kau menyukainya " Feng Teng.


Fu Bao: "Hah? "


Feng Teng tersenyum ketika melihat kebingungan yang jelas terpampang di kedua mata gadis di bawah tubuhnya.


Feng Teng dengan perlahan-lahan mendekati wajah Fu Bao dan berbisik di telinga nya:


" Aku kira kau menyukai posisi pembicaraan kita yang seperti ini , jadi itu sebabnya aku melakukan hal sama seperti yang kau lakukan tadi pada ku, ngomong-ngomong selera mu agak berat juga yh~"


Fu Bao: "!!!!"


" Sangat tidak masuk akal! Aku melakukan itu karena aku ingin membela diri lagi pula kau lah orang yang pertama menerobos masuk kedalam kamar ku! " Fu Bao mengatakan kata-kata itu dengan wajah memerah.


"Hehehe, kau lebih menarik daripada ku kira" Feng Teng berdiri dan tidak lupa juga ia membantu Fu Bao berdiri.


Akan tetapi niat baik di tolak keras oleh Fu Bao, dia dengan acuh tak acuh berdiri sendiri tanpa sekalipun memandang Feng Teng.


Fu Bao juga dengan wajah waspada berdiri jauh dari sisi Feng Teng setelah mengetahui kalau ia tidak bisa mengalahkan nya.


"Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya, siapa kau? Apa tujuan mendatangi ku? "


Feng Teng tidak menjawab pertanyaan Fu Bao, dia justru kembali duduk di ranjang Fu Bao.


" Bukankah kau sendiri yang mengatakan untuk datang kepada mu sendiri? "


"Hah? Jangan-jangan kau..." Mendengar perkataan pria aneh didepannya Fu Bao sedikit menebak siapa pria ini.


"Ya, aku adalah orang yang memerintah bawahan ku untuk mendatangi mu.. Sekarang kau sudah tahu siapa aku bukan? " Feng Teng tersenyum kembali sambil menopang dagunya kearah Fu Bao.


"Aku masih tidak mengerti satu hal."


"Oh? Apa itu? "


"Aku jelas tidak mengenal mu lalu kenapa kau ingin bertemu ku? " Inilah yang sejak tadi ingin ditanyakan Fu Bao.


"Aku ingin menemui karena aku tertarik dengan mu " Kata masih dengan senyum seperti Casanova.


" Apa kau tidak waras? jika kau gila tolong pergi berobat jangan datang kemari! " Jelas sekali Fu Bao sama sekali tidak mempercayai perkataan Feng Teng.


"Pfft! Apa aku terlihat seperti orang gila untuk mu? "


"Ya. " Jawab Fu Bao tegas tanpa sedikitpun keraguan.


"Hahahaha! " Feng Teng tertawa terbahak bahak seolah mendengar lelucon yang sangat lucu.


Sedangkan Fu Bao hanya menyipitkan matanya sambil memandang Feng Teng seakan benar-benar melihat orang sedang tidak waras.


Dua menit berlalu sejak Feng Teng tertawa terbahak bahkan sampai saat ini tawa Feng Teng belum kunjung juga reda.


"Apa kau sudah selesai tertawa ? " Tanya Fu Bao yang sedang duduk sambil minum teh.


Feng Teng mengangguk sejujurnya dia sangat tidak mengira kalau ia akan tertawa lepas seperti ini.


Entah kenapa saat pertama kali bertemu Fu Bao bahkan sampai sekarang Feng Teng tidak henti-hentinya tersenyum dan bahagia.


Seakan-akan ada tombol saklar kebahagiaan yang telah dinyalakan sejak pertama kali bertemu Fu Bao.


Feng Teng sendiri tidak mengerti kenapa dia begitu bahagia ketika pertama kali bertemu Fu Bao.


Meskipun pada awalnya dia telah lama mengetahui keberadaan Fu Bao.


Dia tidak pernah sekalipun begitu bahagia seperti ini seolah lubang di hatinya akhirnya terisi kembali.


Feng Teng juga merasakan ada sesuatu yang perlahan-lahan berubah di hatinya, rasa kehangatan, kebahagiaan dan kasih sayang yang tidak pernah ia rasakan selama ratusan tahun tiba-tiba muncul di hatinya.


Ini membuat Feng Teng benar-benar merasa aneh seakan ia baru saja menelan opium yang membuat dirinya sangat ketagihan.


Dan Feng Teng tahun opium ini bukanlah narkoba melainkan gadis kecil hadapan nya..