The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 120 Kepercayaan buta


Bab 120


Xiao Nai turun dari lantai dua dan segera berjalan kearah meja Fu Bao dan yang lain berada sekarang.


Xiao Nai menarik kursi dan duduk di depan Fu Bao :


"Apa kalian sudah makan? "


"Sudah, tinggal kau yang belum makan silakan makan dulu nanti baru kita bisa berbicara" Kata Fu Bao yang sudah memanggil pelayan untuk menyajikan makanan yang tadi ia pesan untuk Xiao Nai.


Melihat Fu Bao dan yang lain sudah makan, Xiao Nai juga segera memakan makanan yang disajikan pelayan.


Beberapa saat kemudian, Xiao Nai mengusap mulut nya dengan sapu tangan dan meletakkan tangan di atas meja sambil melihat kearah Fu Bao :


"Jadi bisakah kita mulai pembicaraan nya? "


"Um, tapi sebelum itu tolong buat penghalang di sekitar kita agar tidak ada orang yang bisa menguping pembicaraan kita saat nanti" Ucap Fu Bao.


"Biar aku yang melakukannya." Feng Teng melambaikan tangannya dan dalam sekejap gelombang perisai transparan mengelilingi meja mereka berempat.


" Ini?.." Fu Bao melihat perisai transparan disekelilingnya dengan penasaran dan bingung.


"Aku takut pembicaraan kita akan sangat panjang jadi aku sekalian saja membuat penghalang agar tidak ada orang yang menggangu pembicaraan kita " Jelas Feng Teng tersenyum tipis.


Fu Bao mengangguk-angguk mengerti dan mulai berbicara kepada dua rekannya yaitu Yuan Yi dan Xiao Nai soal perihal Feng Teng.


Fu Bao menjelaskan kembali semua cerita yang pernah ia dengarkan dari Feng Teng semalam kepada keduanya.


Dan sesekali Feng Teng akan menambahkan beberapa patah kata untuk melengkapi cerita Fu Bao.


Waktu berlalu cepat, matahari di luar pun mulai terbit dan menyinari seluruh dunia dengan cahaya keemasan nya.


Xiao Nai maupun Yuan Yi akhirnya mengerti alasan kunjungan Feng Teng kepada Fu Bao.


Namun tentu saja Xiao Nai tidak akan mudah mempercayai cerita itu secara sepihak tanpa bukti nyata yang ada jadi karena itu ia bertanya kepada Feng Teng :


"Apa ada bukti dari perkataan mu ini? "


"Justru karena itu aku mendatangi Baoer hari ini , itu semua karena aku akan menunjukkan pada nya sebuah bukti kuat dari cerita ku " Feng Teng.


"Bisakah kami ikut bersama mu? " Tanya Yuan Yi tiba-tiba.


Xiao Nai juga ikut menatap Feng Teng dengan tatapan yang memiliki arti sama seperti sedang yang ditanyakan Yuan Yi.


"Bukan tidak mungkin kalian berdua untuk ikut bersama kami, tapi sebelum itu kalian harus membuat sumpah ajaib dulu,


Untuk tidak mengatakan apapun tentang yang akan lihat nanti, bagaimana apa kalian berdua setuju dengan usulan ku?" Tanya Feng Teng dengan mengangkat alisnya.


Xiao Nai dan Yuan Yi saling memandang lalu mengangguk setuju secara bersamaan.


"Kami bersumpah untuk tidak mengatakan apapun yang akan kami lihat nanti apabila kami melanggar sumpah ini, biarkan jiwa kami musnah oleh langit dan bumi sebagaimana hukuman nya "


Sumpah ajaib Xiao Nai dan Yuan Yi terlaksana dengan sebuah cahaya putih keluar dari tubuh keduanya dan terbang kearah jari Feng Teng dan membentuk sebuah tato berbentuk cincin.


Feng Teng melihat tanda sumpah ajaib di tangannya lalu ia berdiri dan berbicara kepada Fu Bao dengan suara amat lembut :


"Karena masalah sudah selesai, ayo kita pergi ke tempat ku "


Fu Bao mengangguk dan berdiri dan berjalan keluar dari gelombang perisai transparan yang mengelilingi mereka tadi.


Seperti gelembung sabun, begitu Fu Bao melewati perisai transparan.


Perisai itu langsung pecah bak gelembung sabun.


Dan tidak ada satupun dari keempat yang terkejut perihal pecah perisai buatan Feng Teng.


[Di istana Chayang]


Feng Teng masuk kedalam istana Chayang sambil di ikuti Fu Bao dan yang lain.


Sebelum mereka dapat masuk mereka berempat terlebih dahulu diperiksa oleh penjaga yang menjaga istana Chayang.


Seorang penjaga yang menjaga gerbang istana yang sedang memeriksa mereka berempat, langsung memberi hormat saat melihat token yang ada di tangan Feng Teng.


Setelah Feng Teng menunjukkan Token indentitas sebagai Yang Mulia Murong mereka berempat bisa masuk kedalam Istana Chayang tanpa sedikitpun hambatan atau halangan.


Feng Teng terus berjalan memimpin ketiganya ke suatu tempat yang ada di Istana Chayang yang mana letak tempat itu agak terisolasi dari istana lain.


Sesampainya mereka berempat di ruang kantor khusus Yang Mulia Murong, mereka berempat yang di pimpin Feng Teng langsung masuk kedalamnya.


Feng Teng yang sudah masuk kedalam kantor nya segera bergerak menuju ukiran patung Phoenix yang ada di belakang kursi kerjanya.


Dengan memutar kepala Phoenix sebuah pintu rahasia terbuka dan memperlihatkan tangga yang menuju ruang bawah tanah.


Fu Bao dan Yuan Yi melihat hal ini dengan takjub terutama mereka berdua tadi tidak bisa melihat adanya ruang rahasia di sini.


Mereka berdua tidak tahu cara apa yang digunakan Feng Teng yang menyembunyikan ruang rahasia dari penglihatan istimewa mereka berdua.


Seperti kalian ketahui Fu Bao sendiri memiliki mata Dewa yang bisa melihat melalui kebenaran dan Yuan Yi sendiri sangat sensitif yang namanya energi spiritual yang tidak konsisten.


Disisi lain Xiao Nai sama sekali tidak terkejut tentang ruang rahasia ini , lagi pula hal seperti ini bukanlah hal asing di daratan tinggi.


Yang membuat dia penasaran adalah asal muasal Feng Teng sebenarnya, meskipun Feng Teng telah menceritakan semua pengalaman masa lalunya.


Tetap saja Xiao Nai tidak akan mudah mempercayai orang lain, dia sendiri tidak tahu beberapa kali dibunuh dan khianati oleh orang-orang yang pernah ia percayai dan selamat kan.


Jadi semenjak itu Xiao Nai tidak mudah mempercayai orang lain, namun ada satu pengecualian yaitu Fu Bao.


Xiao Nai akan mempercayai apapun yang dikatakan Fu Bao meskipun dia tahu kalau semua itu kebohongan.


Dia sendiri memiliki kepercayaan buta Kepada Fu Bao.


Pokoknya apapun yang dikatakan Fu Bao padanya selalu benar bahkan apabila Fu Bao mengatakan kalau pelangi terbuat dari krayon.


Dia akan tetap mempercayai nya, selama Fu Bao senang yang lain bukalah masalah untuk nya.


......................


"Ikuti aku , Baoer hati-hati dengan langkah mu... pegang tangan ku agar tidak tersandung " Kata Feng Teng yang tidak lupa mengkhawatirkan keselamatan Fu Bao.


"Tidak perlu seperti, aku tidak serapuh yang kau bayangkan... aku sendiri sangat kuat." Tolak Fu Bao sopan.


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat untuk terus perhatikan langkah kaki mu agar tersandung mengerti?"


"Aku tahu."


Yuan Yi dan Xiao Nai yang dibelakang Fu Bao hanya bisa terdiam saat melihat perilaku Feng Teng yang berpura-pura mengacuhkan keberadaan mereka berdua.




Thank you atas dukungannya untuk kalian yang selalu memberikan author kebon bunga dan kopi, author mengucapkan terima kasih ๐Ÿ˜„


Jangan lupa like, komen, vote gift ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•


Xie Xie ๐Ÿ˜˜