The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 155 Final


Fu Bao berdiri di atas langit dengan senyum pucat di wajahnya dan tangannya terdapat pedang suci yang menusuk jantungnya.


Fu Bao sendiri tidak bisa mempercayai dirinya sendiri kalau ia akan melakukan tindakan bodoh seperti ini.


Mengorbankan hidupnya sendiri untuk orang lain, dirinya yang dulu sangat egois dan sama sekali tidak peduli dengan kehidupan orang lain, kini perlahan-lahan berubah menjadi seseorang yang rela mengorbankan hidupnya untuk kedamaian dunia.


Tetapi saat ia melihat para makhluk abadi berkelahi di sekelilingnya dan memikirkan seluruh pasukannya yang perlahan-lahan di bantai dengan kejam tanpa bisa melihat matahari lagi.


Hati Fu Bao tidak tahan lagi, dia sendiri tahu hanya ada satu cara mengakhiri perang ini.


Namun Fu Bao selalu ragu-ragu melakukan nya, tapi ketika melihat nyawa orang-orang yang paling ia cintai satu persatu jatuh dalam bahaya.


Fu Bao akhirnya membuat keputusan tegas kalau ia akan mengorbankan dirinya untuk kedamaian dunia sihir.


Jika Fu Bao di masa lalu tahu nasibnya seperti ini, dia pasti lebih suka mengakhiri hidupnya sendiri daripada harus berkorban pada orang-orang yang tidak ia kenal.


Tapi sekarang berbeda Fu Bao mempunyai orang-orang yang sangat ia lindungi bahkan jika harus mengorbankan kehidupan nya.


"Ba... bagaimana mungkin?! " Canghe dengan wajah panik serta tidak percaya menatap Fu Bao yang telah menusuk jantungnya sendiri.


Canghe juga merasa kekuatan ditubuhnya perlahan-lahan hancur.


Fu Bao sama sekali tidak peduli dengan Canghe, dia sekarang sedang terus menerus menyalurkan kekuatan sucinya untuk menghancurkan jantung di tubuhnya.


Itu benar, Fu Bao akhirnya tahu apa yang menyebabkan setiap kali ia berhubungan dengan Dewa iblis jantungnya pasti akan sangat kesakitan, tidak hanya itu bila ia menggunakan kekuatan sucinya jiwanya pasti akan langsung terasa dicabik-cabik.


Itu semua disebabkan oleh jantung Dewa iblis yang ada di tubuhnya, Fu Bao baru menyadari hal itu setelah ia menemukan tujuh benda suci yang terakhir.


"Baoer, apa yang kau lakukan!Cepat hentikan itu! " Donghua berteriak ngeri saat melihat apa yang sedang dilakukan Fu Bao.


Mendengar suara putus asa Donghua, Fu Bao langsung menunduk kepalanya dan tersenyum lembut kepada mereka.


Feng Teng dan yang lain juga sangat panik mata mereka merah seolah ingin menangis darah.


"Baoer.....kau mau mengorbankan dirimu? Kenapa.....kenapa kau melalukan nya! " Suara serak dari Feng Teng yang menanyakan alasan ini.


Fu Bao masih tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan dari orang-orang disayangi, yang ia lakukan sekarang adalah mempercepat proses penghancuran jantung Dewa iblis di tubuhnya.


" Apa kami melakukan hal salah padamu? hingga membuat ingin meninggalkan kami? kami akan berubah.....jadi tolong jangan tinggalkan kami.... kumohon.... Baoer.... " Xiao Nai berlutut kearah Fu Bao untuk memohon padanya untuk tidak mengorbankan dirinya.


"Aku tidak bisa.... karena hanya dengan aku mati barulah perang ini akan berakhir....." Fu akhirnya tidak bisa mengendalikan ekspresi sedih di wajahnya dan menatap mereka dengan senyum sedih.


"Kita akan mencari lain..... jadi berhentilah... aku mohon padamu.....kau tahu betapa kami mencintai mu kan? Jika kau pergi seperti ini, apa yang harus kami lakukan.....kami tidak bisa hidup tanpamu.... tinggal bersama kami.... kumohon jangan korbankan dirimu!" Fu Heng yang dulu pria sedingin es kini berubah menjadi pria lemah yang terus menerus menangis sambil memohon kepada kekasihnya untuk meninggalkannya.


Fu Bao hanya menggeleng kepala dengan senyum pahit: " Tidak ada cara lain.... hanya ini satu-satunya cara...."


"Apa maksud mu, pasti akan ada cara lain! Baoer percaya padaku aku pasti akan menemukan cara lain....oke? jadi tolong hentikan Baoer......aku mohon..... jangan tinggalkan aku! Aku bisa gila, jika kau pergi! " Donghua mencoba mendekati Fu Bao, namun pelindung Fu Bao pasangan justru menghalangi nya.


Melihat ini Donghua tidak bisa mengendalikan tangisan putus asanya, dan menatap Fu Bao dengan wajah memohon untuk berhenti.


Fu Bao memejamkan matanya untuk tidak menatap wajah sedih para kekasih nya, hatinya sakit bahkan ia merasa mulai putus asa dan ingin segera menghentikan kekuatan suci yang sedang menghancurkan jantungnya.


" Tidak cara lain Donghua..... hanya dengan aku mati maka barulah perang ini akan berakhir....itu semua karena didalam tubuhku terdapat jantung Dewa iblis yang artinya selama aku hidup, Dewa iblis akan tetap hidup....jadi bagaimana mungkin aku membiarkan hal ini terjadi. "


Donghua dan yang lain membeku di tempat karena kata-katanya, mereka mulai merasakan kesulitan bernafas dan bahkan mereka sampai muntah darah karena tidak bisa mempercayai perkataan Fu Bao.


"Pasti ada cara lain, kau berhenti dulu, Baoer, bisakah kau berhenti dulu ?" Tanya Feng Teng dengan nada sangat memohon.


Fu Bao menggigit bibirnya dan menggeleng kepalanya dengan air mata mengalir di wajahnya: " Terlambat aku sudah tidak bisa berhenti lagi.... kekuatan suci sudah menghancurkan setengah jantung ku."


"Belum terlambat Baoer, aku dapat membantu menghentikan kekuatan suci mu jadi lepaskan pelindung ini.... bukankah kau mencintai kami? Apa kau rela tidak melihat kami lagi selamanya? " Sebagai Raja Mayat, Donghua seharusnya tidak bisa menangis, tapi melihat kekasihnya perlahan-lahan kehilangan nyawa di depannya.


Bagaimana mungkin Donghua yang sangat mencintai Fu Bao tidak akan menangis.


Melihat air mata Donghua, Fu Bao memilih menutup matanya untuk tidak terus menonton karena semakin ia melihat nya semakin ragu dirinya.


"Aku benar-benar ingin berhenti, tapi aku tidak bisa.... maafkan aku."


Fu Bao mengerahkan kekuatan suci terakhir untuk menghancurkan seluruh jantungnya dan ketika jantung Dewa iblis berhasil Fu Bao hancur kan.


Canghe didepannya langsung berubah menjadi abu dan menghilang untuk selamanya.


"Tidak! Baoer! "


Donghua dan yang lain berteriak histeris saat melihat tubuh Fu Bao perlahan-lahan mulai menunjukkan tanda-tanda kehancuran.


Fu Bao melepaskan pedang suci ditangannya dan terbang ke sisi Donghua dan yang lain berada.


"Baoer...." Donghua dan yang lain dengan panik mencoba untuk menyentuh wajah kekasih mereka, tapi sayangnya gerakan mereka dihalangi oleh pelindung yang Fu Bao buat.


Fu Bao tersenyum lembut dan menyentuh dinding pelindung yang memisahkan diri nya dan kekasihnya.


"Aku ingin kalian hidup baik, bahkan setelah aku pergi maukah kalian melalukan itu? "


"Baoer, kau benar-benar kejam! Kau menyuruh kami untuk hidup baik tanpamu dirimu, bagaimana mungkin itu bisa terjadi! " Donghua berteriak marah dan sedih.


"Hahaha, kau benar-benar....aku memang wanita kejam yang tidak pantas kalian cintai.... jadi tolong lupakan aku dan jalani hidup kalian dengan baik tanpa diriku...... selamat tinggal..." Setelah mengucapkan kata-kata itu, Fu Bao menutup matanya dan tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi ratusan titik cahaya keemasan dan menghilang untuk selamanya.


"Baoer---! " Teriak sedih dan putus asa bergema di seluruh medan perang.


Pelindung yang tadi Fu Bao buat juga perlahan-lahan pecah menjadi ratusan keping yang tak terhitung jumlahnya.


"Dimana Baoerku! dimana dia! " Donghua dan yang lain terus-terusan mencari keberadaan kekasih mereka.


Tapi tidak peduli seberapa keras mereka mencari tubuh Fu Bao tidak lagi ditemukan.


Karena Fu Bao sudah tidak ada lagi di dunia....


---------**The end**--------


PS: masih ada epilog.