
"Inilah yang ingin aku katakan sejak tadi, namun kalian berdua keburu berpikir buruk sebelum aku bisa menjelaskan nya.
Memang kondisi tubuh sekarang parah bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana menyelamatkan nya dari bahaya itu, tapi ada satu hal yang aneh dengan kondisi tubuh Fu Bao.
Akku yang awal berpikir kondisi Fu Bao mungkin tidak terselamatkan tiba-tiba menemukan ada suatu yang aneh di tubuh Fu Bao yang membuat luka-luka parah di dalam tubuh Fu Bao perlahan di perbaiki.
Bahkan proses penyembuhan itu semakin cepat aku menebak sedikit kalau Fu Bao memiliki kemungkinan besar mempunyai kemampuan penyembuh yang sangat kuat.
Dan hal ini juga yang menyebabkan luka-luka parah di dalam tubuh Fu Bao menjadi tidak terlalu parah." Jelas Yuan Yi panjang lebar kepada Feng Teng dan Xiao Nai.
"Itu artinya hidup Fu Bao masih bisa diselamatkan? " Tanya Xiao Nai dengan suara serak dan gemetar.
"Ya. "
Bruk--
Kedua tubuh Feng Teng dan Xiao Nai akhirnya rileks saat mengetahui kabar baik itu.
Rasa sakit di jantung mereka pun sedikit membaik dan tidak separah seperti sebelumnya.
Feng Teng tiba-tiba menanyakan satu hal yang penting:
"Apa kemampuan penyembuh Baoer dapat menyembuhkan seluruh lukanya? "
"Ya, namun proses mungkin akan sangat lama dan panjang mungkin ada sedikit efek samping nya. "
Hati mereka langsung tegang saat mendengar ada efek samping.
"Efek samping apa? " Tanya Xiao Nai cemas.
"Aku masih belum tahu apa efek sampingnya untuk hal ini kita hanya bisa mengetahuinya Ketika Fu Bao sudah sadar.
Baiklah kalian berdua pergilah dari sini dan biarkan Fu Bao beristirahat dengan baik lagi pula yang bisa kita lakukan sekarang hanya menunggu sampai keadaan Fu Bao lebih baik."
Xiao Nai dan Feng Teng terdiam dan sama sekali tidak ada yang mau bergerak lebih dulu seperti yang dikatakan Yuan Yi.
Melihat ini Yuan Yi sudah lama menduganya jadi ia segera berkata kepada keduanya:
"Jika kalian berdua tetap disini nanti Fu Bao tidak bisa fokus menyembuhkan dirinya Karena gangguan kalian. "
Dan benar saja setelah Yuan Yi selesai mengatakan itu keduanya akhirnya mau pergi dari kamar ini.
Namun sebelum mereka bertiga pergi dari kamar.
Feng Teng dan Xiao Nai dengan kompak membuat lingkaran sihir pengumpul energi spiritual di sekeliling kamar Fu Bao sekarang.
Usai melakukan itu keduanya baru mau pergi dari sini.
................
Ketika Fu Bao sadar kembali dia menemukan dirinya berada di kamar mewah yang memiliki nuansa hitam dan merah.
"Di mana ini? " Fu Bao duduk dan melihat sekeliling nya dengan heran sambil memegang keningnya yang sakit.
Fu Bao mencoba untuk turun dari tempat tidur, tapi saat dia akan menggerakkan kakinya tiba-tiba saja rasa sakit seperti terlindas truk menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Ugh!" Rasa sakit ini sangat kuat seolah tulang-tulang nya di patah kan lalu di pasang kembali.
Rasa sakit ini tidak mungkin bisa dibayangkan oleh orang biasa jika mereka merasakan rasa sakit ini mungkin mereka berpikir untuk bunuh diri karena tidak sanggup menahan siksaan ini.
Fu Bao segera menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya dari sakit besar ini.
Setelah beberapa menit Fu Bao menarik nafas dalam-dalam akhirnya rasa sakit di tubuhnya tidak separah seperti sebelumnya meski rasa sakit ini masih sangat besar setidaknya ini masih bisa di tanggung oleh nya.
Fu Bao melihat sekelilingnya untuk mencari tahu di mana dia sekarang.
Fu Bao jelas ingat saat dirinya berhasil memurnikan semua energi iblis yang ada di tubuh Phoenix putih, dia tiba-tiba melihat sepasang mata merah darah yang dingin menatapnya dari dalam tubuh Phoenix putih.
Melihat kedua mata merah darah itu Fu Bao langsung di buat merinding dan takut.
Tidak hanya itu Fu Bao juga menerima serangan balik yang begitu kuat sampai-sampai membuat nya tidak sadarkan diri.
Fu Bao sendiri menyadari sepasang mata merah darah dan kekuatan yang menyerang nya merupakan perbuatan dari Dewa iblis.
Memang seperti yang di katakan Bao Bao kalau semua ini ada kaitannya dengan Dewa iblis.
Jika bukan karena peringatan Bao Bao pada saat itu mungkin dia telah mati karena serangan dari kekuatan Dewa iblis yang tertanam di tubuh Phoenix putih.
Namun Fu Bao sendiri tidak menyangka meskipun dirinya sudah menghalau serangan Dewa iblis dengan kekuatan nya.
Ini sama sekali tidak membuatnya selamat tanpa terluka parah sedikitpun jika bukan karena fisiknya yang kuat berkat pelatihan Donghua.
Dia mungkin akan langsung berubah menjadi sampah karena kehancuran parah di dalam tubuhnya.
Fu Bao menghela nafas panjang saat menemukan dirinya seperti orang cacat yang tidak bisa bergerak sedikit pun.
Dia juga mendapati kalau ia tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual nya bahkan kepalanya terasa mau pecah.
Tanpa menyelediki nya Fu Bao tahu pasti di dalam tubuhnya sudah kacau balau jadi dia tidak terlalu kaget dengan kondisi tubuhnya sekarang.
Karena menurutnya hal ini lebih bagus daripada yang ia bayangkan yang mana ia membayangkan kalau semua basis Kultivasi selama ini rusak akibat serangan kekuatan Dewa iblis.
Ketika Fu Bao akan berkultivasi untuk menyembuhkan luka-luka di dalam tubuhnya, tiba-tiba telepati dari muncul di benak nya.
[Masuklah kedalam ruang]
Setelah mengatakan itu suara Donghua di benak menghilang.
???
Tiga tanya muncul di atas kepalanya saat menerima telepati Donghua.
Karena takut ada sesuatu yang penting yang ingin dibicarakan Donghua.
Fu Bao segera masuk kedalam ruang Amethyst meskipun seluruh tubuhnya masih sangat sakit.
Dan dia sama sekali tidak khawatir kalau ada orang yang datang ke kamarnya saat dirinya berada di ruang.
Lagi pula waktu di ruang dan di luar sangat berbeda jauh jadi tidak peduli berapa lama dirinya berada di ruang Amethyst hanya beberapa detik berlalu di luar.
Di ruang Amethyst.
Fu Bao muncul di sana ketika dia akan terjatuh karena tidak sanggup berdiri tiba-tiba saja sosok ungu bergegas kearah nya dan menangkap nya sebelum dirinya bisa jatuh.
"Terima kasih guru"
"Hmm" Donghua yang membungkuk tubuhnya dan membawa Fu Bao kedalam pelukannya.
"!!!" Fu Bao secara refleks langsung merangkul leher Donghua agar tidak terjatuh" Guru aku bisa berjalan sendiri... tolong turunkan aku.."
Donghua tidak mempedulikan kata-kata Fu Bao,dia dengan acuh tak acuh membawa Fu Bao ke sumber air panas yang ada di ruang Amethyst.
Sesampainya di sana Donghua segera menurunkan Fu Bao dan membiarkan tubuhnya bertopang di batu besar yang kebetulan tidak jauh dari nya.
"Ini di mana? " Fu Bao melihat sumber air panas dengan wajah heran karena sekalipun ia tidak mengetahui tentang keberadaan sumber air panas ini.