The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Epilog: Kembali nya Fu Bao


Ketika Fu Bao terbangun, dia mendapati dirinya berada di ruang gelap tanpa cahaya.


Fu Bao tidak melakukan gerakan apapun, dia hanya menatap kosong langit-langit hitam.


Sampai tiba-tiba sosok Dewa pencipta muncul di depannya dan berjalan ke arahnya.


Dewa pencipta menatap Fu Bao yang masih terbaring sambil menatap kosong ke langit-langit.


"Ini ruang Alam Semesta, disinilah aku tinggal dan mengawasi seluruh dunia sihir. " Dewa pencipta melambaikan tangannya dan dalam sekejap langit yang tadinya gelap dan kosong berubah menjadi pemandangan langit yang dipenuhi bintang.


Melihat perubahan yang dilakukan Dewa pencipta, Fu Bao sama sekali tidak menunjukkan reaksi sedikitpun.


Dewa pencipta yang melihat Fu Bao masih belum bereaksi, mengajukan pertanyaan kepadanya: " Apakah kau menyesali nya? "


Mendengar pertanyaan dari Dewa pencipta, Fu Bao akhirnya mau berbicara dan berkata:


"Tidak, aku tidak menyesalinya,bahkan jika aku mengulangi nya lagi aku akan tetap melakukan hal sama. "


Fu Bao mengatakan itu dengan sangat serius dan tanpa sedikitpun kebohongan atau ragu-ragu.


Karena apabila ia harus mengulangi nya lagi , dia akan tetap melakukan hal sama yaitu mengorbankan dirinya untuk kedamaian orang-orang dicintai.


Fu Bao sendiri tidak tahu bagaimana bisa ia bisa melakukan tindakan heroik seperti itu yang mana rela mengorbankan dirinya untuk orang lain, jika seandainya Dewa pencipta berkata kalau ia harus mengorbankan nyawanya tepat setelah ia dilahirkan kembali ke dunia sihir.


Fu Bao mungkin tidak mau,karena dia dulu sangat egois dan rakus akan kehidupan, jadi bagaimana mungkin dia menyerah nyawa nya untuk orang lain.


Tapi setelah melalui banyak hal di dunia sihir dan bertemu orang-orang yang rela bertaruh nyawa demi melindungi nya serta sangat mencintai nya.


Bagaimana mungkin Fu Bao rela bersikap egois seperti saat ia ada di bumi.


Mendengar jawaban dari Fu Bao, Dewa pencipta tersenyum puas dan melihat ke langit-langit yang penuh bintang dengan tatapan lembut.


"Sudah saatnya kau kembali, mereka pasti menunggu mu sekarang. "


"Apa maksud mu? Aku sudah mati, bahkan aku menyaksikan sendiri bagaimana tubuh ku menghilang untuk selamanya. " Fu Bao benar-benar dibuat bingung dengan perkataan Dewa pencipta yang mengatakan sudah saatnya ia kembali.


Dewa pencipta tidak banyak menjelaskan, dia hanya berkata Fu Bao belum mati.


Tapi Fu Bao membantah dan mengatakan kalau ia sudah menghancurkan jantung sendiri jadi bagaimana mungkin dia masih belum mati.


Dewa pencipta hanya tersenyum dan bertanya kepada Fu Bao dengan nada misterius. " Apa kau tahu siapa aku? "


Meskipun Fu Bao tidak mengerti, dia masih menjawabnya.


"Kau adalah Dewa pencipta. "


"Itu benar, aku adalah Dewa pencipta yang artinya aku bisa menghidupkan mu kembali dengan membuat jantung baru yang aku ciptakan. "


Mendengar ini Fu Bao sangat senang dan segera bangun untuk menatap Dewa pencipta untuk minta kepastian.


"Apa kau serius dengan perkataan mu tadi? Aku benar-benar bisa hidup kembali? Kau tidak sedang berbohong kan? " Nada suara Fu Bao sangat gemetar tak percaya kalau ia masih diberikan kesempatan untuk hidup kembali.


Tidak ada yang tahu bertapa putus asa Fu Bao saat ini ketika tahu kalau ia tidak akan pernah bertemu kembali dengan para kekasihnya.


Betapa sakit hatinya saat pertama kali mengetahui kalau ia harus mengorbankan dirinya.


Fu Bao sangat ingin sekali melarikan diri dari nasibnya, tapi setelah memikirkan kemungkinan Para kekasihnya akan dalam bahaya.


Fu Bao memilih untuk tidak melakukan nya, karena ia sendiri tahu kalau ia tidak lagi bisa bersikap egois seperti saat ia masih ada di bumi.


Sejujurnya Fu Bao sangat membenci Dewa pencipta karena berulangkali mempermainkan nasibnya, tapi setelah memikirkan tanpa keterlibatan dewa pencipta mungkin ia tidak akan bertemu para kekasih Fu Bao tidak lagi terlalu membenci Dewa pencipta.


"Tapi kau kan sekarang hanya sisa jiwa, apa itu baik-baik saja? " Tanya Fu Bao.


Dewa pencipta tersenyum dan berkata :


"Jangan khawatirkan aku, satu-satunya harapanku sekarang adalah menghidupkan mu kembali. "


"Terima kasih..."


Dewa pencipta menggunakan kekuatan sucinya untuk membuat jantung baru untuk Fu Bao.


Setelah selesai membuat nya, Dewa pencipta langsung melambaikan tangannya yang mana dalam sekita jantung baru saja ia buat masuk kedalam tubuh Fu Bao.


Pada saat bersamaan tubuh Fu Bao mulai bercahaya dan mulai perlahan-lahan menghilang dari hadapan Dewa pencipta.


Sebelum Fu Bao menghilang seutuhnya , Dewa pencipta tiba-tiba saja berkata:


"Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi.."


Belum sempat Fu Bao mengerti apa maksudnya, matanya tiba-tiba jatuh dalam kegelapan.


Dan ketika ia membuka matanya lagi , dia melihat para kekasihnya yang sedang menatap nya dengan wajah bahagia.


Fu Bao tersenyum: " Aku kembali. "


"Selamat datang kembali Baoer..."


......


Donghua, Feng Teng, Xiao Nai, Long Yan dan Fu Heng sangat bahagia atas kembali nya kekasih mereka.


Awalnya kelimanya sangat putus asa setelah Fu Bao meninggalkan mereka.


Bahkan Long Yan yang baru saja sadar hampir ingin melakukan bunuh diri demi untuk menyusul Fu Bao.


Tidak hanya Long Yan yang ingin melakukan bunuh diri, Donghua dan yang pun sama mereka juga ingin bunuh diri demi bersatu kembali dengan kekasih mereka.


Namun sebelum semua itu bisa terjadi, langkah mereka terhenti setelah Dewa pencipta melakukan pertemuan pribadi dengan mereka dan berkata kalau Fu Bao akan kembali dan menyuruh mereka untuk tidak melakukan tindakan bodoh.


Awalnya kelimanya tidak percayai, tapi setelah Dewa pencipta memastikan berulangkali kalau Fu Bao akan benar-benar kembali.


Mereka akhirnya mau percaya dan menunggu kedatangan Fu Bao kembali.


Selama masa menunggu Fu Bao kembali, mereka membuat sebuah pulau terlarang yang tidak bisa dimasuki siapapun kecuali mereka.


Di pulau itu mereka membuat banyak fasilitas kesukaan Fu Bao, bahkan ratusan ribu tanaman obat kesukaan Fu Bao mereka tanaman disana.


Ada juga sebuah vila besar yang mirip istana Eropa yang mereka buat seusai favorit Fu Bao.


Tahun demi tahun berlalu, sudah lebih dari tiga puluh tahun sejak kematian Fu Bao.


Kelimanya masih dengan putus asa dan tidak mau menyerah untuk menunggu Fu Bao kembali.


Untungnya penantian lama mereka akhirnya membuahkan hasil.


Fu Bao mereka akhirnya kembali.


Sejak saat itu Fu Bao, Donghua, Fu Heng, Xiao Nai, Feng Teng dan Long Yan hidup bahagia di pulau terlarang.


Fu Bao juga melahirkan banyak anak untuk para kekasih nya, kehidupan Fu Bao dia pulau ini sangat indah dan nyaman.


Dia selalu dimanjakan bak putri kecil oleh para kekasih nya.


Apapun yang diinginkan Fu Bao pasti akan dikabulkan oleh Donghua dan yang lain.


Tidak ada satupun pertengkaran dalam kehidupan mereka yang ada hanya kedamaian dan cinta yang tidak ada habisnya mengisi kehidupan mereka.


The End


Ps: Terima kasih untuk semua para pembaca yang telah menemani author sampai disini.


Mungkin tanpa kalian novel ini tidak akan berakhir dengan mudah, author benar-benar sangat berterima kasih atas dukungan kalian selama ini 🙏


Terima kasih karena selalu setia membaca novel author meskipun masih banyak kekurangan...


Terima kasih dan sampai bertemu lagi di novel selanjutnya (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)