
Happy Reading
" Bagaimana hasilnya ?" Tanya Ardan pada anak buahnya
" Kami sudah menemukannya Tuan..tapi orang tersebut tengah berada di luar negri ."Ucap anak buah Ardan
" tak peduli dia ada di mana bawa orang itu hidup hidup ke hadapanku ."Tegas Ardan seraya mengepalkan tangannya ia sudah tak sabar untuk bertemu orang itu dan memberinya pelajaran yang menyakitkan
" Baik..Tuan..kami akan segera membawanya ."
"Bagus...lakukan yang terbaik ." Ucap Ardan dan menutup telefonnya
" akhirnya kau di temukan juga liat saja bagaimana diriku memberimu pelajaran..π.."Ucap Ardan menyeringai ia pun memasukkan hpnya ke saku celana dan pergi keluar dari ruang kerjanya
Ardan pergi keluar dari rumah menuju suatu tempat tersembunyi dan sangat privat
***
Di tempat Salsa dan Daniel
" ada kabar?"Tanya Salsa pada Daniel
" tak tau..aku belum dapat pemberitahuan dari orang suruhanku...tapi yang jelas pelaku nya akan segera di temukan dalam waktu yang cepat karena..Hyungku bukan orang sembarang yang bisa..di permainkan."Ucap Daniel dengan suara yang pelan di akhir kalimatnya
"woo..π―menyeramkan ." Ucap Salsa
"hmm...di memang menyeramkan tapi dia juga bisa begitu konyol dan kekanak-kanakan ." Ucap Daniel
"memangnya kau pernah liat dia bersikap seperti anak kecil ?" Tanya Salsa pada Daniel
"pernah ." Jawab Daniel
"lalu bagaimana dengan dirimu apakah kamu juga sama ?" Tanya Salsa penasaran
"kami memang saudara kembar satu ibu beda ayah tapi kami memiliki sifat yang bertolak belakang...yang sama mungkin jika kami sedang serius maka..akan sama sama seriusnya π€." Ucap Daniel
"iya ya...kau dengannya memang punya sifat yang berbeda tapi terlihat begitu kompak jika menginginkan hal yang sama π€." Ucap Salsa yang menilai perbedaan dan persamaan sifat Daniel dan Ardan
"kau meyinggung kami yang dulu sama sama menginginkanmu ππ?" Ucap Daniel yang teringat sama lalu
"hah??? ."
" eh tidak..bukan itu...tapi ini hanya pandanganku saja π."Ucap Salsa
"ya ya ya aku paham." Jawab Daniel
"hehe ." Salsa tertawa kecil dalam durasi yang singkat π
"aish. ya sudah lah ."
Mereka pun memilih kembali ke topik utama...tapi apa yang di bahas kan tenaga mereka seperti tak di butuhkan jadi mungkin hanya gibah saja πuppss...nggk boleh gibah dosa nanti di ganti ngobrol biasa π
5 Hari Kemudian
Dikarenakan pelaku memiliki rencana yang begitu licik dan terperinci maka sedikit sulit bagi Ardan untuk menangkap orang itu...
Orang tersebut telah memiliki rencana yang matang dan telah menganalisis kejadian mendatang sedikit umpan dan jebakan..kemudian serangan ulang mungkin itu yang ia lakukan dan sekarang ia sedang berada di tahap umpan..
Tapi...pasukan Ardan juga tak kalah cerdas nya mereka pun telah mempersiapkan semuanya yang kemungkinan terjadi dan ya kini mereka telah menangkap seorang pelaku
"hahahaha...percuma kalian menangkap ku Hidup kalian akan tetap hancur...π." Orang itu tertawa keras tanpa ada rasa takut sedikit pun walau nyawanya sedang terancam
plakkk..
Sebuah cambukan telah menimpanya...pelaku tersebut ternyata seorang wanita yang tak asing lagi bagi Ardan
Ia tak menyangka jika nyali wanita itu begitu besar untuk mengusiknya
Orang itu adalah Yulia Gracia mantan sekertaris sementara Ardan
Yulia menaruh dendam yang teramat besar kepada Ardan yang telah menolaknya dengan cara yang sangat memalukan dan kasar
Ia telah bersumpah untuk menghancurkan seluruh kehidupan orang orang terdekat Ardan walaupun bukan ia yang melakukannya
"heh...kalian semua bajingan..berani memperlakukan wanita seperti ini..." Ucap Yulia
Para anak buah Ardan hanya diam dan mengabaikannya mereka pun langsung menghubungi Tuan mereka untuk memberi tahu jika mereka sudah ada di situ bersama sang pelaku
Tanpa basa basi Ardan pun langsung menuju tempat tersebut di liputi hawa nafsu untuk menyakiti orang
Penasaran siapa pelakunya dan juga ingin ikut memberi pelajaran serta mewanti wanti jika Ardan lepas kendali , Daniel pun ikut serta dengan Ardan tapi ia pergi setelah Ardan pergi π
Setibanya disana
Ardan dan Daniel langsung masuk dan menuju tempat penyekapan
"cih...ternyata dia.π‘." Ucap Daniel dengan sikap dinginnya
" Besar juga nyalimu nona...hingga berani mengusikku hmm?" Ucap Ardan yang begitu geram untuk ingin menghabisi wanita tak tau diri itu
" Tentu saja nyaliku besar..Tuan Muda Ardan Bramasta Putra...bagaimana aku tidak punya nyali yang besar setelah kau menghinaku dan menginjak-injak harga diriku ."Balas Yulia tanpa ada rasa takut jika nyawanya akan hilang dendam telah menguasai dirinya
" Hah...π menginjak-injak harga dirimu...cih...kau begitu munafik...dari pada menginjak-injak dirimu lebih baik aku menginjakmu kepala mu dan memenggalnya ."Ucap Ardan ... aura nya begiru dingin dan membunuh suana di situ amat mencengkam dan suram
"π." Yulia menatap Ardan dengan tatapan permusuhan
" aku bertanya baik baik...apa tujuanmu melakukan ini ?"Tanya Ardan dengan nada suara yang terdengar halus
" hahahaha... kau mempertanyakan hal yang begitu bodohπ ,Hidup mu dan orang orang terdekat mu akan hancur π."Ucap Yulia dengan lantang
"sepertinya memang dia yang merencakan ini ." Gumam Daniel
" okay...karena kau sudah memberi tahuku...maka kau akan dapat hadiah ." Ucap Ardan
dorr...
sebuah peluru melesat dari lubang pistol dan mengenai kaki Yulia
"arghh.." Perempuan itu meringis kesakitan tapi kemudian tersenyum menyeringai
Setelah itu Ardan dan Daniel pergi..tak akan menyenangkan jika langsung di bunuh jadi mari bermain main hingga wanita itu mati dengan sendirinya
****Bersambung
maaf author nggk terlalu bisa bikin adegan yang tentang beginian ππ***